Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Sanggar Budaya Lokal dalam Mendukung Desa Wisata di Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan Samerdanta Sinulingga; Amalia Meutia; Yunita Zahra; Andi Pratama Lubis; Solahuddin Nasution; Wahyu Sugeng Imam Soeparno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 6 (2022): September 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i6.1272

Abstract

Kawasan Desa Wisata Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki potensi wisata pedesaan yang sangat potensial untuk dikembangkan. Desa ini memiliki karakteristik yang menarik yaitu alam, budaya dan agrowisata. Ketiga potensi ini masih dalam proses pengembangan oleh kelompok desa, sehingga potensi ini harus didorong dan dikembangkan sesuai dengan karakteristik sosial budaya masyarakat. Pengembangan potensi wisata berbasis kearifan lokal merupakan upaya strategis dalam membangun Desa Wisata Parsingguran II. Pengembangan Desa Wisata Parsinguran II merupakan investasi jangka panjang dan potensial bagi pemerintah karena Desa Parsingguran II adalah desa pinggiran danau toba yang merupakan program pemerintah dalam pengembangan pariwisata super prioritas di Indonesia. Kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu memperbaiki dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di Desa Parsingguran II.
Anomali pengaruh sektor industri terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia Arif Rahman; Sirojuzilam Sirojuzilam; Wahyu Ario Pratomo; Inggrita Gusti Sari Nasution; Wahyu Sugeng Imam Soeparno; Sukma Hayati Hakim; Muhammad Syafii
SOROT Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sorot.17.2.91-103

Abstract

Kontribusi sektor industri terhadap perekonomian yang cenderung menurun, juga diikuti dengan penurunan kemiskinan dalam pengamatan yang cukup panjang. Tren yang searah ini menjadi salah satu pemantik untuk menelusuri lebih dalam pengaruh sektor industri, dan beberapa variabel prediktor lainnya terhadap kemiskinan. tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jangka pendek dan jangka panjang dari sektor industri, pertanian, konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan PMTB terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia tahun 2000-2021. Data diperoleh dari publikasi BPS, dengan metode analisis desktriptif kuantitatif dengan pendekatan Error Correction Model. Berdasarkan uji derajat integrasi diketahui bahwa data stasioner pada orde kedua. Pengujian residual Engle-Granger memperoleh hasil bahwa data pada tingkat level terdapat kointegrasi. Hasil regresi pada sektor industri justru menunjukkan pengaruh yang positif signifikan baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Konsumsi rumah tangga berpengaruh negatif baik jangka panjang maupun jangka pendek. Kemudian, PMTB memiliki pengaruh signifikan dalam jangka pendek, namun semakin melemah dalam jangka panjang. Sedangkan konsumsi pemerintah dan sektor pertanian tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia.The contribution of the industrial sector to the economy which tends to decline, is also followed by a decrease in poverty in a long period of observation. This unidirectional trend is one of the triggers to explore more deeply the influence of the industrial sector, and several other predictor variables on poverty. The purpose of this study is to analyze the short-term and long-term effects of the industrial sector, agriculture, household consumption, government consumption, and PMTB on the poverty rate in Indonesia in 2000-2021. Data obtained from BPS publications, using quantitative descriptive analysis method with Error Correction Model approach. The regression results in the industrial sector actually show a significant positive effect both in the long and short term. Household consumption has a negative effect both in the long and short term. Then, PMTB has a significant effect in the short term, but weakens in the long term. Meanwhile, government consumption and the agricultural sector have no significant effect on the poverty rate in Indonesia.
Peningkatan Nilai Ekonomi dan Produktivitas UMKM Kue Basah Melalui Penyediaan Peralatan Produksi Sirojuzilam Hasyim; Syarief Fauzie; Wahyu Sugeng Imam Soeparno; Sukma Hayati Hakim; Arif Rahman
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0cjfnm34

Abstract

Amplas, a resident of Medan City, is an individual who makes selling traditional cakes her primary source of income. However, in running their business, they face various obstacles, particularly the limited production equipment, which is still traditional. The lack of supporting equipment such as baking pans, steamers, tampas, and stoves makes the production process longer and results in inconsistent results. This situation impacts production capacity limitations, unstable product quality, and difficulties in meeting increasing market demand. Furthermore, without adequate equipment, entrepreneurs face obstacles in developing more diverse and innovative product variations in line with market trends. To increase the economic value and productivity of their businesses, this program focuses on providing more modern production equipment. With the provision of baking pans, steamers, tampas, and stoves, it is hoped that production processes will run faster and produce better quality products. Furthermore, training on equipment use and maintenance will be provided so entrepreneurs can optimize their equipment and extend its lifespan. Through this program, it is hoped that wet cake MSMEs in Harjosari Village can improve the competitiveness of their products, develop more innovative cake variations, and expand their market reach. This will enable them to sustainably increase their income and economic well-being.