Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

CALLUS REGENERATION OF Chrysanthemum AFTER GAMMA RAY IRRADIATION FOR THE RESILIENCE OF MEDIUM PLAIN Wijayani, Ari; Muafi, Muafi; Wahyurini, Endah; Lestari, Rina Sri
Journal TECHNO Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/journal techno.v1i1.1502

Abstract

Development of chrysanthemum plants in the medium plains is still facing obstacles due tounfavorable climate. Until today, the availability of tolerant chrysanthemum seeds grown in the mediumplains is not maximized so that the necessary effort in order to increase the genetic diversity as thematerial selection to obtain tolerant chrysanthemums grown in medium plain. This research is beingconducted in order to follow up the problems of availability of tolerant chrysanthemums seeds grown inthe medium plains at several stages. Stage one is the induction of callus after gamma ray irradiation invitro. This research has been conducted in tissue culture laboratory of the Faculty of Agriculture UPN"Veteran" Yogyakarta from February to June 2015. Tested regeneration media is ½ MS with the additionof IAA 0.1 mg/l; 0.2 mg/l; 0.3 mg/l; 0.4 mg/l and 0.5 mg/l. The results showed that ½MS regenerationmedia with the addition of IAA 0.3 mg/l spur sprouts emerge percentage (100%); while growing sprouts(8.67 days), height are about sprouts (3:10 cm) and number of sprout (7:00). Regeneration mediumTreatment with kinetin 2 mg/l + IAA 0.5 mg/l gives the number of root growth (13) and root length (4:07cm)Keywords: Chrysanthemum, tolerant medium plains, in vitro selection, gamma ray irradiation,
Redesign Process of Job Analysis and Job Satisfaction: A Qualitative Study on the Combined Group on Farmer (Gapoktan) Muafi, Muafi; Wijayani, Ari
JDM (Jurnal Dinamika Manajemen) Vol 6, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdm.v6i2.4306

Abstract

The purpose of this study is to understand the impact of the need to redesign the position of Gapoktans management towards job satisfaction. This research is a survey research using qualitative approach. The data were collected using interviews, photos, and notes in the field. Populations in this research are stakeholders (Gapoktan committee, farmers, government) who also become a key participant in Hargobinangun, Kaliurang Sleman Daerah istimewa Yogyakarta. The Gapoktan committees participant is 5 person, the government is 3 person, and farmers group is 4 person. The result conclude that a position can be redesigned if the job in that position was used to improve the work method, minimize failure and mistakes, eliminate the work load handling that is unnecessary and work duplication, reduce the fatigue, improve the responsibility, and eventually can increase job satisfaction of the management. All of that can be analyzed by job description and job specification which attached to of each management so that eventually the job satisfaction of the management can be improved.
The Use of Photosynthetic Bacteria and Jakaba in Promoting the Growth of Post-Acclimatization Kepok Bung Banana Plants Srilestari, Rina; Wijayani, Ari; Suwardi, Suwardi; Pratiwi, Krisnandini Wahyu
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 12 (2025): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v2i12.269

Abstract

This research investigates the use of photosynthetic bacteria (PSB) and Jakaba liquid organic fertilizer (POC) as sustainable alternatives to chemical fertilizers for post-acclimatization Kepok Bung banana plants. Using a field experiment with a split-plot design, we tested three concentrations of PSB (10 ml/L, 15 ml/L, and 20 ml/L) and three concentrations of Jakaba POC (10 ml/L, 20 ml/L, and 30 ml/L) to determine their effects on plant growth parameters. Results demonstrated a significant interaction between PSB and Jakaba concentrations, with the combination of PSB at 10 ml/L and Jakaba POC at 10 ml/L yielding optimal results. This treatment produced a 37% increase in root number, 42% improvement in plant fresh weight, and 45% increase in dry weight compared to less effective treatment combinations. The enhanced growth can be attributed to improved photosynthetic efficiency, better nutrient absorption, and stimulated root development. These findings provide banana farmers with a practical, environmentally sustainable alternative to chemical fertilizers that effectively supports plant growth during the critical post-acclimatization phase while reducing environmental degradation associated with conventional fertilization methods.
AKLIMATISASI TAHAP II ANGGREK BULAN (Phalaenopsis sp.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN MEDIA TANAM Hayuwandira, Selma; Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10155

Abstract

Anggrek bulan sebagai salah satu tanaman yang popular mengalami penurunan produksi selama beberapa tahun terakhir. Produksi anggrek dapat dilakukan dengan cara kultur jaringan yang mana melalui tahap aklimatisasi. Aklimatisasi tahap II dilakukan dengan memindahkan tanaman dari kompot ke pot kecil. Penelitian bertujuan untuk menganalisis interaksi antara konsentrasi POC dan media tanam, menentukan konsentrasi POC dan media tanam untuk aklimatisasi tahap II anggrek bulan. Penelitian dilakukan dengan rancangan petak terbagi (split plot design) 2 faktor. Main Plot adalah konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri atas 3 taraf yaitu 3 ml/L, 6 ml/L, dan 9 ml/L. Sub plot adalah media tanam dengan 3 taraf yaitu akar kadaka, pakis cacah, dan ijuk aren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair dan media tanam. Pemberian konsentrasi pupuk organik cair 3 ml/L lebih baik dari 9 ml/L pada parameter tinggi tanaman dan panjang daun terpanjang umur 56, 63, dan 70 HST. Perlakuan media tanam pakis cacah lebih baik dari ijuk aren pada parameter tinggi tanaman umur 63 dan 70 HST serta panjang daun terpanjang awal tanam dan 70 HST.
APLIKASI POC DAN MOL REBUNG BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Alfani, Ananda Intan; Sasmita, Ellen Rosyelina; Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.11212

Abstract

Produksi kacang panjang di Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan konsumen sehingga memerlukan upaya untuk meningkatkan produksinya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara POC dan MOL rebung bambu, perbedaan antara perlakuan kontrol dengan kombinasi perlakuan, serta menentukan konsentrasi POC dan MOL rebung bambu terbaik. Penelitian dilaksanakan April-Juni 2023 di Dusun Pelem. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial (3x3)+1. Faktor I konsentrasi POC dengan 3 taraf yaitu 3 ml/l, 6 ml/l, dan 9 ml/l. Faktor II konsentrasi MOL rebung bambu dengan 3 taraf yaitu 150 ml/l, 200 ml/l, dan 250 ml/l. Kontrol menggunakan pupuk NPK. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan POC dan MOL rebung bambu pada parameter panjang sulur 35 HST dan bobot polong per petak. Kombinasi perlakuan POC dan MOL rebung bambu dengan perlakuan kontrol tidak menunjukkan perbedaan terhadap semua parameter. Perlakuan POC 9 ml/l merupakan konsentrasi paling baik pada parameter panjang sulur 35 HST, umur berbunga, bobot biji kering per tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, sedangkan MOL rebung bambu 200 ml/l merupakan konsentrasi paling baik pada parameter panjang sulur 35 HST dan jumlah polong per tanaman.
APLIKASI AMELIORAN DAN PUPUK KCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (AIIium ascaIonicum L.) DI LAHAN PASIR PANTAI Pratanda Putri, Berliansya Delvara; Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.13428

Abstract

Tanah berpasir cenderung miskin bahan organik dan mineral koloid sehingga agar dapat dimanfaatkan untuk budidaya bawang merah maka perlu penambahan amelioran dan pupuk KCl (Kalium klorida). Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengkaji keberhasilan pemberian macam- macam amelioran dan pupuk KCI pada pertumbuhan dan hasiI tanaman bawang merah di lahan pasir. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, bobot basah umbi, bobot umbi kering matahari, dan indeks panen. Penelitian menggunakan percobaan lapangan dengan Rancangan Acak KeIompok Lengkap (RAKL) FaktoriaI dengan perlakuan macam-macam amelioran dan pupuk KCl. Faktor pertama kotoran hewan yang terdiri atas 3 taraf: kotoran ayam, kotoran sapi, dan kotoran kambing. Sedangkan faktor kedua yakni pupuk KCl terdiri atas 3 taraf: 100, 200, dan 300 kg/ha. Data hasiI peneIitian dianaIisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan diuji Ianjut dengan uji DMRT pada taraf 5%. HasiI peneIitian menunjukkan terdapat interaksi yaitu ameIioran kotoran ayam + dosis pupuk KCI 300 kg/ha pada parameter tinggi tanaman, jumIah anakan, jumIah umbi, bobot basah umbi per tanaman, dan bobot umbi kering matahari per tanaman. AmeIioran kotoran ayam memberikan hasiI terbaik pada seIuruh parameter pengamatan kecuaIi bobot umbi kering matahari per tanaman. Dosis pupuk KCI 300 kg/ha memberikan hasiI terbaik pada diameter umbi dan indeks panen.