Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMODELAN BNCT SHIELDING BERBAHAN PARAFIN DAN ALUMINIUM UNTUK FASILITAS MENGGUNAKAN SIMULATOR MCNP A CONCEPTUAL SHIELDING DESIGN USING PARAFFIN AND ALUMINIUM FOR BNCT FACILITY BY MCNP SIMULATOR Afifah Hana Tsurayya; Yosi Aprian Sari; Gede Sutresna Wijaya
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 5 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui laju dosis radiasi setelah melewati shielding berbahan parafin dan aluminium serta mengetahui material shielding yang tepat untuk keselamatan pekerja radiasi. Penelitian ini menggunakan simulator MCNP untuk memodelkan sumber neutron BNCT dan shieldingDesain shielding harus dapat menahan radiasi hingga batas laju dosis maksimal sebesar 10,42 µSv/jam dengan asumsi nilai tersebut merupakan batasan yang paling konservatif, yakni dengan lama waktu pekerja 1920 jam dalam satu tahun. Desain awal menghasilkan laju dosis yang masih di atas batas maksimal, maka dari itu dilakukan optimasi dengan menambahkan timbal pada bagian terluar shielding. Hasil yang diperoleh setelah optimasi adalah laju dosis menurun setelah diberi lapisan timbal dengan ketebalan tertentu. Beberapa lokasi yang masih di atas standar diatasi dengan aspek proteksi radiasi yang lain, yaitu jarak dan waktu. Parafin diberi aluminium sebagai casing yang bertujuan untuk memperkuat struktur shielding, dan timbal ditambahkan untuk menyerap radiasi gamma. Kata kunci: BNCT, Shielding, Parafin, Aluminium, MCNPAbstract   The research was aimed to measure the radiation dose rate over the shielding which was made of paraffin and aluminium and to know the right shielding material for safety of radiation workers. The examination used MCNP (Monte Carlo N-Particle) simulator to model the BNCT neutron source and the shielding. The shielding should reduce the radiation to less than the dose limit of 10.42 µSv/hour, which is assumed to be the most conservative limit, i.e. whileduration of workers was 1920 hours. The first design resulted the radiation dose rate which was still above the limit. Therefore, optimization was done by adding the lead on the outer of the shielding. After optimization by adding the leads with certain layer, the radiation dose rate were decreasing. Some locations over the limit could be overcome by the other radiation protection aspect, i.e. distance and time. The paraffin blocks were covered by aluminium to keep the shielding structure, then the lead was used to absorb the gamma rays. Keywords: BNCT, Shieling, Paraffin, Aluminium, MCNP
PENDEKATAN NUMERIK KEADAAN TERIKAT DAN FENOMENA KRITIS POTENSIAL YUKAWA PADA INTERAKSI DUA NUKLEON MENGGUNAKAN METODE BEDA HINGGA (FINITE DIFFERENCE METHOD) NUMERICAL APPROACH OF BOUNDED STATE AND CRITICAL PHENOMENON OF YUKAWA POTENTIAL AT TWO NUCLEON INTERACTION USING FINITE DIFFERENCE METHOD arif gunawan arif gunawan; r. yosi aprian sari r. yosi aprian sari
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai kritis(????????) dari berbagai bilangan kuantum momentum sudut(????)pada interaksi dua nukleon dan mengetahui energi terikat pada keadaan kritis dengan pendekatan numerik.Penelitian ini hanya mengkaji interaksi dua nukleon dengan menggunakan persamaan Schrödinger yang mengandung bentuk potensial efektif (potensial Yukawa dan potensial sentrifugal).Metode numerik yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode beda hingga (finite difference method) untuk menyelesaikan sistem hamiltonian persamaan Schrödingerdan metode bagi dua(bisection method) untuk mencari swanilai sebagai energi ikat nukleon.Penelitian ini menghasilkan beberapa nilai kritis dari jangkauan interaksi nukleon dan nilai energi terikat pada keadaan kritis. Hubungan nilai kritis???????? danλ pada berbagai bilangan kuantum momentum sudut ???? adalah???????? ???? = ???? ????1???????????? −????/????1 −????2???????????? −????/????2 .Ini berarti nilai kritis (????????)menurun secara eksponensial pada bilangan kuantum momentum sudut ???? yang semakinbesar.Energi ikat terendahkeadaan kritis semakin besarketikakonstanta kopling (????) semakinbesar.Kata Kunci: Nilai kritis, potensial Yukawa, bilangan kuantum momentum sudutAbstractThis research aimed to determine the correlation of critical value for various angular momentum quantum number(????) at two nucleon interaction and to determine bound energy at critical state by numerical method. This research only studied the interaction of two nucleon by Schrödinger equation containing effective potential (Yukawa potential and centrifugal potential).The used numerical method on this research was finite difference method to solve Hamiltonian system of Schrödinger equation and bisection method to find eigenvalue which is nucleon bound energy.The result of this researchwas the critical value for several nucleon interaction range and bound energy value for critical state. Correlation between critical value (????????) and coupling constants (λ) for each angular momentum quantum number (????) was gifted by ???????? ???? = ???? ????1???????????? −????/????1 +????2???????????? −????/????2 , it implies that critical value (????????)decays exponentially for large angular momentum quantum number (????). Bound energy was larger for larger coupling constants (????).Keywords: Critical value, Yukawa potential, angular momentum quantum number
STUDI INTERAKSI DUA NUKLEON DAN FENOMENA KRITIS POTENSIAL YUKAWA INTERACTION STUDY OF TWO NUCLEONS AND CRITICAL PHENOMENON OF THE POTENTIAL YUKAWA Bima Anang Dwijaya; R. Yosi Aprian Sari
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai energi ikat inti pada interaksi dua nukleon dalam besaran komputasi (tak bersatuan), mengetahui hubungan antara jangkauan interaksi nukleon (1/α)terhadap nilai konstanta kopling (λ) dan mengetahui hubungan antara (αc) sebagai fungsi (l). Penelitian ini menggunakan persamaan Schrodinger yang mengandung potensial efektif (potensial Yukawa dan potensial sentrifugal). Metode yang digunakan untuk penyelesaian persamaan Schrodinger di penelitian ini adalah metode beda hingga (finite difference method) dan metode bagi dua (bisection method) untuk menentukan swanilai sebagai nilai energi ikat inti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar nilai konstanta kopling (λ) pada bilangan kuantum l=0, maka semakin besar pula jangkauan interaksi antar nukleon (1/α). Pada l = 0 untuk λ = 1, 2, 3, 4, 5 secara berurutan adalah -5.5706×10-5, -3.9383×10-5, -4.2967×10-5, -3.6282×10-5, -5.6721×10-5. Pada l = 1 untuk nilai λ= 2, 3, 4, 5 secara berurutan adalah -2.8020×10-4, -1.6167×10-4, -3.6391×10-4, -2.7500×10-4. Pada l = 2 untuk λ = 3, 4, 5 secara berurutan adalah -3.1003×10-4, -4.7158×10-4, -4.7541×10-4. Pada l = 3 untuk λ = 4, 5 secara berurutan adalah -5.8623×10-4, -3.8635×10-4. Pada l = 4 untuk λ =5  adalah -1.1960×10-3. Pada konstanta kopling (λ) tetap, nilai kritis (αc) menurun secara eksponensial terhadap berbagai nilai bilangan kuantum momentum sudut (l) dengan fungsi αc(l) = λ[A1 exp(-l/B1)+ A2 exp (-l/B2)] dengan A1=0.83227, B1=0.41485, A2=0.00954 dan B2=0.04329. Kata kunci: potensial Yukawa, energi ikat, nukleon AbstractThis study aims to determine the value of the nucleus binding energy on the interaction of two nucleons in the unit of computing (non dimensionless). The second aim is to determine the relation between the range of interaction of nucleons (1 / α) to the value of coupling constants (λ). The last is to determine the relation between (αc) as a function of (l).This study uses the Schrodinger equation containing effective potential (Yukawa potential and centrifugal potential). The method used to solve the Schrodinger equation in this study the finite difference method and bisection method to determine eigenvalue as a nucleus binding energy.The results of this study showed that the greater the value of the coupling constants (λ) on the quantum number l = 0, the greater the range of interactions between nucleons (1 / α). At l = 0 for λ = 1, 2, 3, 4, 5 the range of interactions are:  -5.5706×10-5, -3.9383×10-5, -4.2967×10-5, -3.6282×10-5, -5.6721×10-5  respectively , at l = 1 to the value λ = 2, 3, 4, 5 the range of interactions are: -2.8020×10-4, -1.6167×10-4, -3.6391×10-4, -2.7500×10-4 respectively, at l = 2 for λ = 3, 4, 5 the range of interactions are: -3.1003×10-4, -4.7158×10-4, -4.7541×10-4 respectively, at l = 3 for λ = 4, 5 the range of interactions are -5.8623×10-4, -3.8635×10-4 respectively, at l = 4 for λ = 5 is -1.1960×10-3. With a constant the coupling constants (λ), the critical value (αc) decreases exponentially with respect to various values of the angular momentum quantum number (l) with the function αc (l) = λ [A1 exp (-l / B1) + A2 exp (-l / B2)] where A1=0.83227, B1=0.41485, A2=0.00954 and B2=0.04329.