AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tani mengenai Good Agricultural Practices (GAP), pemanfaatan biochar, serta hubungan antara praktik budidaya sehat dan kualitas pangan. Program disusun berdasarkan kebutuhan penguatan kapasitas petani dalam menghasilkan produk pertanian yang aman dikonsumsi, bermutu, berdaya saing, dan mendukung keberlanjutan sumber daya alam. Materi pengabdian disusun mengacu pada prinsip GAP yang mencakup seluruh tahapan budidaya mulai dari pratanam hingga pascapanen, dengan penekanan pada keamanan pangan, jaminan mutu, ketertelusuran produk, pengelolaan tanah, pengelolaan air, pengendalian hama terpadu, serta panen dan penyimpanan yang benar. Metode yang digunakan berupa penyuluhan partisipatif, diskusi terarah, dan penjelasan praktis mengenai pengelolaan tanah berbasis bahan organik dan biochar. Hasil kegiatan penilaian pemahaman peserta tidak dilakukan secara formal karena kegiatan ini tidak menggunakan instrumen evaluasi, seperti pre-test dan post-test. Peserta menyatakan lebih memahami pentingnya pengurangan input bahan kimia sintetis dan biochar dapat membantu meningkatkan retensi air, memperbaiki struktur tanah, dan mendukung aktivitas mikroba tanah dalam praktik dan tanya jawab secara langsung dengan narasumber. Kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan literasi GAP di kalangan masyarakat tani merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kualitas hasil pertanian, keamanan pangan, dan daya saing produk lokal. Kata kunci: biochar; GAP; pangan sehat; pengabdian masyarakat; pertanian berkelanjutan AbstractThis community service program aimed to improve farmers’ understanding of Good Agricultural Practices (GAP), biochar utilization, and the relationship between healthy cultivation practices and food quality. The program was designed to strengthen farmers’ capacity to produce safe, high-quality, competitive agricultural products while preserving natural resources. The materials were prepared based on GAP principles covering all cultivation stages from pre-planting to post-harvest, with emphasis on food safety, quality assurance, product traceability, soil management, water quality, integrated pest control, and proper harvesting and storage. The method used was participatory extension, guided discussion, and practical explanation regarding soil management based on organic amendments and biochar. The results of assessment of participant understanding is not carried out formally because this activity does not use evaluation instruments, such as pre-tests and post-tests. Through hands-on practice and question and answer session directly with resources persons, participants expressed a better understanding of the importance of reducing synthetic chemical inputs and also recognized that biochar can improve water retention, enhance soil structure, and support soil microbial activity. This activity confirms that strengthening GAP literacy among farming communities is a strategic step toward improving agricultural product quality, food safety, and the competitiveness of local products. Keywords: biochar; community service; food safety; GAP; sustainable agriculture