Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelestarian Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Berbasis Lembaga Sosial Agama Rudy Harold; Ridwan Ibrahim
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 6 No 4 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v6i4.296

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang peran Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow (GMIBM) dalam upaya melestarikan dan mencegah sumber daya alam Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) di wilayah Kecamatan Dumoga Barat Kabupaten Bolaang Mongondow. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis dan pendekatan desktiptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GMIBM berdasarkan ajaran agama, secara fungsional dapat mengajak umatnya untuk memelihara dan melestarikan TNBNW. Namun, secara struktural, GMIBM tidak dapat memengaruhi kebijakan pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada umatnya mengolah sebagian kecil TNBNW demi kesejahteraan umat GMIBM. Tingkat ketergantungan umat GMIBM terhadap TNBNW sangat tinggi. Selain karena lokasi pemukiman mereka berbatasan langsung dengan TNBNW, lahan pertanian dan perkebunan yang ada sekarang juga sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Dumoga Barat. Sehingganya, sebagian masyarakat telah memanfaatkan wilayah TNBNW sebagai lahan pertanian dan perkebunan untuk kelangsungan ekonomi keluarga.
Perspektif Masyarakat Desa Paris tentang Penegakan Disiplin Siswa di SMKN 1 Mootilango Sasmita Djafar; Ridwan Ibrahim; Rudy Harold
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif masyarakat Desa Paris terhadap penegakan disiplin siswa di SMK Negeri 1 Mootilango serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai penerapan disiplin di lingkungan sekolah dan dampaknya terhadap perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan guru, guru Bimbingan Konseling (BK), komite sekolah, orang tua siswa, siswa, dan masyarakat Desa Paris sebagai informan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga menghasilkan informasi yang sistematis dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan disiplin di SMK Negeri 1 Mootilango dilaksanakan secara konsisten melalui penerapan tata tertib sekolah, pembinaan karakter, pengawasan rutin, pemberian sanksi edukatif, serta pendekatan persuasif oleh guru dan guru BK kepada siswa yang melakukan pelanggaran. Bentuk disiplin yang diterapkan meliputi ketepatan waktu, kehadiran, kerapian berpakaian, tanggung jawab terhadap tugas, kepatuhan terhadap aturan sekolah, serta etika perilaku siswa di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Masyarakat Desa Paris pada umumnya memberikan pandangan positif terhadap penerapan disiplin tersebut karena dianggap mampu membentuk siswa menjadi lebih tertib, sopan, bertanggung jawab, mandiri, serta memiliki kepedulian sosial yang baik. Keberhasilan penegakan disiplin dipengaruhi oleh kerja sama antara pihak sekolah, orang tua, komite sekolah, dan masyarakat sekitar dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap siswa. Namun demikian, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kedisiplinan siswa, seperti lingkungan pergaulan, rendahnya kesadaran diri siswa, pengaruh media sosial, serta kurang optimalnya pengawasan dan komunikasi dalam keluarga.
Peningkatan Kapasitas Mahasiswa Sosiologi UNG dalam Pengembangan Wisata Berkelanjutan di Kota Manado Sahrain Bumulo; Vanya Dyah Pitaloka M.A.C.; Sainudin Latare; Ridwan Ibrahim; Rudy Harold
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2903

Abstract

Sustainable tourism requires the integration of environmental, social, and economic dimensions, making the need for human resources who are sensitive to sustainability issues increasingly urgent. As future development analysts and practitioners, students need to be equipped with conceptual understanding and empirical experience so that they are able to comprehensively read the socio-ecological dynamics of a destination. This community service program aims to increase the capacity of Sociology students at Gorontalo State University through expert lectures and field trips. The expert lectures reinforce the theory of sustainable tourism, Community Based Tourism (CBT), and destination carrying capacity. Field visits to Lake Linow were used as an empirical learning strategy to observe ecological conditions, interactions between tourism actors, and sustainability challenges in sensitive natural tourism areas. The results of the activity showed a significant increase in students' understanding, sustainability awareness, and analytical skills in identifying socio-environmental issues. Educational products in the form of infographics reflect their ability to process field findings. This community service contributes to the preparation of human resources capable of supporting sustainable tourism based on knowledge and direct experience.
UMKM Kuliner Desa Mootinelo, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Boalngo Dalam Perspektif Pemberdayaan Masyarakat Nurfazria Uwato; Ridwan Ibrahim; Rudy Harold
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.6599

Abstract

Penelitian ini mengkaji UMKM kuliner di Desa Mootinelo, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, dalam perspektif pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dipahami sebagai upaya menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan melalui penguatan kapasitas, kelembagaan, dan partisipasi untuk mencapai kemandirian ekonomi. UMKM kuliner dipilih sebagai fokus kajian karena perannya yang strategis dalam pengembangan ekonomi lokal desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang dilaksanakan selama tiga bulan di Desa Mootinelo. Informan penelitian terdiri atas pelaku UMKM kuliner dan pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah melakukan upaya pemberdayaan melalui pemberian modal usaha dan penyediaan fasilitas booth bagi 17 pelaku UMKM. Pada tahap awal, program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan pelaku usaha. Namun, seiring berjalannya waktu, sebagian besar UMKM tidak mampu bertahan akibat menurunnya jumlah pembeli, tingginya persaingan, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, lemahnya manajemen usaha, serta minimnya pendampingan dan monitoring berkelanjutan. Analisis berdasarkan teori pemberdayaan masyarakat Suharto menunjukkan bahwa prinsip pemungkinan telah terpenuhi melalui penciptaan peluang usaha, namun prinsip penguatan, perlindungan, pendukung, dan pemeliharaan belum terlaksana secara optimal. Program UMKM kuliner lebih menitikberatkan pada bantuan awal dibandingkan penguatan kapasitas dan keberlanjutan usaha jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan UMKM kuliner di Desa Mootinelo belum sepenuhnya mencerminkan prinsip pemberdayaan masyarakat, sehingga diperlukan perbaikan program melalui pendampingan berkelanjutan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, perlindungan dari risiko pasar, serta pemanfaatan teknologi pemasaran agar UMKM desa mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Persepsi Masyarakat tentang Perempuan Bertato (Studi Kasus Di Desa Ibolian, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara) Fikran Ahmad; Ridwan Ibrahim; Rudy Harold
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10187

Abstract

Persepsi masyarakat terhadap perempuan bertato merupakan fenomena sosial yang dipengaruhi oleh nilai agama, adat, budaya, serta konstruksi sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap perempuan bertato, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya persepsi tersebut, serta mendeskripsikan upaya perempuan bertato dalam memperoleh penerimaan sosial di Desa Ibolian, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, aparat desa, serta perempuan bertato sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat masih memiliki persepsi negatif terhadap perempuan bertato karena dianggap tidak sesuai dengan norma agama, adat, dan budaya yang berlaku. Tato pada perempuan sering dikaitkan dengan perilaku menyimpang, kenakalan, dan citra yang kurang baik dalam kehidupan sosial. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh faktor agama, adat dan budaya, lingkungan sosial, tingkat pendidikan, serta perkembangan zaman. Meskipun demikian, sebagian masyarakat terutama generasi muda mulai memandang tato sebagai bentuk seni dan ekspresi diri. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan bertato berupaya memperoleh penerimaan sosial dengan menunjukkan perilaku yang baik, menjaga etika, menghormati norma yang berlaku, serta aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Dengan demikian, penerimaan sosial terhadap perempuan bertato tidak hanya ditentukan oleh penampilan fisik, tetapi juga oleh perilaku, kepribadian, dan kemampuan individu dalam membangun hubungan sosial yang positif dengan masyarakat.