Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Cost-effectiveness of esomeprazole and pantoprazole as prophylaxis stress-related mucosal disease therapy in Intensive Care Unit Ferina Damayanti; Endang Darmawan; Setiawan Didik
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High risk of bleeding in a patient with a critical condition in an Intensive Care Unit (ICU) resulting requirement use needs prophylaxis for decrease bleeding incident during ICU is entirely accurate. This research is to determine the cost and effectiveness of esomeprazole and pantoprazole as Stress Related Mucosal Disease (SRMD) in the hospital ICU in Surakarta. This research is a retrospective cohort study. The subject is about all inpatients in ICU with the age of 18 to 65 who get esomeprazole and pantoprazole as stress ulcers prophylaxis during December 2016 – December 2018 that meets the criteria inclusion and exclusion criteria. Subjects on this research are 166 patients, where each group esomeprazole therapy (83 patients) and pantoprazole (83 patients). The effectiveness of treatment was observed based on the minor and major bleeding. Furthermore, the cost of therapy is calculated based on the total price paid by the patient for prophylaxis therapy on SRMD and treatment bleeding SRMD that count as Incremental cost-effectiveness ratio (ICER) value. The research result shows that no real difference between patients treated with esomeprazole (88%) and pantoprazole (80,7%) as prophylaxis therapy SRMD (p = 0.286). The use of esomeprazole can save money by IDR 13,456,368.00 (ICER) compared to pantoprazole for each cost reduction in the event of bleeding.
Hubungan Kualitas Hidup dengan Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Diabetic Foot Damayanti, Ferina; Rosa, Elvira
Jurnal Farmasetis Vol 13 No 4 (2024): Jurnal Farmasetis: November 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v13i4.3573

Abstract

Penyakit kronis bersifat menetap yang mengakibatkan ketidakmampuan pada penderitanya, oleh karena itu penderita perlu melakukan perawatan dalam periode waktu yang lama. Salah satu penyakit kronis yang diperkirakan meningkat 2 kali lipat pada tahun 2030 dengan jumlah sebanyak 366 juta adalah penderita diabetes mellitus. Kepatuhan merupakan komponen penting dalam pengobatan terapi jangka panjang pada penyakit kronis, penggunaan obat secara teratur dan sesuai indikasi sangatlah berpengaruh terhadap keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas hidup dengan kepatuhan penggunaan obat pada pasien diabetic foot. Dengan desain  penelitian  observasional deskriptif. Pemilihan subyek penelitian menggunakan populasi pasien dengan diagnosa diabetic foot. Pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu sebanyak 35 responden memenuhi kriteria  inklusi.  Analisa data statistik meliputi analisa univariat dan bivariat. Dari hasil yang didapatkan bahwa kualitas hidup pasien dikatakan sangat baik 49%, baik 37% serta buruk 14%. Pada penelitian ini dinyatakan adanya hubungan antara kepatuhan penggunaan obat dengan kualitas hidup pasien  diabetic foot (R<0,05).
IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPS) PADA PENGOBATAN DIARE TERHADAP PASIEN ANAK Damayanti, Ferina; Septiyana, Ria
SAINS INDONESIANA Vol. 2 No. 6 (2024): Vol. 2, No. 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan pengobatan adalah peristiwa yang dapat dihindari yang mengarah pada atau mengakibatkan penggunaan obat yang tidak tepat selama pengobatan dan membahayakan pasien. Drug Related Problems (DRPs) adalah kondisi yang terkait dengan terapi obat yang sebenarnya atau berpotensi mengganggu hasil kesehatan klinis yang diinginkan. Drug Related Problems (DRP) sangat umum terjadi pada pasien rawat inap. DRP dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup pasien, lamanya rawat inap di rumah sakit, peningkatan biaya pengobatan, bahkan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Pemberian terapi dengan obat diare ditujukan untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidup pasien. Hal ini dilakukan dengan mengobati pasien, mengurangi atau menghilangkan gejala penyakit, menghentikan atau memperlambat perkembangan penyakit, serta mencegah penyakit dan gejalanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran atau penjelasan objektif mengenai keadaan. Pengumpulan data akan bersifat retrospektif, dengan peneliti meninjau informasi dan mengumpulkan data yang ada. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, 30 DRP terjadi dalam 100 rekam medis. Dari DRP yang ditemukan, 10 (33%) merupakan interaksi obat, 9 (30%) merupakan obat tanpa indikasi, 6 (20%) merupakan overdosis obat, dan 5 (17%) merupakan interaksi obat karena penurunan berat badan. dosis. Karakteristik proporsi penderita diare anak di ruang rawat inap RS X pada bulan Januari sampai Juni 2024 adalah 59% laki-laki dan 41% perempuan.
Edukasi Penyakit Tuberkulosis Paru pada Mahasiswa Vokasi Dilihat dari Aspek Pemeriksaan Radiologi dan Pengobatannya Utami, Rose Malinda Andamari Wahyu; Utami, Lucky Restyanti Wahyu; Utomo, Slamet; Damayanti, Ferina
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i1.12348

Abstract

The aim of the education carried out for vocational students at Widya Husada University Semarang is to increase understanding regarding radiological examinations which are used to diagnose pulmonary tuberculosis and the treatment efforts that can be given to sufferers. Based on the data obtained, it is known that the level of understanding of vocational students regarding radiological examinations carried out before and after treatment for pulmonary tuberculosis has a percentage of 84% and the level of understanding regarding treatment of pulmonary tuberculosis which must be started from the beginning in patients who forget to take medication has a percentage of 100%.
Analysis Adherence Of Hypertension Controlling Blood Pressure In Patients At Puskesmas Pegandon Ferina Damayanti; Ria Septiyana; Megananda Ristya Putri
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 2 No. 6 (2024): IJHET MARCH 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v2i6.197

Abstract

Hypertension is persistent blood pressure where systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic blood pressure ≥90 mmHg. Obedience comes from the rude word obey which means discipline and obedience. The purpose of this research is to determine the relationship between compliance of hypertensive patients in controlling blood pressure in patients at the Brangsong I Health Center. This type of research is quantitative research with a cross sectional approach. Measurement of the level of relationship with compliance using the chi square statistical test with α = 0.05. The relationship between medication adherence rates using the Morisky Medication Adherance Scale (MMAS-8) questionnaire. Based on the results of measuring the level of compliance from 50 respondents, there were 36 respondents (72%) had a level of compliance, 14 respondents (28%) had a level of compliance that was less compliant. The relationship between blood pressure control from 50 respondents was 14 respondents (28%) had mild blood pressure, 25 respondents (50%) had moderate blood pressure while 11 respondents (22%) had severe blood pressure. The relationship between adherence to taking medication in controlling the blood pressure of patients at the Brangsong I Health Center is the relationship between adherence to taking medication and blood pressure. There is a relationship between compliance of hypertensive patients in controlling blood pressure in patients at Brangsong I Health Center
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Klinik Siamputri , Indri; Septiyana, Ria; Damayanti , Ferina
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 02 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/1d79n557

Abstract

Anemia is one of the common health problems in Indonesia; regardless of age and gender, anemia can be suffered by anyone without realizing it. This study is quantitative. The study was conducted from March to May 2025, and the sampling technique used was the total sampling method. The results of the study showed that, based on age, the majority of respondents have an age range of 13-17 years, with the highest percentage of 43.6%. The level of education can be seen that respondents with the highest level of education, high school, have the highest percentage of 54.4%. The level of knowledge is sufficient for as many as 37 respondents (67.3%).
STUDI PEMBERIAN TERAPI SUPORTIF ANTIEMETIKA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD DR. ADHYATMA, MPH PROVINSI JAWA TENGAH PERIODE 2023 Arlina Safitri; Ria Septiyana; Ferina Damayanti; Eni Masruriati; Sri Suwarni
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/2z4j2m92

Abstract

Kanker payudara adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali atau abnormal pada jaringan payudara. Kemoterapi merupakan penanganan paling efektif untuk kanker payudara, namun salah satu efek samping yang umum terjadi adalah mual dan muntah, yang dapat diatasi dengan terapi suportif antiemetika. Terapi suportif mengacu pada penggunaan obat untuk meredakan efek samping kemoterapi, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan terapi suportif antiemetika pada pasien kanker payudara di RSUD Dr. Adhyatma, MPH, Jawa Tengah. Desain retrospektif digunakan dengan meninjau rekam medis pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% pasien adalah perempuan, dengan proporsi tertinggi (41,4%) berusia 50-59 tahun. Semua pasien menerima dipenhidramin, omeprazol, dan ondansetron sebagai terapi suportif antiemetika. Dipenhidramin dan omeprazol diberikan sebagai premedikasi, sementara ondansetron diberikan pada saat premedikasi dan pasca-kemoterapi. Obat kemoterapi yang paling sering diresepkan adalah docetaksel, epirubisin, dan fluorourasil, dengan persentase 27,1% (19 resep).
Edukasi Pengobatan Tuberkulosis Paru Pada PKK Desa Cepiring Timur RT 08 RW 04 Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal Utami, Rose Malinda Andamari Wahyu; Azizah, Tri Nur; Damayanti, Ferina; Saputro, Hogi Noni
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v8i1.181

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) masih menjadi permasalahan kesehatan global dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi, khususnya di negara berkembang. Pandemi COVID-19 semakin memperburuk kondisi dengan menurunkan deteksi kasus dan menghambat akses layanan pengobatan. Edukasi masyarakat menjadi salah satu strategi penting dalam upaya pengendalian tuberkulosis paru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Cepiring Timur RT 08 RW 04 Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah dengan sasaran ibu-ibu PKK. Metode pelaksanaan meliputi edukasi melalui ceramah, sesi tanya jawab, serta evaluasi pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan peserta tentang obat anti tuberkulosis (OAT) dengan persentase sebesar 98% dan tentang lama pengobatan tuberkulosis paru selama 6 bulan sebesar 98%. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis komunitas efektif meningkatkan literasi kesehatan dan diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan serta pengendalian tuberkulosis paru di tingkat masyarakat.
Menghadapi Batuk dan Pilek Secara Bijak: Peran Kebersihan Tubuh, Peningkatan Imunitas Tubuh Nabilla Andasari Putri; Hogi Noni Saputro; Nita Fajaryanti; Ferina Damayanti; Megananda Ristya Putri
Jurnal Entitas Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jepm.v2i1.80

Abstract

Minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan serta penanganan batuk dan pilek dengan cara yang benar dapat mengakibatkan penyebaran penyakit yang cepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan sederhana, seperti menjaga kebersihan diri dan meningkatkan sistem imun, yang sebenarnya sangat penting dalam menekan risiko penularan dan mempercepat proses penyembuhan. Edukasi yang diberikan meliputi cara yang bijak dalam menangani batuk pilek, definisi batuk pilek, gejala, penyebab, serta cara pencegahan. Proses kegiatan pengabdian terdiri dari perizinan, pelaksanaan, dan pelaporan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan, terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta yang hadir dengan persentase untuk setiap pertanyaan sebesar 100%, 100%, 100%, 100%, 100%, 100%, 100%, 100%, 100%, dan 70%. Implikasi dari hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat dan preventif.
HUBUNGAN USIA DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DESA PENANGGULAN KENDAL Ria Setiyana; Ida Nur Haeni; Ferina Damayanti
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 01 (2026): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/gaap2g48

Abstract

Infeksi merupakan  masalah kesehatan yang kerap terjadi di  masyarakat, sehingga penggunaan antibiotik semakin meningkat. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menggunakan antibiotik secara tidak tepat, misalnya penggunaan tanpa resep dokter, tidak menghabiskan obat, atau menggunakan antibiotik untuk penyakit yang bukan disebabkan oleh bakteri. Kondisi tersebut dapat menimbulkan persoalan serius berupa resistensi antibiotik. Resistensi ini menyebabkan infeksi menjadi lebih sulit diobati dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit yang lebih luas, dan salah satu faktor penyebabnya adalah minimnya pemahaman masyarakat mengenai antibiotik. Tingkat pengetahuan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia dan tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan menilai keterkaitan mengetahui hubungan usia dan tingkat pendidikan terhadap pengetahuan penggunaan antibiotik di Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun program edukasi kesehatan yang lebih tepat sasaran, guna mengurangi penyalahgunaan antibiotik dan mencegah resistensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 97 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria inklusi usia 18–50 tahun dan pernah mengonsumsi antibiotik. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik (p = 0,779), namun terdapat hubungan yang  signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan penggunaan antibiotik antibiotik (p = 0,000).