Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Media E-Comic Bertema Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Karakter Profil Pelajar Pancasila di SD Yeni Wardatunnissa; A. Haris
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.2574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran E-Comic bertema kearifan lokal yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan karakter Profil Pelajar Pancasila pada siswa Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas, ahli materi, ahli media, dan siswa kelas V SDN Inpres 2 Tolowata. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, angket respon siswa, serta tes karakter sebelum dan sesudah penggunaan media. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan persentase kelayakan dan uji N-Gain untuk mengetahui peningkatan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Comic tergolong valid hingga sangat valid dari segi tampilan, isi, bahasa, dan muatan nilai karakter. Uji coba menunjukkan bahwa media ini praktis dan efektif dalam meningkatkan karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis dengan kategori peningkatan sedang hingga tinggi. Dengan demikian, E-Comic bertema kearifan lokal layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran kontekstual yang menarik dalam menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Kegiatan Makan Bersama Berbasis Gizi Seimbang di Sekolah Dasar Yeni Wardatunnissa; A Haris; Yuyun Yuningsih; Lila Alwyah; I Wayan Aditya Kurnia Wijaya
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jippma.v2i01.963

Abstract

Profil Pelajar Pancasila merupakan perwujudan karakter dan kompetensi peserta didik Indonesia yang perlu ditanamkan sejak jenjang sekolah dasar. Salah satu upaya penguatan nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, salah satunya kegiatan makan bersama berbasis gizi seimbang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai gizi seimbang sekaligus memperkuat nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, khususnya gotong royong, kemandirian, dan kebhinekaan global. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi sosialisasi gizi seimbang, pendampingan kegiatan makan bersama, serta refleksi dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya konsumsi makanan sehat, perilaku hidup bersih dan sehat, serta tumbuhnya sikap kebersamaan dan saling menghargai antar siswa. Dengan demikian, kegiatan makan bersama berbasis gizi seimbang efektif digunakan sebagai media penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah dasar.
PERAN GURU DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR Siti Sarah; Yeni Wardatunnissa; Yuyun Yuningsih Ratnasari; Eva Nursa'ban
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v5i2.363

Abstract

Pendidikan karakter di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan nilai moral siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran guru dalam penerapan pendidikan karakter dan memahami dampaknya pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berfungsi sebagai teladan dan mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan pengaruh negatif dari lingkungan luar. Pendidikan karakter yang efektif dapat meningkatkan perkembangan moral dan sosial siswa, serta mendukung prestasi akademik mereka. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari orang tua dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan karakter.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Berbasis PjBL dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca pada Siswa Kelas VI SDN 2 Tente Dahlia Dahlia; Eva Nursa’ban; Yeni Wardatunnissa
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i2.874

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mengetahui implementasi model pembelajaran Kooperatif Jigsaw berbasis PjBL dalam meningkatkan keterampilan membaca pada siswa kelas VI SDN 2 Tente. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method dengan menggunakan desain Konvergen Paralel dan Sekuensial Eksplanatori.  Populasi penelitian sebanyak 350 siswa. Adapun sampel yang digunakan sebanyak 30 siswa kelas VI SDN 2 Tente Kabupaten Bima, terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan yang ditentukan dengan teknik non-probability sampling berbentuk purposive sampling. Lokasi penelitian ini dilakukan di SDN 2 Tente Kabupaten Bima. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik angket skala likert. Adapun teknik analisis data yang digunakan menggunakan teknik analisis data interaktif/ model air dan teknik analisis data uji spearman. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi model konvensional pada kelas pretest tidak menunjukkan hasil yang signifikan dari hasil belajar siswa kelas VI SDN 2 Tente Kabupaten Bima. Hal tersebut berbanding terbalik setelah diterapkannya model pembelajaran Kooperatif Jigsaw berbasis PjBL. Nilai presentase maksimum yang didapat siswa dari penerapan model pembelajaran konvensional sebesar 14% dan nilai presentase maksimum dari penerapan model sebesar 60%. Implementasi model pembelajaran Kooperatif Jigsaw berbasis PjBL pada siswa kelas VI SDN 2 Tente Kabupaten Bima sangat efektif dalam menumbuhkembangkan keterampilan membaca siswa, serta turut meningkatkan aspek kognitif dan afektif.
Efektivitas Penggunaan Media Interaktif Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Gaya di SMPN 2 Ambalawi Agung Sahrul Mubarak; Nita Rahmaniya; Firmansah Firmansah; Yeni Wardatunnissa
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i01.918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh mengenai resiliensi pada mahasiswa yang merantau. Metode penelitian menggunakan pendekatan Integrative Literature Review (ILR) dengan menelaah 28 sumber literatur. Penelusuran literatur dilakukan melalui database Google Scholar dan Science Direct. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan identifikasi topik, penelusuran dan pemilihan literatur, analisis literatur, serta sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: Pertama, resiliensi mahasiswa perantau merupakan proses psikologis yang dinamis dengan tingkat resiliensi yang berkembang dari fase adaptasi awal menuju kemandirian yang lebih matang; Kedua, resiliensi dipengaruhi oleh faktor internal (regulasi emosi, optimisme, efikasi diri, konsep diri positif, dan self-compassion) serta faktor eksternal (dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, lingkungan akademik, dan komunitas); Ketiga, peningkatan resiliensi dapat dicapai melalui strategi personal berupa pelatihan pengelolaan stres dan pengembangan efikasi diri, serta strategi institusional melalui kelompok dukungan sebaya dan layanan konseling kampus. Hasil penelitian menegaskan bahwa resiliensi mahasiswa yang merantau bukanlah sifat bawaan tetapi kemampuan yang dapat dikembangkan dan diperkuat dengan strategi yang tepat.