Eva Nursa'ban
STKIP Harapan Bima

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN GURU DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR Siti Sarah; Yeni Wardatunnissa; Yuyun Yuningsih Ratnasari; Eva Nursa'ban
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v5i2.363

Abstract

Pendidikan karakter di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan nilai moral siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran guru dalam penerapan pendidikan karakter dan memahami dampaknya pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berfungsi sebagai teladan dan mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan pengaruh negatif dari lingkungan luar. Pendidikan karakter yang efektif dapat meningkatkan perkembangan moral dan sosial siswa, serta mendukung prestasi akademik mereka. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari orang tua dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan karakter.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM PENGAJARAN DI SEKOLAH DASAR: TREN DAN DAMPAKNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Sarafiah Sarafiah; Abas Oya; Yuyun Yuningsih RS; Eva Nursa'ban
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 5, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v5i1.356

Abstract

This study aims to analyze and identify trends in the use of educational technology in teaching at the elementary school level from 2019 to 2024 and evaluate its impact on student learning outcomes. Using a bibliometric approach, data was collected from Crossref via the Publish or Perish application, focusing on keywords such as "educational technology," "elementary school teaching," "student learning outcomes," "interactive multimedia," and "e-learning." The analysis results indicate a significant increase in publications related to educational technology, with a peak occurring in 2022. The most cited articles, such as those by Anggraeni et al. (2021) and Rahmadani Taufina (2020), highlight the effective use of interactive multimedia and problem-based learning (PBL) models in enhancing student engagement and academic achievement. This research also identifies challenges faced by educators in integrating technology, including disparities in access and the need for ongoing training. The findings provide valuable insights for education practitioners and policymakers to better optimize the use of technology in the elementary education system. By recommending further research on new technologies and their impact on education, this study emphasizes that the utilization of educational technology is a crucial step in addressing the educational challenges in the digital era.
Keefektifan Motode Pembelajaran Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar IPA Materi Peristiwa Alam Pada Siswa Kelas V SDN Inpres Bala Wera Eva Nursa'ban; Ewisahrani Ewisahrani; Fathurrahmaniah Fathurrahmaniah; Lutfin Haryanto
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 4, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v4i1.182

Abstract

Materi IPA yang relatif banyak memaksa siswa untuk mengingat materi, sedangkan selama ini guru hanya menggunakan motode konvensional seperti ceramah, tanya jawab, diskusi, sehingga siswa kurang memahami materi yang disampaikan. Motode pembelajaran mind map dapat dijadikan salah satu alternatif dalam pembelajaran IPA karena motode pembelajaran mind map memungkinkan siswa untuk menghafal berbagai materi dengan cara yang menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan penerapan motode pembelajaran peta pikiran terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di SDN Inpres Bala Wera. Populasi penelitian ini adalah 62 siswa kelas V SDN Inpres Bala Wera. Desain eksperimen yang digunakan adalah non-equivalent control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan pilihan ganda dan deskriptif. Data hasil belajar dianalisis dengan uji-t, sedangkan untuk menghitung pengaruh motode peta pikiran digunakan uji N-Gain (normal gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan motode pembelajaran mind map lebih unggul dari hasil belajar siswa yang belajar dengan metode konvensional. Nilai rata-rata postes kelas kontrol adalah 64,91 sedangkan nilai rata-rata postes kelas eksperimen adalah 78,21. Hasil uji t menunjukkan nilai t-hitung (6,121) t-tabel (1,67) artinya hasil belajar siswa dengan menggunakan motode peta pikiran lebih unggul dari motode konvensional. Hal ini didukung dengan perhitungan N-Gain sebesar 0,49 dalam kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa motode pembelajaran peta pikiran efektif dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA siswa kelas V di sekolah SDN Inpres Bala Wera. Saran yang dapat disampaikan adalah sebaiknya guru mulai menerapkan motode pembelajaran peta pikirian dan memodifikasi motode pembelajaran agar sesuai dengan karakteristik materi dan kondisi siswa guna meningkatkan hasil belajar siswa.
Hubungan Antara Tingkat Kemandirian Belajar dengan Prestasi Belajar IPA Siswa MTS Al-Falah Nipa Eti Setiawati; Ewisahrani Ewisahrani; Eva Nursa'ban
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 3 (2026): Juli 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i3.1423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kemandirian belajar dengan prestasi IPA siswa kelas 2 MTs Al Falah Nipa. Kemandirian belajar siswa diukur menggunakan kuesioner dengan lima indikator utama, yaitu perencanaan belajar, pelaksanaan belajar, evaluasi belajar, motivasi mandiri, dan penggunaan sumber belajar. Prestasi IPA diukur melalui tes prestasi yang mencakup soal pilihan ganda dan uraian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, dan sampel yang digunakan terdiri dari 54 siswa kelas 2A dan 2B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori kemandirian belajar sedang, dengan sebagian kecil yang memiliki kemandirian tinggi. Korelasi Pearson antara kemandirian belajar dan prestasi IPA menunjukkan nilai r = 0,65, yang menunjukkan hubungan positif yang signifikan. Semakin tinggi tingkat kemandirian belajar, semakin baik prestasi IPA siswa. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pembelajaran di MTs Al Falah Nipa dapat lebih menekankan pada pengembangan kemandirian belajar siswa untuk mendukung pencapaian prestasi akademik yang lebih baik, khususnya dalam mata pelajaran IPA.