Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Improving Higher Order Thinking Skills through Project-based Learning in Primary Schools Takiddin, Takiddin; Jalal, Fasli; Neolaka, Amos
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 1 2020
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v7i1.14052

Abstract

AbstractThis study aims to determine the effects of Project-Based Learning development in social studies to improve students’ higher-order thinking skills in the fifth grade, from Al Mursyidiyyah Islamic primary school in Kota Tangerang Selatan. The method used in this research is the research and development (R&D) and quasi-experimental method. Research and development (R&D) is used to develop Project Based Learning to improve students’ higher-order thinking skills in the fifth grade of Islamic primary school. The quasi-experimental method is used to find the difference of students' higher-order thinking skills improvement using project-based learning models in social studies against students who get learning with conventional learning models. Data collection techniques in this study used to test and observation instruments. Thus, this study finds that project-based learning in social studies improves students’ higher-order thinking skills. The novelty of this research is the development of project-based learning in social studies can improve the higher-order thinking skills of Islamic Primary School students.   AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning terhadap peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al Mursyidiyyah Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D) dan metode kuasi eksperimen. Metode R&D digunakan untuk mengembangkan project based learning dalam IPS untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dan metode kuasi eksperimen digunakan untuk mengetahui perbandingan peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dalam pembelajaran IPS yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen Nonequivalent Control Group Pretest-posttest Design dimana kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes dan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasisis proyek dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Novelti penelitian ini adalah pengembangan pembelajaran berbasisis proyek dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. How to Cite: Takiddin, Jalal, F., Neolaka, A. (2020).  Improving Higher Order Thinking Skills through Project-based Learning in Primary Schools. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7 (1), 16-28. doi:10.15408/tjems.v7i1.14052. 
PENERAPAN LITERASI MEMBACA BERBASIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN BACAAN SISWA Yulianti, Nidha; Takiddin, Takiddin
Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2024): Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Faculty of Educational Sciences,Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/elementar.v4i1.33616

Abstract

The purpose of this study was to determine the application of reading literacy to improve students' reading comprehension skills in class III Indonesian at SD Muhammadiyah 12 Setiabudi Pamulang. This type of research is classroom action research (CAR), with two cycles. The instruments used to test students' reading comprehension skills used observation sheets and test questions. The subjects in this study were 33 class III students at SD Muhammadiyah 12 Setiabudi Pamulang. The data analysis technique used is descriptive statistics with percentages. Based on the results of research and discussion, it is known that the results of completeness in the pre-cycle are 72%, and completeness in cycle I is 76%, and completeness in cycle II is 84%. Based on these results it can be concluded that there is an increase in students' reading comprehension skills in Indonesian subjects by applying reading literacy.
Pemanfaatan Media Sosial Dikalangan Mahasiswa PGMI Nur Elisa Addina; Nida Murwandini; Anis Fatkhulilah; Takiddin, Takiddin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) memanfaatkan media sosial serta efek yang ditimbulkannya, baik yang positif maupun negatif, terhadap proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan deskriptif, dan teknik pengumpulan datanya meliputi observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan survei menggunakan Google Form. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa mahasiswa PGMI secara aktif memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, TikTok, dan Instagram untuk mendukung kegiatan akademik mereka, termasuk dalam hal diskusi kelompok, berbagi materi pendidikan, dan mengakses sumber belajar. Media sosial dianggap sangat membantu dalam mendapatkan informasi, menjalin koneksi, serta meningkatkan kreativitas para mahasiswa. Walaupun demikian, terdapat pula beberapa dampak negatif seperti gangguan pada konsentrasi belajar, kecanduan, penyebaran informasi palsu, serta berkurangnya motivasi dan disiplin akademik. Berdasarkan hasil yang ditemukan, penelitian ini merekomendasikan agar penggunaan media sosial dilakukan secara bijak, misalnya dengan membatasi waktu pemakaian, mengikuti akun-akun yang bersifat edukatif, serta menggunakan media sosial sebagai alat untuk pengembangan diri dan komunitas pembelajaran. Penggunaan media sosial secara maksimal dapat mendukung pengembangan kompetensi calon guru yang adaptif, kritis, dan paham teknologi.