Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Cakrawala Pendidikan

A CHARACTER-BASED ASSESSMENT MODEL FOR VOCATIONAL HIGH SCHOOLS Edy Supriyadi; Zamtinah Zamtinah; Sunaryo Soenarto; Yuwono Indro Hatmojo
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 2, JUNE 2019
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.055 KB) | DOI: 10.21831/cp.v38i2.24099

Abstract

The competencies of vocational high school (VHS) graduates, especially in terms of character have not met its standards. This study aims to develop a character-based assessment model for VHS in the form of a guide and procedure. Borg Gall’s (1989) model with the following stages was utilized: (1) needs analysis, (2) planning, (3) development, (4) phase I trial, (5) phase II trial, (6) evaluation of model effectiveness, and (7) final product development. This study involved some experts in the model validation. Trials were done to teachers and principals in eight VHSs in Yogyakarta Special Province, Indonesia in 2017 (first trial), and those from 42 VHSs throughout Java island, Indonesia in 2018 (second trial). Data were collected by questionnaires and interviews and analysed by quantitative and qualitative descriptive statistics. This study suggest that, overall, the model is appropriate and feasible to use, proven by (1) the assessment guide is categorized as ‘very appropriate’ (Mean 3.55; SD .52); (2) assessment procedure achieves an ‘very appropriate’ category (Mean = 3.60; SD = .51); and (3) effectiveness of the assessment model in trial 1 is in the ‘very appropriate’ category (Mean 3.43, and SD .51), and in trial 2 is in the ‘appropriate’ category (Mean 3.38, SD .53).
WAJIB BELAJAR SEMBILAN TAHUN BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU Edy Supriyadi; Zamtinah Zamtinah
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.737 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8927

Abstract

Pada tahuo 1994 nanti, pemerintah akan memberlakukanprogram wajib be~ajar 9 tahuo.. · yaitu pendidikan dasarminimal yang harus dialami oleh setiap warga negara. Programpemerataan kesempatan belajar ini dimaksudkan agarsetiap warga' negara Indonesia menjadi anggota masyarakatyang tahu akan kewajiban dan haknya, memiliki keterampilanuntuk mengatasi kesulitan dan meningka'tkan kualitas hidupoya.Program ini sangat esensial terutama bagi masyarakattidak mampu yang sebagian besar tinggal di pedesaan karenaanak-anak usia sekolah yang tidak memperoleh kesempatanmenikmati perididikan formal SD dan SLTP sebagian besarberasal dari masyarakat ini. Mengingat kondisi sosial e"konomimasyarakat pedesaan yang kurang begitu menguntungkan,yaitu seperti kemi$kinan, rendahnya kesadaran tentang pendidikan,kondisi l.ingkungan dan lain-Iainnya, maka pelaksanaanwajib belajar 9 tahv.n hen,daknya direncanakan dengan mempertimbangkankon~si-kondisi tersebut sehingga programwajib belajar dapat terlaks~~:a dengan baik dan memberimanfaat yang sebesar-besarnya bagi peninglli;,tan kesejahteraanmasyarakat pedesaan. Di samping itu. sistem pendidikan(wajar 9 tahun) yang hendak diterapkan hendaknya sejalandBn berorientasi pada ltebutuhan masyarakat karena pendidikanbagi ma:$yarakat desa harus menyajikan model yang hidup.berfaedah, diperlukan dan cocok dengan situasi kebud:-.)'aanpedesaan setempat. baik lokal maupun regional.