Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUKASI NONFORMAL

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN TEKNIK IMAGINE SISWA KELAS VIII SMPN 45 MAKASSAR Rosary Iriany
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Edukasi NonFormal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan tentang perencanaan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan Teknik Imagine. (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan Teknik Imagine, (3) mendeskripsikan evaluasi dalam pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan Teknik Imagine. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitain menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran menulis puisi dapat dimaksimalkan dengan menggunakan Teknik Imagine, (2) pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan Teknik Imagine tidak saja difokuskan pada hasil pembelajaran, melainkan juga proses pembelajaran, (3) kemampuan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan Teknik Imagine tidak saja difokuskan pada hasil pembelajaran, tetapi juga pada proses pembelajaran. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan keseluruhan data yang diperoleh dianalisis secara deskripsi kuantitatif dari seluruh aspek. Berdasarkan proses hasil menulis puisi pratindakan yaitu yang mampu nilai di atas 68 (KKM) sebanyak 3 siswa (11,53%) dan yang di bawah 68 (KKM) sebanyak 23 siswa (88,46%) dan hasil evaluasi menulis puisi sikus I yaitu yang mampu niai di atas 68 (KKM) sebanyak 6 siswa (23,07%) dan yang nilai di bawah 68 (KKM) sebanyak 20 siswa (76,92%) sedangkan hasil evaluasi sikus II yang mampu nilai di atas 68 (KKM) sebanyak 24 siswa (92,30%), dan yang nilai di bawah 68 (KKM) sebanyak 2 siswa (7,69%). Hasil penelitian yang menunjukan bahwa hasil belajar siswa dalam menulis puisi mengalami peningkatan. Untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi dikalangan siswa, maka disarankan kepada guru/praktisi untuk senantiasa menggunakan metode yang sesuai tingkat kemampuan siswa dan secara teknik hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan para guru Indonesia dalam mengajar menulis puisi.
PENGGUNAAN METODE DISCOVERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN AFIKSASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 2 MAKASSAR Rosary Iriany
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan tentang perencanaan pembelajaran menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar pada pembelajaran afiksasi dengan menggunakan metode discovery learning, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar pada pembelajaran afiksasi dengan menggunakan metode discovery learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Setiap siklus, dilakuakn dengan dua kali tindakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Makassar yang berjumlah 61 orang. Jumlah tersebut terbagi dalam 3 kelas. Dengan menggunakan random sampling terpilih kelas VII B sebanyak 20 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan nontes. Pada proses pratindakan menunjukan bahwa kemampuan menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar pada pembelajaran afiksasi masih dikategorikan sangat minim. Hal ini terlihat bahwa siswa yang dikategorikan mampu mencapai Standar Ketuntasan Minimum (SKM) sebanyak 2 siswa (10,0%), dan siswa yang dikategorikan tidak mampu atau tidak mencapai Standar Ketuntasan Minimum (SKM) atau memperoleh nilai ≤ 70 sebanyak 18 siswa (90,0%). Pada siklus I proses dan hasil belajar siswa dikategorikan belum tuntas yaitu belum mencapai 85% yang mencapai Standar Ketuntasan Minimum (SKM) 70. Hal ini terlihat bahwa kemampuan menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar pada pembelajaran afiksasi siswa pada siklus I, siswa yang dikategorikan mampu mencapai Standar Ketuntasan Minimum (SKM) lebih besar dari 70 sebanyak 11 siswa (55,0%), dan siswa yang belum mencapai Standar Ketuntasan Minimum (SKM) atau nilai ≤ 70 sebanyak 9 siswa (45,0%). Dalam siklus II menunjukan bahwa proses dan hasil belajar siswa dikategorikan sudah maksimal atau mengalami peningkatan yaitu dari 55,0% menjadi 90,0%. Hal ini terlihat bahwa sebagian besar siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Makassar yang berjumlah 20 siswa rata-rata mencapai Standar Ketuntasan Minimum (SKM) lebih dari 70. Jadi dapat dikatakan bahwa kemampuan menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar pada pembelajaran afiksasi dengan metode discovery learning pada siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Makassar mengalami peningkatan.