Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Dampak Ekonomi Moneter terhadap Likuiditas Koperasi Jasa Bima Sakti Sejahtera Ujung Baru Belawan Adjie Ardhana; Effendi Sadly; Faty Rahmarisa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11346

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian yang menganalisis pengaruh kondisi ekonomi moneter terhadap likuiditas koperasi simpan pinjam, khususnya pada Koperasi Bima Sakti Sejahtera yang beranggotakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Perubahan kondisi ekonomi moneter, seperti tingkat inflasi, suku bunga, dan jumlah uang beredar, berpotensi memengaruhi kemampuan anggota dalam menabung maupun mengakses pinjaman, sehingga berdampak pada kondisi likuiditas koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekonomi moneter terhadap likuiditas Koperasi Bima Sakti Sejahtera. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji regresi linear sederhana, uji t, serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi moneter berpengaruh positif dan signifikan terhadap likuiditas Koperasi Bima Sakti Sejahtera dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (<0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,397. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,200 menunjukkan bahwa sebesar 20% variasi likuiditas koperasi dapat dijelaskan oleh variabel ekonomi moneter, sedangkan sisanya sebesar 80% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa stabilitas kondisi ekonomi moneter memiliki peran penting dalam menjaga kemampuan koperasi memenuhi kewajiban jangka pendek serta mendukung keberlanjutan operasional koperasi.
Analisis Pengaruh Inflasi, Suku Bunga dan Nilai Tukar terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Periode 1994 Maulana Hidayat; Effendi Sadly; Faty Rahmarisa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga, dan nilai tukar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan data sekunder time series dengan frekuensi kuartalan periode 1994–2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI), dengan total 128 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda melalui pendekatan Ordinary Least Square (OLS) yang ditransformasikan menggunakan metode Cochrane-Orcutt Generalized Difference untuk mengatasi autokorelasi sehingga model memenuhi asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan inflasi, suku bunga, dan nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang dibuktikan dengan nilai Fhitung sebesar 92,793 dan tingkat signifikansi < 0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,701 menunjukkan bahwa 70,1% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan sisanya sebesar 29,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Secara parsial, inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien regresi sebesar -0,220 dan nilai thitung -6,119. Sementara itu, suku bunga memiliki koefisien positif sebesar 0,044 dan nilai tukar berkoefisien -0,550, namun keduanya tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode penelitian lebih ditopang oleh kekuatan konsumsi domestik dibandingkan pengaruh langsung instrumen moneter jangka pendek, seperti suku bunga kebijakan dan pergerakan nilai tukar.