Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Pengembangan Ternak Kerbau di Kabupaten Tanah Laut Fuzi Ash'ari; Luthfi Luthfi; Muhammad Husaini
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 10 No 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v10i2.139

Abstract

The purpose of this study was to determine the priority of the development strategy for buffalo in Tanah Laut Regency using Focus Group Discussion (FGD) and data analysis using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The respondents in this study were 12 (twelve) respondents consisting of sections Development of Animal Husbandry and Animal Health Service, Representative of the Regional Planning and Development Agency (Bappeda) of Tanah Laut Regency, Academics and Buffalo Breeders in Tanah Laut Regency. Based on the analysis using AHP, the results of the level of actor roles based on the highest priority order are (1). Breeder: 0.42, (2). Department of Animal Husbandry and Animal Health of Tanah Laut Regency: 0.25, (3). Traders: 0.17 and (4). Financing Institutions: 0.09 and (5). Providers of Infrastructure and Animal Husbandry Input: 0.07. The level of factor roles based on the highest priority order is (1). Government Policy: 0.31 (2). market conditions: 0.29 (3). Farmer Resources: 0.25 and (4). Production Technology: 0.15. The level of strategy roles based on the highest priority order is (1). Increase in Buffalo Population: 0.646 and (2). Increase in Farmer Welfare: 0.354. The level of strategic roles in the development of buffalo in Tanah Laut Regency based on the highest priority order is (1). Implementing Regulation on Marketing and Slaughter of Productive Buffalo Livestock: 0.203. (2). Provides Production Stimulation for Farmers: 0.154. (3). Protection and Opening of New Land for Livestock Grazing: 0.125. (4). Improve Feed Processing Technology: 0.119. (5). Increasing Animal Health and Reproduction Examination / Service Activities: 0.115. (6). Optimization of IB Technology and Intensification of Natural Marriage: 0.109. (7). Increasing Knowledge and Institutional Farmers in Animal Husbandry Management: 0.089. (8). Optimization of the Potential of Agro-tourism as a Regional Competitiveness: 0.086.
Pelatihan Hidroponik Sistem Wick Bagi Ibu Rumah Tangga di Desa Semangat Karya Kabupaten Barito Kuala Fuzi Maulana Ash'ari; Gusti Khairun Ni'mah; Yarna Hasiani
Abdimas Universal Vol. 5 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v5i1.243

Abstract

One way to use house yard land to achieve household food security is to use the hydroponic method. Farming with the hydroponic method in utilizing narrow land in urban areas or in housing is not something new, but in the Semangat Karya Village, Barito Kuala Regency, it is still many do not know clearly how to grow a garden with the wick hydroponic method. The selection of the wick hydroponic system is because according to the Kementan (2018) this system is the simplest hydroponic model using a wick that connects plant pots with nutrient solution media. Therefore this service activity aims to provide knowledge and training to support skills in farming using the wick hydroponic method. This community service activity begins with filling out the pretest questionnaire followed by a presentation of the delivery of the material, then a demonstration of the direct method or practice and ends with the provision of a posttest questionnaire. The results showed that the wick system hydroponic training was able to increase the knowledge, understanding and skills of partners in plant cultivation using the wick system hydroponic method.
Analisis Komoditas Unggulan Subsektor Peternakan di Kabupaten Barito Kuala Fuzi Maulana Ash’ari; Yarna Hasiani; Raga Samudera
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 12 No 2 (2022): Vol 12 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v12i2.240

Abstract

Salah satu cara dalam pengembangan produk pertanian unggulan subsektor peternakan di daerah adalah dengan mengidentifikasi subsektor produk peternakan unggulan yang dominan di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi sektor peternakan unggulan di Kabupaten Barito Kuala. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode survei berdasarkan data sekunder. Pengumpulan data sekunder bersumber dari dokumen dan data subsektor peternakan yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Barito Kuala dan Provinsi Kalimantan Selatan. metode yang digunakan untuk analisis data berupa analisis Location Qoutient (LQ) untuk mengetahui subsektor basis dan non basis. Input data dalam perhitungannya adalah jumlah populasi ternak secara times series mulai tahun 2017 sampai dengan 2020. Berdasarkan hasil analisis Location Qoutient (LQ) dihasilkan nilai LQ sapi perah, kuda, domba dan ayam petelur adalah 0, ternak ayam pedaging dengan nilai LQ sebesar 0,51 dan itik sebesar 0,95 dikategorikan sebagai komoditas non basis, sedangkan nilai LQ terbesar (1). Ayam kampung sebesar 6,19 kemudian (2). Itik manila sebasar 5,74, (3). Babi sebesar 4,72, (4). Ternak kerbau sebesar 4,13, (5). Sapi potong sebesar 3,01, dan (6). Kambing sebesar 1,30. Komoditas ternak tersebut dikategorikan sebagai komoditas basis. Potensi komoditas peternakan tersebut tidak hanya dapat dikembangkan untuk kebutuhan di daerah itu sendiri melainkan juga dapat memenuhi di daerah sekitarnya.
PENYUSUNAN KALENDER TANAM DAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU PADA BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY Ilhamiyah Ilhamiyah; Aam Gunawan; Fuzi Maulana Ash'ari; Akhmad Gazali
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 3 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i3.10391

Abstract

Penyusunan kalender tanam dan Pengelolaan Hama Terpadu pada budidaya tanaman  pakcoy perlu dikelola dengan baik sehingga produk pakcoy di pasaran tidak melimpah.    Kalau produksi pakcoy melimpah maka harga akan turun dan petani akan mengalami kerugian karena produk pertanian tidak tahan lama dan mudah busuk.  Hal tersebut dapat disebabkan karena perencanaan waktu tanam, luas tanam dan periode tanam yang kurang tepat. Pengendalian Hama Terpadu (PHT) adalah suatu konsepsi atau cara berpikir mengenai pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dengan pendekatan ekologi yang bersifat multidisiplin untuk mengelola populasi hama dan penyakit dengan memanfaatkan beragam taktik pengendalian yang kompatibel dalam suatu kesatuan koordinasi pengelolaan.  PHT merupakan suatu sistem pengendalian yang menggunakan pendekatan ekologi, maka pemahaman tentang biologi dan ekologi hama dan penyakit menjadi sangat penting.  Solusi dari permasalah mitra tersebut adalah 1) Penyusunan kalender tanam dengan cara memberikan pengetahuan dan teknologi pembuatan kalender tanam pakcoy;  2) Memberikan pengetahuan tentang Pengendalian Hama Terpadu melalui budidaya tanaman sehat, pemanfaatan musuh alami, pengamatan rutin dan pemantauan serta petani sebagai ahli PHT.  Tujuan dari kegiatan ini adalah agar peserta mendapatkan pengetahuan dan mampu menyusun kalender tanam sayuran;  paham dan menerapkan  Pengendalian Hama Terpadu. Simpulan dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan tentang kalender tanam sayuran dan Pengendalian Hama Terpadu.pada tanaman pakcoy.  Peserta secara berkelompok sudah mampu menyusun kalender tanam sayuran dan sudah memahami Pengendalihan Hama Terpadu pada budidaya  tanaman pakcoy.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Semangat Karya Kabupeten Barito Kuala Melalui Kegiatan Akuaponik dan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) Fuzi Maulana Ash'ari; Gusti Khairun Ni'mah; Yarna Hasiani; Ilhamiyah Ilhamiyah
Abdimas Universal Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v5i2.315

Abstract

One of the ways to utilize the yard of the house is by using the aquaponics method and cultivating fish in buckets (budikdamber). The activity of keeping or raising fish using limited land is something that is quite difficult to do in the Semangat Karya Village, Barito Kuala Regency, which is dominated by swamps. There is no assistance in empowering village communities in fish farming activities, which is the main factor in the lack of community interest. Therefore, this service activity aims to provide knowledge and training to support skills in cultivating fish in buckets (budikdamber) and aquaponics. The method for implementing this service activity begins with filling out a pre-test questionnaire, presentation of material by the supervisor, then continues with a post-test and activities to assist participants in cultivating fish in buckets (budikdamber) and aquaponics. The result is an increase in knowledge, understanding and skills in bucket fish cultivation (budikdamber) and aquaponics in the village of Semangat Karya, Alalak District, Barito Kuala Regency.