Felicia Zahida
Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Kajian Awal Pemanenan Siput Laut (Gastropoda) di Pantai Krakal, Yogyakarta III: Aktivitas Wisatawan Andi, Santi Ari; Zahida, Felicia; Sidharta, B. Boy
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 2 (2005): June 2005
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.965 KB) | DOI: 10.24002/biota.v10i2.2847

Abstract

This study wanted to elucidate the role of tourists activities to the beach such as Krakal Beach, Yogyakarta. The method used in this research was direct interview to the visitors using accidental sampling with the help of prepared questionnaire. This study showed that 86% visitors were in their school age. Person in this age like such a challenge like what they met during beach visit. Those make the visitation frequency quite high by repeating their visit (53,5%). Shells and shells handicrafts has been proven to be the reason why visitors come back to visit the beach (79%). Apparently, visitors agree that the snails’ forms and colors are attactive (70,9%), beautiful and unique (75,6%), but only 14% said that it shouldn’t be disturb by human activities. Their attractiveness to the snails did not make them to collect intentionally, enough for them to see and let them go (66,2%). They did not agree that visitors collected them (51,2%), but they agree harvesters make a souvenirs and get an income from this activity (67,4%). In short, they were much environment friendly (57%) rather than economic friendly (43%).  
Keragaman Jenis Opisthobranchia di Taman Laut 17 Pulau Riung, Nusa Tenggara Timur Ngole, Maria M.; Oliva, Pantang K; Zahida, Felicia; Sidharta, Boy R.
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 1 (2005): February 2005
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.876 KB) | DOI: 10.24002/biota.v10i1.2807

Abstract

Penelitian inventarisasi jenis Opisthobranchia telah dilakukan untuk menunjang ekowisata di daerah Taman Laut 17 Pulau Riung. Taman laut ini terletak di kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kawasan ini di sebelah barat dibatasi oleh kabupaten Manggarai dan disebelah timur oleh desa Nggolonio, di utara dibatasi dengan laut Flores dan di selatan oleh Desa Wangka, Alo Mamek, dan Ten Terong. Areanya meliputi lima buah desa yaitu desa Lengkosambi, Tadho, Benteng Tengah, Nangamese dan Sambinasi. Secara geografis terletak antara 8o20’30” – 8o28’30” LS hingga 90o55’30” – 90o09’00” BT. Luas daratan sekitar 5 ha dan terumbu karang seluas 7.500 ha (Anonim a dan b. 1993). Opisthobranchia amat disukai oleh penyelam dan penggemar fotografi bawah laut dari mancanegara, namun masih amat sedikit penelitiannya di Indonesia
Penambahan Tepung Cangkang Udang dalam Pakan Buatan Sebagai Penguat Warna Ikan Koi (Cyprinus carpio L.) Saloh, Arry Yusnita; Aida, Yuniarti; Zahida, Felicia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 1 (2005): February 2005
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.66 KB) | DOI: 10.24002/biota.v10i1.2802

Abstract

Shrimp’s skin and carapace has been used as color enhancement. The shrimp’s skinand carapace was pounded into flour and added to the commercial pellet availablelocally. The shrimp’s flours contains red pigmen astaxanthine. The Koi’s used in thisexperiment were two months old Cyprinus carpio L var kohaku. Five level of differentconcentration of shrimp’s flour were used i.e. 5.7%, 8.5%, 11.4%, 14.2%, and 17.1%respectively. Each aquarium contains three fishes were used in threeplicate and rearedfor 8 weeks. Five main color or hue was observed i.e. Redish Orange, Pastel Orange,Orange Red or Yellowish Red, Red and High Red or Vivid Red. 15 panelis have beenused to give their comments to the color enhancement. The results shows that the valueof the fish’s color didn’t change much, but the chrome intensity increase on week eight.Statistical analysis of Kruskall-Wallis and Mann-Whitney Test shows that on theconcentration of shrimp flour of 11,4% was giving the best value for hue and chrome.On the consentration of 14,2% and 17,1% the results were not strong enough. This isprobably because the concentration of the flour reaches maximum at 11,4% and givingmaksimum color enhancement level so that more additioing didn’t gave any change.
Etika Lingkungan: Saatnya Menjadi Bacaan Wajib bagi Penyelenggara Negara (Kajian Buku) Zahida, Felicia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 3 (2004): October 2004
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.045 KB) | DOI: 10.24002/biota.v9i3.2918

Abstract

Mungkin terlalu idealis harapan saya agar penyelenggara negara bisa menerapkan anjuran-anjuran yang dituliskan dalam buku ini. Namun seperti banyak harapan lain yang digantungkan pada pemerintahan baru ini, tidak berlebihan kiranya bila setidaknya departemen yang berkepentingan dan yang berkaitan (semua pihak) memiliki pengetahuan dasar yang kuat sebagai landasan fikir bagi pembuatan keputusan strategis yang dibuatnya bagi keberlanjutan negara ini. Dengan kata lain sudah saatnya negara ini mengubah pendekatan pembangunan yang direncanakan. Alangkah bahagianya bila Indonesia memiliki pemimpin-pemimpin yang mau belajar.
Keanekaragaman Reptil Impor di Yogyakarta Putranto, Dicky Indar; Yuda, Pramana; Zahida, Felicia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 1, No 3 (2016): October 2016
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.321 KB) | DOI: 10.24002/biota.v1i3.1228

Abstract

Reptil impor banyak diminati karena memiliki variasi warna yang sangat beragam. Penelitian ini mengenai jenis reptil eksotik yang ada di Yogyakarta baik yang dipelihara maupun yang sudah terlepas atau dilepas di alam dan bagaimana pula potensi dampaknya bagi spesies reptil lokal yang ada di Yogyakarta. Penelitian dilakukan di wilayah Kota Yogyakarta dengan melakukan survei di pasar hewan, petshop dan pemelihara reptil. Penelitian telah dilaksanakan dari tanggal 1 Agustus 2013 sampai 30 November 2013. Berdasarkan hasil survei pendataan reptil impor yang dipelihara di Yogyakarta, ditemukan 80 jenis yang terdiri dari satu jenis buaya kerdil (Paleosuchus palpebrosus), 14 jenis kadal (Sauria), 21 jenis ular (Serpentes), dan 44 jenis Kura-kura (Testudines). Reptil impor yang terlepas di alam ditemukan beberapa jenis, yaitu dua ekor Red Eared Slider (Trachemys scripta elegans), tiga ekor Chinese Soft-shelled Turtle (Pelodiscus sinensis) dan satu ekor Corn snake (Pantherophis guttatus). Red Eared Slider yang terlepas di alam dalam jumlah tersebut tidak dapat menimbulkan dampak negatif bagi reptil lokal, tetapi jika dalam jumlah yang banyak kemungkinan akan berpotensi sebagai kompetitor bagi bulus jawa (Amyda cartilaginea) dalam mencari makan. Chinese Soft-shelled Turtle yang terlepas di alam dalam jumlah tersebut kemungkinan akan berpotensi sebagai kompetitor bagi Amyda cartilaginea dalam mencari makan. Corn snake yang hanya satu ekor jika terlepas tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi reptil lokal, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak akan menjadi kompetitor bagi ular-ular lokal seperti ular koros (Ptyas korros), ular jali (Ptyas mucosa), ular kopi (Coelognathus flavolineatus), ular lanang sapi (Coelognathus radiatus), dan lain-lain, karena jenis mangsa yang sama.
Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) To'bungan, Nelsiani; Jati, Wibowo Nugroho; Zahida, Felicia
SCISCITATIO Vol 1 No 2 (2020): Volume 1, Number 2, July 2020
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2020.12.30

Abstract

Informasi mengenai keamanan penggunaan rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) sebagai obat tradisionalmasih terbatas. Uji keamanan melalui uji toksisitas penting untuk dilakukan sebelum dilakukan uji manfaatlebih lanjut. Salah satu uji toksisitas akut yang dapat dilakukan sebagai uji toksisitas tahap awal adalah ujitoksisitas akut dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Daun rumput Knop diekstrak dengan penyarietanol dengan metode maserasi. Ekstrak etanol daun rumput Knop dengan konsentrasi 1000, 500, 250, 125 dan62,5 µg/ml dipaparkan pada larva Artemia salina (L.) selama 24 jam. Tingkat toksisitas ditentukan berdasarkannilai LC50 yang diperoleh berdasarkan jumlah larva yang mati, melalui analisis probit. Kandungan fitokimiaekstrak etanol daun rumput Knop diuji melalui uji fitokimia kualitatif. Nilai LC50 ekstrak etanol daun rumputKnop sebesar 183,91 µg/ml. Ekstrak etanol daun rumput Knop mengandung alkaloid dan steroid.
Perbandingan Metode Isolasi DNA sebagai Templat PCR untuk Identifikasi Jenis Kelamin Cerek Jawa (Charadriius javanicus) secara Molekuler Menggunakan Primer 2550F/2718R Pratomo, Yulius Wahyu; Zahida, Felicia; Yuda, Pramana
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.3444

Abstract

In molecular studies, extraction can be time consuming and costly (especially in large scale studies), therefore some studies examine the success rate of amplification using alternative DNA isolation methods (without extraction). This study aims to determine the most effective DNA isolation method in Javan Plover molecular sexing by comparing several methods, such as extraction kit, alkaline lysis and direct PCR.This study used filter paper (5) and EDTA stored blood (8) as samples, and both sample types would be isolated using extraction kit, alkaline lysis, and direct PCR method. Molecular sexing was carried out using 2550F/2718R primer. The results showed that DNA in filter paper and EDTA stored blood, both using kit extraction, alkaline lysis and direct PCR, methods were successfully amplified with 2550F/2718R primer which produced 621 bp sized CHD1-Z and 459 bp sized CHD1-W band. The results suggested  that extraction kit is the most effective DNA isolation method for Javan Plover molecular sexing.  AbstrakDalam studi molekuler, ekstraksi dapat memakan waktu dan biaya saat diterapkan dalam penelitian skala besar, sehingga beberapa studi mengkaji tingkat keberhasilan amplifikasi menggunakan metode isolasi DNA alternatif (tanpa ekstraksi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode isolasi DNA paling efektif untuk molecular sexing Cerek Jawa. Penelitian ini menggunakan 5 sampel darah kertas saring, dan 8 sampel darah EDTA yang diisolasi dengan metode ekstraksi kit, alkalin lisis dan PCR langsung. Molecular sexing dilakukan dengan primer 2550F/2718R. Hasil penelitian menunjukan bahwa DNA pada sampel darah kertas saring dan EDTA, baik metode ektraksi kit, alkalin lisis dan PCR langsung, berhasil diamplifikasi dengan primer 2550F/2718R yang menghasilkan pita CHD1-Z dengan ukuran 621 bp dan pita CHD1-W dengan ukuran 459 bp. Penelitian ini menunjukan bahwa ekstraksi DNA dengan kit menghasilkan DNA template yang paling efektif untuk molecular sexing Cerek Jawa.
Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Batang Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) To'bungan, Nelsiani; Jati, Wibowo Nugroho; Zahida, Felicia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i1.3577

Abstract

Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) memiliki sejarah etnobotani. Informasi mengenai keamanan pemanfaatan rumput Knop sebagai obat tradisional perlu untuk dilakukan. Uji keamanan dilakukan dengan uji toksisitas. Uji toksisitas akut dengan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dilakukan sebagai uji toksisitas awal. Batang rumput Knop diekstrak dengan  metode maserasi, menggunakan penyari etanol. Ekstrak etanol batang rumput Knop dibuat dengan berbagai konsentrasi, yakni 1000, 500, 250, 125 dan 62,5 µg/ml. Larva Artemia salina (L.) diberi paparan ekstrak etanol batang rumput Knop selama 24 jam. Toksisitas ekstrak ditentukan berdasarkan jumlah larva yang mati setelah paparan ekstrak. Jumlah larva yang mati, dianalisis dengan analisis probit untuk menentukan nilai LC50. Kandungan senyawa fitokimia dalam ekstrak etanol batang rumput Knop diuji dengan uji fitokimia kualitatif. Besar nilai LC50 ekstrak etanol batang rumput Knop adalah 880,579 µg/ml. Ekstrak etanol batang rumput Knop mengandung steroid.Â