Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH ENSILASE Arachis pintoi DENGAN CAMPURAN BAHAN PAKAN BERBEDA DAN PENAMBAHAN STARTER TERHADAP pH DAN KUALITAS FISIK Gumilar, Najwa Hegyra; Setiawan, Muhammad Ariana; Yanza, Yulianri Rizki; Susilawati, Iin
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.17017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ensilase Arachis pintoi, yang merupakan salah satu legume cover crop, dengan campuran bahan pakan yang berbeda terhadap pH dan kualitas fisik silase (aroma, jamur, tekstur, dan warna) menggunakan penambahan starter Effective Microorganism (EM4) 2%. Tiga perlakuan utama yang digunakan adalah P1 (100% Arachis pintoi), P2 (50% Arachis pintoi + 50% tebon jagung), dan P3 (50% Arachis pintoi + 50% ampas tahu), masing-masing dengan tambahan EM4 sebagai akselerator fermentasi. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan P2 menghasilkan silase dengan kualitas fisik optimal berupa tekstur padat, tidak berlendir, dan bebas jamur dengan pH 4.57, serta aroma sedikit asam dan warna hijau kecoklatan. Perlakuan P3 memiliki pH sedikit lebih rendah (4.51) dengan tekstur padat tetapi sedikit berlendir. Berdasarkan kualitas fisik, P2 dianggap sebagai perlakuan terbaik untuk pembuatan silase Arachis pintoi.
PENGARUH ENSILASE Arachis pintoi DENGAN CAMPURAN BAHAN PAKAN BERBEDA DAN PENAMBAHAN STARTER TERHADAP pH DAN KUALITAS FISIK Gumilar, Najwa Hegyra; Setiawan, Muhammad Ariana; Yanza, Yulianri Rizki; Susilawati, Iin
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.17017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ensilase Arachis pintoi, yang merupakan salah satu legume cover crop, dengan campuran bahan pakan yang berbeda terhadap pH dan kualitas fisik silase (aroma, jamur, tekstur, dan warna) menggunakan penambahan starter Effective Microorganism (EM4) 2%. Tiga perlakuan utama yang digunakan adalah P1 (100% Arachis pintoi), P2 (50% Arachis pintoi + 50% tebon jagung), dan P3 (50% Arachis pintoi + 50% ampas tahu), masing-masing dengan tambahan EM4 sebagai akselerator fermentasi. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan P2 menghasilkan silase dengan kualitas fisik optimal berupa tekstur padat, tidak berlendir, dan bebas jamur dengan pH 4.57, serta aroma sedikit asam dan warna hijau kecoklatan. Perlakuan P3 memiliki pH sedikit lebih rendah (4.51) dengan tekstur padat tetapi sedikit berlendir. Berdasarkan kualitas fisik, P2 dianggap sebagai perlakuan terbaik untuk pembuatan silase Arachis pintoi.
Diseminasi Manajemen Pakan dan Imbuhan Pakan untuk Domba di Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang Tanuwiria, Ujang Hidayat; Hernaman, Iman; Hidayat, Rahmat; Ayuningsih, Budi; Budiman, Atun; Rosani, Urip; Yanza, Yulianri Rizki; Tutiyana, Tutiyana
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.60396

Abstract

Desa Pajagan adalah salahsatu desa di kecamatan Cisitu dengan ketinggian tempat 411 mdpl, berada di pinggiran waduk Jatigede dan masyarakatnya sebagian besar bermatapencaharian bertani dan beternak domba.  Survey pendahuluan menunjukkan pengetahuan peternak domba terkait manajemen pemberian pakan dan imbuhan pakan untuk domba masih minim. Tim PPM Fakultas Peternakan UNPAD melaksanakan diseminasi pengetahuan tentang manajemen pemberian pakan dan imbuhan pakan dengan tujuan meningkatkan produktivitas domba. Materi diseminasi berisikan manajemen pemberian pakan dan imbuhan pakan beserta praktek pembuatannya, pelaksanaan pada bulan Oktober dan November 2024.  Diseminasi pengetahuan dilaksanakan melalui penyuluhan,  diskusi, praktek dan evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti 17 peternak domba di Desa Pajagan. Kegiatan telah dilaksanakan dengan baik dan tingkat partisipasi peserta antara 65-85% dari yang diundang. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian ini yaitu 1) Diseminasi manajemen pemberian pakan dan praktek pembuatan imbuhan pakan dapat meningkatkan serapan pengetahuan peserta masing-masing sebesar 50,50% dan 67,37%; 2) Tingkat keterampilan peternak domba dalam hal pembuatan Urea Molases Blok (UMB), Suplemen Organik Cair (SOC) dan Dedak Aromatik meningkat. Disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan imbuhan pakan sangat bermanfaat bagi para peternak domba. Disarankan perlu dilakukan pembinaan berkesinambungan dalam kerangka pembinaan peternakan menuju ketahanan pangan.
Physical Quality and pH of Chicory Silase (Cichorium Intybus L) and Onggok with the Addition of Tannins as Additives Nawang Wulan, Dyah; Hidayat, Rahmat; Mayasari, Novi; Budiman, Atun; Rizki Yanza, Yulianri; Ariana Setiawan, Muhammad
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v3i11.1967

Abstract

This study aims to examine the effect of the addition of tannins as additives on the physical quality of chicory mixed silage (Cichorium intybus L.) and onggok. The method used was a Complete Random Design (RAL) consisting of 5 treatments and 5 replicates. The treatment used consisted of P0(-) (100% onggory without the addition of tannins), P1(+) (100% onggok + 12 grams of tannins), P2 (chicory 75% + 25% onggok + tannin 12 grams), P3 (chicory 50% + onggok 50% + tannins 12 grams), P4 (chicory 25% + onggok 75% + tannins 12 grams). The data was analyzed by Kruskal Wallis analysis, if there was a real difference, the Dunn test was continued. The results showed that tannins significantly improved the physical quality of silage with parameters in the form of color, aroma, texture, the presence of mold, and pH. Chicory increases the nutrient content, while tannins play the role of special antibacterial and antifungal agents that can make bacteria and fungi brittle. This makes silage have a longer shelf life for the effectiveness of ruminant feed.  
KUALITAS FISIK DAN NILAI PH SILASE Arachis pintoi DENGAN CAMPURAN BAHAN PAKAN YANG BERBEDA Alifah, Nabiilah Nur; Yanza, Yulianri Rizki; Susilawati, Iin; Saefulhadjar, Deny; Setiawan, Muhammad Ariana
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i1.59173

Abstract

Hijauan memiliki peran yang sangat penting dalam pakan ternak khususnya ternak ruminansia yang bergantung pada hijauan sebagai sumber serat dan nutrisi utamanya, sehingga eksplorasi sumber hijauan alternatif seperti leguminosa menjadi isu penting untuk memenuhi kebutuhan pakan selain hijauan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menyalakan kualitas fisik dan nilai pH yang dihasilkan dari silase Arachis pintoi dengan campuran bahan pakan yang berbeda. Parameter yang diuji diantaranya keberadaan jamur, aroma, warna, tekstur, dan nilai pH. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus – Oktober 2024 di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Desain eksperimen yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 (100% Arachis pintoi ), P2 (50% Arachis pintoi + 50% tebon jagung), dan P3 (50% Arachis pintoi + ampas tahu). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan campuran bahan pakan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kualitas warna, tekstur, dan nilai pH silase Arachis pintoi yang dihasilkan. Kata Kunci: leguminosa, arachis pintoi, silase, kualitas fisik, pH
Evaluasi Kualitas Fisik dan Nilai pH Silase Chicory (Cichorium intybus L.) dan Onggok dengan Penambahan EM4 Triana Devi, Amarilia Rizya; Rusmana, Denny; Hidayat, Rahmat; Setiawan, Muhammad Ariana; Yanza, Yulianri Rizki
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i1.59522

Abstract

Kajian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas fisik yang meliputi parameter aroma, tekstur, warna dan keberadaan jamur pada silase chicory dan onggok dengan penambahan EM4. Selain kualitas fisik, nilai pH juga dievaluasi agar kualitas silase yang dihasilkan dapat ditentukan. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus – Oktober 2024 di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Desain eksperimen yang digunakan adalah Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (onggok 100%), P1 (onggok 100 % + EM4), P2 (onggok 75% + chicory 25% + EM4), P3 (onggok 50% + chicory 50% + EM4), P4 (onggok 25% + chicory 75% + EM4), dan P5 (chicory 100% + EM4). Didapatkan hasil penelitian bahwa perlakuan onggok 25% + chicory 75% + EM4 menghasilkan kualitas fisik dan nilai pH terbaik.
PENGARUH PROSES ENSILASE TERHADAP KUALITAS FISIK DAN pH SILASE BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DENGAN PENAMBAHAN STARTER DAN CAMPURAN BAHAN PAKAN YANG BERBEDA : The Effect of the Ensiling Process on the Physical Quality and pH of Clitoria ternatea Silage with the Addition of Starter and Different Feed Ingredient Mixtures Lingga, Novita Samaria; Iin Susilawati; Yulianri Rizki Yanza; Muhammad Ariana Setiawan
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.1894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses ensilase terhadap kualitas fisik dan pH silase Bunga telang (Clitoria ternatea) dengan penambahan starter dan bahan pakan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P1 = Clitoria ternatea 100% + 0% Starter ; P2 = Clitoria ternatea 100% + 4% Starter; P3 = Clitoria ternatea 50% + Tebon Jagung 50% + 0% Starter; P4 = Clitoria ternatea 50% + Ampas tahu 50% + 0% Starter; P5 = Clitoria ternatea 50% + Tebon Jagung 50% + 4% Starter; P6 = Clitoria ternatea 50% + Ampas tahu 50% + 4% Starter. Variabel yang diamati adalah warna, aroma, tekstur, dan ada tidaknya jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlakuan penambahan tebon jagung, ampas tahu dan starter (EM4) memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap warna, aroma, tekstur, keberadaan jamur dan pH. Silase yang dihasilkan dengan penambahan tebon jagung dan starter (P3 dan P5) menunjukkan kualitas fisik yang lebih baik dibandingkan silase dengan penambahan ampas tahu (P4 dan P6). Sementara itu, pH silase yang baik diperoleh dari seluruh perlakuan, dengan P6 menghasilkan nilai pH terendah. Dengan demikian, terbukti bahwa penambahan campuran bahan pakan tebon jagung 50% dan starter 4% (P5) menghasilkan kualitas fisik dan pH silase terbaik.   Kata kunci: Bunga telang (Clitoria ternatea), silase, pH, kualitas fisik
PENGARUH PENAMBAHAN TEBON JAGUNG DAN AMPAS TAHU TERHADAP KUALITAS FISIK DAN PH SILASE Centrocema pubescens : The Effect of Adding Corn Stover and Tofu Waste on the Physical Quality and pH of Centrosema pubescens Silage Egifta Noela Sitepu; Nyimas Popi Indriani; Yulianri Rizki Yanza; Muhammad Ariana Setiawan
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.1897

Abstract

Ketersediaan hijauan sangat bergantung pada musim sehingga peternak mengalami kesulitan dalam menjaga kuantitas dan kualitas hijauan terutama pada musim kemarau. Centrocema pubescens bersifat perennial yaitu dapat hidup lebih dari satu tahun sehingga membuat legum ini berpotensi menjadi alternatif. Pemanfaatan tanaman sentro dapat dimaksimalkan secara optimal dengan upaya mempertahankan nutrien melalui teknologi silase.  Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan yaitu P1 = Centrocema pubescens, P2 = Centrocema pubescens 50% + tebon jagung 50%, P3 = Centrocema pubescens 50% + ampas tahu 50%. Data jamur, warna, aroma dan tekstur dianalisis menggunakan analisis kruskall walis dengan uji lanjut Dunn, sementara pH menggunakan analisis ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlakuan memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap semua parameter yang diamati (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan P2 menghasilkan kualitas fisik silase yang optimal ditunjukkan dengan tidak tumbuh jamur, warna silase hijau terang, aroma agak busuk, tekstur silase tidak berlendir dan padat serta kadar pH silase yang cenderung rendah. Hal ini menunjukkan bahwa silase dengan campuran tebon jagung lebih efektif untuk mempertahankan kualitas fisik silase. Silase dengan campuran ampas tahu lebih baik dalam mempertahankan kadar pH silase agar tetap dalam kondisi asam.   Kata kunci: Legum, Centrocema pubescens, Silase, Kualitas Fisik, Kadar pH  
PEMANFAATAN NITRAT (NO3-) SEBAGAI SUPLEMEN PAKAN TERNAK RUMINANSIA: STUDI META ANALISIS IN VITRO: Utilization of Nitrat (NO3-) as a Feed Supplement in Ruminant Nutrition: A Meta-Analysis Study Siti Hadnita Rizkilia Asti; Ujang Hidayat Tanuwiria; Yulianri Rizki Yanza
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.2106

Abstract

Kebutuhan akan pakan sumber protein bagi ternak ruminansia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya produktivitas ternak. Kondisi tersebut menjadi suatu tantangan bagi peternak ruminansia mengingat terbatasnya ketersediaan pakan sumber protein dengan harga yang terjangkau. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menyediakan pakan sumber protein alternatif yang didapatkan dari Nitrogen Non-Protein (NPN). Nitrat (NO3-) merupakan salah satu NPN yang berpotensi untuk menyediakan sumber amonia yang penting bagi sintesis protein mikroba di dalam rumen. Akan tetapi, pengaruh konsentrasi nitrat terhadap fermentasi rumen masih belum dapat disimpulkan secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nitrat terhadap karakteristik fermentasi rumen dan kecernaan nutrien in vitro dengan pendekatan meta analisis. Sebanyak 38 publikasi yang mencakup 99 studi in vitro dimasukkan dalam penelitian ini menjadi suatu database dan dianalisis secara statistik dengan menggunakan model campuran, di mana percobaan yang berbeda dianggap sebagai efek acak dan faktor terkait nitrat dianggap sebagai efek tetap. Hasil menunjukkan bahwa suplementasi nitrat secara signifikan (P <0,05) meningkatkan NH3-N, menurunkan kecernaan protein kasar (KcPK) dan TVFA/gram BK, serta cenderung berpengaruh signifikan (P = 0,09) menurunkan kecernaan bahan kering (KcBK). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan nitrat dalam pakan ternak ruminansia dapat memodulasi karakteristik fermentasi rumen dan kecernaan nutrien. Kata kunci: Karakteristik fermentasi rumen, kecernaan nutrien, nitrat, produksi gas metan, produksi gas total.
STUDI META ANALISIS PENGARUH SUPLEMENTASI CINNAMALDEHYDE TERHADAP KONSUMSI PAKAN, KECERNAAN NUTRIEN, DAN PERFORMA TERNAK: The Effect of Cinnamaldehyde Supplementation on Feed Intake, Nutrient Digestibility, and Growth Performance: A Meta-Analysis Siti Syawaliyah; Ujang Hidayat Tanuwiria; Yulianri Rizki Yanza
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.2129

Abstract

Ternak ruminansia merupakan salah satu jenis ternak yang dapat memberikan manfaat menghasilkan protein hewani untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dibutuhkan penggunaan feed additive seperti antibiotik dalam pakan untuk memacu performa ternak yang optimal. Tetapi, antibiotik yang digunakan secara terus-menerus dapat memunculkan residu yang berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia, sehingga diperlukan alternatif penggunaan atibiotik tersebut, salah satunya penggunaan minyak esensial yaitu cinnamaldehyde. Tujuan studi meta analisis ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi cinnamaldehyde terhadap konsumsi pakan, kecernaan nurtrien, dan performa ternak ruminansia. Sebanyak 23 publikasi yang terdiri dari 40 studi in vivo dimasukkan dalam database penelitian ini. Database tersebut kemudian dianalisis secara statistik dengan metodologi model campuran, di mana percobaan yang berbeda dianggap sebagai efek acak dan faktor terkait cinnamaldehyde dianggap sebagai efek tetap. Hasil menunjukkan bahwa penambahan cinnamaldehyde pada pakan ternak ruminansia cenderung menurunkan konsumsi protein kasar (PK) (P = 0,07) dan tidak memberikan pengaruh terhadap konsumsi bahan kering (BK), bahan organik (BO), Neutral Detergent Fiber (NDF), kecernaan nutrien, dan performa ternak ruminansia (P > 0,10). Dapat disimpulkan bahwa meskipun suplementasi cinnamaldehyde dalam pakan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap performa ternak, tetapi pemberian ini juga tidak menunjukkan dampak negatif pada ternak yang diberi perlakuan tersebut. Kata kunci: Cinnamaldehyde, konsumsi pakan, kecernaan nutrien, performa ternak