Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Volume Penyiraman terhadap Produksi Hijauan dan Efisiensi Penggunaan Air pada Corchorus aestuans Zain, Muhammad Fahmy Fachrul; Susilawati, Iin; Khairani, Lizah
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i1.51182

Abstract

Penelitian ditujukan untuk mengetahui pengaruh volume penyiraman air yang mengacu kapasitas lapang (KL) terhadap produksi hijauan C. aestuans, sekaligus mengetahui seberapa besar efisiensi penggunaan air yang diperoleh.  Benih C. aestuans yang digunakan bersumber dari Laboratorium Lapangan Tanaman Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.  Penelitian dilaksanakan secara eksperimental berupa rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan.  Perlakuan mencakup P1 = 50% KL, P2 = 75% KL, P3 = 100% KL, dan P4 = 125% KL.  Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis ragam, dilanjutkan dengan uji Tukey HSD.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian volume air dapat mempengaruhi produksi hijauan dan efisiensi penggunaan air tanaman.  Produksi hijauan terbaik diperoleh pada 75% KL, dengan efisiensi penggunaan air tertinggi diperoleh pada 50% KL, sebagai level penyiraman yang direkomendasikan.
PENGARUH VOLUME PENYIRAMAN TERHADAP JUMLAH DAUN DAN TINGGI TANAMAN Corchorus aestuans Rahman, Salwa Rabbani; Khairani, Lizah; Susilawati, Iin
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 05 (2023): September: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v2i05.883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh perbedaan volume penyiraman terhadap pertumbuhan jumlah daun terbanyak dan tinggi tanaman Corchorus aestuans. Germinasi bibit tanaman dilakukan pada bulan April 2023. Analisis Kapasitas Lapang dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Pakan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran pada bulan Februari 2023. Analisis Tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran pada bulan Januari sampai dengan Februari 2023. Penanaman Corchorus aestuans dilakukan di Lahan Penelitian Laboratorium Tanaman Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2023. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 Perlakuan 5 Ulangan sehingga menghasilkan 20 kali percobaan. Perlakuan Volume Penyiraman terdiri atas P1= 50% Kapasitas Lapang (KL), P2= 70% KL, P3= 100% KL, P4= 125% KL. Data dianalisis dengan Anova dan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume penyiraman memiliki pengaruh terhadap jumlah daun dan tinggi tanaman. Hasil analisis memperlihatkan bahwa perlakuan P1 (50% KL) merupakan perlakuan paling efisien untuk jumlah daun dan perlakuan P2 (75% KL) merupakan perlakuan yang paling baik untuk tinggi tanaman Corchorus aestuans. Disamping itu, perlakuan P2 menghasilkan bobot kering daun gugur paling besar dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Pengaruh Penambahan Giberelin terhadap Pertumbuhan dan Persentase Batang dan Akar Tanaman Padi dengan Sistem Hidroponik Efendi, Aprilianti Nur; Khairani, Lizah; Susilawati, Iin
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v4i2.40765

Abstract

Penelitian mengenai “Pengaruh Penambahan Giberelin terhadap Pertumbuhan dan Persentase Batang dan Akar Tanaman Padi dengan Sistem Hidroponik” telah dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Pangandaran pada bulan Desember 2019 hingga Januari 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan serta untuk mengetahi persentase batang dan akar tanaman padi yang optimal dengan sistem hidroponik. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan, yaitu P0 = 0 ppm ; P1 = 5 ppm ; P2 = 10 ppm ; P3 = 15 ppm dengan 5 kali pengulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Peubah yang diamati yaitu pertumbuhan yang meliputi tinggi tanaman dan persentase batang dan akar tanaman. Data yang didapatkan diuji dengan analisis ragam serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilakukan uji jarak beganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap tinggi tanaman padi, namun tidak berpengaruh terhadap persentase batang dan akar. Perlakuan penambahan giberelin dengan dosis 10 ppm menunjukkan pertumbuhan terbaik.
Dose of Banana Peel Liquid Organic Fertilizer on The Growth and Production of Dengdek Poek (Corchorus aestuans) Hariyanti, Karsi; Khairani, Lizah; Susilawati, Iin
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 24, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v24i2.56973

Abstract

Corchorus aestuans plants have potential as animal feed. Giving banana peel POC is an effort to increase the productivity of this plant. Knowing the effect of various doses of banana peel POC on the growth and productivity of Corchorus aestuans plants is the purpose of this study. The Completely Randomized Design method was used with five treatments namely P1 = 0 ml, P2 = 100 ml, P3 = 200 ml, P4 = 300 ml, P5 = 400 ml was tested on March 21 to May 30 at the Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran. Each treatment was repeated four times, resulting in twenty experimental materials. Plant height, number of leaves, fresh weight, dry weight, stem leaf ratio, and shoot root ratio were some of the parameters recorded. After the data were analyzed for variance, Duncan Multiple Range Test (DMRT) was conducted. The results showed that although fresh weight was significantly affected by banana peel POC (P < 0.05), plant height, number of leaves, dry weight, stem leaf ratio, and shoot root ratio were not significantly affected (P > 0.05). The 100 ml dose was the most effective dose (P2).
Pengaruh Penambahan Tebon Jagung, Ampas Tahu, dan EM4 Terhadap Karakteristik Fisik dan pH Silase Centrosema pubescens Triana, Rizky Aziz; Yanza, Yulianri Rizki; Khairani, Lizah; Setiawan, Muhammad Ariana
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v13i1.621

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of adding EM4 starter, corn stover, and tofu dregs on the physical characteristics and pH of Centrosema pubescens (CP) silage. The study used a completely randomized design with three treatments and five replications: P1 (100% CP + starter), P2 (50% CP + 50% corn stover + starter), and P3 (50% CP + 50% tofu dregs + starter). The fermentation process was conducted for 35 days using vacuum-sealed plastic to create anaerobic conditions. Data on physical characteristics (mold presence, aroma, color, and texture) were analyzed using the Kruskal-Wallis test, followed by the Dunn Test for significant differences, while pH data were analyzed using ANOVA and Duncan Test for further analysis. The results showed that treatments significantly affected aroma, texture, and pH (p<0.05). The tofu dregs treatment produced the lowest pH, while the corn stover treatment resulted in the best texture, characterized by being dense and non-slimy. All treatments achieved the highest score for mold presence, indicating the absence of mold growth. However, the greenish-brown color produced by all treatments did not meet the optimal category. Adding EM4 starter with corn stover or tofu dregs proved effective in improving the quality of Centrosema pubescens silage by enhancing pH, texture, and the absence of mold growth, although all treatments produced a greenish-brown color that was not yet optimal.