Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GENDER AND THE ACTION FILM: QUESTIONS OF FEMALE HEROISM (ANALYSIS OF FEMALE MASCULINITY OF THE FEMALE HEROIC CHARACTER) Siti Hajariah; Rizki Briandana
Jurnal Visi Komunikasi Vol 12, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.412 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v12i2.399

Abstract

Abstrak. Action telah memantapkan dirinya sebagai salah satu genre terkemuka yang telah hadirdi industri film untuk waktu yang lama. Meskipun film aksi sering kali diidentifikasi dengan filmproduksi Hollywood, dan disebut sebagai state-of-the-art dari film aksi, film Jmaes Bond,bagaimanapun, adalah pertama dan terutama adalah produk Inggris. Bergenre action, film iniditandai sebagai film berorientasi laki-laki (Tasker 2004: 8) sementara itu melalui esainya VisualPleasure and Narrative Cinema” oleh Laura Mulvey (1975) mengingatkan kita pada bagianpenting yang dimainkan oleh isu gender dan kritik film yang feminis, dalam analisis film aksi.Makalah ini membahas perkembangan film laga atau aksi dalam proses untuk membangunkarakter heroik perempuan, yang menunjukkan gagasan perempuan 'maskulinitas', istilah yangdiciptakan oleh Tasker (1993). Penguatan kode biner gender telah diteliti pada film-film aksiyang mengarah ke argumen pada identifikasi pemberdayaan atau eksploitasi dalam aksi yangdipilih teks filmis dari 2010 dan 2011. Perempuan Berdasarkan teori Laura Mulvey padapandangan laki-laki, analisis skrining tubuh di film action berkisar pada aspek narasi, dansinematografi film yang dipilih: Salt (Phillip Noyce, 2010).Abstrak. Action telah memantapkan dirinya sebagai salah satu genre terkemuka yang telah hadirdi industri film untuk waktu yang lama. Meskipun film aksi sering kali diidentifikasi dengan filmproduksi Hollywood, dan disebut sebagai state-of-the-art dari film aksi, film Jmaes Bond,bagaimanapun, adalah pertama dan terutama adalah produk Inggris. Bergenre action, film iniditandai sebagai film berorientasi laki-laki (Tasker 2004: 8) sementara itu melalui esainya VisualPleasure and Narrative Cinema” oleh Laura Mulvey (1975) mengingatkan kita pada bagianpenting yang dimainkan oleh isu gender dan kritik film yang feminis, dalam analisis film aksi.Makalah ini membahas perkembangan film laga atau aksi dalam proses untuk membangunkarakter heroik perempuan, yang menunjukkan gagasan perempuan 'maskulinitas', istilah yangdiciptakan oleh Tasker (1993). Penguatan kode biner gender telah diteliti pada film-film aksiyang mengarah ke argumen pada identifikasi pemberdayaan atau eksploitasi dalam aksi yangdipilih teks filmis dari 2010 dan 2011. Perempuan Berdasarkan teori Laura Mulvey padapandangan laki-laki, analisis skrining tubuh di film action berkisar pada aspek narasi, dansinematografi film yang dipilih: Salt (Phillip Noyce, 2010).
Identifikasi Jenis Ektoparasit pada Cicak Rumah (Famili: Gekkonidae) di Desa Kotaraja Lombok Timur Galuh Tresnani; Siti Hajariah; Islamul Hadi; I Wayan Suana; Sarkono; Baiq Nuraini Ayu Pita
Samota Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2025): Samota Journal of biological Sciences
Publisher : University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/snzrs688

Abstract

Cicak rumah merupakan hewan yang yang dekat dengan manusia yang dikhawatirkan dapat membawa dan menularkan spesies parasit salah satunya adalah ektoparasit jenis tungau. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis serta menghitung prevalensi, intensitas infestasi, dan intensitas total ektoparasit pada cicak rumah di Desa Kotaraja Lombok Timur. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling. Cicak yang diperoleh disimpan dalam wadah yang kemudian diberi label sesuai lokasi penangkapan. Tubuh cicak diperiksa dibawah mikroskop stereo pada bagian kepala, telinga, ketiak, ventral, dorsal, paha, ekor, lamella jari, dan mata. Tungau yang ditemukan kemudian dibuat preparat dengan metode preparasi mounting semi permanen menggunakan media Larutan Hoyer’s. Preparat tungau diamati dan diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi dengan menggunakan mikroskop cahaya. Hasil penelitian mendapatkan 3 spesies cicak rumah (Hemidactylus platyurus, H. frenatus, dan Gehyra mutilata) dan 8 spesies tungau genus Geckobia. Empat spesies tungau teridentifikasi sebagai Geckobia glebosum, G. indica, G. mysoriensis, G. bataviensis. Empat Geckobia lainnya belum teridentifikasi (G4, G5, G6, G8). Prevalensi tungau tertinggi dijumpai pada cicak H. frenatus (60 %). Intensitas infestasi tungau tertinggi ada pada G. glebosum di cicak H. platyurus, H. frenatus, dan G. mutilate secara berurutan adalah 3,5, 13 dan 2,75. Nilai. intensitas total ektoparasit tertinggi ditempati oleh cicak H. frenatus (9,67).