Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : SCIENTIA JOURNAL

GAMBARAN PENGETAHUAN, MOTIVASI DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENALI BESAR KOTA JAMBI TAHUN 2016 Intami, Eprina
SCIENTIA JOURNAL Vol 7 No 2 (2018): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.848 KB) | DOI: 10.5281/scj.v7i2.70

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan, kenker servik menempati peringkat kedua teratas diantara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. WHO memperkirakan kematian akibat kanker serviks akan meningkat sampai 25% untuk 10 tahun ke depan. Hampir separuh wanita yang terinfeksi HPV (Human Paviloma Virus) tidak memiliki gejala-gejala yang jelas. Orang yang terinfeksi tersebut juga berisiko meningkatkan penderita kanker servik. Penelitian ini bertujuan memperoleh Gambaran Pengetahuan, motivasi dan peran petugas kesehatan tentang pencegahan kanker serviks pada wanita usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Dengan jumlah populasi  36195 WUS. Sampel sebanyak 43 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random Sampling Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dilaksanakan pada tanggal 19 sampai 22 Oktober 2016, dengan analisis univariat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui Dari 43 responden tingkat pengetahuan responden sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebanyak 27 responden (62,8%), motivasi sebagian responden memiliki motivasi baik sebanyak 23 responden (53,5%), dan Peran petugas kesehatan sebagian besar responden memiliki peran petugas kesehatan baik sebanyak 24 responden (55,8%). Diharapkan kepada Dinas Kesehatan agar dapat meningkat pelaksanaan pemberian pendidikan kesehatan, membuat program evaluasi dan mengevaluasi Puskesmas-puskesmas terhadap pentingnya pencegahan kanker serviks sehingga dapat meningkatkan kesehatan wanita
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS DENGAN PERILAKU KONSUMSI KAPSUL VITAMIN A PADA MASA NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALMERAH II KOTA JAMBI TAHUN 2018 Intami, Eprina
SCIENTIA JOURNAL Vol 8 No 1 (2019): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Seluruh provinsi di Indonesia  cakupan pemberian vitamin A masih sangat rendah yaitu kurang dari 70 %, bahkan di 19 Provinsi cakupannya kurang dari 50 %. Kekurangan vitamin A pada ibu nifas dapat menyebabkan anemia sertamenurunkan kelangsungan hidup ibu hingga dua tahun melahirkan (Keller, 2004). Banyak faktor yang bisa menyebabkan ibu nifas rutin mengkonsumsi vitamin A seperti pendidikan kesehatan seperti konseling yang dilakukan bidan secara berkala berupa kepada ibu nifas mampu menyadarkan mereka tentang pentingnya mengkonsumsi vitamin A. s Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu nifas dengan perilaku konsumsi kapsul vitamin A pada masa nifas di Puskesmas Palmerah II Kota Jambi tahun 2018. Penelitian dilakukan di Puskesmas Palmerah II Kota Jambi dan telah dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2018. Populasi dalam penelitian sebanyak 334 ibu nifas dan jumlah sampel sebanyak 33 ibu nifas. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling, dimana penelitian dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu nifas dengan perilaku konsumsi kapsul vitamin A pada masa nifas di Puskesmas Palmerah II Kota Jambi dengan nilai p value 0,016. Diharapkan pihak puskesmas memberikan informasi dan penyuluhan tentang perilaku konsumsi kapsul vitamin A pada masa nifas sehingga ibu timbul kesadaran bahwa perilaku konsumsi kapsul vitamin A pada masa nifas itu sangat penting diberikan pada masa nifas.   
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN MP-ASI ≥ 6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KONI KOTA JAMBI TAHUN 2019 Intami, Eprina; Kurniawan, Hafiz Muchti; Wahyuni, Tri
SCIENTIA JOURNAL Vol 9 No 1 (2020): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa penelitian seperti Riskesdas, menyatakan bahwa keadaan kurang gizi pada bayi dan anak sebesar 31%, disebabkan karena kebiasaan pemberian MP-ASI yang tidak tepat dan ketidaktahuan ibu tentang manfaat dan cara pemberian MPASI yang benar sehingga berpengaruh terhadap pemberian MP-ASI, sebesar 32% merupakan angka ibu yang memberikan makanan tambahan kepada bayi berumur 2–-3 bulan, seperti bubur nasi, pisang, dan 69% terhadap bayi berumur 4–-5 bulan (Nakita, 2017). Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI ≥ 6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Koni Kota Jambi tahun 2018. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Pukesmas Koni Kota Jambi dan telah dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi umur ≥ 6 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Koni Kota Jambi. Teknik pengambilan sampel dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI paa bayi usia ≥ 6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Koni Kota Jambi dengan nilai p value 0,006. Diharapkan petugas kesehatan melakukan penyuluhan kesehatan mengenai pemberian MP-ASI agar pengetahuan yang responden dapatkan dapat diterapkan dan tidak salah dalam melakukan pemberian MP-ASI pada bayi dan mengajak pada kader untuk berperan aktif dalam memberikan informasi mengenai pemberian MP-ASI.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Dengan Pelaksanaan Imunisasi Measles Rubella (MR) di Wilayah Kerja Puskesmas Aur Duri Kota Jambi Tahun 2020 Intami, Eprina; Indah Rahayu, Kadek
SCIENTIA JOURNAL Vol 10 No 1 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi measles rubella merupakan kombinasi vaksin campak/ Measles dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella. Data Pusdatin tahun 2017 menyebutkan bahwa pelaksanaan Imunisasi measles rubella (MR) pada tahap pertama (1 Agustus-30 September) di Pulau Jawa adalah 95%. Dalam pelaksanaan imunisasi MR dipengaruhi oleh perilaku kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dengan pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR). Penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Aur Duri Kota Jambi yang dilakukan pada 04-24 Maret 2020. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 18-36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Aur Duri tahun 2019 yang berjumlah 341 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa data secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 75 responden, sebagian besar memiliki persepsi positif sebanyak 43 responden (57,3%), sebagian besar tidak mendapat dukungan suami sebanyak 49 responden (65,3%), sebagian besar menyatakan peran petugas kesehatan baik sebanyak 49 responden (65,3%) dan sebagian besar pelaksanaan imunisasi MR tidak dilakukan sebanyak 39 responden (52%). Ada hubungan persepsi (nilai p=0,000) dan dukungan suami (nilai p=0,000) dengan pelaksanaan imunisasi MR karena nilai p < 0,05. Faktor dominan mempengaruhi pelaksanaan imunisasi MR adalah persepsi dengan nilai p = 0,000. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dan rekomendasi untuk melakukan serangkaian kegiatan penyuluhan dan konseling kepada ibu dan juga suami untuk memperbaiki persepsi negatif menjadi positif serta peran petugas kesehatan yang lebih intensif dalam pelaksanaan imunisasi MR.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP RENDAHNYA CAKUPAN IMUNISASI IPV (INCATIVATED POLIO VACCINE) DI PUSKESMAS PAAL MERAH II KOTA JAMBI TAHUN 2021 Eprina Intami; Hafiz Muchti Kurniawan
SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 2 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.075 KB)

Abstract

Resiko penyebaran polio di Indonesia tetap tinggi di dunia dan faktor resiko untuk terjadi penularan masih tetap ada oleh karena kekebalan masyarakat yang belum optimal yang di sebabkan karena masih terdapatnya cakupan imunisasi polio rutin yang rendah selama beberapa tahun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan peran petugas kesehatan terhadap rendahnya cakupan imunisasi IPV (Incativated Polio Vaccine) di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilakukan di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi dan telah dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2021. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang memiliki 4-6 bulan berkunjung atau berada di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi sebanyak 414 orang dan sampel penelitian sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, dimana penelitian dilakukan menggunakan kuesioner dengan cara pengisian kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi squere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi IPV (Incativated Polio Vaccine) di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi dengan nilai p value 0,037 dan adanya hubungan signifikan antara peran petugas kesehatan dengan pemberian imunisasi IPV (Incativated Polio Vaccine) di Puskesmas paal Merah II Kota Jambi dengan nilai p value 0,008. Diharapkan pihak puskesmas memberikan informasi dan penyuluhan tentang imunisasi IPV (Incativated Polio Vaccine) sehingga ibu timbul kesadaran bahwa imunisasi IPV (Incativated Polio Vaccine) itu sangat penting diberikan kepada bayinya.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Pemeriksaan IVA Terhadap Kanker Serviks Di Wilayah Kerja Puskesmas Bayung Lencir Tahun 2022 Eprina Intami; Hafiz Muchti Kurniawan; Mistinah
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.41 KB)

Abstract

Di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2020 tercatat sebanyak 14.768 orang WUS yang telah melakukan pemeriksaan IVA dengan hasil positif sebanyak 183 orang, WUS yang melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 2039 orang dari sasaran WUS tahun 2021 di Puskesmas Bayung Lencir sebanyak 7590 orang (26,9%). Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks masih rendah yang dapat dikarenakan kurangnya pengetahuan terhadap pemeriksaan deteksi dini kanker serviks. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini bertujuan mengetahui Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Pemeriksaan IVA di Wilayah Kerja Puskesmas Bayung Lencir Tahun 2022. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2022. Populasi penelitian ini Wanita Usia Subur (WUS) sebanyak 7.950 dan sampel sebanyak 95 orang dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang tidak pernah melakukan pemeriksaan iva 58 orang (61,1%), pengetahuan yang kurang 59 orang (62,1%), jaminan kesehatan yang tidak memiliki 55 orang (57,9%), akses layanan kesehatan yang jauh 71 orang (74,7%). Hasil uji statistik bahwa ada hubungan pengetahuan (p value 0,005), jaminan kesehatan (p value 0,036) dan akses layanan kesehatan (p value 0,013) dengan rendahnya pemeriksaan IVA. Diharapkan pihak puskesmas untuk meningkatkan frekuensi penyuluhan kesehatan kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan deteksi dini kanker serviks. Penyuluhan kesehatan mencakup tentang penyakit kanker serviks, bahaya dari kanker serviks, dan pentingnya pemeriksaan deteksi dini kanker serviks. Penyuluhan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dengan IVA di Puskesmas Bayung Lencir.