Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Trends in Online Shopping Behavior Among the Millennial Generation Maria Yuliastuti; Theresia Intan Putri Hartiana
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i1.3903

Abstract

This research aims to describe the online shopping behavior of the millennial generation. Examining millennials is particularly compelling because the surge in e-commerce activity is closely tied to Generation Z and Millennial consumers, who collectively contribute 85% of total transactions. Moreover, the millennial generation bridges "two shopping eras"; they have experienced traditional shopping with direct buyer-seller interactions and are now compelled to adapt to digital shopping methods driven by modern developments, such as e-commerce. This study utilized a survey method, distributing questionnaires to 100 respondents selected via purposive sampling. The sampling criteria required respondents to belong to the millennial generation (born between 1980 and 2000) and to have prior experience shopping on e-commerce platforms. The results indicate that for millennials, Shopee's application interface and live streaming features dominate in terms of attractiveness, expertise, product usefulness, purchase convenience, product price, and perceived enjoyment. However, regarding the efficiency and effectiveness of e-commerce shopping, TikTok Shop provides a stronger impetus for millennials to engage in impulsive buying behavior.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku belanja online pada generasi milenial. Kajian mengenai generasi milenial menjadi sangat menarik karena peningkatan aktivitas e-commerce tidak terlepas dari kontribusi konsumen Generasi Z dan Milenial yang menyumbang sebesar 85% dari total transaksi. Selain itu, generasi milenial merupakan kelompok yang berada dalam "dua era berbelanja"; mereka pernah mengalami era berbelanja tradisional melalui interaksi langsung antara pembeli dan penjual, sekaligus dituntut untuk mengikuti metode belanja digital akibat perkembangan zaman, salah satunya melalui e-commerce. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kriteria penentuan responden meliputi: (1) termasuk dalam generasi milenial yang lahir pada rentang tahun 1980–2000, dan (2) pernah melakukan aktivitas belanja di platform e-commerce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi generasi milenial, tampilan aplikasi dan fitur live streaming Shopee mendominasi dalam unsur daya tarik (attractiveness), expertise, kegunaan produk (product usefulness), kemudahan pembelian (purchase convenience), harga produk (product price), dan kesenangan yang dirasakan (perceived enjoyment). Kendati demikian, dalam aspek efisiensi dan efektivitas berbelanja di e-commerce, TikTok Shop justru memberikan dorongan yang lebih kuat bagi generasi milenial untuk melakukan pembelian impulsif (impulsive buying).
Ketika TikTok ‘Mengkhianati’ Kepercayaan Gen Z: Studi Uses & Gratification Penggunaan TikTok di Surabaya Maria Yuliastuti
Scriptura Vol. 14 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.1.82-94

Abstract

Penelitian ini menyoroti TikTok yang telah berada di posisi teratas sebagai sosial media pilihan generasi Z di tahun 2023. Muncul beragam konten yang berdasar algoritma personal penggunanya, TikTok ingin meraih kepuasan mutlak generasi Z, menggunakan uses and gratification theory (UGT) telah dijabarkan analisis mendalam melalui beberapa indikator. Tidak seperti yang dibayangkan, hasilnya ternyata TikTok mengecewakan generasi Z dengan hanya memberikan kepuasan pada kebutuhan emosional, sosial, dan bisnis saja. Namun untuk kebutuhan hiburan dan kognitif ternyata belum mampu. Terbukti dari hasil temuan ini, generasi Z khususnya Surabaya kecewa dan merasa dikhianati kepercayaanya pada TikTok yang selama ini telah mereka akses lebih sering dibanding media sosial lainnya.