Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Agrivet

Uji toleransi tanaman Puring di kawasan bencana untuk menunjang penataan wilayah Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Volume 19, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v19i1.2085

Abstract

AKLIMATISASI TAHAP II ANGGREK BULAN (Phalaenopsis sp.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN MEDIA TANAM Hayuwandira, Selma; Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Vol 29, No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10155

Abstract

Anggrek bulan sebagai salah satu tanaman yang popular mengalami penurunan produksi selama beberapa tahun terakhir. Produksi anggrek dapat dilakukan dengan cara kultur jaringan yang mana melalui tahap aklimatisasi. Aklimatisasi tahap II dilakukan dengan memindahkan tanaman dari kompot ke pot kecil. Penelitian bertujuan untuk menganalisis interaksi antara konsentrasi POC dan media tanam, menentukan konsentrasi POC dan media tanam untuk aklimatisasi tahap II anggrek bulan. Penelitian dilakukan dengan rancangan petak terbagi (split plot design) 2 faktor. Main Plot adalah konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri atas 3 taraf yaitu 3 ml/L, 6 ml/L, dan 9 ml/L. Sub plot adalah media tanam dengan 3 taraf yaitu akar kadaka, pakis cacah, dan ijuk aren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair dan media tanam. Pemberian konsentrasi pupuk organik cair 3 ml/L lebih baik dari 9 ml/L pada parameter tinggi tanaman dan panjang daun terpanjang umur 56, 63, dan 70 HST. Perlakuan media tanam pakis cacah lebih baik dari ijuk aren pada parameter tinggi tanaman umur 63 dan 70 HST serta panjang daun terpanjang awal tanam dan 70 HST.
MIKROSTEK VANILI (Vanilla planifolia Andrews.) PADA BERBAGAI VARIASI MEDIA MURASHIGE SKOOG DAN BENZIL ADENIN SECARA IN VITRO Rohmanto, Is; Wijayani, Ari; Srilestari, Rina
Jurnal Agrivet Vol 30, No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.10129

Abstract

Pengembangan budidaya tanaman vanili memiliki potensi yang besar karena kandungan vanilinnya yang dibutuhkan dalam industri makanan maupun farmasi. Pembiakan tanaman vanili secara in vitro dilakukan guna mendapatkan bibit banyak dalam waktu singkat dan sifat sama dengan induknya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji interaksi antara media Murashige Skoog (MS) dan Benzil Adenin (BA), mendapatkan komposisi media MS dan konsentrasi BA yang terbaik pada mikrostek vanili secara in vitro. Penelitian merupakan percobaan laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama adalah variasi media MS taraf ½ MS, ¾ MS, dan MS Penuh. Faktor kedua adalah konsentrasi BA 1 mg/l, 1,5 mg/l, dan 2 mg/l. Analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5% dan diuji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Perlakuan MS penuh dan BA 2 mg/l memiliki interaksi pada parameter jumlah tunas dan tidak beda nyata dengan perlakuan ½ MS dan BA 1,5 mg/l. Perlakuan ¾ MS merupakan komposisi yang paling baik pada parameter bobot segar planlet vanili. Konsentrasi BA 1 mg/l memiliki pertumbuhan planlet vanili yang paling baik pada jumlah akar.
MIKROSTEK VANILI (Vanilla planifolia Andrews.) PADA BERBAGAI VARIASI MEDIA MURASHIGE SKOOG DAN BENZIL ADENIN SECARA IN VITRO Rohmanto, Is; Wijayani, Ari; Srilestari, Rina
Jurnal Agrivet Vol 30 No 1 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i1.10129

Abstract

Pengembangan budidaya tanaman vanili memiliki potensi yang besar karena kandungan vanilinnya yang dibutuhkan dalam industri makanan maupun farmasi. Pembiakan tanaman vanili secara in vitro dilakukan guna mendapatkan bibit banyak dalam waktu singkat dan sifat sama dengan induknya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji interaksi antara media Murashige Skoog (MS) dan Benzil Adenin (BA), mendapatkan komposisi media MS dan konsentrasi BA yang terbaik pada mikrostek vanili secara in vitro. Penelitian merupakan percobaan laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama adalah variasi media MS taraf ½ MS, ¾ MS, dan MS Penuh. Faktor kedua adalah konsentrasi BA 1 mg/l, 1,5 mg/l, dan 2 mg/l. Analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5% dan diuji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Perlakuan MS penuh dan BA 2 mg/l memiliki interaksi pada parameter jumlah tunas dan tidak beda nyata dengan perlakuan ½ MS dan BA 1,5 mg/l. Perlakuan ¾ MS merupakan komposisi yang paling baik pada parameter bobot segar planlet vanili. Konsentrasi BA 1 mg/l memiliki pertumbuhan planlet vanili yang paling baik pada jumlah akar.
PERTUMBUHAN MIKROSTEK TANAMAN VANILI (Vanilla planifolia Andrews) PADA BERBAGAI KONSENTRASI NAPHTHALENE ACETIC ACID DAN BENZYL ADENINE SECARA IN VITRO Amin, Ja'far Taufik; Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.13778

Abstract

Tanaman vanili merupakan komoditas rempah beraroma khas yang memiliki potensi besar yang dimanfaatkan diberbagai bidang. Perbanyakan vanili dapat secara in vitro untuk mendapatkan bibit yang seragam dan sifat sama dengan induknya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi NAA dan BA yang tepat pada mikrostek vanili. Penelitian menggunakan percobaan laboratorium yang disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi NAA 1, 2, 3 mg/l dan faktor kedua adalah konsentrasi BA 1, 1,5, 2 mg/l. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5% dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Perlakuan NAA dan BA memiliki interaksi pada tinggi planlet dengan kombinasi 3 mg/l + 1 mg/l, 2 mg/l + 1 mg/l, dan 2 mg/l + 1,5 mg/l memberikan hasil paling baik. Konsentrasi NAA 2 mg/l dan 3 mg/l memberikan pertumbuhan terbaik pada jumlah tunas dan bobot segar planlet. Konsentrasi BA 1 mg/l memberikan pertumbuhan terbaik pada jumlah akar, panjang akar, dan bobot segar. BA 1,5 mg/l baik untuk pertumbuhan jumlah tunas, jumlah akar, dan bobot segar. BA 2 mg/l baik untuk waktu muncul tunas dan pertumbuhan jumlah tunas.
AKLIMATISASI TAHAP II ANGGREK BULAN (Phalaenopsis sp.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN MEDIA TANAM Hayuwandira, Selma; Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10155

Abstract

Anggrek bulan sebagai salah satu tanaman yang popular mengalami penurunan produksi selama beberapa tahun terakhir. Produksi anggrek dapat dilakukan dengan cara kultur jaringan yang mana melalui tahap aklimatisasi. Aklimatisasi tahap II dilakukan dengan memindahkan tanaman dari kompot ke pot kecil. Penelitian bertujuan untuk menganalisis interaksi antara konsentrasi POC dan media tanam, menentukan konsentrasi POC dan media tanam untuk aklimatisasi tahap II anggrek bulan. Penelitian dilakukan dengan rancangan petak terbagi (split plot design) 2 faktor. Main Plot adalah konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri atas 3 taraf yaitu 3 ml/L, 6 ml/L, dan 9 ml/L. Sub plot adalah media tanam dengan 3 taraf yaitu akar kadaka, pakis cacah, dan ijuk aren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair dan media tanam. Pemberian konsentrasi pupuk organik cair 3 ml/L lebih baik dari 9 ml/L pada parameter tinggi tanaman dan panjang daun terpanjang umur 56, 63, dan 70 HST. Perlakuan media tanam pakis cacah lebih baik dari ijuk aren pada parameter tinggi tanaman umur 63 dan 70 HST serta panjang daun terpanjang awal tanam dan 70 HST.
APLIKASI POC DAN MOL REBUNG BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Alfani, Ananda Intan; Sasmita, Ellen Rosyelina; Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.11212

Abstract

Produksi kacang panjang di Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan konsumen sehingga memerlukan upaya untuk meningkatkan produksinya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara POC dan MOL rebung bambu, perbedaan antara perlakuan kontrol dengan kombinasi perlakuan, serta menentukan konsentrasi POC dan MOL rebung bambu terbaik. Penelitian dilaksanakan April-Juni 2023 di Dusun Pelem. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial (3x3)+1. Faktor I konsentrasi POC dengan 3 taraf yaitu 3 ml/l, 6 ml/l, dan 9 ml/l. Faktor II konsentrasi MOL rebung bambu dengan 3 taraf yaitu 150 ml/l, 200 ml/l, dan 250 ml/l. Kontrol menggunakan pupuk NPK. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan POC dan MOL rebung bambu pada parameter panjang sulur 35 HST dan bobot polong per petak. Kombinasi perlakuan POC dan MOL rebung bambu dengan perlakuan kontrol tidak menunjukkan perbedaan terhadap semua parameter. Perlakuan POC 9 ml/l merupakan konsentrasi paling baik pada parameter panjang sulur 35 HST, umur berbunga, bobot biji kering per tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, sedangkan MOL rebung bambu 200 ml/l merupakan konsentrasi paling baik pada parameter panjang sulur 35 HST dan jumlah polong per tanaman.
APLIKASI AMELIORAN DAN PUPUK KCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (AIIium ascaIonicum L.) DI LAHAN PASIR PANTAI Pratanda Putri, Berliansya Delvara; Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.13428

Abstract

Tanah berpasir cenderung miskin bahan organik dan mineral koloid sehingga agar dapat dimanfaatkan untuk budidaya bawang merah maka perlu penambahan amelioran dan pupuk KCl (Kalium klorida). Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengkaji keberhasilan pemberian macam- macam amelioran dan pupuk KCI pada pertumbuhan dan hasiI tanaman bawang merah di lahan pasir. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, bobot basah umbi, bobot umbi kering matahari, dan indeks panen. Penelitian menggunakan percobaan lapangan dengan Rancangan Acak KeIompok Lengkap (RAKL) FaktoriaI dengan perlakuan macam-macam amelioran dan pupuk KCl. Faktor pertama kotoran hewan yang terdiri atas 3 taraf: kotoran ayam, kotoran sapi, dan kotoran kambing. Sedangkan faktor kedua yakni pupuk KCl terdiri atas 3 taraf: 100, 200, dan 300 kg/ha. Data hasiI peneIitian dianaIisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan diuji Ianjut dengan uji DMRT pada taraf 5%. HasiI peneIitian menunjukkan terdapat interaksi yaitu ameIioran kotoran ayam + dosis pupuk KCI 300 kg/ha pada parameter tinggi tanaman, jumIah anakan, jumIah umbi, bobot basah umbi per tanaman, dan bobot umbi kering matahari per tanaman. AmeIioran kotoran ayam memberikan hasiI terbaik pada seIuruh parameter pengamatan kecuaIi bobot umbi kering matahari per tanaman. Dosis pupuk KCI 300 kg/ha memberikan hasiI terbaik pada diameter umbi dan indeks panen.