Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENYULUHAN PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN NARKOBA DI DESA BABATAN KECAMATAN KADUGEDE KABUPATEN KUNINGAN Kholif Rakhmawan; Davidly Herma Maulana; Raden Nur Abdurakhman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.601 KB)

Abstract

Babatan Village is an area that is located close to the district capital and has a young population. The onslaught of technology affects the behavior of the villagers. Youth as the nation's next generation must get protection from negative things including drug abuse. One of them is increasing crime. The purpose of the service is counseling (seminars) on the prevention and eradication of drugs or drugs to families. The method implemented is family assistance and counseling activities on prevention, eradication of drugs and the provision of a circular letter (SE) for a drug-free village (Desa Bersinar) by the BNN of Kuningan Regency. The results of the Family Assistance activity which was carried out on Sunday, August 14, 2022 at the Babatan village hall, Kadugede Kuningan District, attended by village officials, community leaders and 38 youth. The material presented came from a resource person from the National Narcotics Agency who was directly invited from the BNN of Kuningan Regency.Keywords: Drugs, Drug Counseling, Danger of DrugsAbstrakDesa Babatan merupakan wilayah yang letaknya berdekatan dengan ibu kota kabupaten dan mempunyai penduduk usia muda. Gempuran teknologi mempengaruhi perilaku penduduk desa. Pemuda sebagai generasi penerus bangsa harus mendapatkan proteksi dari hal negative termasuk penyalahgunaan narkoba. Salah satunya adalah kriminalitas meningkat. Tujuan dari pengabdian adalah penyuluhan (seminar) pencegahan dan pemberantasan narkoba atau obat-obatan pada keluarga. Metode yang dilaksanakan adalah Pendampingan keluarga dan kegiatan Penyuluhan tentang pencegahan, pemberantasan narkoba serta pemberian surat edaran (SE) desa bersih dari narkoba (Desa Bersinar) oleh BNN Kabupaten Kuningan. Hasil kegiatan Pendampingan keluarga yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 14 Agustus tahun 2022 di balai desa Babatan, Kecamatan Kadugede Kuningan, dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat dan 38 remaja. Materi yang dipaparkan berasal dari Narasumber Badan Narkotika Nasional yang langsung undang dari BNN Kabupaten Kuningan.Kata Kunci: Penyuluhan Narkoba, Bahaya Narkoba
Pengaruh Rendam Kaki Dengan Air Garam Hangat Terhadap Kualitas Tidur Lansia di Panti Wreda Wilayah Kota Cirebon Tahun 2019 Abdurakhman, R. Nur; Firdaus, Agung Maulana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.098 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v4i10.757

Abstract

Pemanfaatan atau penggunaan air merupakan salah satu dari jenis relaksasi atau sering kita dengar dengan sebutan hydrotherapy. Masalah yang sering yang sering dialami oleh yang usia lanjut diantaranya berupa sulit tidur untuk bisa tidur pulas, sering terbangun pada malam hari dan sulit memulai tidur kembali. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rendam kaki dengan air garam hangat terhadap kualitas tidur pada lansia di panti wreda wilayah kota Cirebon. Desain penelitian praeksperimen dengan pendekatan one group pretest post test design. Dimana penedekatan one group pretest postest adalah rancangan yang tidak memiliki atau melibatkan kelompok pembanding (kontrol). Hasil uji statistik diperoleh sig (p) 0,001<a(0,05) yang berarti terdapat pengaruh terhadap kualitas tidur lansia dipanti wreda wilayah kota cirebon sebelum dan sesudah merendam kaki dengan air garam hangat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang bermakna dari merendam kaki dengan air garam hangat terhadap kualitas tidur lansia dipanti wreda wilayah kota cirebon 2019. Kata Kunci : Rendam Kaki, Air Garam dan Kualitas Tidur Lansia.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA KEHAMILAN R. Nur Abdurakhman
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i1.81

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di Puskesmas Mayung, data dari bulan Januari-Mei 2015 jumlah ibu hamil keseluruhan 313 orang, kasus ibu dengan peningkatan tekanan darah dalam kehamilan sebanyak 16 orang. Peningkatan tekanan darah dalam kehamilan merupakan peningkatan sistolik sebesar 30 mmHg atau diastolic sebesar 15 mmHg di atas nilai dasar tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya peningkatan tekanan darah dalam kehamilan berdasarkan pengetahuan, Usia Ibu dan Paritas di Puskesmas Mayung  Kabupaten Cirebon tahun 2017. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini metode survey analitik dengan pendekatan cross secrtional. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder, pengukuran data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden. Hasil penelitian didapatkan 76 responden yang berusia <20 terdapat 8 orang (10,5%), yang berusia 20-35 tahun terdapat 50 orang (65,8%), dan yang berusia >35 tahun terdapat 18 orang (23,7%). Responden berdasarkan tingkat pengetahuan dengan criteria kurang berjumlah 19 orang (25%), dengan criteria cukup terdapat 37 orang (48,7%), dan responden dengan kriteria baik terdapat 20 orang (26,3%). Hasil uji tentang pengaruh terjadinya peningkatan tekanan darah dalam kehamilan yaitu factor pengetahuan, factor umur, dan factor paritas adahubungan yang bermakna. Kata Kunci :  Tekanan darah dalam kehamilan   ABSTRACTBased on preliminary studies that have been done in Public health Mayung , data from January to May 2015 the number of pregnant women overall 313 people, the case of women with hypertension in pregnancy as many as 16 people. Hypertension in pregnancy is an increase of 30 mmHg in systolic or diastolic pressure of 15 mmHg above the baseline blood pressure. This study aims to find out the factors that influence the occurrence of hypertension in pregnancy based on knowledge, age of mother and parity in Public health Mayung  Cirebon 2017. The method used in this research survey method analytic approach cross secrtional. The data used are primary and secondary, measurement data using questionnaires given to respondents. The result showed 76 respondents aged <20 there are eight people (10.5%), aged 20-35 years there were 50 people (65.8%), and those aged> 35 years there were 18 people (23.7%), Respondents based on the level of knowledge with less criteria amounted to 19 (25%), with sufficient criteria are 37 people (48.7%), and respondents with good criteria there are 20 people (26.3%). The test results on the effect of hypertension in pregnancy is the knowledge factor, the factor of age, and parity reliationship significant factor. Keywords: Hypertension In Pregnancy
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN R. Nur Abdurakhman
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i1.99

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di Puskesmas Gunung Jati, data dari bulan Januari-Mei 2015 jumlah ibu hamil keseluruhan 313 orang, kasus ibu dengan hipertensi dalam kehamilan sebanyak 16 orang. Hipertensi dalam kehamilan merupakan peningkatan sistolik sebesar 30 mmHg atau diastolic sebesar 15 mmHg di atas nilai dasar tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi dalam kehamilan berdasarkan pengetahuan, usia ibu dan paritas di Puskesmas Gunung Jati  Kabupaten Cirebon tahun 2015.  Metode yang digunakan di dalam penelitian ini metode survey analitik dengan pendekatan cross secrtional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 76 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder,  pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan 76 responden yang berusia < 20 terdapat 8 orang  (10,5%), yang berusia 20-35 tahun terdapat 50 orang (65,8%), dan yang berusia >35 tahun terdapat 18 orang (23,7%). Responden berdasarkan tingkat pengetahuan dengan kriteria kurang berjumlah 19 orang (25%), dengan kriteria cukup terdapat 37 orang (48,7%), dan responden dengan kriteria baik terdapat 20 orang (26,3%). Hasil uji didapatkan ada pengaruh faktor pengetahuan, factor umur, dan factor paritas terhadap  terjadinya hipertensi dalam kehamilan.Kata Kunci : Hipertensi Dalam Kehamilan, Pengetahuan, Umur, Paritas.   ABSTRACTBased on preliminary study that has been done at Puskesmas Gunung Jati, data from January to May 2015 the total number of pregnant women 313 people, cases of mothers with hypertension in pregnancy as many as 16 people. Hypertension in pregnancy is a 30 mmHg or diastolic systolic increase of 15 mmHg above the baseline blood pressure value. This study aims to find out the factors that influence the occurrence of hypertension in pregnancy based on knowledge, age and parity at Puskesmas Gunung Jati Cirebon Regency in 2015. The method used in this study analytical survey method with cross secrtional approach. The number of samples in this study were 76 respondents. The data used are primary and secondary data, data collection using questionnaires given to the respondents. Data analysis in this study using chi square test. The result of this research is 76 respondents aged <20, there are 8 people (10,5%), aged 20-35 years there are 50 people (65,8%), and those aged> 35 years there are 18 people (23,7%) . Respondents based on the level of knowledge with criteria of less 19 (25%), with sufficient criteria there are 37 people (48.7%), and respondents with good criteria there are 20 people (26.3%). The test results obtained there is the influence of knowledge factor, age factor, and parity factor to the occurrence of hypertension in pregnancy.Keywords: Hypertension in Pregnancy, Knowledge, Age, Parity.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANGTUA DENGAN PERILAKU AGRESIF REMAJA DI SMK RISE KEDAWUNG Awis Hamid Dani; R. Nur Abdurakhman
Jurnal Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.141

Abstract

Aksi‐aksi kekerasan dapat terjadi di mana saja, seperti di jalan‐jalan, di sekolah, bahkan di kompleks‐kompleks perumahan.Pada kalangan remaja aksi yang biasa dikenal sebagai tawuran pelajar merupakan hal yang sudah terlalu sering kita saksikan, bahkan cenderung dianggap biasa. Hal yang terjadi pada saat tawuran sebenarnya adalah salah satu contoh perilaku agresif dari seorang individu atau kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orangtua dengan perilaku agresif remaja di SMK RISE Kedawung. Metode penelitian yang digunakan adalah metoda deskriptif analitik dengan pendekatan potong silang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK RISE Kedawung. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 90 siswa, sampel menggunakan total populasi. Data yang digunakan adalah data primer dengan instrumen penelitian angket. Hasil dari penelitian yang dilakukan diketahui terdapat 35,6% remaja yang berperilaku agresif di SMK RISE Kedawung . Jenis pola asuh yang paling banyak diterapkan oleh orangtua adalah pola asuh demokratis sebanyak  65,6%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan perilaku agresif (p< 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini, terdapat hubungan antara pola asuh orangtua permisif dan otoriter dengan perilaku agesif remaja di SMK RISE Kedawung.Kata Kunci : Pola Asuh Orangtua, Perilaku Agresif ABSTRACTViolent act scan happened anywhere, such as in the streets, schools, even in housing. Action that commonly known for adolescent as student brawl  we have often seen, and even considered as normal. The actual brawlis one of example of the aggressive behavior of anindividual or group. The purpose of this study is to identify the relation ship between parents parenting with adolescent aggressive behavior in RISE vocational high school, Cirebon. The method of this study is descriptive analytic with cross sectional approach. The population in this study were all students of SMK RISE kedawung. The population in this study were 90 students, using a sample of the total population. The datas are primary datas with questionnaire research instruments. The result of the study show that there are 35.6% adolescents who be have aggressive lyinRISEvocational high school, Cirebon. Mostly types of child care which adopted by parents is 65.6%  democratic parenting. There is a  significant relationshipbetween parentsparentingwithaggressivebehavior (p<0,05). The conclusion of this study is the existence of the relationship between permisif  parenting and otoriter parenting with adolescents aggressive behavior in RISEvocational high school, CirebonKeywords : Parents Parenting, Aggressive Behavior
PENGARUH PENERAPAN SENAM HOOK UPS TERHADAP TINGKAT PERCAYA DIRI ANAK R. Nur Abdurakhman; Eva Latifatul Fajriyah
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.157

Abstract

Salah satu aspek  yang perlu diperhatikan pada siswa sekolah  adalah percaya diri (self confidence), percaya diri merupakan salah satu modal dalam kehidupan yang harus ditumbuhkan pada  setiap siswa agar mereka dapat menjadi manusia yang bisa mengontrol berbagai aspek yang ada pada dirinya.masalah fisik, obesitas dan kurangnya berat badan, keterlambatan dalam menerima pelajaran dikelas, yang mengakibatkan seorang anak kurang percaya diri. salah satu metodenya yaitu dengan memberikan gerakan senam hook ups.  Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan senam hook ups terhadap peningkatan percaya diri anak kelas dua. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu atau quasy eksperimen tanpa kelompok pembanding (one group pretest and post test), dengan jumlah sampel sebanyak 35 siswa/i kelas dua MIN Guwa Kidul. Pengumpulan data selama satu bulan untuk pre test dilakukan dengan responden mengisi kuisioner sebelum intervensi,  post test  dilakukan pengumpulan data pada minggu ke empat . Uji statistik dengan Uji Paired t – test dengan nilai t- post test 85.636 dan p Value 0.000.Hasil uji statistik didapatkan bahwa  ada perbedaan tingkat percaya diri sebelum dan sesudah dilakukan senam Hook Ups dengan nilai mean 0,32 dan menunjukkan ada peningkatan tingkat percaya diri setelah dilakukan senam Hook Ups ( p value 0,000).Kata Kunci          : senam Hook Ups, tingkat percaya diri.ABSTRACTOne aspect to note is the school student confidence (self-confidence), self-confidence is one of the capital in a life that must be grown on each student so that they can be a man who can control every aspect of the physical dirinya.masalah, obesity and lack of weight gain, delays in receiving lessons in class, which resulted in a child's lack of confidence. one method is to provide the hook ups gymnastics movement. The purpose of this study was to determine the effect of the application of gymnastics hook ups to the increased confidence graders.The method used was experimental or quasi-experimental Quasy without comparison groups (one group pretest and post-test), with a sample size of 35 students / class i MIN Guwa two Kidul. The collection of data for a month to pre-test conducted with respondents fill out questionnaires before the intervention, post-test data collection at week four. Test statistics with the Paired t- test, post test  85.636 and p Value 0.000.Statistical test results showed that there are differences in confidence levels before and after exercise Hook Ups with a mean of 0.32 and showed no increase in confidence levels after exercise Hook Ups (p value 0.000).Keywords             : gymnastics Hook Ups, confidence level.
PENGARUH TERAPI KOMPRES HANGAT DENGAN WWZ (WARM WATER ZACK) TERHADAP NYERI PADA PASIEN DYSPEPSIA R. Nur Abdurakhman; Suzana Indragiri; Leny Nur Setiyowati
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i1.201

Abstract

ABSTRAKDyspepsia merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau ulu hati. Hal ini yang dapat menyebabkan gangguan rasa nyaman dan aman yaitu nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi kompres hangat dengan WWZ (Warm Water Zack) terhadap nyeri pada pasien dyspepsia di RSIA Pala Raya Kabupaten Tegal Tahun 2020.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pre-eksperimental dengan tipe the one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang didiagnosa dyspepsia sebanyak 15 pasien pada tanggal 12 - 14 Maret 2020, pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar ceklist dan NRS (Numeric Rating Scale) menggunakan metode Paired T-Test.Hasil penelitian didapatkan bahwa intensitas nyeri sebelum dilakukan intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri berat 7 - 10 (66,66%) dan intensitas nyeri setelah dilakukan intervensi adalah sebagian besar responden mengalami nyeri ringan 1 - 3 (60%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 dan jika α = 0,05 maka p <α (0.000 < 0,05), yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi kompres hangat dengan WWZ (Warm Water Zack) terhadap nyeri pada pasien dyspepsia Kata Kunci    : Terapi Kompres Hangat, WWZ (Warm Water Zack), Nyeri, Dyspepsia. ABSTRACTDyspepsia is a medical condition characterized by pain or discomfort in the upper abdomen or solar plexus. This can cause discomfort and safety, namely pain. The purpose of this study was to determine the effect of warm compress therapy with WWZ (Warm Water Zack) on pain in dyspepsia patients at RSIA Pala Raya Kabupaten Tegal 2020.This study uses a Pre-experimental research design with the type of the one group pretest-posttest design. The population in this study were all patients diagnosed with dyspepsia as many as 15 patients on March 12-14, 2020, sampling with an total sampling techniqueat. The research instruments were checklist sheets and NRS (Numeric Rating Scale) using the Paired T-Test method.The results is the intensity of pain before the intervention was done most of the respondents experienced severe pain 7 – 10 (66,66%0 and the intensity of pain after the intervention was that the majority of respondents experienced mild pain 1 – 3 (60%). Statistical test results obtained the value of p = 0,000 and if α = 0.05 then p <α (0,000 <0.05), which means there is a significant effect between warm compress therapy with WWZ (Warm Water Zack) on pain in dyspepsia patients.Keywords : Warm Compress Therapy, WWZ (Warm Water Zack), Pain, Dyspepsia.
PENGARUH FLEXIBILITY EXERCISE TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN HEMODIALISIS R. Nur Abdurakhman; Yuniar Yuniar
Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i1.218

Abstract

Kram otot  pasien hemodialisis akibat cairan dan elektrolit yang cepat meninggalkan ruangan ekstra sel. Penguatan otot akan menimbulkan injury pada serabut otot dan  akan menyebabkan adanya respon tubuh untuk memperbaiki injury dan pada akhirnya akan meningkatkan kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan mengetahui Flexibility Exercise terhadap peningkatan kekuatan otot pasien hemodialisis. Rancangan penelitian menggunakan penelitian Kuantitatif dan rancangan Pre-Experiment dengan metode One Grup Pretest-Posttest desain, metode pengumpulan data dengan cara observasi. Populasinya berjumlah 157 orang dan sampel penelitian berjumlah 20 responden didapatkan dengan teknik Purposive Sampling. Peneliti melakukan screening untuk mendapatkan pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian ini menggunakan teknik Manual Muscle Testing sebelum dan sesudah dilakukan Flexibility Exercise. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kepercayaan 95% (α 0,05). Hasil penelitian sebelum dilakukan Flexibility Exercise kategori rentang gerak penuh tanpa gravitasi dengan skala 2 yaitu 11 orang (55%) sangat mendominasi dan sesudah dilakukan Flexibility Exercise menunjukkan kategori rentang gerak penuh, melawan gravitasi, tahanan penuh dengan skala 5 yaitu 15 orang (75%) sangat mendominasi. Hasil uji statistik didapat nilai significancy p value = 0,000 <α (0,005) berarti terdapat perbedaan nilai kekuatan otot pasien yang menjalani terapi hemodialisis antara sebelum dan sesudah dilakukan Flexibility Exercise. Flexibility Exercise dapat meningkatkan kekuatan otot pasien hemodialisis. Maka dapat digunakan sebagai satu alternatif terapi non farmakologis dan dapat diterapkan di RSUD Indramayu khususnya di ruang Hemodialisa.Kata Kunci: Flexibility Exercise, Kekuatan Otot, Hemodialisis AbstractHemodialysis patient's muscle cramps due to fluid and electrolytes that rapidly leave extra cell space. Strengthening the muscles will injure the muscle fibers and will cause the body to response to repair the injury and will ultimately increase muscle strength. This study aims to determine the flexibility of exercise to increase muscle strength in hemodialysis patients. The research design used quantitative research and pre-experimental design with the One Group Pretest-Posttest design method, the method of collecting data by means of observation. The population of the research is 157 people with 20 respondents as research sample and was obtained by using purposive sampling technique.  Researchers conducted a screening to find patients who met the inclusion and exclusion criteria. The research instrument used the Manual Muscle Testing technique before and after the Flexibility Exercise. The statistical test used the Wilcoxon Signed Rank Test with a confidence level of 95% (α 0.05). The results of the study before the Flexibility Exercise category of full range of motion without gravity on a scale of 2, namely 11 people (55%) were very dominant and after the Flexibility Exercise it showed the category of full range of motion, against gravity, full resistance with a scale of 5, namely 15 people (75%) were very dominant. The statistical test results showed that the significance value of p value = 0.000 <α (0.005) means that there are differences in the muscle strength values of patient undergoing hemodialysis therapy between before and after Flexibility Exercise. Flexibility Exercise can increase muscle strength in hemodialysis patients. So, it can be used as an alternative non-pharmacological therapy and can be applied in RSUD Indramayu, especially in the Hemodialysis room.Keywords: Flexibility Exercise, Muscle Strength, Hemodialysis