Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Development of Problem Based Learning Designs Assisted Jobsheet in Learning The Basic of Building Construction Expertise Competence Building Construction, Sanitation and Maintenance at SMK Negeri 1 Sukabumi Yulia Nurwulan; Dedy Suryadi; Nandan Supriatna
Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.719 KB) | DOI: 10.17509/jptb.v1i1.34284

Abstract

Problem Based Learing (PBL) it’s a learning model thatprepares learners for critical thinking and are able to use theproper means of learning. The purpose of this research is: (1)Carry out the development of design measures PBL assistedjobsheet on basic building Contruction class X KGSP; (2)Knowing the worthiness jobsheet of basic buildingcontruction class X KGSP. This study is research anddevelopment. The research design refers to Sugiyono'smodels which limited to five stages, namely: (1) Potentialand Problems; (2) Data Collection; (3) Product Design; (4)Design Validation; and (5) Design Revision. The type data isqualitative and quantitative. Data collection was carried outbased on the Focus Group Discussion (FGD) and studydocumentation. In this research instrument a questionnairevalidation for product worthiness. The data analysistehniques are descriptive. It is known that studies: (1) Thedesign of PBL assisted jobsheet that refers to general designof syntax PBL; (2) Based on the results of material expertresearch covering aspects of content worthiness, linguistic,serving and benefits, the jobsheet is concluded to fall into avery feasible category. Based on research by media expertscovering the aspect of view, ease of use, consistency, design,and grafting inferable falls into the very feasible category.
Efektivitas Penerapan Metode Penugasan Berbasis Portopolio Dalam Pembelajaran Gambar Teknik Tanisha Gusach; Dedy Suryadi; Siti Nurasiyah; Irma Widianingsih
Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.661 KB) | DOI: 10.17509/jptb.v1i2.41006

Abstract

In accordance with the core competencies and aspects of achievement in the Engineering Drawing subject, a portfolio-based assignment method is given whose contents are a collection of student pictures. This study aims to see how the effectiveness of portfolio-based assignments on the achievements that must be obtained in the subject of Engineering Drawing. The results of this study indicate that in the student learning process the teaching materials used are less effective, the delivery of teaching materials is quite effective, portfolio-based assignments are quite effective, and task assessment is less effective. On learning outcomes, on average, students get good grades with reference to the lowest score criteria, students achieve complete learning using the KKM. 
PENGARUH EMOTIONAL INTELLIGENCE TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Jajang Nurjaman; Dedy Suryadi; Sri Rahayu
Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jptb.v3i1.56895

Abstract

Society 5.0 is a challenge for the Indonesian people. These challenges are the cause of increasingly stringent entry into the world of work. Competition to enter the world of work which is increasingly stringent, has increased the number of unemployed in Indonesia. The unemployment rate which has increased, apart from being caused by the low competence knowledge possessed, is due to the lack of readiness for student work. Work readiness is a condition in which individuals are mentally and physically ready to carry out work-related activities. One of the factors that influences work readiness is emotional intelligence. A person with high emotional intelligence, has the ability to control himself, has the endurance to face obstacles, lacks self-satisfaction, can regulate moods, empathizes and can control his emotions so that he is able to control the anxiety that is within so as not to interfere with the ability to think. This study aims to find out the description of emotional intelligence and work readiness of students, as well as how emotional intelligence influences the work readiness of Building Engineering Education students Universitas Pendidikan Indonesia. The research method used is associative descriptive research with a quantitative approach with data collection techniques using a questionnaire. The number of research samples was 51 students, consisting of 2019 Building Engineering Education students. Based on the results of the data analysis that has been carried out, it shows that the emotional intelligence and work readiness of Building Engineering Education students Universitas Pendidikan Indonesia are in the fairly high category, and there is a significant influence of emotional intelligence on work readiness of Indonesian Education University Building Engineering students.
Program pelatihan mitigasi bencana gempa bumi dan perencanaan rumah sederhana tahan gempa bagi masyarakat di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Dedy Suryadi; Budi Kudwadi; Nandan Supriatna; Sukadi Sukadi
Jurnal Abmas Vol. 13 No. 1 (2013): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v13i1.147

Abstract

Pengembangan program pelatihan mitigasi bencana gempa bumi dan perencanaan rumah sederhana tahan gempa ditujukan untuk memberi wawasan dan pemahaman kepada masyarakat tentang gempa dan dampak kerusakan yang ditimbulkan. Selain itu memberi pemahaman kepada masyarakat tentang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan konstruksi rumah sederhana tahan gempa. Model pelatihan dilakukan dengan menerapkan metode ekspositori, brainstorming, dan simulasi, selain itu dengan menggunakan pendekatan pelatihan kontekstual. Dalam proses pelaksanaannya diarahkan pada pelibatan peserta pelatihan secara aktif berdasarkan pengalaman dan pemahaman awal peserta pelatihan. Peserta pelatihan merupakan perwakilan desa dan i bagian pembangunan desa, tokoh masyarakat dan masyarakat teknisi bangunan yang ada di wilayah kecamatan Lembang kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan pengamatan terhadap keseluruhan proses pelatihan, pengamatan terhadap keterlibatan peserta pelatihan dan evaluasi pemahaman di awal dan akhir pelatihan, diperoleh gambaran bahwa tingkat pemahaman peserta pelatihan tentang kegempaan yang ditimbulkan gunung berapi (vulkanik) dan pergeseran atau patahan gempa bumi (tektonik) mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan. Kemudian pada aspek perencanaan rumah terutama tentang pemahaman konstruksi bangunan tahan gempa dan pelaksanaan pembangunannya juga mengalami peningkatan, terutama claim kesadaran claim pembangunan rumah sesuai kaidah-kaidah konstruksi bangunan. Orientasi ke depan, peserta pelatihan juga dapat menyebarkan kembali pemahaman tentang gempa dan konstruksi bangunan tahan gempa bagi masyarakat yang ada di desa-desa binaan mereka. Untuk keberlanjutan program, maka diperlukan adanya pola pengabdian yang berkesinambungan dan menyebar ke wilayah-wilayah yang rawan timbulnya bahaya gempa terutama pada masyarakat yang ada di pedesaan di wilayah selatan Jawa Barat.
Pelatihan perancangan, pembuatan dan pemasaran produk interior dan furnitur bagi mahasiswa program studi pendidikan teknik bangunan Dedy Suryadi; Nandan Supriatna
Jurnal Abmas Vol. 20 No. 1 (2020): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v20i1.36426

Abstract

Tantangan yang mengemuka dihadapi oleh lulusan perguruan tinggi adalah terjadinya iklim kompetitif dalam memperebutkan pasar kerja yang terbatas. Diperlukan program pembekalan bagi mahasiswa sebelum lulus dengan muatan kemampuan dalam mengembangkan usaha untuk membuka lapangan kerja. Salah satunya adalah memberi pelatihan kewirausahaan sesuai dengan bidang keilmuan dan keahlian yang ditekuni. Tujuan program pelatihan diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang usaha (business plan) di bidang produk interior dan furnitur. Metode pelatihan dilakukan meliputi: (1) wawasan usaha bidang interior dan furnitur, (2) praktik perancangan desain produk interior dan furnitur, (3) praktik pembuatan produk interior dan furnitur, (4) praktik pembuatan business plan, dan (5) presentasi hasil produk dan rencana usaha. Berdasarkan hasil observasi dan penilaian hasil produk pelatihan diperoleh gambaran bahwa mahasiswa peserta pelatihan mengalami peningkatan wawasan usaha, kemampuan merancang dan membuat produk serta kemampuan membuat rencana usaha. Hasil yang lebih penting adalah terbinanya karakter wirausaha dan minat tinggi mahasiswa untuk terjun di dunia kewirausahaan sesuai bidang keahlian yang ditekuninya.