Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN OLIMPIADE MATEMATIKA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA DI SD NEGERI 41 AMBON Reinhard Salamor; M. Samud Rumalean; Widya Putri Ramadhani; Yulian Hany Makaruku
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39802

Abstract

ABSTRAKKemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Namun, pembinaan olimpiade matematika di SD Negeri 41 Ambon masih menghadapi kendala berupa minimnya pengalaman siswa dalam menyelesaikan soal nonrutin dan belum tersedianya pendampingan khusus berbasis HOTS. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan olimpiade matematika dan menganalisis dampaknya terhadap kemampuan berpikir matematis siswa. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu koordinasi awal dengan kepala sekolah dan guru matematika untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa, analisis pola soal olimpiade, penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan melalui pemberian soal diagnostik, pembimbingan strategi penyelesaian soal dengan pendekatan menemukan pola, diskusi kelompok, latihan soal nonrutin, serta evaluasi melalui perlombaan MIPA dua babak. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan melibatkan siswa kelas IV–VI SD Negeri 41 Ambon sebagai mitra sasaran. Evaluasi kegiatan diikuti oleh 25 siswa pada babak penyisihan dan 13 siswa pada babak final. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 13 finalis, 2 siswa atau 15,4% berada pada kategori kemampuan sedang dan 11 siswa atau 84,6% berada pada kategori rendah. Meskipun capaian kuantitatif belum optimal, kegiatan ini memberikan dampak positif secara kualitatif, yaitu meningkatnya motivasi, kepercayaan diri, dan pemahaman awal siswa terhadap strategi penyelesaian soal olimpiade berbasis HOTS.Kata kunci: Olimpiade Matematika; Berpikir Tingkat Tinggi; Pengabdian Kepada Masyarakat; Pelatihan Partisipatif; Sekolah Dasar. ABSTRACTHigher-order thinking skills (HOTS) are essential competencies that need to be developed starting in elementary school. However, the preparation for the math Olympiad at SD Negeri 41 Ambon still faces challenges, including students’ limited experience in solving non-routine problems and the lack of specialized HOTS-based guidance. This Community Service (PkM) activity aims to describe the implementation of a math Olympiad training program and analyze its impact on students’ mathematical thinking skills. The activity was carried out in several stages, namely initial coordination with the school principal and math teachers to identify students’ needs, analysis of Olympiad question patterns, development of training materials, implementation of the training through the administration of diagnostic tests, guidance on problem-solving strategies using a pattern-recognition approach, group discussions, non-routine problem-solving exercises, and evaluation through a two-round STEM competition. The method used was participatory training involving fourth- through sixth-grade students at SD Negeri 41 Ambon as the target participants. The evaluation of the activity included 25 students in the preliminary round and 13 students in the final round. The evaluation results show that of the 13 finalists, 2 students (15.4%) were in the moderate ability category and 11 students (84.6%) were in the low ability category. Although the quantitative outcomes were not yet optimal, this activity had a positive qualitative impact, namely an increase in students’ motivation, self-confidence, and initial understanding of strategies for solving HOTS-based Olympiad problems.Keywords: Mathematics Olympiad; Higher-Order Thinking Skills; Community Service; Participatory Training; Elementary School.
PELATIHAN PENYUSUNAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS AUGMENTED REALITY BERBANTUAN ASSEMBLR EDU UNTUK GURU SD DI KAIRATU Widya Putri Ramadhani; Hanisa Tamalene; Reinhard Salamor; Wa Ode Dahiana; Muhammad Samad Rumalean; La Moma
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39648

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi guru sekolah dasar dalam menyusun media pembelajaran digital berbasis Augmented Reality (AR) di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai pemanfaatan AR dalam pembelajaran, melatih keterampilan teknis penggunaan Assemblr Edu, serta menghasilkan rancangan media digital yang dapat digunakan dalam pembelajaran sekolah dasar. Pelatihan dilaksanakan di SD Negeri 1 Waimital pada 27-28 April 2026 dengan melibatkan 30 guru SD. Metode kegiatan meliputi koordinasi dan analisis kebutuhan, sosialisasi, ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, presentasi karya, evaluasi, dan refleksi tindak lanjut. Data dikumpulkan melalui pretest-posttest pemahaman media pembelajaran digital berbasis AR, rubrik unjuk kerja proyek Assemblr Edu, lembar observasi, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata pemahaman guru dari 55,8% menjadi 84,1% dengan N-gain 0,64. Rerata keterampilan teknis pembuatan proyek AR mencapai 80,1 dan 26 peserta atau 86,7% berhasil mempublikasikan proyek AR secara mandiri melalui tautan atau QR code. Kepuasan peserta mencapai rerata 4,42 dari skala 5,00 dengan kategori sangat puas. Produk guru meliputi media AR untuk materi pecahan, bangun ruang, operasi hitung, daur hidup hewan, dan sistem tata surya sederhana. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan intensif dapat memperkuat literasi digital guru serta membuka peluang pengembangan media pembelajaran yang lebih visual, interaktif, dan kontekstual di wilayah kepulauan. Kata kunci: Assemblr Edu; Augmented Reality; Guru Sekolah Dasar; Media Pembelajaran Digital; Pelatihan Guru. ABSTRACTThis community service program was conducted to address the need to strengthen elementary school teachers' competence in developing Augmented Reality (AR)-based digital learning media in Kairatu District, West Seram Regency. The program aimed to improve teachers' understanding of AR use in learning, train their technical skills in using Assemblr Edu, and produce digital media designs applicable to elementary classroom instruction. The training was held at SD Negeri 1 Waimital on 27-28 April 2026 and involved 30 elementary school teachers. The program methods included coordination and needs analysis, socialization, interactive lectures, demonstrations, hands-on practice, product presentation, evaluation, and follow-up reflection. Data were collected using a pretest-posttest on AR-based digital learning media understanding, an Assemblr Edu project performance rubric, observation sheets, and a participant satisfaction questionnaire. The results showed that teachers' average understanding increased from 55.8% to 84.1% with an N-gain score of 0.64. The average technical performance score for developing AR projects reached 80.1, and 26 participants or 86.7% successfully published their AR projects independently through links or QR codes. Participant satisfaction reached an average of 4.42 out of 5.00, indicating a very satisfied category. Teachers' products included AR media for fractions, solid geometry, arithmetic operations, animal life cycles, and a simple solar system. The program demonstrates that practice-based training supported by intensive mentoring can strengthen teachers' digital literacy and expand opportunities for developing more visual, interactive, and contextual learning media in island regions.Keywords: Assemblr Edu; Augmented Reality; Digital Learning Media; Elementary School Teachers; Teacher Training.
PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Sastika Astridewi; Vina Vijaya Kusumma; Sundanah Sundanah; Reinhard Salamor
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v6.i1.p56-60

Abstract

Rendahnya hasil belajar matematika siswa, menjadi menjadi perhatian penting dari pemerintah, para akademisi dan para pemerhati Pendidikan lainnya. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar bilangan aritmatika, siswa kelas VII MTs 1 Serang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diterapkan pendekatan RME pada dua kelas yang dipilih secara acak yaitu kelas VIIA yang digunakan sebagai kelas ekeperimen dan kelas VIIB digunakan sebagai kelas kontrol yang berjumlah 79 siswa. Metode penelitian ini adalah kuantitatif jenis eksplorasi dengan menggunakan pretest-posttest dan dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil deskripsi menunjukan bahwa nilai kelas eksperimen ( XA= 60,6) lebih baik dari kelas kontrol ( XB= 53.5). Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa nilai uji t hitung = 2.693 lebih besar dari t tabel = 1.693 (thitung > ttabel). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang baik dari penerapan pendekatan RME terhadap hasil belajar matematika bilangan aritmatika, dibandingkan pendekatan pembelajaran konvensional.