Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KEARIFAN BUDAYA DALAM LIRIK LAGU MELAYU Gunawan Wiradharma; Nur Indah Yusari
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.686 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.081.06

Abstract

Kearifan pada dasarnya tercipta berkat kearifan manusia. Kebudayaan terwujud karena setiap orang memperoleh kebermanfaatan kearifan yang ada dalam kebudayaan. Kearifan budaya ada dan hadir di setiap etnis bangsa dan negara kita ini (Rahyono, 2009: v). Kearifan budaya Melayu hanya salah satu di antara kearifan budaya-budaya etnis di Indonesia. Peneliti merasa tertarik dengan budaya Melayu yang terdapat di dalam lirik lagu karena Melayu merupakan salah satu kebudayaan bangsa yang adiluhung. Tujuan makalah ini ingin mengungkapkan kearifan budaya yang terdapat dalam lirik lagu Melayu untuk mengetahui kecerdasan dan kearifan budaya daerah yang terkandung di dalamnya yang merupakan kekuatan yang dapat diberdayakan untuk menghadapi dunia saat ini dalam mewujudkan peradaban bangsa. Metode penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan probability sampling design dengan teknik random sederhana. Peneliti langsung merandom untuk mendapatkan sampel lirik lagu sebanyak empat judul lagu untuk dianalisis lebih lanjut (Faisal, 2010: 59). Data lirik lagu yang digunakan adalah lirik lagu: (1) Laksamana Raja di Laut (Iyeth Bustami) dan (2) Cindai (Siti Nurhaliza). Untuk konsep kearifan budaya, penulis akan mengacu kepada istilah local genius yang dikemukakan oleh Quaritch Wales untuk berbicara tentang kearifan budaya Melayu. Local genius merupakan “the sum of the cultural characteristics which the vast majority of a people have in common as a result of their experiences in early life”. Pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam definisi tersebut adalah (1) ciri-ciri budaya, (2) sekelompok manusia sebagai pemilik budaya, dan (3) pengalaman hidup yang menghasilkan ciri-ciri budaya tersebut (Rahyono, 2009: 7). Dengan demikian, hasil yang diharapkan dalam melakukan analisis kearifan budaya dalam lirik lagu Melayu akan mendapatkan pengetahuan berupa pembentuk identitas yang merupakan wujud kecerdasan yang dihasilkan oleh pengalaman hidup masyarakat Melayu sendiri, bukan oleh pengalaman hidup bangsa atau suku lain. Kata kunci: kearifan budaya, lirik lagu, Melayu, identitas
EKSISTENSI PANTUN SEBAGAI DAMPAK EKOLOGIS DAN BENTUK TRADISI EKSPRESIF MASYARAKAT MELAYU: TINJAUAN ANTROPOLINGUISTIK Nur Indah Yusari
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 9, No 2 (2021): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v9i2.%p

Abstract

Tulisan ini membahas bagaimana eksistensi pantun sebagai dampak ekologis dan salah satu bentuk tradisi ekspresif masyarakat Melayu. Masalah dikaji menggunakan pendekatan antropolinguistik, yaitu dengan tiga parameter antropolinguistik, yaitu keterhubungan, kebernilaian, dan keberlanjutan sebuah tradisi lisan, termasuk pantun, sebagai media bahasa yang memadukan keseluruhan ekspresi linguistik bersama aspekaspek sosiokultural merupakan objek kajian. Kajian anropolinguistik dalam hal ini tidak hanya menjelaskan proses penggunaan bahasa secara liguistik, tetapi juga mengungkapkan nilai budaya tradisi lisan itu secara antropologis dalam mengkaji hubungan struktur teks dan konteks pantun yang dilatarbelakangi unsur-unsur budaya dalam kehidupan masyarakat Melayu. Dengan metode kualitatif deskriptif, tulisan ini menjabarkan diksi-diksi yang digunakan oleh masyarakat Melayu dalam pantun sebagai bentuk tradisi ekspresif. Berdasarkan pendekatan antropolinguistik, diketahui bahwa dalam eksistensinya, pantun sebagai tradisi ekspresif masyarakat Melayu mampu membentuk hukum keseimbangan alam dan keseimbangan hidup antar sesama manusia dalam komunitasnya.
IMPLEMENTING OF INFORMATION AND COMUNICATION TECHNOLOGY INTO ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHER AT DI SMP NEGERI 3 TELUKNAGA Soejono, Sri Rosmalina; Iswadi, Iswadi; Yusari, Nur Indah
Jurnal Visipena Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v15i1.2658

Abstract

Integrating information and communication Technology (ICT) into learning has a very important role in facing the demands of the development of the modern world. This research underlines the role of education and training to increase PAI teachers' competence in ICT. This research aims to describe the level of integration and communication, and technology in PAI teacher training. This research was conducted at SMP Negeri 3 Teluknaga. This research was conducted at SMP Negeri 3 Teluknaga. The population in this study was 23 madrasa PAI teachers and two facilitators participating as informants. The data analysis technique uses the Miles and Huberman interactive model. The research results show that PAI madrasah teachers have integrated ICT but still need to expand to using presentations, especially PowerPoint. Second, age factors and technical problems are the main obstacles in implementing such integration compared to younger teachers, who tend to have a higher level of comfort with new technology because they are more familiar with the use of technology in their daily lives. The availability of ICT facilities at SMP Negeri 3 Teluknaga is classified as good. This research recommends that schools provide a lot of training and support to teachers to improve their mastery of technology and integrate it effectively into the learning process.
Peran Teknologi dalam Membangun Generasi Muda Unggul dan Istiqamah: Perlakuan pada Ibu-Ibu Majlis Taklim Darul Aitam Nawiatu Al Rahmah (Dinar) Nur Indah Yusari; Sri Rosmalina Soedjono
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 5 No. 1 (2025): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v5i1.7302

Abstract

This research aims to determine the role of technology in building a superior and steadfast young generation and to analyze how technology can be used to improve the quality of learning for the women of the Darul Aitam Nawiatu Al Rahmah (DINAR) majlis taklim (DINAR). This research uses a qualitative research method with a case study approach. The research results show that technology has a very important role in building a superior and steadfast young generation, namely by improving the quality of learning, facilitating access to information, and building learning communities. This research also shows that the ladies of the Darul Aitam Nawiatu Al Rahmah (DINAR) majlis taklim have used technology in learning activities, but still need improvement in terms of using technology more effectively and efficiently.
Cegah Cyberbullying Sejak Dini: Edukasi Positif untuk Siswa SDN Mekar Bakti 1 Sumitro, Dewi Sari; Nofia Angela; Putriani, Ananda; Yusari, Nur Indah
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/e8mjt265

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap bahaya dan dampak dari perilaku cyberbullying yang marak terjadi di era digital. Bertempat di SDN Mekar Bakti 1, Tangerang, kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dengan metode penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi peran. Tahap awal diawali dengan observasi dan penyebaran kuesioner diagnostik untuk memetakan tingkat pemahaman siswa mengenai interaksi daring yang sehat. Materi yang diberikan mencakup definisi cyberbullying, bentuk-bentuk perundungan digital, dampak psikologis bagi korban, serta strategi pencegahannya. Metode penyampaian materi menggunakan pendekatan visual dan narasi yang sesuai dengan tingkat usia anak, dilengkapi dengan video edukatif dan kegiatan bermain peran untuk menumbuhkan empati. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap etika dalam penggunaan media sosial dan komunikasi digital. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk cyberbullying yang sebelumnya tidak mereka pahami. Kegiatan ini juga membangun keberanian siswa untuk melaporkan kejadian perundungan dan mendukung teman sebaya yang menjadi korban. Sebagai tindak lanjut, tim pengabdi menyerahkan modul literasi digital kepada pihak sekolah dan memberikan sertifikat kepada peserta sebagai bentuk apresiasi. Diharapkan, program ini dapat direplikasi di sekolah lain sebagai bentuk kontribusi pendidikan tinggi dalam membangun budaya digital yang aman dan sehat sejak usia dini.
EKSISTENSI PANTUN SEBAGAI DAMPAK EKOLOGIS DAN BENTUK TRADISI EKSPRESIF MASYARAKAT MELAYU: TINJAUAN ANTROPOLINGUISTIK Yusari, Nur Indah
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v9i2.%p

Abstract

Tulisan ini membahas bagaimana eksistensi pantun sebagai dampak ekologis dan salah satu bentuk tradisi ekspresif masyarakat Melayu. Masalah dikaji menggunakan pendekatan antropolinguistik, yaitu dengan tiga parameter antropolinguistik, yaitu keterhubungan, kebernilaian, dan keberlanjutan sebuah tradisi lisan, termasuk pantun, sebagai media bahasa yang memadukan keseluruhan ekspresi linguistik bersama aspekaspek sosiokultural merupakan objek kajian. Kajian anropolinguistik dalam hal ini tidak hanya menjelaskan proses penggunaan bahasa secara liguistik, tetapi juga mengungkapkan nilai budaya tradisi lisan itu secara antropologis dalam mengkaji hubungan struktur teks dan konteks pantun yang dilatarbelakangi unsur-unsur budaya dalam kehidupan masyarakat Melayu. Dengan metode kualitatif deskriptif, tulisan ini menjabarkan diksi-diksi yang digunakan oleh masyarakat Melayu dalam pantun sebagai bentuk tradisi ekspresif. Berdasarkan pendekatan antropolinguistik, diketahui bahwa dalam eksistensinya, pantun sebagai tradisi ekspresif masyarakat Melayu mampu membentuk hukum keseimbangan alam dan keseimbangan hidup antar sesama manusia dalam komunitasnya.