Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peranan Lingkungan Sosial Terhadap Pembentukan Sikap Peduli Lingkungan Peserta Didik Di MAS Al-Islam Petala Bumi Muslim Muslim; Almegi Almegi; Alfiah Alfiah; Akmal Akmal; Hutri Rizki Amelia
EL-JUGHRAFIYAH Vol 1, No 1 (2021): El-Jugrafiyah : August, 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.884 KB) | DOI: 10.24014/jej.v1i1.14042

Abstract

Peranan lingkungan sosial memiliki peranan penting terhadap pembentukan sikap peduli lingkungan peserta didik. Adapun lingkungan sosial yaitu lingkungan keluarga, madrasah  masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan lingkungan keluarga, madrasah , dan masyarakat terhadap pembentukan sikap peduli lingkungan peserta didik di MAS AL ISLAM Penelitian ini menggunakan  metode penelitian survey. Sampel penelitian berjumlah 100 peserta didik. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner,  studi  literatur,  dan  studi  dokumentasi.  Analisis  data  menggunakan  analisis regresi linear ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan keluarga, madrasah, dan masyarakat memberikan peranan yang berarti dan lingkungan masyarakat yang berperan paling tinggi terhadap pembentukan sikap peduli lingkungan peserta didik
Sebaran Spasial Titik Panas (Hotspot) Berdasarkan Penutupan Lahan di Kabupaten Pesisir Selatan Almegi Almegi; Syafaruddin _; Akmal Akmal; Alfiah Alfiah; Nelvawita Nelvawita; Yulia Novita
EL-JUGHRAFIYAH Vol 2, No 1 (2022): El-Jughrafiyah : February, 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.119 KB) | DOI: 10.24014/jej.v2i1.16329

Abstract

Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatera Barat. Rata-rata areal yang terbakar tiap tahunnya dalam rentang tahun 2019-2021 adalah 1.002,7 ha. Tingginya angka kebakaran hutan dan lahan tersebut berbanding lurus dengan titik panas yang terpantau dalam jumlah besar tiap tahunnya. Tujuan tulisan ini adalah untuk melihat sebaran titik panas secara keruangan pada berbagai kelas penutup lahan di Kabupaten Pesisir Selatan sebagai indikasi awal wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan. Data yang digunakan adalah data titik panas hasil interpretasi citra satelit NOAA20 tahun 2019-2021 yang bersumber dari dari laman resmi Kementerian Lingkugan Hidup dan Kehutanan https://sipongi.menlhk.go.id/ dan data penutup lahan hasil intrepretasi citra landsat 8 tahun 2020. Analisis spasial menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG) berupa tumpang susun peta (superimpose) digunakan untuk melihat sebaran titik panas secara spasial berdasarkan kelas penutup lahan. Hasil analisis menunjukkan areal berpotensi tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan adalah pada jenis penutup lahan berupa perkebunan dengan jumlah titik panas mencapai 82 titik kejadian (24,48%) dan pertanian lahan kering sekunder dengan 69 titik panas (20,60%). Secara keruangan wilayah di bagian selatan, yaitu Kec. Lunang Silaut, Kec. Basa IV Balai Tapan dan Kec. Pancung Soal merupakan wilayah rentan tinggi kebakaran hutan dan lahan karena areal perkebunan terkonsentrasi di wilayah ini dan titik panas pada areal pertanian lahan kering sebagian besar yaitu, 58 titik panas (84,06%) berbatasan atau berdekatan dengan perkebunan.
Hubungan Adiwiyata dengan Sikap Peduli Lingkungan Siswa pada Materi Pengelolaan Sumber Daya Alam di Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang Alfiah Alfiah; Nuranggraini Syafitri; roswati roswati; Muslim Muslim; Akmal Akmal
EL-JUGHRAFIYAH Vol 2, No 2 (2022): El-Jughrafiyah : August, 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v2i2.18729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan adiwiyata dengan sikap peduli lingkungan siswa pada materi pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sikap peduli lingkungan siswa seperti siswa tidak memisahkan sampah organik dan anorganik, tidak menjaga kebersihan kelas, membuang dan membiarkan sampah di dalam kelas, serta kurangnya tanaman obat sebagai apotik hidup padahal sebelumnya sudah adanya penerapan adiwiyata di lingkungan pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IIS. Sedangkan objek dari penelitian ini adalah hubungan adiwiyata dan sikap peduli lingkungan siswa, dengan populasi penelitian berjumlah 60 siswa sedangkan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling seluruh kelas XI yaitu 60 siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi, angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif menggunakan rumus korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sigifikan antara adiwiyata dengan sikap peduli lingkungan siswa, hal ini ditunjukkan dari uji hipotesis yaitu nilai rhitung lebih besar dibandingkan dengan rtabel pada taraf signifikan 1% (0,734>0,330) maupun taraf signifikan 5% (0,734>0,254). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa besarnya kontribusi antara adiwiyata dan sikap peduli lingkungan siswa mencapai 53,8% sedangkan 46,2% dapat dipengaruhi variabel lain seperti faktor internal ataupun faktor eksternal
Analisis Penggunaan Dialek Bahasa Melayu Indragiri Hilir dalam Cerita Rakyat Lang Buana Fauziah Fauziah; Fitri Yuliani; Jery Vanditama; Latifah Syaharani; Akmal Akmal
Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakStudi ini berfokus pada analisis penggunaan dialek Bahasa Melayu Indragiri Hilir dalam cerita rakyat "Lang Buana". Dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mencoba untuk memahami dan menjelaskan fenomena kebahasaan dalam konteks sosial dan budaya masyarakat Indragiri Hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialek Bahasa Melayu Indragiri Hilir berfungsi sebagai identitas dan media untuk melestarikan serta mengimplementasikan dialek dan budaya lokal kepada generasi muda. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Dialek Bahasa Melayu Indragiri Hilir tidak hanya berperan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya dan sejarah. Penelitian ini berharap dapat memberikan kontribusi pada pelestarian dan pengembangan Bahasa Melayu dan dialek-dialeknya. Kata Kunci: dialek, bahasa Melayu, cerita rakyat AbstractThis study focuses on analyzing the use of the Indragiri Hilir Malay dialect in the folktale "Lang Buana". Using qualitative descriptive methods, this research tries to understand and explain linguistic phenomena in the social and cultural context of the Indragiri Hilir community. The research results show that the Indragiri Hilir Malay dialect functions as an identity and media to preserve and implement local dialects and culture to the younger generation. Based on research that has been conducted, the Indragiri Hilir Malay Dialect not only acts as a communication tool, but also as a symbol of cultural and historical identity. This research hopes to contribute to the preservation and development of the Malay language and its dialects. Keywords: Malay Dialects, Folklore
Peran Cerita Bergambar dalam Mengasah Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini: Perspektif Kajian Cerita Anak Fitri Andriani; Herlinda Herlinda; Nursalim Nursalim; Akmal Akmal; Vera Sardila
Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa Vol. 3 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Penelitian Mahasiswa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/populer.v3i4.2823

Abstract

This article aims to examine the role of picture books in enhancing language skills in early childhood from the perspective of children's literature studies. Picture books are considered an effective medium in supporting children's language development because they combine visual and narrative elements that enrich the child's learning experience. Through picture books, children can not only develop vocabulary but also understand language structure, improve listening and speaking skills, and stimulate their imagination. This indicates that engaging and educational picture books can enhance children's language skills, particularly in word recognition, sentence development, and storytelling abilities. Therefore, picture books are a highly beneficial tool in improving language skills in early childhood and should be considered in early childhood education curricula.