Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GAMBARAN FAKTOR RISIKO PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DI POLI JANTUNG RSAL dr. MINTOHARJO Susanti, Devi; Lastriyanti
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v2i2.33

Abstract

Pendahuluan: Menurut data World Health Organization Tahun 2012 menunjukkan bahwa sebanyak 17.5 juta orang meninggal dunia akibat penyakit jantung koroner. Berbagai faktor risiko yang menyebabkan terjadinya Penyakit Jantung Koroner. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko yang menyebabkan penyakit jantung koroner di RSAL Dr. Mintohardjo Jakarta. Metode: Metode yang digunakan adalah desain cross-sectional dengan menggunakan kuesioner kepada 95 pasien yang kontrol rawat jalan di poli Jantung RSAL. Dr Mintohardjo Jakarta. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar berusia lebih dari 55 tahun sebanyak 65 orang, berjenis kelamin laki-laki sebanyak 53 orang dan tidak memiliki riwayat merokok sebanyak 52 orang. Kesimpulan: Faktor risiko yang dapat dimodifikasi pada penderita penyakit jantung koroner adalah perokok pasif sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah usia lebih dari 55 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Penelitian ini menjadi dasar untuk penelitian berikutnya dan diharapkan mengindentifikasi factor risiko lainnya dalam jumlah sampel yang lebih besar.
Gambaran Pengetahuan Seksual Dan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Siswa-Siswi SMAN X Bekasi Utara Lastriyanti Lastriyanti; Harni Novitasari
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v3i1.395

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa dimana seseorang menghadapi berbagai tantangan dan masalah baik itu masalah perkembangan maupun lingkungannya. Seksualitas menjadi salah satu permasalahan yang dialami oleh remaja, dimana masa remaja memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, serta berani mengambil resiko tanpa memikirkan secara matang. Pengetahuan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan remaja melakukan perilaku seksual pranikah. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan seksual terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja siswa-siswi di SMAN X Bekasi Utara. Metode: Menggunakan desain cross sectional dengan teknik simple random sampling didapatkan sampel 90 responden analisis akan dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden memiliki pengetahuan seksual baik yaitu sebanyak 35,6%. Sebagian besar responden memiliki perilaku seksual pranikah dalam kategori baik yaitu sebanyak 37,8%. Berdasarkan hasil bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan seksual terhadap perilaku seksual pranikah (p-value = 0,004) pada remaja siswa-siswi SMAN X Bekasi Utara. Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan seksual terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja siswa-siswi SMAN X Bekasi Utara Keywords: Pengetahuan Seksual, Perilaku Seksual Pranikah, Remaja
Gambaran Perilaku Sedentari Pada Siswa Sma X Kota Bekasi Lastriyanti Lastriyanti; Suci Nurul Aini
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v3i1.396

Abstract

Sedentary behavior is a daily activity outside of bedtime both night sleep and naps that do not require a lot of energy expenditure or low calorie expenditure. The purpose of this study was to see a description of sedentary behavior in SMA X Bekasi City. This research is a descriptive study with a quantitative approach. Primary data collection is obtained by direct retrieval through filling out the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) questionnaire directly. Data processing using a computer system and data analysis using SPSS with Descriptive Statistics test. The results showed that there were students of SMA X Kota Bekasi who behaved sedentarily with a total of 56 students from a total of 77 students. The conclusion of this research is that many students of SMA X Kota Bekasi have sedentary behavior.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP MANAJEMEN DIRI PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER Devi Susanti; Lastriyanti Lastriyanti; Sugeng Haryono
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v2i1.29

Abstract

Pendahuluan: Penyakit  Jantung  Koroner  (PJK)  adalah  penyakit “silent  killer”  yang menyebabkan  kematian  mendadak.   Penderita  PJK  akan mengalami serangan berulang dan akan menimbulkan dampak re -hospitalisasi bagi  aspek  fisik,  psikologis,  sosial  dan  ekonomi.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui hubungan pengetahuan  terhadap manajemen  diri  penderita PJK di  RSAL Dr. Mintohardjo  Jakarta. Metode: Metode yang digunakan studi korelasi yaitu menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan manajemen diri penderita  PJK  dengan  rancangan  cross  sectional  yaitu  jenis  penelitian yang  menekankan  waktu  pengukuran data  variabel  independen  dan  dependen. Subjek  adalah  pasien PJK  di poli jantung RSAL Dr. Mintohardjo Jakarta dengan teknik  non probability  sampling  jenis  consecutive  sampling dengan 95 responden. Alat ukur menggunakan kuesioner data karakteristik, pengetahuan dan manajemen diri. Hasil: Hasil  penelitian  bivariat bahwa  35,8% penderita  PJK  memiliki pengetahuan baik dan manajemen diri yang baik pula. Uji korelasi menggunakan  Chi square  dengan nilai p  value  0,551. Nilai p >  a 0,05 yang  artinya  tidak  terdapat  hubungan  yang  signifikan  antara  pengetahuan  dengan manajemen diri penderita PJK. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah walaupun secara statistik tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan manajemen diri, data pengamatan menunjukkan terdapat peningkatan manajemen diri ketika berpengetahuan baik dimana mungkin ada faktor lain yang lebih berpengaruh.