Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PERAN GEMBALA SEBAGAI PENDIDIK DALAM PENGGEMBALAAN DI GEREJA KRISTEN SETIA INDONESIA JEMAAT ENSINGO DESA SUNGAI DANGIN KECAMATAN NOYAN KABUPATEN SANGGAU: PERAN GEMBALA SEBAGAI PENDIDIK DALAM PENGGEMBALAAN DI GEREJA KRISTEN SETIA INDONESIA JEMAAT ENSINGO DESA SUNGAI DANGIN KECAMATAN NOYAN KABUPATEN SANGGAU Marthen Luther Mau; Felipus Nubatonis
Jurnal PKM Setiadharma Vol. 1 No. 3 (2020): Jurnal PkM Setiadharma
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.686 KB) | DOI: 10.47457/jps.v1i3.105

Abstract

Ensingo Hamlet is one of the hamlets located in Dangin Village, Noyan District. In this hamlet stands the Indonesian Faithful Christian Church which is named GKSI Ensingo Congregation. On average, the servants of God who were sent to Ensingo to be pastors of the congregation could not last long because the members of the congregation did not have the awareness to make the pastor prosper in meeting their physical needs. Another problem that is the cause is that the members of the congregation do not have awareness in fellowship or worship God, enjoy drinking alcohol, bring down fellow church members, jealousy, and other old traits that are still plaguing their lives. The research objective is to explain the role of pastors as educators in shepherding in the Indonesian Christian Church of Ensingo Congregation. To answer the problems and research objectives, the research methodology used is qualitative research methods, by applying the methods of observation, interviews, and literature. The results of the research to be achieved are that the church pastor must play a proactive role in an intense approach that begins with diligent personal prayer, so that he has love to invite all church members to come to fellowship or worship Jesus Christ in places of worship then continue to educate and preach regularly. biblical so that God's people have loyalty in fellowship with Jesus Christ.
PERAN ORANGTUA KRISTEN SEBAGAI PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK USIA 13-15 TAHUN DI DUSUN TABIK DESA JELIMPO KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK Bryan Sedona; Ridolfroa S.Th. Manggoa; Felipus Nubatonis
Jurnal DIKMAS Vol. 4 No. 2 (2022): Desember : Jurnal DIKMAS
Publisher : Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/dikmas.v4i2.49

Abstract

Minat belajar merupakan hal yang sangat penting dan perlu untuk ditingkatkan dalam proses pembelajaran. Karena apabila anak tidak memiliki minat belajar atau tidak mampu meningkatkan minat belajar maka proses pembelajaran pun akan sulit untuk diterima. Oleh karena itu peran orangtua Kristen sebagai pendidik sangat penting guna meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Situasi sosial dalam penelitian ini yaitu Dusun Tabik yang terletak di Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Ada beberapa masalah yang ditemukan di Dusun Tabik seperti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menyebabkan anak lebih memilih bermain media sosial atau bermain game online ketimbang belajar, proses pembelajaran di sekolah yang kurang aktif sehingga anak merasa bosan dan tidak memahami pembelajaran, materi pembelajaran yang tidak terserap dengan baik, dan belum mampu calistung (baca, tulis, hitung). Melihat persoalan tersebut, maka peneliti ingin meneliti peran orangtua Kristen sebagai pendidik dalam meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk: Menjelaskan peran orangtua Kristen sebagai pendidik; (2) Memaparkan upaya meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun; (3) Menjelaskan peran orang tua Kristen sebagai pendidik dalam meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Metodologi penelitian yang peneliti gunakan yaitu metodologi penelitian kualitatif – studi lapangan dengan pengumpulan data observasi wawancara. Hasil penelitian yang diharapkan adalah dengan terlihatnya peran orangtua Kristen sebagai pendidik dan meningkatnya minat belajar anak usia 13-15 tahun di Dusun Tabik Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Rumusan teori yang ditemukan yaitu minat belajar anak usia 13-15 tahun akan meningkat apabila orangtua mampu menjalankan perannya sebagai pendidik dengan baik. Kesimpulan yang didapatkan yaitu orangtua Kristen harus mampu menjalankan perannya sebagai pendidik dengan sikap hati yang rela berkorban demi anak guna meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun di Dusun Tabik Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak.
Peranan Guru Sekolah Minggu Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Iman Anak Sekolah Minggu Di GGRI Jemaat Kolam Siloam Sebente Kecamatan Teriak Sopiana, Like; Mau, Marthen Luther; Nubatonis, Felipus; Iwan, Iwan
Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2: November 2023
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/pak.v2i2.224

Abstract

Guru sekolah minggu merupakan seorang yang memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan iman anak. Kurangnya minat anak sekolah minggu dalam mengikuti kegiatan kerohanian membuat iman anak tidak bertumbuh. Kemudian pengaruh pekembangan negatif dari teknologi membuat anak lebih senang untuk bermain game dibandingkan mengikuti kegiatan yang dapat membangun iman anak. Tujuan penelitian ini ialah memaparkan tentang peranan guru sekolah minggu dalam meningkatkan pertumbuhan iman anak di GGRI Jemaat Kolam Siloam Sebente Kecamatan Teriak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui pengolahan data observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Hasilnya apabila guru sekolah minggu di GGRI Jemaat Kolam Siloam Sebente mengajar, membina dan mendidik anak-anak dengan maksimal, maka anak-anak mengenal Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi dan memiliki dorongan untuk aktif mengikuti kegiatan kerohanian; serta memiliki teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
KELUARGA KRISTEN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN INFORMAL BAGI ANAK DI GKSI JEMAAT “MORIA” EMPAONG Ofirianus Ofirianus; Henni Somantik; Felipus Nubatonis
Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2020): Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/corammundo.v2i1.2

Abstract

Penelitian ini membahas Keluarga Kristen Adalah Lembaga Pertama dan Terutama Bagi Pendidikan Anak Di GKSI Jemaat “Moria” Empaong. Setiap anak terlahir perlu mendapat perlindungan dan pendidikan secukupnya. Karena itu, orangtua/keluarga perlu bertanggung jawab dalam mendidik anak-anak agar mereka dapat bertumbuh dewasa dalam iman kepada Yesus. Pengawasan terhadap anak-anak amat penting sebagai wujud nyata tanggung jawab keluarga, baik dari segi pengenalan akan peran dalam diri generasi penerus maupun pada tingkat kepekaannya terhadap respons dari sang pemberi bimbingan khususnya orangtua di rumah sebagai guru pertama bagi anak-anaknya. Peranan keluarga dalam membekali seorang anak Kristen yang baru bertumbuh secara fisik maupun secara pengetahuan dan pengalaman hidup, maka seorang pendamping hendaknya dalam kesehariannya bersama-sama di rumah untuk memberi bekal akan pendidikan Kristen sejak dini.
PERANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN SUMBER DAYA MANUSIA DI GEREJA KRISTEN SETIA INDONESIA JEMAAT “MORIA” EMPAONG Martina Martina; Simai Simai; Felipus Nubatonis
Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2020): Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/corammundo.v2i2.8

Abstract

Penelitian ini membahas Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Sumber Daya Manusia di Gereja Kristen Setia Indonesia Jemaat “Moria” Empaong. Sumber daya manusia merupakan potensi yang terdapat pada manusia dan perlu untuk dikembangkan dan dilatih agar dapat dimanfaatkan. Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen bukan hanya sebagai tenaga pengajar tetapi Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen seharusnya bisa mendidik manusia menjadi manusia yang berpotensi.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI 01 EMPAONG DESA EMBALA KECAMATAN PARINDU KABUPATEN SANGGAU Winati Winati; Henni Somantik; Felipus Nubatonis
Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 1 (2022): Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/corammundo.v4i1.28

Abstract

Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode observasi, interview, dokumentasi, dan pengisian kuesioner. Penggunaan metode-metode ini bertujuan untuk mendapatkan informasi-informasi yang ada keterkaitan serta dengan judul skripsi yang penulis angkat. Informasi-informasi yang dapat penulis ambil secara langsung melalui metode-metode di atas berupa gambar / foto, sarana prasarana sekolah maupun secara tidak langsung melalui dokumentasi yang bukan berupa gambar / foto dan pengisian angket yang telah dilakukan oleh peneliti.
Pentingnya Pendampingan Orangtua Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dari Rumah Di Masa Pandemi Covid-19 Untuk Anak Usia 10-12 Tahun Di Dusun Sentagi Muriana Muriana; Saenom Saenom; Felipus Nubatonis; Marthen Mau
Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 1 (2024): Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/corammundo.v6i1.287

Abstract

Education is a process of educating individuals to achieve certain goals in the form of positive change. Children need guidance and supervision from parents because children's lives are the parents' responsibility. However, the fact is that in general some parents pay little attention to their children's learning because they are busy with their work and lack of supporting learning facilities. This research aims to determine the importance of parental assistance in increasing motivation to study from home during the Covid-19 pandemic for children aged 10-12 years in Sentagi hamlet. The research methods used are qualitative, observation, interviews, documentation and literature study. The results of the research obtained are that children aged 10-12 years when studying during the Covid-19 pandemic really need parental assistance, so that the online learning process can run smoothly. The need for optimal parental assistance is because children were sent home when Covid-19 hit the world, including Indonesia. So, parents are increasingly providing assistance to their children aged 10-12 years in participating in the online learning process, so the learning process will run smoothly because the teachers teach online, including giving assignments to be done online too.
PERAN ORANGTUA KRISTEN SEBAGAI PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK USIA 13-15 TAHUN DI DUSUN TABIK DESA JELIMPO KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK Bryan Sedona; Ridolfroa S.Th. Manggoa; Felipus Nubatonis
Jurnal DIKMAS Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal DIKMAS
Publisher : Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/dikmas.v4i2.49

Abstract

Minat belajar merupakan hal yang sangat penting dan perlu untuk ditingkatkan dalam proses pembelajaran. Karena apabila anak tidak memiliki minat belajar atau tidak mampu meningkatkan minat belajar maka proses pembelajaran pun akan sulit untuk diterima. Oleh karena itu peran orangtua Kristen sebagai pendidik sangat penting guna meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Situasi sosial dalam penelitian ini yaitu Dusun Tabik yang terletak di Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Ada beberapa masalah yang ditemukan di Dusun Tabik seperti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menyebabkan anak lebih memilih bermain media sosial atau bermain game online ketimbang belajar, proses pembelajaran di sekolah yang kurang aktif sehingga anak merasa bosan dan tidak memahami pembelajaran, materi pembelajaran yang tidak terserap dengan baik, dan belum mampu calistung (baca, tulis, hitung). Melihat persoalan tersebut, maka peneliti ingin meneliti peran orangtua Kristen sebagai pendidik dalam meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk: Menjelaskan peran orangtua Kristen sebagai pendidik; (2) Memaparkan upaya meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun; (3) Menjelaskan peran orang tua Kristen sebagai pendidik dalam meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Metodologi penelitian yang peneliti gunakan yaitu metodologi penelitian kualitatif – studi lapangan dengan pengumpulan data observasi wawancara. Hasil penelitian yang diharapkan adalah dengan terlihatnya peran orangtua Kristen sebagai pendidik dan meningkatnya minat belajar anak usia 13-15 tahun di Dusun Tabik Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Rumusan teori yang ditemukan yaitu minat belajar anak usia 13-15 tahun akan meningkat apabila orangtua mampu menjalankan perannya sebagai pendidik dengan baik. Kesimpulan yang didapatkan yaitu orangtua Kristen harus mampu menjalankan perannya sebagai pendidik dengan sikap hati yang rela berkorban demi anak guna meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun di Dusun Tabik Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak.
Pentingnya Kepemimpinan Jemaat dan Motivasi Dalam Pelayanan Untuk Kedewasaan Rohani Jemaat Nubatonis, Felipus
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2 (2021): Februari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.939 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i2.30

Abstract

Abstract The church is the embodiment of the teachings of Jesus Christ which are not only to be spoken, but must be manifested in real life in society. The direction and goals of the church are shown to the believers who form a fellowship called the church. The leadership of the church is enabled by Christ Jesus to form the fellowship of the church because the fellowship of the church is God's plan. The purpose of the creation of the church on earth is to glorify the name of the Lord Jesus Christ and to motivate each other to be active in serving God and fellow humans, so that the spirituality of the church will increase. The method used in this research is a qualitative method with a literature study approach or literature study. The result of this research is that the spirituality of the Lord's congregation can grow well if the church leaders play an active role in motivating the congregation during their leadership period. The pastor of the congregation as the leader of the congregation optimally and optimally in the pastoral ministry to provide motivation to church members continuously in order to foster spiritual maturity of church members so that they are getting better. Abstrak Gereja merupakan perwujudan dari ajaran Yesus Kristus yang bukan hanya untuk diucapkan, tetapi harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat. Arah dan sasaran gereja ditunjukan pada orang-orang percaya yang membentuk suatu persekutuan yang disebut dengan jemaat. Pemimpin jemaat dimampukan oleh Kristus Yesus untuk membentuk persekutuan jemaat karena persekutuan jemaat merupakan rencana Allah. Tujuan terwujudnya jemaat di bumi ialah supaya dapat memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus dan saling memberikan motivasi untuk giat dalam melayani Tuhan dan sesama manusia, sehingga spiritualitas jemaat akan semakin meningkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur atau studi kepustakaan. Hasil penelitian ini ialah kerohanian jemaat Tuhan dapat bertumbuh dengan baik apabila pemimpin jemaat berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada jemaat dalam masa kepemimpinannya. Gembala sidang sebagai pemimpin jemaat secara maksimal dan optimal dalam pelayanan penggembalaan untuk memberikan motivasi kepada anggota jemaat secara terus-menerus demi menumbuhkan kedewasaan spiritualitas anggota jemaat supaya semakin baik.