Putu Eka Suarmika
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI POKOK PESAWAT SEDERHANA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INDEX CARD MACTH (KARTU BERPASANGAN ) KELAS V SEMESTER GENAP DI SD NEGERI 2 BUNGATAN KABUPATEN SITUBONDO TAHUN PELAJARAN Junaidi Junaidi; Putu Eka Suarmika
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 3 No 1 (2015): JUNI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.274 KB)

Abstract

The process of education and learning will work effectively if it is in a conducive, warm, fun, interesting and comfortable environment. Therefore, teachers should understand the various teaching strategies with their various characteristics, so as to be able to choose appropriate teaching strategies and be able to use them varying in accordance with the expected goals or competencies. The purpose of this study is to improve the activities and learning outcomes of learners through the Strategy of learning Index Card Match on science subjects basic subject of simple aircraft class V Even semester in SD Negeri 2 Bungatan Lessons Year 2013 / 2014.Desain this study is a model of Hopkins scheme with using 4 phases: planning, action / action, observation and reflection. To obtain data in this study using the method of observation, interview and test. Data analysis in this research use qualitative descriptive analysis. Based on the results of research on the implementation of the second cycle of student activation observation indicates an increase. It can be seen on student activity which has a high enough increase compared to observation conducted in cycle I that there is an increase of 6,25% that is 84,52% at student activity observation cycle I to become 90,77%. While the results of student learning at the meeting cycle II obtained data 4 students who are not complete from 28 students who follow the daily test, because the students score less than 70 from a score of 100 and 24 students have completed in the classical reach 85.71% and students are not complete 14.29%. Student learning outcomes in cycle II have improved quite well when compared with before the action and cycle I. Based on the results of research and analysis of the discussion that has been done, it can be concluded that: Implementation of Learning Strategy Index Card Match can Increase Activity and learning outcomes on science subjects simple subject matter plane at SD Negeri 2 Bungatan Lesson Year 2013/2014.
Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Lingkungan (Eco-Learning) dalam Membangun Kesadaran Lingkungan dan Kompetensi Siswa di MI Misbahul Huda Situbondo Syafira Nundri ANTARI; PUTU EKA SUARMIKA
PIONIR : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2026): Juni ( In Presh)
Publisher : PT ALGA INSAN MADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran berbasis lingkungan (eco-learning) dalam membangun kesadaran lingkungan dan kompetensi siswa di MI Misbahul Huda Situbondo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi eco-learning dilakukan melalui pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, dan pembiasaan menjaga kebersihan sekolah. Model pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan siswa yang ditunjukkan melalui perilaku menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan lingkungan sekolah. Selain itu, eco-learning juga mampu meningkatkan kompetensi siswa pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Siswa menjadi lebih aktif, kreatif, kritis, dan memiliki keterampilan praktis dalam menjaga lingkungan. Faktor pendukung implementasi eco-learning meliputi dukungan kepala madrasah, komitmen guru, lingkungan sekolah yang mendukung, dan partisipasi siswa. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan sarana serta rendahnya kesadaran sebagian siswa dalam menjaga lingkungan secara konsisten. Dengan demikian, eco-learning efektif diterapkan sebagai model pembelajaran di madrasah ibtidaiyah dalam membangun karakter peduli lingkungan dan meningkatkan kompetensi siswa.