Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Penggunaan Bahasa Daerah Bagi Mahasiswa Asli Biak Di IISIP YAPIS Biak - Papua Menggunakan Komunikasi Persuasif Jelita Purnamasari; Muhammad Ridwan Yunus; Hepi Hastuti; Krismiyati Krismiyati
IMPOWERMENT SOCIETY Vol 4 No 2 (2021): August
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30741/eps.v4i2.701

Abstract

IISIP YAPIS Biak merupakan kampus terbesar di Biak dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 1000 mahasiswa yang sebagian besar berasal dari suku Biak. Namun, sebagian besar mahasiswa tersebut memiliki kemampuan bahasa Biak yang kurang sehingnga dapat menggiring kepada kondisi peralihan bahasa. Alasan kenapa penggunaan bahasa Biak menjadi kurang dari pada penggunaan bahasa Indonesia adalah kurang sadarnya orang tua sebagai transmitor bahasa dan mahasiswa sebagai generasi muda Biak terhadap pentingnya penggunaan bahasa daerah. Kedua pihak memiliki pamahaman yang kurang akan perannya untuk melestarikan budaya yang mana ditemukan penggunaan bahasa Biak yang kurang di lingkungan keluarga. Metode pelaksanaan terdiri dari observasi terkait masalah, pendataan mahasiswa asli Biak sebagai partisipan, dan menghimpun para mahasiswa Asli Biak untuk mengikuti kegiatan yang dilakukan via online karena alasan Covid-19. Teknik Penyampaian materi menggunakan teknik komunikasi persuasif. Setelah kegiatan ini, kesadaran akan penggunaan bahasa Biak menjadi lebih baik sehingga membangun motivasi dari mahasiswa untuk belajar bahasa daerahnya sendiri.
Komunikasi Interpersonal antara Bidan dan Ibu Hamil di Puskesmas Biak Kota Provinsi Papua Irna Deviana Dewi Safdyant; Hepi Hastuti; Jelita Purnamasari; Ismail Ibrahim
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v3i1.5511

Abstract

Interpersonal communication has an important role in creating good relationships between individuals. Interpersonal communication is used in the medical situation so that someone can talk openly about the conditions and problems they are experiencing. The aim of this research is to find out how interpersonal communication is between midwives and pregnant women at the Biak City Health Center, Papua Province. The method used is descriptive qualitative. The researcher conducted observations at the Biak City Community Health Center when pregnant women underwent pregnancy checks which was handled by midwives and interviews were conducted with 5 informants to complete the data. The 5 informants in this study consisted of 3 pregnant women and 2 midwives. The results of this study show that effective interpersonal communication between midwives and pregnant women is showed by the attitudes such as: (1) openness which makes the information conveyed well absorbed, (2) empathy which makes the midwife better understand the condition of pregnant women, (3) ) positiveness in which midwives always greet pregnant women in a friendly manner to create a comfortable atmosphere, (4) support is given to pregnant women by maintaining the emotional stability of pregnant women, and (5) equality where midwives always prioritize the rights of pregnant women as their patients
Penggunaan Media Online Aplikasi PLN Mobile dalam Memenuhi Informasi Listrik Prabayar PT. PLN (PERSERO) UP3 BIAK Bobby Kristianto yegrim; Hepi Hastuti
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 5 No 1 (2023): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong PT. PLN (Persero) untuk berinovasi dalam layanan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile, khususnya bagi pelanggan listrik prabayar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media online aplikasi PLN Mobile dalam memenuhi informasi listrik prabayar bagi pelanggan PT. PLN (Persero) UP3 Biak. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 9 informan (pelanggan listrik prabayar dan petugas PLN UP3 Biak), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori difusi inovasi Everett Rogers yang mencakup tahapan pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi PLN Mobile telah memberikan kemudahan dalam pemantauan saldo, pembelian token, pengaduan gangguan, serta akses informasi program-program PLN. Sebanyak 20.559 pelanggan listrik prabayar di wilayah UP3 Biak telah menggunakan aplikasi ini dengan nilai transaksi mencapai Rp1.786.315.522 pada periode Januari–April 2025. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan sosialisasi, ketergantungan pada koneksi internet yang tidak merata, serta gangguan teknis (bug) pada aplikasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa PLN Mobile efektif sebagai media online untuk memenuhi informasi listrik prabayar, tetapi diperlukan optimalisasi melalui peningkatan sosialisasi hingga ke daerah pelosok, perbaikan infrastruktur jaringan, serta pengembangan fitur yang lebih ramah pengguna.
Peran Komunikasi Masyarakat Adat dalam Pengembangan Minat Bahasa Daerah Pada Pemuda Gabriel Sawen; Hepi Hastuti
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 6 No 1 (2024): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi masyarakat adat dalam mengembangkan minat bahasa daerah pada pemuda di Kampung Manggonswan, Distrik Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori, Papua. Bahasa daerah Biak saat ini menghadapi ancaman kepunahan karena generasi muda lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam keseharian. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam terhadap tokoh adat, aparat kampung, seniman budaya, orang tua, dan pemuda, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi masyarakat adat memiliki peran strategis melalui pola komunikasi keluarga dan musyawarah, bentuk komunikasi dua arah dalam forum adat, norma komunikasi persuasif berbasis simbol budaya, kode verbal dan nonverbal seperti syair wor dan tari adat, serta komunikasi ritual dalam prosesi maskawin (iyakaker). Ketiga indikator utama yang memperkuat peran komunikasi tersebut adalah pewarisan nilai lintas generasi, pelibatan pemuda dalam kegiatan adat, dan adaptasi media digital sebagai sarana pelestarian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi masyarakat adat bukan hanya alat pertukaran informasi, tetapi juga medium pelestari, penggerak minat, dan pembentuk identitas bahasa daerah bagi pemuda. Revitalisasi peran tokoh adat dan keluarga sangat diperlukan agar bahasa daerah tetap hidup di tengah arus globalisasi.
Peran Komunikasi Orang Tua dalam Mencegah Kecanduan Gadget pada Anak Usia Dini Di Desa Anggraidi Norceni Vivia Swabra; Hepi Hastuti
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 7 No 2 (2025): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat telah membawa dampak signifikan terhadap pola asuh anak, terutama dalam penggunaan gadget pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi orang tua dalam mencegah kecanduan gadget pada anak usia dini di Desa Anggraidi, Kabupaten Biak Numfor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 10 informan (orang tua dan tenaga kesehatan), serta studi kepustakaan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Teori yang digunakan adalah enam gaya komunikasi dari Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss, yaitu controlling, equalitarian, structuring, dynamic, relinquishing, dan withdrawal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi equalitarian, structuring, dan dynamic lebih efektif dalam membentuk perilaku penggunaan gadget pada anak, sementara gaya relinquishing dan withdrawal justru meningkatkan risiko kecanduan. Hambatan utama adalah kesibukan orang tua dan pengaruh lingkungan sebaya. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi orang tua yang aktif, dua arah, dan terstruktur sangat penting untuk mencegah kecanduan gadget pada anak usia dini. Disarankan agar orang tua meningkatkan pendampingan, membatasi waktu penggunaan gadget, dan menjadi teladan yang baik.