Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKAMELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPETEAMASSITED INDIVIDUALIZATION (TAI) DI KELAS III SDN 1 SALUPUTTI Zatman Payung
AgroSainT Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v6i1.726

Abstract

Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru matematika kelas III SDN 1 Saluputti, aktivitas belajar siswa masih kurang optimal dalam pembelajaran, karena masih terdapat beberapa masalah salah satunya metode mengajar yang diterapkan guru masih monoton, sehingga belum bisa mendorong siswa berani mengkomunikasikan apa yang ada dipikiran, bahkan membuat siswa pasif dan mempertebal rasa takut siswa. Untuk mengantisipasi masalah tersebut maka perlu dicarikan model pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang tepat adalah model pembelajaran kooperatif tipe TAI. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sesuai dengan Model PTK dari Kemmis dan Mc Taggart, penelitian ini mengemukan 4 tahap yaitu tahap perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hal-hal sebagai berikut: (1) Aktifitas belajar matematika siswa kelas III pada siklus I yakni 66,67%, sedangkan hasil belajar yang dicapai siswa adalah 61.25. (2) Aktifitas belajar matematika siswa kelas III pada siklus II yakni 81,25%, sedangkan hasil belajar yang dicapai siswa adalah 75.73. (3) Dari siklus I terlihat masih kurang aktif siswa masih rendah yakni 66,67%, sedangkan pada siklus II terlihat sudah aktif yakni 81,25%, ini menunjukkan bahwa 2 siklus dalam proses pembelajaran sudah meningkat, Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI aktifitas guru dan siswa meningkat serta hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika kompetensi bangun datar siswa kelas III.
Analisis Kebutuhan Laboratorium PGSD Kabanga, Theresyam; Payung, Zatman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3186

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebutuhan laboratorium program studi PGSD UKI Toraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data utama dalam penelitian ini menggunakan kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laboratorium merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk program studi PGSD. Karena laboratorium akan menjadi sumber belajar yang efektif untuk mencapai kompetensi yang diharapkan oleh mahasiswa PGSD. Di dalam laboratorium akan banyak hal yang bisa dilakukan oleh mahasiswa untuk melakukan kegiatan praktikum dari teori yang telah diterima dalam kelas maupun melalui tugas. Laboratorium yang dibutuhkan yaitu: Laboratorium IPA, Laboratorium Matematika, Laboratorium IPS, Laboratorium PKN, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, Laboratorium Microteaching, Laboratorium Seni.
Application of Newman’s Error Analysis to Identify Students’ Errors in Solving Fraction Problems Payung, Zatman; Kusumah, Yaya Sukjaya; Mulyaning, Endang Cahya; Avip, Bambang
(JIML) JOURNAL OF INNOVATIVE MATHEMATICS LEARNING Vol. 8 No. 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2, JUNE 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jiml.v8i2.27320

Abstract

Mathematics is a subject that has been taught since elementary school with the aim of training students to think critically, logically, systematically, and solve problems. In fact, many students experience difficulties in learning mathematics, especially in fractional material This study aims to identify mistakes made by elementary school students in solving fractional problems using Newman's Error Analysis (NEA). Through a descriptive qualitative approach, this study analyzes the results of student work on fractional questions based on five stages of NEA: reading error, comprehension error, transformation error, process skills error, and encoding error). Data was collected through written tests and interviews, involving students from UPI Laboratory Elementary School, Pelita Bangsa Elementary School, and SDN 272 Sukasari. Student errors are then grouped by NEA stages to identify the most mistakes made by students. The results of the study showed that students made mistakes at all stages of the NEA. The most common mistakes experienced by students are at the comprehension error and process skill error stages. There are still many students who are not able to represent fractions with pictures and students also still make many mistakes in the fraction operation process. Based on the results of the research, it was concluded that students still had difficulties in fractional material by seeing the mistakes made by students when working on fractional problems. It is necessary to improve students' conceptual understanding and procedural skills in fractional materials.
PERAN LITERASI BAHASA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SOAL CERITA MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Zatman Payung
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i2.1842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi bahasa Indonesia dalam meningkatkan pemahaman soal cerita matematika di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis, melalui instrumen berupa tes soal cerita, analisis jawaban siswa, wawancara, dan observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 40% siswa yang mampu menjawab soal dengan benar, sementara sebagian besar mengalami kesulitan dalam memahami teks, menafsirkan istilah matematis, dan menghubungkan bahasa dengan model numerik. Analisis jawaban memperlihatkan bahwa siswa dengan pemahaman bahasa yang tinggi lebih berhasil menyelesaikan soal, sedangkan siswa dengan keterbatasan literasi cenderung salah menafsirkan instruksi. Wawancara dan observasi kelas menegaskan bahwa faktor kebahasaan berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri dan strategi pemecahan masalah siswa. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi bahasa Indonesia merupakan fondasi penting dalam pembelajaran matematika berbasis soal cerita, dan integrasi literasi bahasa dengan numerasi perlu diperkuat dalam praktik pembelajaran di sekolah dasar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBANTUAN QUIZIZ UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA UPT SDN 10 MAKALE Rati, Yunita; Payung, Zatman; Kabanga', Theresyam
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Now Available
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.64326

Abstract

This study aimed to improve the reading comprehension skills of fourth-grade students at UPT SDN 10 Makale through the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model assisted by Quizizz. The study employed a Classroom Action Research (CAR), consisting of two cycles, with each cycle including planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 21 fourth-grade students, comprising 15 boys and 6 girls. Data were collected through interviews, observations, tests, and documentation. Qualitative data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, while quantitative data were analyzed using mean scores and classical learning mastery percentages. The findings revealed a significant improvement in students' reading comprehension skills after implementing the STAD model assisted by Quizizz. In the first cycle, the average score was 65.71, with a classical learning mastery of 23.8%. After improvements were made in the second cycle, the average score increased to 77.86, and classical learning mastery reached 90.5%, exceeding the predetermined success criterion of 80%. Observation and interview results also indicated increased student participation, motivation, collaboration, and confidence during the learning process. These findings demonstrate that the implementation of the STAD learning model assisted by Quizizz effectively improves students' reading comprehension skills. Keywords: Student Teams Achievement Division (STAD), Quizizz, Reading Comprehension Skills