Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Young Entrepreneur, Parental Socioeconomic Status, and Financial Literacy: Does Supply Chain Mediate Entrepreneurship Education? E.D Radianto, Wirawan; Yudhi Ari Wijaya, Oscarius; Syahrial, Ramon
International Journal of Supply Chain Management Vol 9, No 4 (2020): International Journal of Supply Chain Management (IJSCM)
Publisher : International Journal of Supply Chain Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to examine the differences in the financial literacy of young entrepreneurs based on parental income, parental education level, and parental profession. Supply chain management significantly and positively mediates among the relationship between parental income, parental profession, parental education level, and financial literacy. This study used survey methods. The samples of this study were young entrepreneurs or students who started businesses. This study used a different test with smart-PLS. The results of this study showed the differences in the financial literacy of young entrepreneurs based on parental income, parental education level, and parental profession. This study found that young entrepreneurs with high or medium parental income were different from young entrepreneurs with low parental income. Young entrepreneurs with parents attending higher and secondary education were different from entrepreneurs with parents who are only attending elementary school. Young entrepreneurs who have parents as employees and entrepreneurs had no differences in financial, but different when compared to parents who work as laborers.
PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK DENGAN PENDEKATAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) PADA KELOMPOK TANI DI PACITAN Adi Budiwan; Ramon Syahrial
Agrika Vol 12, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.086 KB) | DOI: 10.31328/ja.v12i2.766

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah merancang sistem pengukuran kinerja rantai pasok serta memberikan usulan perbaikan berdasarkan hasil pengukuran kinerja rantai pasoknya. Penelitian dilakukan pada kelompok tani di Kabupaten Pacitan. Hasil rancangan pengukuran kinerja rantai pasok adalah 24 KPI yang dibagi ke dalam lima proses manajemen dasar rantai pasok, yaitu: plan, source, make, deliver dan return. Identifikasi KPI diperoleh dari kerangka SCOR model. Dengan konsep AHP diperoleh bobot untuk masing-masing perspektif yaitu plan (0,233); source (0,120); make (0,555), deliver (0,060) dan return (0,032). Pada tahap pengukuran, proses scoring system menggunakan proses normalisasi Snom De Bour, selanjutnya dengan analisis traffic light system yaitu untuk mengetahui pencapaian performasi KPI melalui tiga warna (merah, kuning dan hijau) sebagai indikator. Dari hasil pengukuran performansi terdapat 2 KPI yang memiliki kinerja rendah yang memerlukan prioritas perbaikan yaitu Product Failure in Grinding Process (PFGP) dan Product Failure in Mixer Process (PFMP). Kata Kunci: Pengukuran, Performansi, Rantai, SCOR, Model, Process
Model Pemberdayaan Karang Taruna di Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik Suprayoga Suprayoga; Andi Iswoyo; Ramon Syahrial
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Vol 1 No 2 (2016): May 2016
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu potensi bangsa yang sangat diperhitungkan, maka sewajarnya Karang Taruna mampu menunjukkan jatidirinya sebagai organisasi yang mampu membawa perubahan bagi peningkatan kesejahteraan warganya dan masyarakat sekitarnya. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam konteks pembangunan nasional yaitu masalah kompetensi pemuda yang rendah dan cenderung menjadi pengangguran di desa. Kondisi riil menunjukkan bahwa banyak pemuda yang tidak memiliki pekerjaan serta tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Metode pengembangan dan pemberdayaan generasi muda dalam wadah organisasi Karang Taruna di Desa Cerme Lor dan Desa Cagakagung Kecamatan Cerme dilakukan dalam bentuk penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan, tentunya, diorientasikan pada pemenuhan dimensi kognitif, afektif dan psikomotor. Meteri penyuluhan dan pelatihan di antaranya adalah Peran generasi muda dalam menghadapi MEA, Internet Positif dan Pemanfaatannya, Kewirausahaan dan Success Story, Kepemimpinan dna Keorganisasian, Pelatihan usaha diantaranya; pengelasan (kanopi, pagar, dll), reparasi pendingin udara (AC dan kulkas), Budidaya dan Pengolahan Jamur Tiram, serta pendampingan melalui magang kerja dan pengembangan kelompok usaha bersama.Hasil yang dicapai antara lain pada tahap pra pelaksanaan adalah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebelum kegiatan utama dalam IbM ini, meliputi kegiatan koordinasi dan silaturrahmi dengan Kepala Desa Cerme Lor, Kepala Desa Cagakagung, dan pengurus kedua Karang Taruna dari 2 desa tersebut untuk menyusun ulang rencana kegiatan disesuaikan dengan alokasi dana yang tersedia. Pada tahap pelaksanaan meliputi kegiatan-kegiatan utama, yang dilakukan dalam bentuk penyuluhan (ceramah dan tanya jawab) dan pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan dan kompetensi dan pada tahap evaluasi dan monitoring adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk memonitoring dampak dari penyuluhan dan pelatihan yang telah diberikan dan juga untuk memonitoring peserta pelatihan yang dimagangkan. Dampak dari pelaksanaan IbM Pemberdayaan Karang Taruna ini antara lain; Kedua Mitra sudah membentuk Kelompok Usaha Mesin Perkakas dan Kanopi yang bertempat di Desa Cerme Lor Kab. Gresik; Peserta pelatihan AC sebagian sudah direkrut oleh Pengusaha reparasi AC dan Pendingin Udara; Beberapa anggota Karang Taruna putri sudah memulai usaha membuat dan menjual aneka makanan olahan Jamur Tiram; Aktivitas keorganisasian di kedua Mitra semakin meningkat ditandai dengan beberapa kegiatan yang oleh Kepala Desa pelaksanaannya diserahkan kepada Karang Taruna (Pembayaran Listrik, Air, PHBN, dll)
PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BERAS MERAH DI PASAR TEMBOK SURABAYA Ramon Syahrial; Oscarius Yudhi Ari Wijaya
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 5, No 1 (2021): EDUNOMIKA : Vol. 05, No. 01, 2021
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v5i1.2062

Abstract

The method uses analysis in the form of test equivalence, reliability test, multiple linear regression, coefficient of determination and hypothesis testing with the f test and the T test with the help of the program (SPSS) 16.0. Based on the results of the analysis, the regression equation Y = 0.150 + 0.365X1 + 0.370X2 + 0.390X3 + 0.433X4 + e constant is 0.150. meaning that if the free value is 0, then the Y value is 0.150 with the coefficient of cultural variables (X1) of 0.365, social (X2) of 0.370, personal (X3) of 0.390 and psychological (X4) of 0.433 which means that it is positive. From the results of the t hypothesis test, it was obtained that the tcount of cultural variables was 2.562, social variables were 1.911, personal variables were 1.715, and psychological variables were 1.542. Only cultural variables have an effect with a value of 2.562 so that the tcount> is compared with the ttable value of 2.05954. Based on the simultaneous F test, the value of Fcount is 5,628> F table 2,7822 and the significance is 0,000
Mengembangkan Potensi Desa dengan Peningkatan Kesehatan dan Kreativitas Masyarakat Ramon Syahrial
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.11 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.441

Abstract

Health development aims to increase awareness, willingness and the ability to live healthy for everyone in order to realize the highest degree of public health, as an investment for the development of productive human resources socially and economically. The community service program was carried out in the village of Bendungan, Kelurahan Sumur Welut, Lakarsantri District, Surabaya. The objectives are (1) Increasing public awareness of health, In Bendungan Village, the majority of the people are farmers. They often do not care about their health condition, this is proven if there is no pain, it does not need to be examined for their health. (2) Creating a creative society so that they are able to innovate with resources, (3) make Bendungan village one of the tourist destinations that aims to improve the economy and welfare.In this case, so that the program plan can be implemented and sustainable, it must optimize the resources available in Bendungan village by involving the community. So that the planned program is faster implemented. Health programs are carried out on a scheduled basis by conducting socialization regarding health and the importance of health, while the creativity program is carried out by providing training and skills that support the village's potential.
Metode Daring Dalam Meningkatkan Efektivitas Penyuluhan Pada Masa New Normal Ramon Syahrial; Adi budiwan. SP.,M.A.gr; Heri Susanto, SP., MM
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.703 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1256

Abstract

Menteri Pertanian meminta kepada penyuluh pertanian di seluruh Indonesia untuk lebih aktif mendampingi petani di era new normal. Penyuluh berada di garis terdepan dalam upaya Kementan mewujudkan pertanian yang mandiri, moderen dan maju. Gapoktan yang terletak di Desa Mondoluku, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Desa Mondoluku mempunyai 16 Gapoktan dan 46 poktan yang dibina oleh Kecamatan Wringinanom. Dengan jumlah gapoktan dan poktan tersebut muncul permasalahan yang dialami para penyuluh, kendala tersebut berkaitan dengan jarak antara poktan dan waktu yang sangat susah dapat ditentukan karena pekerjaan sebagai petani dan keperluan lainnya ditambah dengan kondisi wabah covid-19 dengan protokol kesehatan yang ketat. Berdasarkan prioritas permasalahan seperti tersebut diatas, tim pengabdian kepada masyarakat memberikan wawasan tentang teknologi komunikasi yang ada pada smartphone dan memberikan pelatihan berkaitan dengan penggunaan teknologi komunikasi disesuaikan dengan kepentingan dan kebutuhannya dalam proses penyuluhan. Dengan segala keterbatasan, penyuluh wajib berinovasi dengan teknologi informasi yang ada dan mudah diakses oleh masyarakat petani. Aplikasi Whatsapp Grup (WAG) dan Google Meet jadi pilihan simple berbiaya terjangkau bisa dijadikan sebagai media komunikasi dalam menginformasikan penyuluh dan gapoktan dengan segala bentuk informasi baik antara penyuluh dan gapoktan atau antara gapoktan dan poktan.
Application of Linier Regression Method in Analysis of Farm Business Credit on The Welfare of Farmers in Kedung Lengkong Village, Dlangu Sub-District, Mojokerto District Heri Susanto; Ramon Syahrial; Adi Budiwan
Tibuana Vol 6 No 1 (2023): Tibuana
Publisher : UNIPA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/tibuana.6.1.6429.1-6

Abstract

The role of the agricultural sector can be optimized if it is supported by an integrated sustainable system and capital support. In this study the problems to be discussed are 1) Capital is a problem faced by farmers, 2) Many farmers are able to increase crop yields if they have sufficient capital, 3) Without sufficient capital, farmers will not be able to increase the productivity of their crops. To overcome the problem of lack of capital, farmers borrow money from both formal and informal financial institutions, the purpose of this study is to determine the effect of the efficiency of agricultural credit distribution on the welfare of farmers in the agricultural sector. Agricultural credit plays a very important role in agricultural development: if production increases, farmers' income will also increase. In the research applying quantitative methods where the number of samples is 100 people. With a population of 187 people are farmers in Kedung Lengkong Village, Dlangu District, Mojokerto Regency. In the research the analysis applied is simple regression in order to determine the effect of credit performance on the welfare of farmers. The results of hypothesis testing that credit has a positive influence on happiness is worth the regression coefficient of 0.291. Farmers are helped by credit to buy fertilizers, seeds and others according to agribusiness needs so as to increase profits, as a source of welfare.
PENINGKATAN HASIL PENGOLAHAN IKAN MELALUI PEMBELAJARAN LANGSUNG DI DESA TAMBAK OSO KECAMATAN WARU SIDOARJO Adi Budiwan; Ramon Syahrial; Adellia Putriani; Hengky Saputra Wijaya
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 8, No 1 (2023): Volume 8 Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v8i1.2644

Abstract

ANALYSIS OF THE EFFECT OF TRAINING ON THE PERFORMANCE OF GENERATION Z EMPLOYEES IN THE VUCA ERA (VOLATILITY, UNCERTAINTY, COMPLEXITY, AND AMBIGUITY) Ramon Syahrial
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 6, No 4 (2022): IJEBAR, Vol. 6 Issue 4, December 2022
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v6i4.7060

Abstract

This study aims to examine and analyze the Effect of Training on the Performance of Generation Z Employees in the Vuca Era (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity). The method used in this study is a quantitative associative approach. This research was conducted at PT Pilar Pualam Surabaya. The sample in this study amounted to 68 people with a sampling technique that is purposive sampling. Data collection techniques through observation, questionnaires (questionnaire), interviews, and literature. The questionnaire used has been tested for validity and reliability. The data analysis technique used is a simple regression analysis technique with the help of statistical software SPSS version 24. The results of this study show that training has an effect on the performance of Generation Z employees in the Vuca Era (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity). The results of this study mean that to improve the performance of Generation Z employees in the Vuca Era, companies need to conduct training that can support employees' professionalism.
PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN POTENSI PENGUSAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA KENDUNG, SURABAYA Ermawati, Yuli; Supeni, Endah; Syahrial, Ramon
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2215

Abstract

Usaha budidaya jamur tiram cukup menjanjikan karena tidak hanya dikonsumsi masyarakat sebagai bahan makanan pokok, namun juga sebagian dikonsumsi sebagai camilan sehat. Ashrori, adalah salah satu pengusaha budidaya jamur tiram di Desa Kendung, Kota Surabaya. Beliau memulai budidaya jamur tiram dari keisengan hobi bertanam, dan mulai fokus menggeluti usaha ini sejak pandemi melanda. Permasalahan yang dihadapi Beliau adalah adanya hama tanaman yang sedang menyerang bibit jamur tiram, Selain itu dari segi manajemen produksi dan pembukuan keuangan, beliau belum memiliki pembukuan keuangan yang rapi dan untuk meningkatkan nilai jamur tiram beliau belum memiliki usaha pengolahan jamur tiram untuk dijadikan produk olahan makanan atau minuman. Dari segi pemasaran beliau belum menyentuh pemasaran online, karena selama ini sudah memiliki pelanggan tetap yang akan mengambil hasil panen jamur tiram. Tujuan dari program pemberdayaan ini adalah memberikan pemberdayaan manajemen bisnis yang lengkap mulai dari sisi produksi, pemasaran, dan keuangan untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Metode yang diterapkan kepada mitra adalah mendatangkan pakar pertanian untuk memantau lebih lanjut dan menemukan cara membasmi hama tanaman, untuk diversifikasi produk jamur tiram, tim PPM memberikan pelatihan dan pendampingan inovasi produk olahan Jamur Tiram untuk memberikan nilai tambah hasil produksi jamur tiram dan menjadi usaha tambahan diluar budidaya jamur tiram. Untuk bidang pemasaran, tim PPM membantu dan memberikan pendampingan terkait penyediaan sarana pemasaran online. Sedangkan untuk merk dan desain kemasan produk, tim PPM membantu membuatkan merk dan desain produk kemasan baik untuk jamur tiram maupun olahan jamur tiram sesuai dengan keinginan pemilik yang dimodifikasi dengan era kekinian. Untuk bidang keuangan, tim memberikan pelatihan dan pendampingan tentang pembukuan keuangan dari usaha beliau, dan memberikan format jurnal keuangan yang rapi untuk dapat dilanjutkan sendiri kedepan setelah pendampingan selesai. Hasil dari kegiatan pemberdayaan ini adalah mitra menemukan solusi untuk mengatasi hama yang menyerang pertumbuhan jamur, untuk diversifikasi produk mitra mampu memproduksi olahan jamur seperti stik jamur dan brownies jamur. Untuk bidang pemasaran, kini mitra memiliki media pemasaran online dengan desain dan kemasan modern. Untuk bidang keuangan, mitra sudah memiliki jurnal pembukuan sederhana yang bisa diaplikasikan sendiri.