Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KARAKTER RETORIKA DAKWAH USTAZ ABDUS SOMAD (STUDI KAJIAN PRAGMATIK) Hasanah, Uswatun; Usman, Usman
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v1i2.2895

Abstract

Ustaz Abdul Somad (UAS) adalah ulama populer yang sering mengulas kajian ilmu hadist dan ilmu fiqh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakter retorika tindak komunikatif menyetujui, karakter retorika tindak komunikatif membantah, retorika tindak komunikatif mengkritik, dan retorika tindak komunikatif menegaskan dakwah  UAS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah tuturan UAS. Prosedur pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak dan teknik catat. Adapun hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Karakter retorika  tindak komunikatif menyetujui dengan membenarkan pertanyaan dari masyarakat dan membanarkan sebuah perilaku. 2) Karakter retorika  tindak komunikatif membantah dengan menyangkal perihal pendapat orang-orang mengenai pribadi dan karakternya dalan menyampaikan ajaran Islam atau dalam berdakwah. 3) Karakter retorika tindak komunikatif mengkritik dakwah UAS adalah dengan menyampaikan perilaku yang buruk yang sudah terjadi disertai dengan menyampaikan perilaku yang baik yang seharusnya dikerjakan. 4) Karakter retorika tindak komunikatif menegaskan dakwah UAS adalah dengan memberikan penekanan dan lebih menjelaskan perihal tuturan yang dimaksud ketika berceramah. 
ANALISIS PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK BERBASIS KURIKIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMP IT BUSTANUL QUR’AN KABUPATEN MELAWI Aswandi, Aswandi; Wahab, Wahab; Usman, Usman
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v4i1.55

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan penilaian autentik berbasis kurikulum 2013 pada pembelajaran pendidikan agama Islam. Masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini berkenaan dengan perencanaan penilaian, pelaksanaan penilaian, dan pelaporan penilaian autentik berbasis kurikulum 2013. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dalam bentuk wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perencanaan penilaian autentik dilaksanakan melalui beberapa tahapan yakni dengan menetapkan indikator pencapaian kompetensi, menetapkan kriteria penilaian, membuat instrumen penilaian, menetapkan bobot nilai, dan menetapkan rumus penentuan nilai akhir. Pelaksanaan penilaian kompetensi sikap menggunakan penilaian observasi maupun penilaian jurnal dan terkait kompetensi pengetahuan, guru menggunakan bentuk penilaian tes tertulis, tes lisan, dan penilaian penugasan sedangkan dalam sektor kompetensi keterampilan, guru melaksanakan penilaian kinerja. Dalam proses pelaporan penilaian dianalisis sesuai dengan pedoman penskoran dan dituliskan secara deskriptif naratif selain skor meskipun prosedur pelaporan penilaian dalam kompetensi sikap belum sesuai dengan pedoman penilaian revisi kurikulum 2013 dan pelaporan penilaian kompetensi pengetahuan maupun kompetensi keterampilan dilaksanakan sesuai dengan tuntutan kurikulum.
REINFORCEMENT OF SOCIAL STRATIFICATION THROUGH THE USE OF SPEECH LEVELS IN MADURESE TRANSLATION OF QUR’ANIC DIALOGUE VERSES Mardhatillah, Masyithah; Effendy, Moh. Hafid; Abdillah, Kudrat; Fahrurrozi, Fahrurrozi; Usman, Usman
JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/JIIS.2023.17.2.323-351

Abstract

Despite the apparent egalitarian principles and language of the Qur’an, the use of speech level in the Madurese translation’s dialogue verses appears to reinforce social stratification, which has existed for a long in society. The current article seeks to map the typology of relationships underlying the use of speech level, its determinant factors and implications. To achieve this, a critical discourse analysis was employed, with the main source being one version of the Qur’anic Madurese translation published by the Indonesian Ministry of Religious Affairs in 2018. Close reading of the verses to gather representative samples, coding, categorization mapping, analysis, and creative synthesis-making were all part of the analysis process. The findings suggest that there are two main types of relationship patterns: hierarchical and egalitarian. These patterns are influenced by factors such as social status, family connections, and the surrounding circumstances. The former focuses on the manifestation of cultural nuances in the translations of the verses, whereas the latter is primarily concerned with the impact on real-life social dynamics.
THE ROLE OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS IN FORMING STUDENT SOLIDARITY BASED ON SOCIAL HORRIBLE AND HARMONY (SDN 20 BATANG-TARANG) Tanurianti, Siti; Sukino, Sukino; Usman, Usman
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 12, No 1 (2023): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v12i1.11475

Abstract

The title of this research is The Role of Islamic Religious Education Teachers in Forming Student Solidarity Based on Harmony and Social Harmony (SD Negeri 20 Batang-Tarang). The purpose of this research is to create a peaceful and peaceful teaching and learning atmosphere, teachers are obliged to instill a sense of solidarity in their students. The formation of a sense of solidarity with these students seeks to form good character and harmony between students to create a harmonious learning atmosphere and avoid various kinds of conflict. The research method that researchers use is descriptive qualitative by using data collection techniques using interviews, documentation, and observation. The results of this study explain that the role of Islamic Religious Education teachers as coaches, mentors, and motivators of solidarity among students at SDN 20 Batang-Tarang is very well documented. When making observations at school, researchers received information that the Islamic Religious Education teacher had tried his best to be able to foster and guide his students by carrying out activities that lead to solidarity between students such as group discussions. In addition, the PAI teacher also always evaluates the work of students and praises and gives awards to their students, if the student has achievements, and provides sanctions that educate if there are students who are not orderly, irresponsible, and disobey the rules when carrying out learning.
CIVIL SOCIETY DAN MULTIKULTURALISME DALAM PENDIDIKAN ISLAM Usman, Usman
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.248 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v11i1.970

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan Negara yang kaya akan ragam suku, etnik, budaya dan agama. Negara yang terkenal akan kemajemukannya, di satu sisi merupakan kekayaan dan kebanggaan.  Namun, di sisi lain merupakan Negara yang potensial untuk berkonflik bahkan potensial untuk disintegrasi. Wacana Civil Society dan multi-kulturalisme layak dikedepankan untuk meminimalisir konflik dan disintegrasi bangsa Indonesia ini. Ditambah lagi dengan gerakan transnasional yang belakangan melanda Indonesia. Menghargai Hak Asasi Manusia (HAM), kesetaraan, penghormatan atas keberagamaan yang dianut, menghargai satu sama lain merupakan bagian integral dalam wacana Civil Society dan multikulturalisme yang harus di berikan sejak dini melalui pendidikan. Dalam konteks pendidikan Islam menyelaraskan ruh Islam melalui pendidikan sehingga terciptanya masyarakat madani. Kata kunci: Civil Society, Multikuturalisme, Pendidikan Islam, HAM
THE TRADITION OF EARLY AZAN BEYOND THE FASTING OF RAMADAN IN INDONESIA usman usman
Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society Vol. 3 No. 1 (2018): June 2018
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/islimus.v3i1.1137

Abstract

The Azan is an important thing for Muslims as an Islamic ritual that marks the time of Salah, Islamic prayer. Besides being a marker of the time of Salah, it is as well as a marker time of fajr or dawn in the fasting of Ramadan. The Azan is known as an Early Azan which is done before the Azan time of Dawn Prayer. The Early Azan became a reminder to the Muslims who want to do night prayer and pre-dawn meal (meal between midnight and dawn during the fasting of Ramadan). In some parts of Indonesia, this Early Azan has routinely reverberated beyond the fasting of Ramadan. Among the people of Indonesia, the Early Azan beyond the Ramadan functions to wake up people who have not done early evening prayer and for night prayer at the end of the night. Of course, not all Islamic societies are familiar with Early Azan in the fasting of Ramadan. The question is, has it existed since the era of the Prophet Muhammad? so that it sourced from Hadith of the Prophet or the result of Ijtihad which then becomes a tradition for Muslims in Indonesia.
Relevansi Pemikiran Filsafat Al Kindi dalam Pembentukan Moral pada Masyarakat Plural Dewi, Tri Nur; Sukino, Sukino; Usman, Usman
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2025.16(2).290-305

Abstract

Al-Kindi, dikenal sebagai Bapak Filsafat Arab, merupakan pionir dalam integrasi pemikiran filsafat Yunani dengan ajaran Islam pada abad ke-9 M. Ia menjadi tokoh penting yang menjembatani antara tradisi intelektual Yunani dan nilai-nilai keislaman, terutama dalam mengembangkan pemikiran rasional yang tetap berakar pada wahyu. Namun, dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia yang plural dan multikultural, riset mengenai kontribusi pemikiran Al-Kindi terhadap pembentukan moral dan pengembangan karakter peserta didik masih sangat minim. Gap penelitian ini terletak pada kurangnya eksplorasi mendalam tentang bagaimana pendekatan rasional dan integratif Al-Kindi dapat diadopsi untuk menjawab tantangan pendidikan moral di tengah masyarakat yang majemuk, khususnya dalam membangun sikap toleransi, berpikir kritis, keterbukaan, dan karakter inklusif yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebaruan kontribusi pemikiran Al-Kindi dalam pendidikan moral Islam, dengan menyoroti integrasi antara ilmu dan agama, serta relevansinya dalam membentuk karakter peserta didik di lingkungan masyarakat plural Indonesia saat ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap karya-karya Al-Kindi dan kajian akademik terkait, penelitian ini menemukan bahwa Al-Kindi menempatkan filsafat sebagai sarana menemukan kebenaran melalui rasionalitas dan akal, tanpa menegasikan nilai-nilai wahyu sebagai sumber kebenaran hakiki. Kebaruannya terletak pada gagasan bahwa ilmu pengetahuan dan agama dapat berjalan seiring dan saling memperkuat. Dengan demikian, pendidikan Islam yang berlandaskan pada pemikiran Al-Kindi tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, toleran, terbuka terhadap perbedaan, dan adaptif terhadap dinamika sosial budaya serta perkembangan zaman. Dalam konteks masyarakat plural, pemikiran Al-Kindi mendorong pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang menekankan nilai-nilai toleransi, dialog terbuka, dan penghargaan terhadap perbedaan, sehingga dapat membentuk masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan
Pengaruh Pembelajaran Al-Miftah lil-Ulum Terhadap Kemampuan Membaca dan Memahami Kitab Fathul Qarib Santri Pondok Pesantren Zahid, Ahmad; Khoiruddin, Khoiruddin; Mahrus, Erwin; Usman, Usman
Hikmah Vol. 21 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/hikmah.v21i1.395

Abstract

The ability to read turast is urgent for boarding school students, it becomes a tool for studying all learning studies in boarding schools. The purpose of this study was to determine the effect of Al-Miftah Lil-Ulum on the ability to read the yellow book of Fathul Qarib. the research method used is quantitative, while the data collection technique uses a test instrument in the form of multiple choice that has been tested through the Aiken V test with 3 expert lecturers as assessors then and the person correlation validity test and the reliability test. While the analysis test used is Path Analysis. The results of this research are that there is a direct influence of Al-Miftah Lil-Ulum learning variables on the ability to read the book of Fathul Qarib with a significance value of 0.011, there is a direct influence on the ability to read the book of Fathul Qarib on the ability to understand the book of Fathul Qarib with a significance level of 0, 000, there is a direct effect of Al-Miftah Lil-Ulum learning on the ability to understand the book of Fathul Qarib with a significance level of 0.000 and there is an indirect effect between Al-Miftah Lil-Ulum learning on the ability to understand the book of Fathul Qarib mediated by reading ability. This research has implications for evaluation to improve the ability of students to read the book of turast.
Pengelolaan Media Pembelajaran Wisata Alam Untuk Mengembangkan Mutu Pembelajaran di TK Sekolah Alam Excellentia Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan Hidayatullah, Tri Nanda; Usman, Usman
JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION STUDIES Vol 1 No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAI YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.017 KB) | DOI: 10.54180/joeces.v1i1.3311

Abstract

Penurunan kualitas lingkungan terjadi karena kelalaian, ketidaktahuan dan tiadanya etika terhadap lingkungan. Itu sebabnya, pendidikan lingkungan hidup penting diajarkan sejak dini. Tujuannya adalah agar anak memperoleh pengetahuan, kesadaran dan mempunyai sikap peduli lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan objek wisata alam sebagai sumber pembelajaran kontekstual di TK Sekolah Alam Excellentia Pamekasan. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa, TK Sekolah Alam Excellentia melakukan pembelajaran di luar kelas yang langsung bersentuhan dengan objek seperti outbond dan permainan tradisional. Di sisi lain, dengan adanya green lab, peserta didik dapat fokus belajar bercocok tanam. Hal ini dapat menjadikan pendidik dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara sistematis untuk memotivasi, membina, membantu, serta membimbing peserta didik untuk mengembangkan segala potensinya.
Adab Bergaul dan Bertoleransi dalam Interaksi Sosial Peserta Didik Beda Agama Febrianti, Ade; Hasmy, Ali; Usman, Usman
Advances In Social Humanities Research Vol. 2 No. 3 (2024): Advances in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v2i3.199

Abstract

As a country with a multicultural population composition, the Indonesian population is very familiar with the issues of the halal and unlawful status of food, social etiquette and the practice of tolerance. So, it is very urgent to immediately formulate the theme of Islamic study material as part of multicultural insight lessons such as in the Kembayan District area, Sanggau, West Kalimantan. The aim of this research is to formulate Islamic ideals regarding the etiquette of getting along and being tolerant in the social interactions of Muslim and non-Muslim students so that education can actually become a forum that guides and directs students, especially those who are Muslim, so that they do not fall into negative relationships because they are wrong define the meaning of tolerance. This paper uses a descriptive qualitative research method with a type of library research which examines in depth the library materials that are relevant to the theme of the material being discussed. The main sources for this article are taken from books, journal articles, internet articles and other related writings. The technique used in collecting data in this paper uses secondary data, namely by collecting data indirectly by examining the object in question.