Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KELAYAKAN EKONOMI USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DAN NON HIBRIDA DALAM PENENTUAN BENIH YANG TEPAT UNTUK DITANAM DI KECAMATAN PURI KABUPATEN MOJOKERTO Susanto, Heri; Budiwan, Adi
Berkala Ilmiah AGRIDEVINA Vol 7, No 2 (2018): BERKALA ILMIAH AGRIBISNIS AGRIDEVINA
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/adv.v7i2.2104

Abstract

Sikap seseorang terhadap atribut produk bervariasi karena kepercayaan dan evaluasi atribut yang dimiliki oleh produk, pada akhirnya akan menentukan minat beli suatu produk, berdasarkan pada atribut superiornya. Tujuan penelitian adalah: 1). Menganalisis sikap kepercayaan petani dalam memilih benih Hibrida dan Non Hibrida dalam pertanian jagung. 2). Mengetahui atribut unggul benih jagung hibrida dan non-hibrida yang dipilih oleh petani. 3). Menganalisis kelayakan ekonomi pertanian jagung Hibrida dan Non Hibrida. Untuk mengetahui tujuan pertama dan kedua, analisis model multi-atribut Fishbein digunakan, sedangkan tujuan ketiga adalah menggunakan analisis ekonomi pertanian, yaitu analisis rasio biaya dan pendapatan (Return and Cost Ratio). Hasil penelitian: 1). Petani mempertimbangkan atribut paling penting dalam memilih benih jagung hibrida (P-21), (Bisi-2) adalah Produksi, Daya Tumbuh, Merek, Efisiensi Penggunaan Pupuk, Ketersediaan Benih, dan Harga Benih. Sedangkan atribut ketahanan terhadap kekeringan dipandang sebagai yang paling tidak penting dibandingkan dengan atribut lainnya. Atribut paling penting dari benih jagung Non Hibrida (lokal) adalah Harga Benih, Daya Tumbuh, Produksi, Merek, Tahan Kekeringan dan Penggunaan Pupuk Efisien. Sedangkan atribut Ketersediaan Benih dipandang sebagai yang paling tidak penting dibandingkan dengan atribut lainnya. 2). Atribut unggul yang dipilih oleh petani di pertanian jagung menggunakan benih Hibrida (P-21), (Bisi-2) adalah Produksi, sedangkan benih jagung Non Hibrida (Lokal) adalah Harga Benih. 3). Pertanian jagung yang menggunakan benih Hibrida (P-21) dan (Bisi-2), lebih efisien daripada benih Hibrida (Lokal), DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v7i2.2104
PPM PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK KAMBING MENJADI PUPUK KOMPOS Sri Juni Woro Astuti; Esa Wahyu Endarti; Heri Susanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.384 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1343

Abstract

Mitra kegiatan PKM ini adalah peternak kambing di desa Boteng kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Kondisi mitra sejak adanya pandemic covid 19 mengalami penurunan penghasilan dari penjualan ternak kambing yang mereka miliki. Jika sebelum adanya pandemic rata-rata bisa menjual 1 ekor kambing per bulan, sejak adanya pandemic selama 3-4 bulan hanya bisa menjual 1 ekor kambing. Berdasarkan kesepakatan dengan mitra, solusi yang ditawarkan adalah menciptakan usaha sampingan berbasis pada usaha ternak yaitu pembuatan pupuk kompos limbah ternak. Solusi yang diberikan kepada mitra meliputi: 1) sosialisasi tentang nutrisi/ makanan kambing sehingga hasil penggemukan lebih optimal, 2) pelatihan pemanfaatan limbah ternak menjadi kompos, 3) pemberian bantuan alat/mesin penghancur limbah ternak, 4) pelatihan pengemasan kompos sehingga layak jual. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif interaktif yang terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, penyusunan luaran dan tahap evaluasi. Hasil dari pelatihan pengolahan limbah kotoran kambing menjadi pupuk Organik dengan penggunaaan mesin sederhana. Produksi diperkirakan dapat mencapai rata-rata 25-50 karung berat 25 kg dengan harga penjualan Rp. 15.000,- dengan keuntungan bersih Rp. 8.000 per karung, maka dengan pengolahan limbah ternak kambing dapat memberi tambahan penghasilan sebesar Rp. 400.000,- dengan perbaikan packing dan penjualan diharapkan bisa meningkatkan hasil dari penjualan.
PPM SEMANGGI SUROBOYO BERBASIS ECOGREEN DENGAN PENGGUNAAN INSEKTISIDA NABATI DAUN MIMBA (Azadiracta indica, L) faisol humaidi; Heri Susanto; Adelia Putriani; Ananda Istiqomah N
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1798

Abstract

Mitra dalam Program Pemberdayaan Masyarakat ini adalah Bapak Lodji yang mengeluti usaha budidaya semanggi yang berdomisili di Dusun Kendung Kelurahan Sememi Kecamatan Benowo Surabaya. Permasalahan yang dihadapi mitra, antara lain; 1). Rendahnya Produksi daun semanggi akibat serangan hama 2). Kurangnya sanitasi lahan pertanaman; 3). Kurangnya suplai air irigasi pertanaman semanggi di musim kemarau Solusi yang ditawarkan antara lain; Adanya paket teknologi budidaya semanggi dengan inektisida botani dengan daun mimba yang memadai; Perlunya perbaikan saluran drainasi; Pemupukan menggunakan biofertiliser; Target luaran dari program ini yaitu: Produksi daun semanggi terjamin pasokannya ke penjual/pedagang; Pertumbuhan daun semanggi menjadi optimal dan tidak teracuni limbah rumah tangga; Aplikasi insektisida tersedia dengan baik di musim kemarau dan produksi meningkat; Produksi daun semanggi menjadi berkesinambungan; Tingkat kesuburan tanah meningkat Adanya peningkatan pendapatan petani semanggi ; Hasil pelaksanaan PPM adanya peningkatan produktifitas daun semanggi, efektifitas penggunaan insektisida nabati sebesar 78%, rendahnya serangan hama dan penyakit setelah penggunaan pestisida nabati dari daun mimba, drainasi sudah mulai terkelola dengan baik. Adanya peningkatan pendapatan petani daun semanggi. Sedangkan luaran lainnya berupa prosiding nasional pengabdan masyarakat dan HKI.
PKM Peningkatan Kapasitas Kelompok Sadar Wisata penggerak EduWisata Hidroponik di Desa Beton, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik sri juni woro ASTUTI; Heri Susanto; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 8 No. 3 (2024): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i3.9123

Abstract

Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sangat strategis dalam pengembangan pariwisata desa, dan peningkatan perannya dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap keberlanjutan dan kualitas destinasi. Dengan peningkatan peran ini, Pokdarwis tidak hanya menjadi pelaku wisata pasif, tetapi juga motor penggerak utama yang berperan aktif dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata yang lebih profesional, berkelanjutan, dan berbasis pada pemberdayaan masyarakat lokal. Demikian pula dengan pengembangan wisata di desa beton, kabupaten Gresik yang memiliki potensi cukup baik, namun pokdarwis disana masih perlu ditingkatkan kapasitasnya melalui pelatihan, pembinaan dan pendampingan agar dapat mendorong realisasi edu wisata yang telah direncanakan. Permasalahan lain yang dihadapi Pokdarwis Dewi Kolaga sebagai mitra pkm antara lain belum adanya rencana yang matang dalam pengembangan edu wisata. Adapun program intervensi yang dilakukan oleh tim PKM adalah dengan memberikan pelatihan manajemen pariwisata berbasis eduwisata dengan mengembangkan kebun hidroponik sebagai pelengkap kolam pancing yang sudah dibangun sebelumnya. Selain itu untuk mempromosikan keberadaan eduwisata di desa Beton tersebut juga diberikan pelatihan pemasaran wisata dengan menggunakan media sosial. Hasil dari intervensi yang dilakukan menunjukkan perkembangan positif dengan adanya dukungan dari perangkat desa dan pokdarwis yang antusias dalam membangun kebun hidroponik dan mengikuti berbagai pelatihan dalam rangka penguatan kapasitas. Pendampingan akan dilakukan untuk menjamin keberlanjutan program.
Leveraging farmer federation to social capital and motivation enhancement for sustainable Ipomoea reptans farming in East Java, Indonesia HERI SUSANTO; RAMON SYAHRIAL; ANDRI KRISNA DIANTO
Asian Journal of Agriculture Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Smujo International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/asianjagric/g090253

Abstract

Abstract. Susanto H, Syahrial R, Dianto AK. 2025. Leveraging farmer federation to social capital and motivation enhancement for sustainable Ipomoea reptans farming in East Java, Indonesia. Asian J Agric 9: 870-880. This study examines the relationships between social capital, farmer motivation, and the mediating role of Farmer Group Federations (Gapoktan) in improving the productivity and sustainability of Ipomoea reptans farming in Balongpanggang, Indonesia. A mixed-methods design was employed using census data from 35 farmers and analyzed through Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM PLS). The findings show that social capital has a positive and significant association with Gapoktan partnerships, while farmer motivation does not show a significant direct relationship. Gapoktan partnerships significantly improve agricultural productivity and the adoption of sustainable practices. Gapoktan also mediates the relationship between farmer motivation and productivity but does not mediate the relationships between motivation and sustainability or between social capital and either outcome. These results indicate that Gapoktan serves as an important institutional mechanism that converts collective farmer relationships into productive outcomes, with social capital emerging as a stronger predictor than individual motivation. Strengthening Gapoktan’s institutional capacity is therefore essential to optimize farmer networks, reinforce collective action, and promote sustainable agricultural development. The study highlights the need for institutional strengthening in rural farming systems to translate social assets into measurable gains in productivity and sustainability.
Pengaruh Persepsi Petani dan Peran Pendamping Terhadap Digitalisasi Pertanian Durian di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Risqi Firdaus Setiawan; Nisa Hafi Idhoh Fitriana; Heri Susanto
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.359-369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi petani dan peran pendamping terhadap digitalisasi pertanian durian di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis SEM-PLS (Structural Equation Modeling - Partial Least Squares) untuk menguji hubungan antar variabel laten. Responden yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 85 Responden petani durian di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani memiliki pengaruh signifikan terhadap adopsi digitalisasi pertanian, sementara peran pendamping tidak memiliki pengaruh langsung terhadap digitalisasi pertanian, tetapi secara signifikan memengaruhi persepsi petani. Dengan demikian, pendampingan yang efektif dapat membentuk persepsi positif petani terhadap teknologi digital, yang pada akhirnya meningkatkan adopsi teknologi tersebut. Penelitian ini menyarankan agar program penyuluhan dan pelatihan teknologi digital bagi petani diperkuat untuk mempercepat proses digitalisasi di sektor pertanian.