Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENTINGNYA EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI TANAMAN PISANG SEHINGGA SUMBER DAYA GENETIK TETAP TERJAGA Rini Suryani; Owbel Owbel
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.944 KB)

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya genetik yang beraneka ragam. Oleh karena itu perlu dilakukan eksplorasi secara besar besaran supaya plasma nutfah sejumlah varietas lokal tidak hilang. Tujuan penulisan adalah mengetahui informasi mengenai jenis pisang di Kabupaten Agam, Kendari, dan Aceh Besar serta mengetahui studi kekerabatannya. Metodenya adalah studi pustaka beberapa data kuantitatif di berbagai daerah. Jenis pisang di kabupaten Agam terdapat 20 jenis pisang, di kabupaten Kendari terdapat 12 jenis pisang sedangkan di Kabupaten Aceh Besar terdapat 20 jenis pisang. Di Kabupaten Agam, hubungan kekerabatan yang paling dekat adalah pisang siraok dan timbaga. Sedangkan yang paling jauh adalah pisang sirandah tinggi. Di kabupaten Kendari, hubungan kekerabatan yang paling dekat adalah pisang sereh dan pisang raja. Yang paling jauh pisang timbaga dan tanduk. Di Kabupaten Aceh Besar, hubungan kekerabatan yang paling dekat yaitu pisang klat barat, swasa dan mas aceh, dan paling jauh yaitu pisang kepok I.DOI:https://doi.org/10.37637/ab.v2i2.410
PEMBERIAN KONSENTRASI MOL RESALITA DAN PEMANGKASAN PUCUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN Nanda Oktaartah; Eko Fransisko; Rizki Septika Utami; Mardiah Apriansi; Rini Suryani
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 3 No 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v3i1.174

Abstract

Cucumber (Cucumber SativusL) is one of the types of fruit vegetable plants of the gourd family (Cucurbitaceace) originates from the continent of Asia, and is used as raw material for the beauty industry. The research was carried out from March to June 2023. and Taba Mulan Village, District/Kepahiang. This study used the Complete Randomized Block Design (RAKL) method. The first factor was the MOL concentration consisting of 5 levels. The second factor was pruning days which consisted of 5 levels and was repeated 3 times and 5 plant samples so that there were 75 pages. Giving Mol concentration and shoot pruning affected the growth and yield of cucumber plants 100 ml/water and 25 hst. In the M2P2 treatment, the fastest number of flowering ages was 85.1 days. M2P2 (50 ml/liter of water and 14 hst) had the longest fruit length, namely 61.28 cm and the M4P4 treatment (100 ml/liter of water and 25 hst) had the highest number of fruit, namely 5.4 fruit, and a small amount, namely 4.2 fruit. Keywords :Yield, Cucumber, MOL, Growth
Aklimatisasi Bibit Nanas (Ananas comosus L.) Hasil Kultur In Vitro Melalui Variasi Media Tanam Rini Suryani; Venti Novita Sari; Darwan Effendi; Meko Gustian
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.2083

Abstract

Penggunaan media tanam yang tepat selama proses aklimatisasi tanaman yang bearsal dari kulur jarigan sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman khususnya pada tanaman Nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan bibit  nanas (Ananas comosus L.) hasil kultur in vitro pada tahap aklimatisasi dan menentukan media tanam yang paling efektif dalam mendukung pertumbuhan bibit nanas (Ananas comosus L.) hasil kultur in vitro pada tahap  aklimatisasi.  Penelitian  dilaksanakan di Green House Universitas Pat Petulai  Rejang Lebong. Rancangan yang digunakan adalah  Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu jenis media tanam yaitu media kompos kulit kopi (K), media sekam padi bakar (S), media  cocopeat (C), media tanah (T). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Pada setiap ulangan digunakan 5 sampel bibit, sehingga total bibit nanas yang diamati berjumlah 80 bibit.  Variabel yang digunakan adalah  tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun  dan tinkat kehijauan daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan media memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan tingkat kehijauan daun.   Media kompos kulit kopi menunjukkan pertumbuhan terbaik pada hampir seluruh parameter yang diamati. Tinggi tanaman mencapai 8,55 cm, jumlah daun 17 helai, lebar daun 1,56 cm, panjang daun 6,51 cm, dan tingkat kehijauan daun 36,87. Aklimtisasi pada tanaman nanas sebaiknya menggunakan media kompos kulit kopi dan untuk penelitian selanjutnya dibutuhkan penambahan pupuk NPK atau pupuk POC supaya diperoleh pertumbuhan yang obtimal
Analisis Faktor Produksi Usahatani Kopi Robusta di Desa Batu Ampar, Kabupaten Kepahiang Darwan Effendi; Rini Suryani; Venti Novita Sari; Rizki Lestari
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 2 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i2.2082

Abstract

Kopi robusta merupakan komoditas perkebunan yang berperan penting sebagai sumber pendapatan petani. Namun, produksi kopi robusta di Desa Batu Ampar masih menghadapi kendala yang berkaitan dengan pengelolaan faktor-faktor produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh luas lahan, tenaga kerja, umur tanaman, dan penggunaan pupuk NPK terhadap produksi kopi robusta. Penelitian dilaksanakan di Desa Batu Ampar, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, pada Februari–Maret 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 33 petani kopi robusta. Data primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi dan sumber terkait. Data dianalisis menggunakan regresi fungsi produksi Cobb–Douglas yang ditransformasikan ke dalam bentuk logaritma natural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi kopi robusta dengan nilai signifikansi 0,044 (p0,05). Sementara itu, luas lahan, umur tanaman, dan penggunaan pupuk NPK tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi karena memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,176 menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja, umur tanaman, dan pupuk NPK mampu menjelaskan 17,6% variasi produksi kopi robusta, sedangkan 82,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tenaga kerja merupakan faktor produksi yang berperan nyata dalam usahatani kopi robusta di lokasi penelitian. Peningkatan produksi perlu didukung oleh pengelolaan tenaga kerja yang efisien serta evaluasi terhadap faktor lain, seperti kesuburan tanah, kondisi iklim, mutu bibit, pemeliharaan tanaman, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman.