Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

RIWAYAT ANEMIA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA KETANDAN DAGANGAN MADIUN Widyaningrum, Dian Anisia; Romadhoni, Dhiyah Ayu
MEDICA MAJAPAHIT Vol 10, No 2 (2018): MEDICA MAJAPAHIT
Publisher : SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MAJAPAHIT MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anemia kehamilan merupakan  masalah kesehatan masyarakat yang sangat besar di dunia terutama bagi  wanita usia reproduksi (WUS). Anemia kehamilan sangat  berisiko terhadap bayi yang akan dilahirkan dan akan menyebabkan stunting pada balita. Hal ini dikarenakan asupan gizi yang didapatkan tidak mencukupi. Tujuan penelitian ni untuk mengetahui hubungan riwayat anemia kehamilan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ketandan Dagangan Madiun. Desain penelitian yaitu analitik dengan pendekatan case control study. Populasi penelitian yaitu seluruh balita di Desa Ketandan Dagangan Madiun sebanyak 287 balita. Teknik pengambilan sampel yang digunakan simple random sampling, dengan jumlah 82 balita, dengan 27 balita kasus dan 55 balita kontrol. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Chi Square dengan α= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan proporsi riwayat anemia kehamilan pada kelompok kasus adalah 18 (66,7%)  dan yang tidak menderita anemia adalah 9 (33%), Sedangkan nilai proporsi riwayat anemia kehamilan pada kelompok  kontrol adalah 17 (30,9%)  dan yang tidak menderita anemia adalah 38 (69,1%). Analisis Uji statistic dengan menggunakan uji chi square (ρ value= 0,005 < 0,05) dan OR 4,471 yang menunjukkan ada hubungan yang signifikan riwayat anemia kehamilan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ketandan Dagangan Madiun. Ibu hamil  yang menderita anemia memiliki resiko 4 kali terjadinya anak mengalami stunting dibandingkan dengan ibu yang tidak anemia. Menurut pembahasan diatas bahwa anemia masih sangat tinggi. Saran untuk ibu hamil di Desa Ketandan Dagangan Maadiun supaya mengkonsumsi tablet Fe saat hamil untuk mencegah terjadinya anemia dan stunting pada balita.Kata Kuci: Anemia, Stunting, Balita   Abstract Pregnancy anemia is a very big public health problem in the world especially for women of reproductive age (WUS). Pregnancy anemia is very risky for the baby to be born and will cause stunting in infants. This is because the intake of nutrients obtained is not sufficient. The purpose of this study was to determine the association of history of pregnancy anemia with stunting incident in infants in Desa Ketandan Dagangan Madiun. The research design used was analytical with case control study approach. The population in this research is all children under five in Desa Ketandan Dagangan Madiun as many as 287 children under five years old. The sampling technique used simple random sampling, with the number of samples of 54 balit, with 27 infant cases and 27 controlled toddlers. Data collection using observation sheets. Data analysis using Chi Square test with α = 0,05. The results of this study indicate that the proportion of pregnancy episode anemia was 18 (66,7%) and non anemic was 9 (33%), whereas the proportion of pregnancy control anemia was 9 (33,3%) and who did not have anemia is 18 (66,7%). The statistic test using chi square test (ρ value = 0,029 <0,05) and OR 4,000 indicated that there was a significant correlation between the history of pregnancy anemia and stunting incidence in under-five children in Desa Ketandan Dagangan Madiun. Pregnant women with anemia are at four times more likely to have stunting compared with non-anemic mothers. According to the above discussion anemia is very long. Suggestion for pregnant women in Ketandan Dagangan Madiun Village to consume Fe tablet during pregnancy to prevent the occurrence of anemia and stunting.Keywords: Anemia, Stunting, Toddler
Analisis Faktor Kecemasan Ibu Dalam Pendampingan Anak Belajar Di Rumah Shanti Rosmaharani; Dian Anisia Widyaningrum
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 6, No 4 (2021): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v6i4.11256

Abstract

Objective:   This study aims to determine the factors that influence maternal anxiety in assisting children to study at home / study from home. Methods:   The design of this study used a correlational analytic design with a "cross sectional" approach, with a population of 82 people, and a large sample of 42 respondents. The sampling technique of this research uses Non Probability Sampling: Purposive Sampling. The independent variables are maternal age, child age, education level, and occupation. While the dependent variable is maternal anxiety. Collecting data using an anxiety questionnaire using the ZRAS (Zung Self-Rating Anxiety Scale). The statistical test used  the logistic regression analysisResults: From the results of the logistic regression analysis, it was obtained education level data of 0.0.41 (<0.05) and the most dominant variable for the incidence of dementia in the elderly was a history of hypertension with p value = 0.031 (<0.05) and an OR value of 22.480 that work has a 22,480 times chance of causing anxiety in mothers .Conclusion:  The conclusion of this study is that the level of education and work are related to maternal anxiety. The most dominant factor affecting maternal anxiety is work which can lead to role conflict in mothers. This must be controlled with good emotional management and time management.
Sosialisasi Persiapan Menghadapi Menarche dan Pencegahan Dismenorhea di SDN Purworejo 3 Cintika Yorinda Sebtalesy; Dian Anisia Widyaningrum2
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): JANUARI 2022
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.885 KB) | DOI: 10.55983/empjcs.v1i1.42

Abstract

School children are children who are at school age between 6-12 years. At this age, a healthy child will experience normal and reasonable growth and development, which is according to the standard of physical growth of children in general and has the ability according to the standard of ability of his age. During this time, children will experience a lot of development and growth in finding their identity and identity. Various psychological, physical (puberty) and social environmental changes will occur. Community service activities were carried out in February 2020. The activity was attended by 20 grade I students at SDN 03 Purworejo. The implementation of community service activities used is the dissemination of reproductive health as a preparation for facing menarche. The method used is the lecture method, question and answer method and games / quizzes. The result of this community service activity is the awareness of students to participate in socialization activities regarding reproductive health in preparation for facing menarche. Some of the supporting factors for these activities include: 1. The participants have a great willingness to get information and knowledge about socialization regarding reproductive health in preparation for facing menarche, 2. This health education activity is strongly supported by the school, both directly and indirectly participating actively in the implementation of health education regarding the dissemination of reproductive health in preparation for menarche. Constraints faced in the implementation of this health education are limitations in supporting facilities for making presentations including no image/slide display from the LCD projector due to time constraints and conditions. , and community service outcomes and implications.
PENINGKATAN PENGETAHUAN BAHAYA MEROKOK KEPADA REMAJA MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE PEER GROUP Adhin Al Kasanah; Dian Anisia Widyaningrum
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 2 (2021): Volume IV, Nomor 2, Juli 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungannya. Salah satu perilaku tidak sehat yang paling banyak terjadi pada remaja adalah merokok. Remaja dengan kebiasaan merokok memiliki resiko penurunan dalam pencapaian akademik, masalah kesehatan dan beresiko mencoba hal-hal negatif yang dapat memberikan kenikmatan seperti alkohol, narkoba, psikotropika dan zat-zat adiktif lainnya. Salah satu metode yang efektif untuk peningkatan pengetahuan di kalangan remaja adalah peer education. Pembelajaran peer education/peer group learning dibuat dalam satu kelompok belajarnya sehingga siswa akan terus termotivasi untukberinteraksi dari awal sampai akhir kegiatan. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa remaja mengenai bahaya merokok melalui metode peer education. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan target sasaran. Luaran yang diharapkan dalam pengabdian masyarakat ini dapat tercapai yaitu dengan indikator meningkatnya tingkat pengetahuan remaja mengenai bahaya merokok
Pemberdayaan Siswa dalam Melawan Pandemi COVID-19 dengan Meningkatkan Imunitas Fisik di SMK Ar-Rohman Tegalrejo Kabupaten Magetan Dian Anisia Widyaningrum; Aris Hartono; Bagas Wahyu Setiawan
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1: Januari 2021
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.286 KB) | DOI: 10.47575/apma.v1i1.227

Abstract

Pandemi COVID-19 saat ini telah menjadi perhatian di dunia termasuk di Indonesia. Dimana pandemi COVID-19 merupakan bencana non alam yang dapat memberikan dampak pada kondisi kesehatan fisik dan jiwa setiap orang. Dengan adanya kondisi new normal, maka masyarakat termasuk siswa yang bersekolah sudah dapat beraktifitas kembali. Upaya pencegahan penyebaran infeksi dapat dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan dengan 5M seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas, dan menjauhi kerumunan. Selain itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona adalah dengan meningkatkan dan menjaga daya tahan (imunitas) tubuh. Menjaga imunitas atau daya tahan tubuh merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari infeksi virus dan penyakit termasuk Covid-19. Namun demikian terbatasnya informasi khususnya dalam menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, maka diperlukan sosialisasi pada siswa akan pentingnya imunitas tubuh di masa pandemi ini. Tujuan pengadian masayarakat ini adalah untuk pemberdayaan siswa dalam meningkatan imunitas fisik di sekolah. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksaanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan diberikan edukasi tentang cara meningkatkan imunitas fisik dalam melawan pandemi COVID-19. Hasil pengabdian masyarakat, siswa telah memperoleh pengetahuan yang baik tentang cara meningkatkan imunitas fisik selama pandemi COVID-19. Promosi kesehataan untuk meningkatkan imunitas fisik siswa sekolah direkomendasikan untuk dilakukan sebagai bentuk kerjasama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kebudayaan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan di sekolah.
DETEKSI DINI DAN EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN OBESITAS DI MASA PANDEMI PADA MASYARAKAT DESA KUWON KECAMATAN KARAS KABUPATEN MAGETAN Dian Anisia Widyaningrum; Fitria Yuliana
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 2 (2021): Volume IV, Nomor 2, Juli 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak dari stay at home untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 mengharuskan masyarakat (pekerja maupun pelajar) untuk melakukan kegiatan di rumah saja dari belajar, bekerja, beribadah dan lain sebagainya. Dengan kondisi tersebut membuat orang menjadi tidak bisa mengontrol pola makan. Jika tidak diiringi asupan makanan yang seimbang an aktivitas fisik yang cukup maka hal ini dapat meningkatkan obesitas. Obesitas dan overweight merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes melitus, arthritis, empedu, gangguan fungsi pernafasan dan berbagai gangguan kulit. Namun demikian terbatasnya informasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19, maka diperlukan sosialisasi bagi masyarakat tentang pencegahan obesitas. Tujuan pengadian masayarakat ini adalah untuk deteksi dini dan edukasi tentang pencegahan obesitas di masa pandemi pada masyarakat. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksaanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pemeriksaan kadar lemak tubuh dan pemberian edukasi tentang cara pencegahan obesitas selama masa pandemi Covid-19. Hasil pengabdian masyarakat, masyarakat telah memperoleh pengetahuan yang baik tentang cara mencegah obesitas selama masa pandemi dengan melakukan diet gizi seimbang dan aktivitas fisik. Edukasi kesehataan untuk masyarakat dalam rangka pencegahan obesitas direkomendasikan untuk dapat dilakukan pada semua kelompok umur, tidak hanya pada usia dewasa tapi juga anak, ibu hamil, dan kelompok lansia dengan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan pemerintah setempat
PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI DESA BALEREJO KABUPATEN MADIUN Priyoto Ns; Dian Anisia Widyaningrum
Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan, Volume XIII, Nomor 1, Januari 2020
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.789 KB)

Abstract

Peningkatan prevalensi penyakit Diabetes Melitus tipe 2 pada negara maju maupun negara berkembang sehingga menjadi masalah kesehatan atau penyakit global pada masyarakat.Oleh karena itu Diabetes Melitus tipe 2 dapat dicegah dengan olahraga rutin, hidup sehat dan teratur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap perubahan kadar gula darah pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 30 lansia penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Sampel dalam penelitian ini adalah semua lansia yang menderita diabetes mellitus tipe 2 di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun sebanyak 30 lansia. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi sebelum dan sesudah diberikan senam kaki. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon dengan α 0,05. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perubahan pada kadar gula darah sebelum dan sesudah diberikan senam kaki dengan mean sebelum diberikan senam kaki adalah 182,80 mg/dl sedangkan mean sesudah diberikan senam kaki adalah 143,13 mg/dl. Hasil analisa Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi P value = 0,000 < α = 0,05 artinya ada pengaruh senam kaki terhadap perubahan kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe 2 Desa Balerejo Kabupaten Madiun. Dari hasil penelitian senam kaki dapat mempengaruhi penurunan kadar gula darah, selain itu usia responden juga dapat mempengaruhi seberapa sering melakukan aktifitas fisik olahraga seperti senam setiap minggu
EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN HALUSINASI Dian Anisia Widyaningrum; Tri Wulandari
Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Keperawatan, Volume XII, Nomor 2, Juli 2019
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.569 KB)

Abstract

Hasil analisis dari WHO, sekitar 450 juta orang menderita gangguan jiwa termasuk skizofrenia. Dimana tanda gejalanya adalah halusinasi dan waham. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa, dimana klien tidak mampu berkomunikasi, memecahkan masalah, merawat dirinya sendiri, sikap curiga dan bermusuhan. Keluarga berperan penting dalam mendukung merawat pasien dengan halusinasi dalam mencegah kekambuhan dan mempercepat proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam merawat pasien halusinasi. Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperimen dengan rancangan one group pre-post test design. Sampel penelitian berjumlah 18 keluarga, dengan teknik sampling Proportional stratified random sampling dan alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Statistik Wilcoxon. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon diperoleh value = = 0.000. Karena nilai value < 0.05 maka Ha diterima, berarti ada pengaruh yang signifikan antara pemberian edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam merawat pasien halusinasi di Wilayah kerja Puskesmas Geger Kabupaten Madiun. Diharapkan keluarga tidak hanya memiliki pengetahuan tentang perawatan halusinasi tapi juga mampu mengaplikasikannya dan petugas kesehatan memberikan dukungan dan tetap mendampingi keluarga untuk merawat pasien halusinasi
EFEKTIFITAS STREACHING WILLIAM TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBONSARI KABUPATEN MADIUN Ns Priyoto; Dian Anisia Widyaningrum
Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Keperawatan, Volume XII, Nomor 2, Juli 2019
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.062 KB)

Abstract

Peningkatan prevalensi penyakit Diabetes Melitus pada negara maju maupun negara berkembang menjadi masalah kesehatan atau penyakit global pada masyarakat. Oleh karena itu Diabetes Melitus dapat dicegah dengan olahraga rutin, hidup sehat dan teratur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Streaching Williams terhadap perubahan kadar gula darah pada lansia penderita diabetes melitus di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan one group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 30 lansia penderita Diabetes Melitus di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Sampel dalam penelitian ini adalah semua lansia yang menderita diabetes mellitus di Posyandu Mawar Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun sebanyak 30 lansia. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling.Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi sebelum dan sesudah diberikan Streaching Williams. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon dengan α : 0,05. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perubahan pada kadar gula darah sebelum dan sesudah diberikan Streaching Williams dengan mean sebelum diberikan Streaching Williams adalah 182,80 mg/dl sedangkan mean sesudah diberikan Streaching Williams adalah 143,13 mg/dl. Hasil analisa Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi P value = 0,000 < α = 0,05 artinya ada pengaruh Streaching Williams terhadap perubahan kadar gula darah penderita diabetes mellitus di Desa Balerejo Kabupaten Madiun. Dari hasil penelitian Streaching Williams dapat mempengaruhi penurunan kadar gula darah, selain itu usia responden juga dapat mempengaruhi seberapa sering melakukan aktifitas fisik olahraga seperti senam setiap minggu
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) Dian Anisia Widyaningrum; Dwi Intan Permata Sari
Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan, Volume XI, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.78 KB)

Abstract

Remaja putri yang mengalami premenstrual syndrome biasanya akan menimbulkan gejala salah satunya kecemasan. Kecemasan yang dialami akan mengganguremaja dalam melakukan aktivitas sehari-hari.Untuk mengurangi kecemasan dibutuhkan suatu cara salah satunya menggunakan teknik relaksasi otot progresif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap perubahan tingkat kecemasan menghadapi premenstrual syndrome (PMS) pada siswi kelas 7 di SMPN 1 Bendo Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan desain Pra-Eksperimen, dengan menggunakan pendekatan One Group Pra-Post test design.Sampel penelitian ini adalah siswi yang mengalami kecemasan menghadapi premenstrual syndrome (PMS) sebanyak 15 responden yang diambil dengan menggunakan metode Purposive Sampling, uji yang digunakan yaitu Uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan sebelum dilakukan intervensi paling banyak dalam kategori cemas sedang yaitu 60,0% sedangkan sesudah dilakukan intervensi paling banyak dalam kategori cemas ringan yaitu 53,3%. Berdasarkan dari hasil uji statistik didapatkan ρ value 0,001< 0,05, ini menunjukkan bahwa ada Pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap perubahan tingkat kecemasan menghadapi premenstrual syndrome (PMS) pada siswi kelas 7 di SMPN 1 Bendo Kabupaten Magetan. Dari hasil penelitian ini diharapkan pemberian teknik relaksasi otot progresif dapat dijadikan sebagai salah satu cara alternatif untuk mengurangi tingkat kecemasan pada siswi saat menghadapi premenstrual syndrome (PMS)