Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Transportasi

ANALISIS SISTEM DISTRIBUSI PERGERAKAN KOMODITAS PERIKANAN DI WILAYAH NUSA TENGGARA BARAT Akbardin, Juang; Wulansari, Dwi Novi; Dewi, Vinisya Nur Kusuma; Alhamda, Nur Aini
Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the era of globalization and rapid population growth, the demand for fishery products continues to increase. With its vast and diverse marine waters, Indonesia offers abundant potential fisheries resources. One region in Indonesia characterized by extensive coastlines and a fertile marine ecosystem is the West Nusa Tenggara Province (NTB). This research analyzes commodity movement in the fishery sector based on internal zone commodities in NTB. The study employs various analyses for the transportation balance model based on regional internal zone commodity product production, considering factors that influence the process. The research results indicate two optimal land transportation routes with the shortest total distance. Route 1 (Central Lombok-West Lombok-Mataram City-East Lombok-Central Lombok) was identified using the nearest neighbor method, and Route 2 (Sumbawa-West Sumbawa-Dompu-Bima-Sumbawa) was determined using the nearest insertion method. ABSTRAK Di era globalisasi dan pertumbuhan populasi yang cepat, permintaan produk perikanan terus meningkat. Indonesia memiliki wilayah perairan yang luas dan beragam, yang menawarkan potensi sumber daya perikanan yang melimpah. Salah satu wilayah Indonesia yang memiliki pesisir luas dan kondisi ekosistem laut yang subur adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pergerakan komoditas, untuk sektor komoditas ikan berbasis zona internal di NTB. Penelitian ini menggunakan beberapa analisis untuk model keseimbangan pergerakan transportasi barang berdasarkan produksi komoditas produk bangkitan zona internal regional, dengan menimbang faktor apa saja yang mempengaruhi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 rute moda darat untuk rute pengiriman paling optimal dengan total jarak terkecil. Rute-rute tersebut adalah rute 1 (Lombok Tengah–Lombok Barat-Kota Mataram-Lombok Timur-Lombok Tengah) dengan menggunakan metode nearest neighbor, dan rute 2 (Sumbawa-Sumbawa Barat-Dompu-Bima-Sumbawa), dengan menggunakan metode nearest insertion.
ANALISIS PERGERAKAN DAN KORELASI KOMODITAS KOPI DI SUMATERA SELATAN Ghania, Amelia Aura; Ramdani , Dandi; Akbarudin, Juang; Wulansari , Dwi Novi
Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v24i3.8988.261-270

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan yang memiliki pangsa pasar secara luas, nasional serta internasional. Indonesia memiliki banyak wilayah penghasil kopi, salah satunya Sumatera Selatan dengan hasil produksi sebesar 26,72% dari total produksi kopi di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pergerakan dan korelasi komoditas kopi di Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji lima kabupaten/kota sebagai penghasil kopi terbesar yang ada di Sumatera Selatan dengan menggunakan metode analisis data deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, analisis korelasi menunjukkan bahwa luas lahan adalah variabel independen yang paling mempengaruhi produksi kopi. Analisis regresi tipe 1 mengidentifikasi luas lahan dan PDRB sebagai faktor dominan dengan didapatkan hasil Y = 4542,216452+ 0,543022168 X1 + 0,000709158 X3. Nilai koefisien dari data tarikan serta data bangkitan bernilai positif hampir mendekati nilai 1. Uji ANOVA dan t-test menunjukkan kondisi teknis tidak mempengaruhi PDRB kopi. Proyeksi produksi menunjukkan peningkatan signifikan dalam 10 dan 20 tahun ke depan. Analisis sistem distribusi menggunakan metode UCGR memperlihatkan biaya operasional kendaraan dan pergerakan komoditas kopi antar zona. Simulasi komputasi Visum menunjukkan pola pergerakan komoditas terbesar di zona Empat Lawang dan Ogan Komering Ulu.