Keamanan data menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan teknologi karena data pelanggan, transaksi, kredensial, antarmuka pemrograman aplikasi, arsip digital, dan log sistem terus menghadapi risiko kebocoran, manipulasi, akses tidak sah, serta gangguan layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan informasi untuk pengembangan sistem informasi keamanan data yang adaptif, terukur, dan akuntabel. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-konseptual melalui studi literatur terarah dan sintesis analitis terhadap penelitian tentang keamanan informasi, manajemen risiko, pengujian kerentanan, pengamanan aplikasi web, pengamanan antarmuka pemrograman aplikasi, enkripsi, blockchain, kontrol akses, audit, dan tata kelola keamanan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi aset data, memetakan risiko, mengategorikan kebutuhan informasi, serta menyusun model konseptual perlindungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi keamanan data tidak dapat dikembangkan hanya dengan menambahkan fitur teknis secara terpisah. Kebutuhan utama mencakup pemetaan aset data, klasifikasi risiko, pengelolaan hak akses, autentikasi dan otorisasi, enkripsi, audit trail, monitoring, penilaian kerentanan, pengujian penetrasi, serta tata kelola berbasis standar. Temuan ini menegaskan bahwa dimensi teknis seperti kontrol akses berbasis peran, pembatasan permintaan, enkripsi data, blockchain, serta validasi input harus dihubungkan dengan dimensi manajerial berupa kebijakan, prosedur, dokumentasi, evaluasi kematangan, dan manajemen risiko. Model yang dihasilkan menempatkan aset data sebagai titik awal analisis, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi risiko, pemilihan kontrol keamanan, pemantauan aktivitas, pelaporan insiden, dan rekomendasi mitigasi. Dengan demikian, analisis kebutuhan informasi menjadi fondasi penting bagi perusahaan teknologi dalam merancang sistem informasi keamanan data yang mampu menjaga kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan informasi sekaligus memperkuat kesiapan organisasi menghadapi ancaman siber modern.