Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : EDUFORTECH

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Putri, Tiara Cahaya; Sugiarti, Yatti; Suryadi, Gilang Garnadi
EDUFORTECH Vol 6, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v6i2.39292

Abstract

Dasar Proses Pengolahan Hasil Pertanian (DPPHP) merupakan salah satu mata pelajaran produktif di SMK pada program keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) yang memiliki berbagai kompetensi dasar, salah satunya melakukan pengawetan. Berdasarkan studi lapangan yang peneliti laksanakan di SMK PPN Tanjungsari, selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kegiatan praktikum menjadi terhambat, maka dari itu diperlukan media pembelajaran yang dapat membuat peserta didik lebih mudah memahami materi praktikum yang disampaikan, yaitu media pembelajaran berbasis video praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan dan kelayakan, serta pengaruh media pembelajaran video praktikum pada materi melakukan pengawetan terhadap hasil belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi ekperimen dengan desain 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Penilaian kelayakan terhadap media video praktikum dilakukan oleh ahli materi dan ahli media yang masing-masing mendapatkan persentase 93.18% dengan kategori“Sangat Layak” dan 70.19” dengan kategori “Layak”. Sampel penelitian terdiri dari 31 orang pesertadidik kelompok kontrol dengan media pembelajaran berbasis PowerPoint dan 31 orang peserta didik kelompok eksperimen dengan media pembelajaran berbasis video praktikum. Hasil belajar kognitif peserta didik kelompok eksperimen memiliki nilai rata-rata dan nilai N-Gain yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, serta hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik kelompok eksperimen dan kelas kontrol.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Hots pada Materi Pengemasan untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X APHP 1 SMKN 1 Pacet Febriani Anggita Dewi; Sri Handayani; Gilang Garnadi Suryadi
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.51623

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan satu diantara keterampilan tingkat tinggi yang dibutuhkan pada abad 21, untuk itu diperlukan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pembelajaran yang dilakukan di SMKN 1 Pacet pada materi pengemasan di kelas X APHP belum pernah menggunakan pembelajaran berbasis HOTS, dan penilaian yang dilakukan masih menggunakan level kognitif berpikir tingkat rendah. Oleh karena itu, dilakukan implementasi pembelajaran berbasis HOTS berdasarkan Brookhart yang mencakup transfer, berpikir kritis dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran berbasis HOTS dan kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah menggunakan pembelajaran berbasis HOTS. Level Kognitif taksonomi bloom yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis yaitu menganalisis (C4), mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6). Metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing siklus satu kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pada siklus I dan siklus II setiap tahapan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. kemampuan berpikir kritis siswa dilihat dari hasil Post-Test pada indikator menganalisis berada pada kategori “sedang”, indikator mengevaluasi pada kategori “sedang”, indikator mencipta pada kategori “sangat tinggi”. N-gain score untuk siklus I adalah sebesar 0,4835 termasuk dalam kategori sedang. N-gain score untuk siklus II adalah sebesar 0,5978 termasuk dalam kategori sedang. Hal ini membuktikan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sesudah pembelajaran, sehingga dapat membuktikan keefektifan pembelajaran berbasis HOTS yang digunakan dalam penelitian.