Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Profil Indeks Pengembangan Ikatan-Silang Gelatin-Kitosan Nursalam Hamzah; Muhammad Fadhlurrahman; Surya Ningsi; Haeria Haeria
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.624 KB) | DOI: 10.24252/djps.v2i2.12147

Abstract

Gelatin ikan menjadi sumber alternatif gelatin halal, tetapi memiliki sifat mekanik dan kekuatan gel yang rendah. Ikat silang telah banyak digunakan pada modifikasi material, termasuk untuk membentuk kompleks gelatin-kitosan. Ikat silang dapat meningkatkan kemampuan sifat mekanik dan kekuatan gel. Fokus penelitian ini adalah mengamati karakteristik indeks pengembangan kompleks gelatin-kitosan yang diikat silang menggunakan glutaraldehid dan sukrosa teroksidasi dengan variasi konsentrasi. Penelitian dimulai dengan ekstraksi gelatin dari sisik ikan Bandeng menggunakan metode basa-asam. Gelatin sisik ikan Bandeng dan gelatin komersil kemudian digunakan sebagai sampel. Larutan gelatin, kitosan dan pengikat silang dicampurkan dan diinkubasi pada suhu 40oC selama selama 24 jam. Campuran kemudian dikeringkan pemanasan suhu 70oC sampai sampel kering. Sampel kemudian diuji indeks pengembangan dengan direndam dalam air selama 12 jam, volume pengembangan diamati tiap jam. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kompleks gelatin-kitosan dapat diikat metode ikat silang dengan glutaraldehid dan sukrosa teroksidasi yang ditunjukkan dengan perubahan nilai indeks pengembangan. Sukrosa teroksidasi dengan perbandingan sukrosa dan natrium periodat 1:3 menunjukkan nilai indeks pengembangan paling baik.
Konflik Lahan dan HAM : Telaah Efektivitas Perlindungan Hukum terhadap Hak Masyarakat Adat di Indonesia dari Praktik Land Grabbing dan Green Grabbing Sonia Yolanda; Muhammad Naufal Hakim; Zahvirah Ayudiah Pratiwi; Syamsu Adriyan Sahidin; Muhammad Fadhlurrahman; Muhammad Naufal Farras Gumay
Referendum : Jurnal Hukum Perdata dan Pidana Vol. 1 No. 4 (2024): Desember : Referendum : Jurnal Hukum Perdata dan Pidana
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/referendum.v1i4.362

Abstract

This research is aimed at examining how to protect the rights of indigenous peoples from several practices through a review of legislation. Regulations on customary law communities have long been regulated in Indonesian law, including the constitution. However, overlapping regulations due to conflicts of interest between the government and investors hinder the protection of their rights. Governments are often involved in land and natural resource grabbing, known as land grabbing and green grabbing. This practice triggers complex conflicts that are detrimental and ignore the rights of indigenous peoples. The conflict is rooted in the government's negligence in drafting harmonized rules that should really protect customary law communities.
Kepemimpinan Berbasis Nilai: Telaah atas The Purchase of Slaves Kai Kaus dan Advice to Governors Karya Nizam al-Mulk dalam Perspektif Budaya Persia Muhammad Fadhlurrahman; Nurholis, Nurholis; Ismiyanti Agustina; Alya Hasya Azqia
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/5ym3dg50

Abstract

Artikel ini menganalisis dua karya penting dalam genre sastra politik Islam klasik, mirror for princes, yaitu Siyasatnama karya Nizam al-Mulk dan Qabusnameh. Dengan fokus pada bagian Advice to Governors dalam Siyasatnama dan The Purchase of Slaves dalam Qabusnameh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan nilai-nilai politik, etika, dan manajerial yang terkandung di dalamnya. Siyasatnama menawarkan panduan komprehensif tentang tata kelola pemerintahan yang ideal, menekankan prinsip-prinsip keadilan dan manajemen negara yang efektif. Sementara itu, Qabus nameh memberikan nasihat yang lebih personal dan praktis mengenai pemilihan budak berdasarkan karakteristik fisik dan temperamen. Melalui pendekatan komparatif, artikel ini menyoroti perbedaan fokus dan skala nasihat dalam kedua karya, di mana Siyasat nameh berorientasi pada politik dan kesejahteraan negara secara luas, sedangkan Qabus nameh lebih menekankan pada hubungan interpersonal dalam konteks sosial pada masanya. Meskipun demikian, keduanya memberikan wawasan berharga tentang pemikiran politik dan etika kepemimpinan dalam tradisi Islam klasik.
Criticism of Matan and Examples of Hadith Muhammad Fadhlurrahman; Romlah Abubakar Askar; Munzir Suparta
Taqriri: Journal of Al-Hadith Science Studies Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/taqriri.v1i2.12

Abstract

Matan criticism, a vital component of hadith studies, distinguishes authentic narrations by evaluating hadith content for logical coherence, Quranic consistency, and alignment with Sharia principles. This study employs a descriptive-analytical literature review to explain and illustrate matan criticism, emphasizing its necessity in preserving Islamic teachings, especially when addressing anomalous (syadz) or contradictory hadiths.