Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UJI DAYA HAMBAT Propinobacterium acnes PADA PRODUK BIOTEKNOLOGI FARMASI SEDIAAN SABUN WAJAH KOMBUCHA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) Laela Febriana; R.F.X. Premihadi Putra; Firman Rezaldi; Susanti Erikania; Rina Nurmaulawati; Priyoto Priyoto
Jurnal Farmagazine Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v10i1.644

Abstract

Propinobacterium acnes merupakan salah satu bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya jerawat pada bagian wajah. Sabun wajah yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang secara positif berkolerasi dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat yaitu Propinobacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan sediaan sabun wajah yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40%. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium yaitu dengan cara menyiapkan sediaan sabun wajah yang telah beredar dipasaran sebagai kontrol positif, membuat basis sabun wajah tanpa zat aktif sebagai kontrol negatif, dan membuat basis sabun wajah yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40%. Metode difusi cakram merupakan salah satu cara untuk menghambat pertumbuhan bakteri Propinobacrterium acnes dari masing-masing sediaan sabun wajah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ANOVA satu jalur dan uji lanjut berupa analisis pos hoc. Hasil penelitian ini berdasarkan uji ANOVA satu jalur dengan masing-masing nilai p yang dihasilkan kurang dari 0,05 dan juga analisis pos hoc dapat disimpulkan bahwa sediaan sabun wajah yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang pada konsentrasi 40% berbeda nyata dengan konsentrasi 20% dan 30% sebagai antibakteri Propinobacterium acnes. Namun tidak berbeda nyata dengan kontrol positif. Konsentrasi 40% merupakan konsentrasi terbaik diantara dua perlakuan dan kedua pembanding baik kontrol positif maupun negatif dengan rata-rata diameter zona hambat yang dihasilkan adalah sebesar 15,60 mm dan masuk dalam kategori kuat.
Penyuluhan Antibiotik Sebagai Pencegahan Resistensi pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Nurhidayati Harun; Nia Kurniasih; Marlina Indriastuti; Susan Sintia Ramdhani; Annis Rahmawaty; Putri Salsabila Haerunisa; Rina Nurmaulawati
Jurnal Relawan dan Pengabdian Masyarakat REDI Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Yayasan REDI Tiga Monas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69773/33ee9v30

Abstract

The improper use of antibiotics is a major cause of antimicrobial resistance, a serious global health issue. Resistance occurs when bacteria become immune to drugs, making infections harder to treat. One of the main causes is a lack of public understanding regarding how to obtain, use, store, and dispose of antibiotics properly. Outpatients are particularly at risk as they often manage antibiotics independently at home, such as obtaining them without a prescription, stopping treatment prematurely, or saving leftover medication for future use without consulting a doctor. This educational session aimed to inform outpatients on proper antibiotic management to reduce resistance. Activities were conducted through interactive presentations and discussions at Pandega Hospital's outpatient department in Pangandaran. The results showed positive responses and enthusiasm from participants, who actively asked questions and engaged in discussions. Patients gained a clear understanding of the DAGUSIBU Antibiotics concept, including obtaining antibiotics with a prescription, using them as directed, storing them safely, and disposing of unused medication responsibly. This session successfully improved patients’ knowledge and awareness about proper antibiotic management, representing an essential step in preventing antimicrobial resistance. Its success can serve as a model for similar programs in other areas, supporting safer and more responsible antibiotic use.
Pengenalan Fungsi dan Tugas Apoteker Pada Siswa SD Islam Siti Hajar Kota Madiun Rina Nurmaulawati; Novi Ayuwardani; Vivi Rosalina
Jurnal Relawan dan Pengabdian Masyarakat REDI Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Yayasan REDI Tiga Monas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69773/v2brpe14

Abstract

 Inovasi di bidang pendidikan dapat berupa mengenalkan fungsi dan tugas tenaga kesehatan (apoteker) di dunia kerja kepada siswa Sekolah Dasar (SD). Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar tentang peran penting apoteker dalam sistem kesehatan, termasuk pengelolaan obat-obatan, pemberian informasi kesehatan, dan pelayanan pasien. Melalui metode pengajaran interaktif seperti demonstrasi, permainan edukatif, dan diskusi kelompok, siswa diajak untuk memahami bagaimana apoteker berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa tentang apoteker dan peran mereka, serta perubahan positif dalam sikap siswa terhadap profesi apoteker. Pengabdian masyarakat ini menyimpulkan bahwa pengenalan fungsi dan tugas apoteker sejak dini dapat menumbuhkan minat siswa terhadap bidang farmasi dan kesehatan, serta membentuk generasi yang lebih sadar akan pentingnya peran apoteker dalam menjaga kesehatan
Formulasi Sabun Mandi Padat Clical Berbahan Aktif Larutan Fermentasi Kombucha Bunga Telang (Clitoria Ternatea L) Ersaid Akbar; Diva Novita Sari; Elly Putri Nuraini; Dewanda Agil Perkasa Nurain; Rina Nurmaulawati
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.956

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L) adalah jenis tumbuhan obat yang mempunyai senyawa metabolit sekunder seperti, alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid, tanin. Tipe-tipe senyawa metabolit sekunder itu berguna untuk antibakteri. Kombucha bunga telang selain telah terbukti sebagai minuman probiotik dalam meningkatkan sistem imun berpotensi pula untuk dikembangkan sebagai bahan aktif kosmetik. Penelitian ini diharapkan dapat memberi pengetahuan bagaimana manfaat penambahan ekstrak kombucha bunga telang sebagai bahan tambahan yang mengandung senyawa antioksidan pada pembuatan sabun mandi padat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Penelitian dilakukan di tiga lokasi berbeda di kampus STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun dan dilaksanakan selama Juli-Oktober 2023. Penelitian ini mencakup proses pembuatan esktrak bunga telang, proses pembuatan larutan fermentasi kombucha bunga telang, dan proses pembuatan sabun mandi padat Clical berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang. Parameter uji yang akan dilakukan adalah uji pH, uji tinggi busa, uji stabilitas busa, dan uji organoleptik. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatakan hasil sebagai berikut, beraroma essence lavender, memiliki permukaan halus, tidak terlal keras, berwarna gradasi ungu/biru cerah, nilai pH rata-rata 10,06, rata-rata tinggi busa 11,2 cm, memiliki nilai rata-rata kestabilan busa sebesar 80.62%, kualitas sabun yang cukup baik dibuktikan dengan hasil uji organoleptik menggunakan uji hedonik, dan semua hasil penelitian yang didapat sesuai dengan SNI yang telah ditetapkan.
Manfaat Kefir Dan Yoghurt Sebagai Prospek Masa Depan Bahan Baku Kosmetik Antiaging Dan Ramah Lingkungan Firman Rezaldi; Jihan Nabilla; Rina Nurmaulawati; Novi Ayuwardani; Erni Suminar; Mohammad Zulkarnain; Chairul Anam Afgani; Roni Gumilar; Heny Sasmita; Ucu Wandi Somantri
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 6 No. 1 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penuaan kulit merupakan proses biologis kompleks yang melibatkan stres oksidatif, penurunan kolagen, peradangan kronis, dan peningkatan aktivitas enzim pemecah matriks seperti MMPs. Dalam upaya mencari bahan aktif alami yang efektif dan berkelanjutan untuk kosmetik anti-aging, produk fermentasi susu seperti kefir dan yoghurt mulai mendapat perhatian. Keduanya mengandung berbagai komponen bioaktif seperti probiotik, peptida, eksopolisakarida, asam organik, dan senyawa antioksidan yang dapat menurunkan stres oksidatif, meningkatkan sintesis kolagen, serta memperbaiki fungsi barrier kulit. Kajian literatur ini bertujuan menelaah mekanisme biologis kefir dan yoghurt dalam memperlambat penuaan kulit, mencakup aktivitas antioksidan, antiinflamasi, modulasi mikrobioma, dan stimulasi matriks dermis. Berdasarkan hasil telaah pustaka terbaru, kefir dan yoghurt terbukti berpotensi besar sebagai bahan aktif kosmetik anti-aging yang ramah lingkungan dengan keunggulan pada keberlanjutan proses fermentasi dan pemanfaatan limbah biomassa. Namun, dibutuhkan penelitian lanjut mengenai formulasi topikal terstandar dan uji klinis untuk memastikan efektivitas serta keamanan penggunaannya.