Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hikmah Pendidikan Islam pada Silsilah Keluarga Upin dan Ipin Robi, Robingun Suyud El Syam; Sofan Rizqi
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v8i1.3051

Abstract

Memahami silsilah keluarga menjadikan mawas diri dalam kehidupan, namun ada sebagian orang justru sombong dengan ketinggian nasabnya. Penelitian merupakan kajian kualitatif dengan pendekatan kajian fenomenologi. Pengumpulan data dengan trianggulasi, analisis data bersifat kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna atau temuan dari fenomena tersebut. Penelitian menyimpulkan bahwa silsilah keluarga Upin dan Ipin dipetakan sebagai berikut: Silsilah merupakan bagan keturunan yang menampilkan semua keturunan dari satu individu memiliki bagian yang paling sempit di bagian atas. Dari jalur ayah, Upin dan Ipin putra Abdul Salam merupakan tentara yang gugur di medan perang. Abdul Salam adalah anak tunggal dari Yusuf dan ibunya berdarah Perancis. Ibu angkat Abdul Salam bernama Marie Antoinette seorang bangsawan Prancis kaya-raya di zaman Dinasti Carolinga, keturunan bangsawan ke 36 sebagai pewaris harta. Ibu Upin dan Ipin suka menolong, lembut dan penyayang. Dia juga memiliki tahi lalat seperti neneknya bernama Sarimah Johari, putri semata wayang Opah yang memiliki nama Ainon Ariff dengan Abdul Ghani. Walau hanya hidup pas-pasan keluarga kecil Upin dan Ipin dihidupkan dengan nuansa agamis. Hikmah pendidikan yang bisa diambil, bahwa silsilah keluarga memang penting demi menjaga marwah kebaikan, tetapi bukan untuk disombongkan. Anak yang lahir dalam keluarga dalam silsilah tidak lengkap atau yatim piatu seperti halnya Upin dan Ipin, janganlah berkecil hati apalagi minder, seperti halnya Rasulullah Saw dibesarkan dalam keadaan yatim piatu, tetapi terus berusaha mengasah diri menjadi manusia mulia.
Penggunaan Media Pembelajaran Film Animasi Pada Mata Pelajaran Bahasa Jawa Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Siswa Kelas IV SDN 1 Garunglor Wildan Adib Furqon; Nasokah Nasokah; Sofan Rizqi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i2.9731

Abstract

This study aims to: (1) examine how animated films are used as a learning medium for Grade IV students at SD N 1 Garunglor in learning the Javanese language; (2) determine students' initial listening comprehension skills before the implementation of animated film media; (3) assess how animated films can improve students' listening skills in Javanese language. This research employed a quantitative approach with an experimental method using a One-Group Pretest-Posttest Design. Data collection instruments included observation, interviews, tests, and documentation. The findings indicate that the use of Javanese-language animated films is effective in improving the listening skills of Grade IV students. Prior to the intervention, students' listening skills were relatively low with a pre-test average of 53.5, and most did not meet the Minimum Mastery Criteria (KKM). After the intervention, the post-test average rose to 80.5 with a mastery rate of 87.5%. The t-test results showed t-value (6.494) > t-table (2.364) with p-value 0.000336 < 0.05, indicating a statistically significant difference. The N-Gain score of 0.57 (moderate category) confirms that animated film media is reasonably effective in enhancing students' listening skills in Javanese language learning.