Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Konsentrasi Carbopol terhadap Stabilitas Fisik Sediaan Gel Ekstrak Etanol Kulit Buah Alpukat Heru Indra Purwa Atmaja; Nita Fajaryanti; Esti Mediastini; Heru Dwi Purnomo
Jurnal Farmasetis Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Farmasetis: Agustus 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.085 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah, kekayaan alam ini ditandai dengan banyaknya jenis tanaman yang dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Alpukat merupakan salah satu tanaman obat yang dikenal berkhasiat sebagai antibakteri karena kandungan senyawa antibakteri seperti saponin, alkaloid dan flavonoid. Ekstrak kulit buah alpukat (persea americana Mill) diperoleh dengan mengekstraksi kulit buah alpukat menggunakan metode maserasi. Ekstrak tersebut diformulasikan menjadi sediaan gel dengan perbedaan konsentrasi basis gel carbopol. Penggunaan konsentrasi carbopol yang berbeda bertujuan untuk mengetahui kosentrasi basis carbopol yang paling stabil dalam sediaan gel ekstrak etanol kulit buah alpukat. Pengujian stabilitas fisik yang dilakukan meliputi organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, daya proteksi, dan pH pada penyimpanan suhu 25 - 30°C selama 4 minggu. Hasil penelitian stabilitas fisik sediaan gel pada penyimpanan suhu 25 - 30°C selama 4 minggu menunjukkan hasil yang stabil untuk pengujian organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, daya proteksi, pH, dan viskositas pada konsentrasi carbopol 1%.
Menghadapi Batuk dan Pilek Secara Bijak: Peran Kebersihan Tubuh, Peningkatan Imunitas Tubuh Nabilla Andasari Putri; Hogi Noni Saputro; Nita Fajaryanti; Ferina Damayanti; Megananda Ristya Putri
Jurnal Entitas Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jepm.v2i1.80

Abstract

Minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan serta penanganan batuk dan pilek dengan cara yang benar dapat mengakibatkan penyebaran penyakit yang cepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan sederhana, seperti menjaga kebersihan diri dan meningkatkan sistem imun, yang sebenarnya sangat penting dalam menekan risiko penularan dan mempercepat proses penyembuhan. Edukasi yang diberikan meliputi cara yang bijak dalam menangani batuk pilek, definisi batuk pilek, gejala, penyebab, serta cara pencegahan. Proses kegiatan pengabdian terdiri dari perizinan, pelaksanaan, dan pelaporan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan, terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta yang hadir dengan persentase untuk setiap pertanyaan sebesar 100%, 100%, 100%, 100%, 100%, 100%, 100%, 100%, 100%, dan 70%. Implikasi dari hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat dan preventif.
Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) Sediaan Lip Balm Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Secara In Vitro Nine Monthy Rizkanaya; Nita Fajaryanti; Tri Nur Azizah
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i2.79

Abstract

Letak geografis Indonesia di kawasan tropis menjadikan paparan sinar matahari sebagai salah satu risiko kesehatan kulit yang perlu diantisipasi secara serius. Radiasi ultraviolet (UV) terbagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan panjang gelombang: UV-A (320–400 nm), UV-B (290–320 nm), dan UV-C (200–290 nm). Di antara ketiganya, UV-A dan UV-B merupakan komponen yang berhasil menembus lapisan atmosfer dan memengaruhi kondisi kulit serta bibir manusia. Bibir sebagai bagian wajah yang rentan terhadap kelembapan dan paparan lingkungan membutuhkan perlindungan khusus melalui produk topikal yang mengandung agen pelindung UV sekaligus antioksidan. Penelitian ini dirancang untuk mengkaji nilai SPF serta kapasitas antioksidan sediaan lip balm berbasis ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Ekstraksi simplisia dilakukan melalui metode maserasi, dilanjutkan dengan evaluasi mutu fisik sediaan lip balm, pengukuran SPF secara in vitro menggunakan formula Mansur dengan spektrofotometri UV-Vis, serta penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Nilai SPF formula F1 (1%), F2 (2%), dan F3 (3%) berturut-turut adalah 7,49; 7,51; dan 7,56, seluruhnya tergolong dalam kategori proteksi ekstra. Kapasitas antioksidan ekstrak kulit buah naga merah memperlihatkan nilai IC50 rata-rata sebesar 46,28 µg/mL, yang masuk dalam klasifikasi antioksidan sangat kuat. Temuan ini membuktikan bahwa limbah kulit buah naga merah dapat dikembangkan sebagai komponen aktif dalam formulasi kosmetik pelindung bibir dengan profil perlindungan UV dan antioksidan yang unggul.