Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : The Journal of Community Development

Wisata Bahari Merusak Prilaku Sosial Budaya dalam Masyarakat Nelayan di Sungai Pisang Aldiyansyah; Muhamad Jamil
Journal of Community Development Vol. 3 No. 3: Desember 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisatawan memiliki banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk berwisata di Sungai Pisang dan pulau-pulau di sekitarnya. Aktivitas seperti memancing, berenang, snorkeling adalah daya tarik utama Sungai Pisang. Memahami interaksi antara wisatawan dan komunitas nelayan guna bagaimana perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat nelayan di Sungai Pisang yang disebabkan oleh munculnya kegiatan wisata bahari yang ada di sungai pisang. Metode penelitian dalam penelitian ini akan disesuaikan dengan tujuan untuk menganalisis mengenai bagaimana Wisata Bahari Merusak Prilaku Sosial Budaya dalam Masyarakat Nelayan di Sungai Pisang. Metode penelitian kualitatif peneliti anggap tepat digunakan karena memungkinkan peneliti untuk mendapatkan sebuah data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna dengan prosedur perolehan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pada umumnya masyarakat merasakan dampak positif dari perkembangan sektor pariwisata, terutama dalam hal peningkatan perekonomian. Pariwisata menciptakan peluang tambahan bagi mereka, seperti menjual hasil tangkapan langsung kepada wisatawan atau bahkan menjadi pemandu wisata bahari, seperti penyewaan perahu atau jasa transportasi laut. Akan tetapi ada juga kekhawatiran bahwa semakin berkembangnya pariwisata bisa meminggirkan mata pencaharian nelayan tradisional dan mempengaruhi budaya yang ada dikehidupan masyarakat nelayan.
Ketimpangan dan Komunikasi sebagai Penyebab Terjadinya Konflik pada Masyarakat dan Pemerintah Terhadap Dampak Transportasi Angkutan Pertambangan Batu Bara di Kabupaten Indragiri Hulu Fajar Nurdi Sholikin; Muhamad Jamil
Journal of Community Development Vol. 3 No. 3: Desember 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas ketimpangan dan komunikasi sebagai faktor utama penyebab konflik antara masyarakat dan pemerintah terkait dampak transportasi angkutan pertambangan batubara di Kabupaten Indragiri Hulu. Ketimpangan yang dimaksud meliputi distribusi manfaat ekonomi yang tidak merata, kerusakan infrastruktur, dan pencemaran lngkungan yang dirasakanlebih berat oleh masyarakat dibandingkan dengan keuntungan yang diterima. Selain itu, kurangnya komunikasi yang transparan antara pemerintah, perusahaan tambang, dan masyarakat memicu kesalahpahaman dan kecurigaan yang memperburuk situasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapanga, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan transportasi tambang memperbesar ketidakpuasan masyarakat. Konflik yang muncul berdampak pada hubungan sosia, menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerinta, dan menghambat upaya pembangunan daerah. Konflik adalah fenomena yang timbul sebagai bagian dari dinamika masyarakat. Ketimpangan dan komunikasi berperan penting dalam memicu serta menyelesaikan konflik. Ketimpangan, baik dalam bentuk sosial, ekonomi, maupun politik, sering kali menjadi sumber utama ketegangan antarkelompok atau individu. Ketidakadilan distribusi sumber daya dan kekuasaan memunculkan perasaan ketidakpuasan, yang berpotensi memicu konflik terbuka. Di sisi lain, komunikasi yang buruk, seperti kurangnya tranparansi atau kesalahpahaman, memperburuk situasi dan memperdalam konflik. Sebaliknya, komunikasi efektif memainkan peran penting dalam resolusi konflik. Dialog terbuka, mediasi, dan negosiasi menjadi kunci dalam menciptakan pemahaman bersama dan menemukan solusi yang dapat diterima semua pihak.