Aisyah Aisyah
Universitas Batanghari

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA BHAKTI IDAMAN KECAMATAN MENDAHARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR MELALUI PENDIRIAN BANK SAMPAH Aisyah Aisyah; Sri Dewi
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.793 KB) | DOI: 10.33087/phi.v1i1.4

Abstract

The establishment of this Garbage Bank aims to be an educational financing strategy that is accompanied by community awareness of environmental hygiene. In an effort to get direct benefit from garbage, in the form of waste saving which is directed to finance the education of children of Bhakti Idaman village community. So that the immediate benefits felt by the community are not only clean, healthy and comfortable environment but also human resource development which is expected to be able to manage community life well in the future. The method that will be done is 1) To socialize the establishment of BSI through education of household based waste management system, by giving rewards or benefit. 2) Establish a BSI management consisting of environmental activists, environmental cadres and communities and supporting parties (village government etc. 3) Training BSI managers through administrative management education and structural management patterns as well as designing BSI activities and sustainability. 4) Preparing the completeness of BSI which is consumables and administrative completeness. 5) Search for garbage buyers. 6) Promote the establishment of BSI through schools that have established cooperation, village government, activities undertaken by BSI and other ways that are considered strategic. 7) Performing waste saving services that benefitnya given in the form of savings education and financial savings family. 8) Monitoring and evaluation is conducted every two months to monitor progress and evaluate BSI performance. The result of this activity is the establishment of a household-based BSI with the benefits of education savings and family financial savings.Keywords: BSI, Education Savings.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN ADOBE FLASH CS6 DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA MATERI GARIS DAN SUDUT KELAS VII DI SMP NEGERI 6 KOTA JAMBI Nurfiyani Hidayah; Aisyah Aisyah; Sri Dewi
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.308 KB) | DOI: 10.33087/phi.v3i2.73

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menghasilkan suatu produk berupa Media pembelajaran matematika Menggunakan Adobe Flash Cs6 Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning Pada Materi Garis Dan Sudut Kelas VII. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Instrumen yang digunakan adalah (1) angket evaluasi ahli media, (2) angket evaluasi ahli desain, (3) angket evaluasi ahli materi, dan (4) angket respon siswa. Uji coba dilakukan dalam 3 tahap yaitu uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan ujicoba lapangan. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah 26 siswa kelas VII D SMP N 6 Kota Jambi. Hasil penelitian ini adalah: (1) menghasilkan media pembelajaran Matematika Menggunakan Adobe Flash Cs6 Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning Pada Materi Garis Dan Sudut, (2) kualitas media pembelajaran dilihat dari aspek kevalidan media pembelajaran dari ahli media sebesar 77,89% dengan kategori valid, ahli desain sebesar 82,66% dengan kategori valid, dan ahli desain sebesar 84% dengan kategori valid. Kualitas media pembelajaran dilihat dari aspek kepraktisan media pembelajaran dilihat dari penilaian respon siswa pada uji perorangan sebesar 83,33%, pada uji kelompok kecil sebesar 81,56%, dan pada pada uji lapangan sebesar 80,35% dengan kategori praktis. Berdasarkan hasil tersebut maka media pembelajaran Matematika Menggunakan Adobe Flash Cs6 Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning Pada Materi Garis Dan Sudut  yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai referensi bahan ajar dalam proses pembelajaran. Kata Kunci : ADDIE ; Adobe Flash Cs6; Contextual Teaching and Learning; Garis dan Sudut; Media Pembelajaran.
PENGEMBANGAN SOAL TIPE PISA UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KOTA JAMBI Aisyah Aisyah; Sri Dewi
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.196 KB) | DOI: 10.33087/phi.v2i2.34

Abstract

Soal-soal tipe PISA merupakan salah satu tipe soal yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking) siswa, salah satunya kemampuan komunikasi matematis. Karena itu dikembangkan soal-soal tipe PISA untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis siswa. Rumusan masalahnya yaitu; 1) Bagaimanakah mengembangkan soal-soal tipe PISA yang valid dan  praktis untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa tingkat SMP? 2) Bagaimanakah efek potensial uji coba soal-soal tipe PISA yang dihasilkan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP N 17 Kota Jambi? Sedangkan tujuannya adalah 1) Menghasilkan soal tipe PISA yang valid dan praktis untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa tingkat SMP, 2) Mengetahui efek potensial penerapan soal-soal tipe PISA yang dihasilkan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMPN 17 Kota Jambi. Metode penelitiannya development research dengan subjek penelitian siswa kelas IX SMP N 17 Kota Jambi. Teknik pengumpulan data yang digunakan; 1) walk trough, 2) dokumentasi, 3) tes dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah soal-soal matematika tipe PISA untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa sebanyak 10 butir berbentuk uraian (open construct response) yang valid dan praktis. Soal-soal ini mempunyai efek yang diketahui dari analisis jawaban siswa dan wawancara ketika pelaksanaan uji coba soal dimana siswa dapat mengeksplor kemampuan komunikasi matematisnya. Kata kunci: soal tipe PISA, komunikasi matematis.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VII SMPN 5 KOTA JAMBI Windi Purnama Sari; Harman Harman; Aisyah Aisyah
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.439 KB) | DOI: 10.33087/phi.v3i1.64

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dalam menyatakan ulang konsep pada siswa kelas VII SMPN 5 Kota Jambi. Hal ini dikarenakan siswa terbiasa menghafal konsep, bukan memahami konsep tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang dibelajarkan dengan  menggunakan model pembelajaran Inquiry Learning dan Problem Based Learning. Desain penelitian ini menggunakan penelitian Quasy Eksperimen dengan desain The Randomized Posttest Only Control yang dilakukan terhadap 2 kelas sampel yang diberikan perlakuan berbeda. Pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling, sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas yaitu kelas VII F sebagai kelas eksperimen dan kelas VII I sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh dengan memberikan soal posttest kepada kedua kelas sampel. Setelah hasil postes diperoleh, data dianalisis untuk menguji hipotesis dengan menggunakan uji-t. Adapun rata-rata dan simpangan baku yang diperoleh kelas eksperimen 82.51 dan 6.97 dan kelas control adalah 78.61 dan 8.32. Dari analisis yang telah dilakukan terhadap hasil postes dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Inquiry Learning lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang meggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Kata kunci :Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa, Model Pembelajaran Inquiry Learning, Model Pembelajaran Problem Based learning.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA SISWA KELAS VIII SMP NOMMENSEN KOTA JAMBI Elvira Dwi Octariantari; Silvia Fitriani; Aisyah Aisyah
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.63 KB) | DOI: 10.33087/phi.v3i1.60

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang masih rendah. Hal ini disebabkan oleh guru yang lebih aktif dalam proses pembelajaran, sedangkan siswanya hanya menerima materi, tanya jawab dan mencatat. Untuk membantu siswa agar lebih aktif, guru dapat melakukan perubahan dalam proses pembelajaran salah satunya dengan mencoba atau memilih model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yaitu dengan menggunakan model pembelajaran Treffinger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan pemahaman konsep matematis menggunakan model pembelajaran Treffinger dengan model pembelajaran Langsung Pada siswa kelas VIII SMP Nommensen Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain The Randomized Postest Only Control yang digunakan terhadap 2 kelas sampel yang diberikan perlakuan berbeda. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Nommensen Kota Jambi yaitu siswa kelas VIIIa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIIIb sebagai kelas kontrol yang diambil secara random. Data penelitian diperoleh dengan memberikan postest kepada kedua kelas sampel. Setelah hasil postest diperoleh, data analisis untuk menguji hipotesis dengan menggunkan uji-t.  Dari hasil analisis data yang dilakukan pada dua sampel diperoleh nilai rata-rata dan simpangan baku yang diperoleh kelas eksperimen adalah 77,96 dan 14,12 dan kelas kontrol adalah 64,55 dan 10,99. Dari analisis yang telah dilakukan terhadap postest dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Treffinger lebih tinggi daripada kemampuan pemahaman konsep matematis yang menggunakan model pembelajaran Langsung Pada Siswa Kelas VIII SMP Nommensen Kota Jambi. Kata kunci :Kemampuan Pemahaman Konsep matematis ; model pembelajaran Treffinger; model pembelajaran Langsung.
MODEL PEMBELAJARAN GURU YANG KURANG VARIATIF DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA Rezki Farraj Badran; Aisyah Aisyah
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2026): EDISI APRIL, 2026
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v10i1.659

Abstract

The learning models used by teachers play an important role in building students’ concentration, motivation, and learning engagement. However, various studies over the past ten years indicate that teachers still tend to use monotonous teaching models such as lectures, repetitive exercises, and assignment-based learning without variation. This condition has an impact on the decline of students’ learning concentration, especially in mathematics, which requires strong analytical skills and high levels of focus. This Systematic Literature Review (SLR) aims to map the development of research regarding the relationship between the lack of variation in teachers’ teaching models and students’ learning concentration at the elementary, junior high, and senior high school levels. Using sources from Google Scholar and SINTA (2015–2025), this SLR finds that less varied teaching models contribute to low learning focus, increased boredom, reduced attention to teacher explanations, and weakened understanding of mathematical concepts. On the other hand, the application of cooperative learning models, problem-based learning, technology-based learning models, and interactive learning models has been proven to improve students’ concentration and participation. The results of this study emphasize the importance for teachers to choose learning models that are relevant, adaptive, and varied in order to enhance students’ learning concentration.
MELIHAT INTERAKSI TANYA JAWAB GURU MELALUI LENSA DIRI MURID DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Muhammad Refiu Setiadi; Aisyah Aisyah
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2026): EDISI APRIL, 2026
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v10i1.660

Abstract

This research aims to analyze and synthesize findings from various studies regarding teacher-student question-and-answer (Q&A) interactions within the context of mathematics education, specifically from the student's perspective. The methodology employed is a Systematic Literature Review (SLR), which involves reviewing relevant scientific articles published within a specific timeframe. The results of this review are expected to provide a comprehensive understanding of Q&A interaction patterns, the factors influencing them, and their subsequent impact on students' conceptual understanding and learning motivation
DEVELOPMENT OF CONTEXTUAL STUDENT WORKSHEETS BASED ON THE JAMBI ENVIRONMENT TO ENHANCE NUMERACY Aisyah Aisyah; Dadang Juandi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.11820

Abstract

Challenges in students’ numeracy skills remain a persistent issue in mathematics classrooms in Indonesia, particularly when teaching materials are not connected to students’ real-life contexts. Addressing this gap, the present study aims to develop a Student Worksheet designed based on the local environmental context of Jambi within the Education for Sustainable Development (ESD) perspective on number topics to enhance students’ numeracy achievement. This study employs the Plomp development model, which consists of three phases: preliminary investigation, design and realization, and evaluation. Data were collected through expert validation sheets, interviews, and numeracy literacy tests. The results of expert assessments indicate that the developed product is highly feasible in terms of content, language, and design. Field testing conducted in Class VII A of SMP N 11 Kota Jambi showed that the average numeracy test score of 34 students reached 80.47, exceeding the Minimum Mastery Criterion (75). These findings indicate that the contextual-based Student Worksheet is effective in improving students’ numeracy and in strengthening their connection to local contexts as a means of fostering sustainability awareness.Tantangan dalam keterampilan numerasi murid masih menjadi persoalan yang terus berlanjut di kelas-kelas matematika di Indonesia, terutama ketika bahan ajar tidak terhubung dengan konteks kehidupan nyata murid. Menjawab kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Murid (LKM) yang dirancang berdasarkan kontekstual lingkungan lokal Jambi dalam perspektif Education for Sustainable Development (ESD) pada materi bilangan untuk meningkatkan pencapaian numerasi murid. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri atas tiga fase, yaitu investigasi awal, perancangan dan realisasi, serta evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli, wawancara, dan tes literasi numerasi. Hasil penilaian para ahli menunjukkan bahwa produk tersebut sangat layak ditinjau dari aspek materi, bahasa, dan desain. Uji coba lapangan di kelas VII A SMP N 11 Kota Jambi, menunjukkan hasil rata-rata tes numerasi 34 murid sebesar 80,47 yang melampaui Kriteria Ketuntasan Minimun (75). Temuan ini mengindikasikan bahwa LKM berbasis kontekstual efektif dalam meningkatkan numerasi serta memperkuat keterhubungan murid dengan konteks lokal untuk menanamkan kesadaran keberlanjutan.