Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Kepatuhan Pola Hidup Melalui Acceptance Comitment Theraphy (ACT) Pada Klien Hipertensi Sianturi, Renta; Pardede, Lisbeth
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i2.238

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit yang dapat berkembang menjadi kronik akibat klien tidak mampu untuk mempertahankan pola hidup yang dapat menjaga keseimbangan tekanan darah. Faktor pemicu kenaikan tekanan darah yaitu ketidakpatuhan pola hidup seperti ketidak patuhan pola makan dan minum, pola istirahat dan aktivitas, pengendalian stress, dan kepatuhan kontrol dan minum obat hipertensi. Ketidak patuhan yang terjadi pada klien hipertensi dapat ditangani dengan pemberian tindakan Acceptance Comitment Theraphy (ACT). Kesadaran pentingnya kepatuhan pola hidup harus diketahui oleh klien hipertensi sehingga memiliki komitmen untuk menjaga dan mempertahankan pola hidup yang sehat. Penelitian ini dilakukan dengan quasi eksperiment, jumlah responden 33 orang dipilih dengan purposive sampling, desain pre post test. Data yang dikumpulkan yaitu karakteristik responden, kepatuhan pola hidup meliputi kepatuhan makan dan minum, kepatuhan aktivitas dan istirahat, pengendalian stress dan kepatuhan kontrol dan minum obat. Hasil penelitian ada perbedaan  nilai rata – rata sebelum dan sesudah dilakukan Acceptance Comitment Theraphy  p value (0,000) dengan CI 95%.  Setelah dilakukan Acceptance Comitment Theraphy responden menyadari bahwa klien memiliki penyakit hipertensi yang harus diatasi dengan komitmen mematuhi pola hidup. Komitmen yang dilakukan oleh klien akan menjadi suatu perubahan perilaku yang menetap. Acceptance Comitment Theraphy dapat menjadi salah satu tindakan untuk berkomitmen meningkatkan kepatuhan pola hidup.
Deskripsi Karakteristik Klien Hipertensi Pardede, Lisbeth; Sianturi, Renta; Veranita, Aprillia
Jurnal Mitra Kesehatan Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan jenis penyakit tidak menular (PTM) yang sering di jumpai di Indonesia. Seseorang dikatakan hipertensi apabila tekanan darah systole lebih 140 mmHg dan tekanan darah diastole lebih dari 90 mmHg. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi. Faktor tersebut ada yang dapat dimodifikasi dan ada faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Beberapa faktor yang tidak dapat dimodifikasi ini termasuk dalam karakteristik responden meliputi usia, jenis kelamin, lama mengalami hipertensi dan Pendidikan sementara karakteristik resoponden yang dapat di modifikasi meliputi indeks massa tubuh,  Indeks Massa Tubuh. Tujuan penelitian ini dilakukan agar dapat melihat gambaran karakteristik responden hipertensi. Metode penelitian ini yaitu  deskriptif cross-sectional. Teknik pengambilan sampling dengan  purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 66 orang.  Hasil penelitian menunjukan rerata usia responden yaitu 55 tahun, jenis kelamin mayoritas perempuan sebesar 68.2%, lama menderita rerata 7 tahun, rerata IMT 28,89 termasuk dalam obesitas derajat 1 dan Pendidikan mayoritas SMA sebesar 48,5%. Karakteristik responden dalam penelitian termasuk dalam golongan beresiko mengalami hipertensi.
KEMAMPUAN MENYUSU PADA BAYI DENGAN PERSALINAN TINDAKAN Pinem, Lina Herida; Iswari, Yeni; Pardede, Lisbeth
Jurnal Mitra Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): JMK
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kejadian Sectio Caesarea tanpa indikasi, berdampak terhadap tingginya komplikasi pada ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan menyusu bayi yang lahir dengan persalinan tindakan di Rumah Sakit swasta Jakarta dan Bekasi dengan menggunakan kuesioner Assessment scale of newborn sucking for breastfeeding dari UNICEF. Metode yang digunakan adalah analitik deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional untuk mengidentifikasi ada tidaknya hubungan variable independent: persalinan tindakan terhadap variable dependen: Kemampuan bayi menyusu dalam satu kali pengukuran. Sampel penelitian (70 orang) diambil dengan teknik non probability sampling jenis consecutive sampling. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan nilai p: 0,19 dengan nilai α= 0,05 yang bermakna tidak ada hubungan tindakan persalinan dengan kemampuan bayi menyusu. Proporsi terbesar bayi yang memiliki kemampuan menghisap kurang (71,4%) lahir dengan persalinan ekstraksi vacum, bayi yang lahir dengan induksi memiliki kemampuan menghisap lemah dan kuat setara yaitu sama-sama 50%, sedangkan bayi dengan SC mayoritas memiliki kemampuan menghisap kuat (63,2 %). Rata-rata berat badan bayi yang mengisap lemah adalah 2959,8 gram dengan standar deviasi 304,49 sedangkan rata-rata berat badan bayi yang menghisap kuat adalah 3201,1 dengan standar deviasi 337,86. Nilai p value uji t pada varian yang sama yaitu 0,03 dengan α (0,05) yang bermakna ada perbedaan signifikan rata-rata berat badan bayi yang menyusu kuat dan yang menyusu lemah. Usia ibu juga tidak berpengaruh terhadap kemampuan bayi menyusu dengan p value : 0,4 (α=0,05). Mayoritas responden dilahirkan secara SC (81,4%) dan 8,6 % permintaan sendiri tanpa indikasi medis. Data ini dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam memberikan informasi kesehatan tentang dampak persalinan SC terhadap ibu.
DESKRIPSI KARAKTERISTIK KLIEN HIPERTENSI Pardede, Lisbeth; Sianturi, Renta; Veranita, Aprilia
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v2i2.32

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan jenis penyakit tidak menular (PTM) yang sering di jumpai di Indonesia. Seseorang dikatakan hipertensi apabila tekanan darah systole lebih 140 mmHg dan tekanan darah diastole lebih dari 90 mmHg. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi. Faktor tersebut ada yang dapat dimodifikasi dan ada faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Beberapa faktor yang tidak dapat dimodifikasi ini termasuk dalam karakteristik responden meliputi usia, jenis kelamin, lama mengalami hipertensi dan Pendidikan sementara karakteristik resoponden yang dapat di modifikasi meliputi indeks massa tubuh, Indeks Massa Tubuh. Tujuan penelitian ini dilakukan agar dapat melihat gambaran karakteristik responden hipertensi. Metode: Metode penelitian ini yaitu  deskriptif cross-sectional. Teknik pengambilan sampling dengan  purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 66 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukan rerata usia responden yaitu 55 tahun, jenis kelamin mayoritas perempuan sebesar 68.2%, lama menderita rerata 7 tahun, rerata IMT 28,89 termasuk dalam obesitas derajat 1 dan Pendidikan mayoritas SMA sebesar 48,5%. Kesimpulan: Karakteristik responden dalam penelitian termasuk dalam golongan beresiko mengalami hipertensi.
UPAYA PENINGKATAN PERILAKU PENCEGAHAN DBD MELALUI PEMBERDAYAAN KADER JUMANTIK DI DESA PARUNG SARI KECAMATAN TELUK JAMBE Lastriyanti; Rohayati; Susi Hartati; Yeni Mauliawati; Lisbeth Pardede; Lina Herida Pinem; Yeni Iswari; Edita Puji Astuti
Jurnal Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2019): Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Mitra Masyarakat : Special Edition II
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.894 KB)

Abstract

Prevalensi penyakit demam berdarah masih cukup tinggi di Indonesia. Peran berbagai pihak dalam mencegah munculnya penyakit tersebut sangat diperlukan. Kader jumantik memiliki peranan yang sangat penting dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya DBD, mengecek faktor resiko DBD dan memotivasi masyarakat untuk menghilangkan resiko tersebut. Hasil pengumpulan data awal menunjukkan bahwa belum ada kader Jumantik dan belum dilaksanakan pelatihan kader Jumantik. Tujuan Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader jumantik dalam pencegahan DBD. Pengabdian dilakukan melalui pelatihan kader selama dua hari yang diikuti 35 kader. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan oleh tim dosen S1 Keperawatan yang melibatkan mahasiswa S1 Keperawatan dan Mahasiswa KKN dari Universitas Budi Luhur. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari yaitu Rabu, 13 Februari dan Kamis 14 Februari 2019. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan rerata pengetahuan dalam kategori baik dari 70,59% menjadi 100%. Hasil uji statistic menggunakan wolcoxon test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rerata pengetahuan kader sebelum dan sesudah intervensi (p value 0,00). Puskesmas setempat dapat memberdayakan kader Jumantik dalam mencegah penyakit DBD di masyarakat.
PENINGKATAN KEPATUHAN POLA HIDUP MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN PADA KLIEN HIPERTENSI Lisbeth Pardede; Renta Sianturi; Aprillia Veranita
Jurnal Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2019): Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Mitra Masyarakat : Special Edition II
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.755 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit kronik, berulang dan angka kejadiannya semakin meningkat setiap tahun. Penanganan hipertensi membutuhkan waktu seumur hidup, serta membutuhkan kepatuhan klien dalam menjaga pola hidup. Namun banyak klien hipertensi tidak mampu menjaga pola hidupnya sehingga perlu dilakukan cara untuk meningkatkan kepatuhan klien dalam menjaga pola hidup. Penelitian ini dilakukan dengan quasi eksperiment, jumlah responden 66 orang dipilih dengan purposive sampling, desain pre post test. Data yang dikumpulkan yaitu karakteristik responden, kepatuhan pola hidup meliputi kepatuhan makan dan minum, kepatuhan aktivitas dan istirahat, pengendalian stress dan kepatuhan kontrol dan minum obat. Hasil penelitian yaitu ada perbedaan nilai rata – rata sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan p value (0,000) dengan CI 95%. Setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan responden yang berdampak pada perubahan sikap dan perilaku dalam menjaga pola hidup. Oleh karena itu penyuluhan kesehatan perlu ditingkatkan dilayanan kesehatan primer sebagai salah satu bentuk intervensi penanganan hipertensi
LAMA PENGOBATAN HEMODIALIS BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Renta Sianturi; Apri Dwi Putri Sitompul; Lisbeth Pardede
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v5i1.162

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi Penyakit GGK (Gagal Ginjal Kronis) semakin meningkat dan menjadi urutan keempat penyebab kematian di dunia. Gagal Ginjal Kronik tidak dapat diatasi hanya dengan obat obatan namun harus digantikan fungsinya dengan tindakan Hemodialisis. Tindakan Hemodialisis dilakukan seumur hidup pasien, sehingga dapat berdampak secara fisik dan psikologis. Dampak psikologis Hemodialisis yang sering terjadi yaitu ansietas ( kecemasan). Kecemasan yang tidak tertangani dapat memperburuk prognosis GGK sehingga menyebabkan kematian. Peneliti ingin mengetahui korelasi lama pengobatan dengan kecemasan responden dengan gagal ginjal kronis dengan hemodialisis  di RS Swasta X Bekasi Timur. Metode: menggunakan desain penelitian cross sectional yang berarti dilakukan pengukuran dalam satu waktu tertentu. Teknik sampling yang digunakan dengan total sampling sebanyak 50 responden. Total sampling dilakukan dengan menjadikan seluruh responden yang sesuai dengan kriteria inklusi. Total sampling dapat dilakukan jika jumlah responden kurang dari 100. Analisa yang digunakan dengan menggunakan uji univariat untuk karakteristik responden, lama menjalani pengobatan dan tingkat kecemasan dengan  distribusi frekuensi dan uji bivariate (Chi – Square) untuk menganalisis korelasi lama  hemodialisis dengan tingkat kecemasan. Hasil: Hasil yang didapatkan mayoritas lama menjalani HD > 6 bulan sebanyak 66,0% dan mayoritas tingkat kecemasan berat sebesar 36,0% dari 50 responden. Hasil penelitian berdasarkan uji Fisher Exact didapatkan nilai yang signifikant dengan p-value 0,000 (p<0,005). Hasil analisis data menunjukkan ada korelasi yang signifikan antara lama menjalani Hemodialisis dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Pasien dengan pengobatan lebih dari 6 bulan tingkat kecemasan lebih ringan dibandingkan dengan pasien yang kurang dari 6 bulan. Oleh karena itu sebagai perawat sangat perlu mengkaji tingkat kecemasan pada pasien yang baru akan menjalani Hemodialisis.
KEMAMPUAN MENYUSU PADA BAYI DENGAN PERSALINAN TINDAKAN Lina Herida Pinem; Yeni Iswari; Lisbeth Pardede
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i2.18

Abstract

Pendahuluan: Tingginya angka kejadian Sectio Caesarea tanpa indikasi, berdampak terhadap tingginya komplikasi pada ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan menyusu bayi yang lahir  dengan persalinan tindakan  di  Rumah Sakit swasta Jakarta dan Bekasi dengan menggunakan kuesioner Assessment scale of newborn sucking for breastfeeding dari UNICEF. Metode: Metode yang digunakan adalah analitik deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional untuk mengidentifikasi ada tidaknya hubungan variable independent: persalinan tindakan terhadap variable dependen: Kemampuan bayi menyusu dalam satu kali pengukuran. Sampel penelitian (70 orang) diambil dengan teknik non probability sampling jenis consecutive sampling. Hasil: Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan nilai p:  0,19 dengan nilai a= 0,05 yang bermakna tidak ada hubungan tindakan persalinan dengan kemampuan bayi menyusu. Proporsi terbesar bayi yang memiliki kemampuan menghisap kurang (71,4%) lahir  dengan  persalinan  ekstraksi vacum, bayi yang lahir dengan induksi memiliki kemampuan menghisap lemah dan kuat setara yaitu sama-sama 50%, sedangkan bayi dengan SC mayoritas memiliki kemampuan menghisap kuat (63,2 %). Rata-rata berat badan bayi yang mengisap lemah adalah 2959,8 gram dengan standar deviasi 304,49 sedangkan rata-rata berat badan bayi yang menghisap kuat adalah 3201,1 dengan standar deviasi 337,86. Nilai p value uji t pada varian yang sama yaitu 0,03 dengan a (0,05) yang bermakna ada perbedaan signifikan rata-rata berat badan bayi yang menyusu kuat dan yang menyusu lemah. Usia ibu juga tidak berpengaruh terhadap kemampuan bayi menyusu dengan p value : 0,4 (a=0,05). Mayoritas responden dilahirkan secara SC (81,4%) dan 8,6 % permintaan sendiri tanpa indikasi medis. Kesimpulan: Data ini dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam memberikan informasi kesehatan tentang dampak persalinan SC terhadap ibu.
Hubungan Kepatuhan Diet Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Perwira Bekasi Utara Susanita, Nancy; Anggreini, Nola Friska Nur; Pardede, Lisbeth
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v7i2.4016

Abstract

Abstract Background: Hypertension is a non-communicable disease (PTM) that causes death in the world with a prevalence of 34.11% in Indonesia in 2018. Hypertension can be controlled with diet or food restrictions by limiting salt intake. Dietary adherence is very important for people with hypertension, because it can lower blood pressure and prevent complications due to hypertension. Objective: The aim of this study was to determine the relationship between dietary compliance and blood pressure in hypertensive patients at the Perwira Health Center in North Bekasi. Methods: This research is a descriptive study with a quantitative approach and a cross-sectional research design. Data collection, primary data was obtained by direct collection which consisted of filling out dietary adherence questionnaires and direct blood pressure measurements with a sample of 105 respondents. Data processing using a computer system and data analysis using SPSS with Chi-square test. Results: The results showed that there was a significant relationship between dietary compliance and blood pressure in hypertensive patients at the Perwira Health Center in North Bekasi, which indicated a p-value of 0.019, where the number < ᵅ : 0,05. Conclusion: Dietary compliance is related to blood pressure in hypertensive patients at the Perwira Health Center in North Bekasi. Keywords: Blood Pressure, Dietary Adherence, Hypertension Abstrak Latar Belakang : Hipertensi yaitu penyakit tidak menular (PTM) yang menyebabkan kematian di dunia dengan prevalensi sebesar 34,11% di Indonesia pada tahun 2018. Hipertensi bisa dikontrol dengan diet atau pembatasan makanan dengan cara membatasi asupan garam. Kepatuhan diet sangat penting bagi penderita hipertensi, karena dapat menurunkan tekanan darah serta mencegah komplikasi akibat hipertensi. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Perwira Bekasi Utara. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data, data primer didapatkan dengan pengambilan secara langsung yang terdiri dari pengisian kuesioner kepatuhan diet dan pengukuran tekanan darah secara langsung dengan sampel 105 responden. Pengolahan data dengan menggunakan sistem komputer dan analisis data menggunakan SPSS dengan uji Chi-square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Perwira Bekasi Utara yang ditunjukkan p-value sebesar 0,019, dimana angka < ᵅ = 0,05. Kesimpulan : Kepatuhan diet berhubungan dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Perwira Bekasi Utara. Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan Diet, Tekanan Darah
Edukasi dan Pelatihan Metode Menurunkan Kecemasan Pre Operasi Dengan Teknik Genggam Jari Dan Benson Di RSUD Kabupaten Bekasi Armi, Armi; Setiawan, Yana; Susanita, Nancy; Shanti, Ignatia Maria; Pardede, Lisbeth
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i2.13282

Abstract

Kondisi pembedahan merupakan suatu kondisi yang dapat menimbulkan kecemasan pada setiap orang. Upaya nonfarmakologis yang dilakukan untuk mengatasi kecemasan berupa relaksasi lima jari dan benson, metode ini dilakukan dengan cara menekan jari-jari tangan sambil menggambarkan atau membayangan sesuatu yang gembira dan membuat otot rileks, sehingga dapat menurunkan kecemasan. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mengenai tehnik relaksasi genggam jari dan benson, serta menurunkan kecemasan pada pasien sebelum dilakukan tindakan operasi. Lokasi kegiatan PKM berada di RSUD Kabupaten Bekasi, memberikan ilmu pengetahuan dan latihan terkait cara melakukan tehnik relaksasi genggam jari dan benson. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah pebatalan dilakukan operasi karena kecemasan yang akan berdampak bahaya bagi keselamatan pasien pada saat operasi. Hasil pengabdian didapatkan pengetahuan sesudah dilakukan edukasi tehnik relaksasi genggam jari dan benson terkait fungsi tehnik relaksasi baik sekitar 75%, sekitar 82% memiliki pengetahuan baik terkait manfaat, sekitar 78% memiliki pengetahuan baik terkait definisi, dan sekitar 88% memiliki pengetahuan baik terkait tehnik relaksasi genggam jari dan benson. Hasil kecemasan pasien pre operasi didapatkan sekitar 40% cemas sedang, sekitar 53% cemas berat, dan sekitar 7% pasien mengalami cemas berat. Sedangkan hasil pengabdian untuk tingkat kecemasan pasien pre operasi sesudah dilakukan tehnik relaksasi benson dan genggam jari didapatkan sekitar 40% pasien mengalami kecemasan ringan, sekitar 57% kecemasan sedang, 3% cemas berat. Kegiatan latihan relaksasi genggam jari dan benson dilakukan untuk menurunkan kecemasan, sehingga proses operasi dapat dilakukan dengan lancar dan dapat menekan biaya perawatan di rumah sakit