Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PARIWISATA DI PANTAI GLAGAH WANGI BERDASARKAN PREFERENSI PENGUNJUNG Elfia Zulfa; Agus Sarwo Edy Sudrajat
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 4 No. 2 (2023): VOLUME 4 NOMOR 2 OKTOBER 2023
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v4i2.6441

Abstract

Tourism facilities and infrastructure can make one of the supports in tourist attraction, because if the availability of facilities and infrastructure is not well developed it will result in reduced interest in visiting tourists. So that it can affect the decline in the quality of the tour.The purpose of this study was to determine the availability of tourism facilities and infrastructure based on the preferences of visitors at Glagah Wangi Beach as seen from the conditions and functioning of infrastructure facilities in the tourist area. The conditions and functioning in question include basic facilities, complementary facilities, supporting facilities and infrastructure. The method used in this study is cross-tabulation analysis to find out and measure visitor preference scales in determining the conditions and functioning of objects seen, especially facilities and infrastructure.The results obtained in this study were that the availability of facilities and infrastructure concerning the condition and functioning of basic facilities was 75% very good (Tourism Transport, Stalls, Homestays), complementary facilities 45% very good (float tire rental, ATV), supporting facilities 60% good (souvenirs, places of worship) and 42% infrastructure is not good (transportation, parking, accessibility, energy sources, toilets, telecommunications, clean water).
REVIEW PENETAPAN KAWASAN INDUSTRI DI KABUPATEN JEPARA Anindya Putri Tamara; Imam Rofi’I; Agus Sarwo Edy Sudrajat
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 4 No. 2 (2023): VOLUME 4 NOMOR 2 OKTOBER 2023
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v4i2.7359

Abstract

Pengembangan Kawasan Industri bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan seperti: masih lemahnya daya saing industri nasional, belum kuat dan belum dalamnya struktural industri nasional masih terkonsentrasinya kegiatan industri di beberapa titik Pulau Jawa dan belum optimalnya regulasi pemerintah dalam mendukung kemajuan sektor industri. Penetapan Kawasan Industri di Kabupaten Jepara sangat diperlukan untuk dapat mengelompokkan kegiatan industri pada satu lokasi pengelolaan. Kawasan Industri terpadu dapat memberikan kemudahan dalam aspek penyediaan fasilitas pendukung industri baik untuk pengolahan dan juga pengendalian kegiatan industri termasuk pengelolaan limbah di dalamnya. Pertumbuhan industri secara individual memberikan pengaruh besar terhadap kelestarian lingkungan karena tidak mudah untuk melakukan pengendalian pencemaran yang dilakukan oleh industri-industri yang tumbuh secara individu. Penetapan Kawasan Industri di Kabupaten Jepara diharapkan dapat mendukung terbentuknya tata ruang yang berkelanjutan serta peningkatan kualitas lingkungan daerah secara menyeluruh.
IDENTIFIKASI KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK PADA KAWASAN PERKOTAAN GODONG Agus Sarwo Edy Sudrajat
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 5 No. 1 (2024): VOLUME 5 NOMOR 1 MARET 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v5i1.7898

Abstract

Kawasan Perkotaan Godong merupakan salah satu bagian di Kecamatan Godong. Kawasan tersebut memiliki luas wilayah perkotaan 304,64 Hektar, yang terdiri dari 4 (empat) desa mencakup Desa Ketitang, Desa Bugel, Desa Godong, dan Desa Klampok. Kawasan Perkotaan Godong termasuk kawasan yang memiliki laju pertumbuhan penduduk per tahun 2010-2020 mencapai total 1,19% dimana penduduknya mencapai 87.028 jiwa, dimana laju pertumbuhan tersebut tertinggi ke 3 (tiga) di Kabupaten Grobogan. Dengan kepadatan penduduk mencapai 1003 per km² dengan presentase 5,99% dimana Kecamatan Godong termasuk kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi ke 4 (empat) di Kabupaten Grobogan dari 19 kecamatan. Dengan pertumbuhan dan kepadatan penduduk yang meningkat dari tahun ke tahun, maka luasan lahan perkotaan yang terbatas dan tidak berubah maka akan menyebabkan pemanfaatan ruang tergerus, salah satunya Ruang Terbuka Hijau Publik. Hal ini dapat mempengaruhi ketersediaan RTH Publik berkurang dan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik bertambah pada kawasan perkotaan Godong. Tujuan penelitian ini adalah untuk megidentifikasi  ketersediaan dan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Publik pada kawasan perkotaan Godong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Publik pada kawasan perkotaan Godong dapat ditemukan Taman bermain di Desa Klampok dengan luas 0,03 Hekta dan taman RT di Desa Godong dengan luas 0,011 Hektar. Lapangan sepakbola di Desa Bugel dengan luas 1,16 Hektar, di Desa Godong 1,19 Hektar, dan di Desa Klampok 0,8 Hektar. Sedangkan untuk lapangan tenis ada di Desa Godong dengan luas 0,03 Hektar, dan lapangan voli dengan luas 0,02 Hektar. Sedangkan jalur hijau dapat ditemukan di Desa Ketitang dengan luas 0,15 Hektar dan di Desa Godong seluas 0,01 Hektar. Jogging track juga dapat ditemukan di Desa Bugel ddengan luas 0,014 Hektar. Selanjutnya sempadan sungai dapat di Desa Ketitang dengan luas 0,43 Hektar, Di Desa Bugel 0,3 Hektar, di Desa Godong 0,93 Hektar, dan di Desa Klampok 0,77 Hektar. Sedangkan untuk TPU di Desa Ketitang tersedia 0,3 Hektar, di Desa Bugel seluas 0,24 Hektar, di Desa Godong 0,37 Hektar, dan di Desa Klampok 0,29 Hektar. Maka total ketersediaan RTH Publik pada kawasan perkotaaan Godong adalah seluas 7,045 Hektar (2,312%). Sedangkan untuk kebutuhan RTH Publik pada kawasan perkotaan Godong berdasarkan luas wilayah 20% adalah 60,928 Hektar. Maka pada kondisi eksisting tersedia RTH Publik sebesar 7,045 Hektar maka luas kebutuhan RTH Publik adalah 53,883 Hektar. Sedangkan kebutuhan RTH Publik berdasarkan jumlah penduduk adalah 209,750 m² atau 20,975 Hektar.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK POTENSI PENGEMBANGAN PARIWISATA CURUG GONDORIYO, KECAMATAN NGALIYAN, KOTA SEMARANG Agus Sarwo Edy Sudrajat
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 5 No. 2 (2024): VOLUME 5 NOMOR 2 OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v5i2.10819

Abstract

Tourism is starting to be glimpsed by the community as one of the sectors that promises to be on a global scale from the development of tourism. With various kinds of tourism, community-based tourism emerges by utilizing natural resources in the surrounding environment. In addition, in the development of tourism which contributes to increasing tourist visits to an area, it also has an impact on the socio-economics of the surrounding community. One of the tourism development potentials managed by the Gondoriyo Waterfall is located in Karang Joho Hamlet, Gondoriyo Village, Ngaliyan District, Semarang City. The purpose of this research is to identify the characteristics of the tourism development potential of Curug Gondoriyo, Ngaliyan District, Semarang City. The method used in this research is descriptive qualitative based on the results of field orientation (primary) and interviews (secondary). Based on the research conducted, it can be seen the number and condition of the availability of 5 tourism infrastructures consisting of roads, clean water, solid waste, energy, and telecommunications based on SNI tourism standards. In addition, it is known the main tasks and institutional functions of POKDARWIS in the development of Curug Gondoriyo tourism as well as the role of the government in participating in the management and development of tourism. And analyze based on tourism components, namely attractions, accessibility, facilities and supporting Services.