Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH BOBOT AWAL DOC TERHADAP PRODUKTIVITAS AYAM PEDAGING POLA KEMITRAAN Tito Hermawan; Rico Anggriawan; Camal Adi Maschur; Diyah Ayu Chandra
Jurnal Agriovet Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/waxgxq87

Abstract

As time goes by and the soaring population of Indonesia and the image that Indonesia is facing a demographic bonus, namely the phenomenon when the number of people of productive age (15 - 64 years) is greater than the number of people of non-productive age (65 years and over) is a rare moment that only happens once in the history of a nation.This phenomenon can be a great opportunity in the development of the country towards the Golden Indonesia 2045 if accompanied by the quality of good human resources, of course this is not spared from the availability of nutritious food sources of animal protein, one of which can be an option, namely chicken meat. Therefore, farmers are required to always increase their productivity, one of the things that affects productivity is the initial weight of the doc. The purpose of this study was to determine the relationship between the initial weight of the doc and the productivity of broilers in partnership patterns that are useful to help readers and farmers in choosing a partnership company that can provide maximum profit. Materials and research methods using by direct survey with 2 farmers who have the same age, type of doc, type of feed and partnership company but have different doc weights, namely farmer 1 with super seed doc while farmer 2 with young seed doc. The results of our research clearly show that the initial weight of the super doc, which is 37 - 41 grams, produces a harvest weight according to the broiler performance target and suppresses the FCR rate so that the farmer's income is greater than the young seed doc with an initial weight below 37 grams, but has no significant effect on the mortality rate that we studied and recorded body weight every week until the chicken is harvested, so the conclusion is that there is a real relationship between the initial weight of the doc and the productivity of the broiler partnership pattern.
THE EFFECT OF PROVISION OF CITRIC ACID (CITRIC ACID) AS FEED ADDITIVE ON FCR (FEED CONVERTION RATIO) AND HDP (HEN DAY PRODUCTION) LAYER CHICKEN IN BADAS SUB-DISTRICT, KEDIRI REGENCY) Prasetyo Agung Kukuh; Rico Anggriawan; Dian Afikasari
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v5i1.792

Abstract

This study aims to determine the effect of citric acid on the FCR and HDP of laying hens. This research was conducted at Tandjaja Farm located in Lamong Village, Badas District, Kediri Regency for one month starting from March 30 to April 28, 2022. The research method used was an experimental method with 4 treatments and 5 replications. The four treatments were control treatment without citric acid (P0), treatment with 0.1% citric acid level (P1), treatment with 0.3% citric acid level (P2), and treatment with 0.5% citric acid level (P2). P3). The variables observed were feed consumption, egg weight, FCR (Feed Conversion Ratio), and HDP (Hen Day Production). The material used was 200 laying hens of the ISA Brown strain with each treatment 10 tails. Data analysis was carried out by descriptive analysis and quantitative analysis. The data obtained were processed and analyzed using the Analysis of Variant (Anova), then if there was a significant difference, it was continued with Duncan's multiple distance test with a significance level of 5%. The results showed that the application of citric acid as a feed additive to a level of 0.5% in laying hens had no significant effect (P > 0.05) on feed consumption, egg weight, FCR (Feed Conversion Ratio), and HDP (Hen Day Production). However, giving citric acid to P1 with a level of 0.1% and P2 with a level of 0.3% resulted in the best effect on the production of laying hens.
PENAMPILAN PRODUKSI AYAM BROILER PADA SUPLEMENTASI TEPUNG KULIT PISANG (Musa Spp) Rico Anggriawan; David Kurniawan; Moh Aprillia Hatta
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit pisang sangat potensial sebagai pakan karena mengandung zat gizi yang baik untuk ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung kulit pisang (Musa spp) terhadap pertambahan berat badan dan konversi pakan pada ayam broiler di Kabupaten Kediri. Materi yang digunakan adalah ayam pedaging jantan strain Cobb CP 707 sebanyak 20 ekor ayam pada fase finisher dimulai saat ayam umur 3 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Terdapat 4 kombinasi perlakuan yaitu: P0 (Kontrol), pakan komersial tanpa penambahan kulit pisang; P1 = 20% kulit pisang; P2 = 10% kulit pisang; dan P3 = 5% kulit pisang. Data konsumsi pakan, konversi dan pertambahan bobot badan yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variant (Anova), kemudian bila terjadi perbedaan signifikan diteruskan dengan uji jarak berganda Duncan’s dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan berat badan ayam pedaging jantan menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata di antara perlakuan, sedangkan pada konversi pakan terdapat perbedaan yang nyata. Pemberian pakan tambahan tepung kulit pisang sebesar 5% pada pakan komersial fase finisher memberikan hasil nilai konversi pakan terbaik. Kata Kunci : Tepung Kulit Pisang, Pertambahan Berat Badan, Konversi Pakan.
ESTIMASI PERMINTAAN KARKAS AYAM PEDAGING DI KECAMATAN PARE, KABUPATEN KEDIRI Rico Anggriawan
Jurnal Agriovet Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga karkas dipengaruhi oleh hukum pasar yaitu faktor permintaan dan ketersediaan barang maupun fluktuasi harga komoditas pertanian sebagai bahan baku pakan ayam ras. Pemilihan Kecamatan Pare sebagai lokasi penelitian berdasarkan pertimbangan bahwa rumah tangga di Kecamatan Pare memiliki konsumsi daging ayam ras tertinggi dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Kediri. Metode penelitian kualitatif yaitu metode estimasi permintaan konsumen terhadap karkas ayam pedaging yang bersifat deskriptif, artinya mencari data yang secara langsung diperoleh dari konsumen untuk mengestimasi permintaan mendatang dengan menggunakan analisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini adalah semakin tinggi harga karkas ayam pedaging maka akan semakin rendah daya beli masyarakat. Faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi karkas di Kecamatan Pare adalah jumlah anggota keluarga, pendapatan rumah tangga, dan harga karkas itu sendiri. Kata Kunci : Konsumsi, Karkas Ayam Pedaging, Permintaan
ANALYSIS BIAYA PRODUKSI USAHA TERNAK SAPI PERAH “ANUGERAH” DI KECAMATAN PAGU KABUPATEN KEDIRI Diyah Ayu Candra; Rico Anggriawan
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat biaya tetap atau dengan kata lain (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost) usaha ternak sapi perah “Anugerah” di Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Penelitian tersebut memiliki metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data yang diakomodir melalui pengamatan langsung ke objek penelitian dan wawancara ke pemilik. Bahan dan materi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner yang didapat dari peternak. Analysis biaya variabel (variable cost) dan biaya tetap (fixed cost) usaha peternakan sapi perah dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil biaya tetap (fixed cost) usaha peternakan sapi perah “Anugerah” di Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri tertinggi pada komponen biaya penyusutan ternak memiliki nilai yang cukup besar yaitu Rp. 10.244.435., sedangkan biaya variabel yang paling tinggi adalah komponen biaya pakan sebesar Rp. 64.122.000 per tahun Kata Kunci : Sapi Perah, Biaya Tetap, Biaya Variabel
BOBOT LAHIR ANAK KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) DAN SENDURO DI KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG Rifa'i Rifa'i; Dian Afikasari; Rico Anggriawan
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v3i2.448

Abstract

Ternak kambing PE dan kambing Senduro merupakan ternak yang sedang dan terus dikembangkan saat ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bobot lahir anak kambing PE dan Kambing Senduro. Metode penelitian menggunakan studi kasus di Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijuan Makanan Ternak (UPT PT dan HMT) Singosari, Kabupaten Malang. Materi yang digunakan adalah kambing PE dan kambing Senduro bunting tua masing-masing sebanyak 30 ekor, yang kemudian dilakukan pengamatan saat fase partus untuk mengetahui bobot lahir anak yang dihasilkan. Bobot lahir anak kambing PE tipe kelahiran kembar lebih tinggi dibandingkan tipe kelahiran tunggal 3,8726 ± 0,3874 > 3,7754 ± 0,6859, sedangkan bobot lahir anak kambing Senduro menunjukkan tipe kelahiran kembar lebih tinggi dibandingkan tipe kelahiran tunggal 3,7198 ± 0,4234 > 3,4230 ± 0,3252. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa bobot lahir pada anak kambing PE dan kambing Senduro tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Kata Kunci : Anak kambing, Bobot lahir, kambing PE dan kambing Senduro
MERANCANG STRATEGI FORMULASI PAKAN BERBASIS PROBIOTIK UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PERTUMBUHAN PAKAN DAN KONVERSI PAKAN PADA AYAM BROILER DI KECAMATAN KALIBARU, KABUPATEN BANYUWANGI Dewi Konita Safikoh; Rico Anggriawan; Mishbahul Akbar; Diyah Ayu Candra
Jurnal Agriovet Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/j6dk2m89

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui dampak menambahkan Probiotik pada Pakan terhadap Bobot tubuh, Pakan dan rasio konversi pakan (FCR) pada Ayam Broiler. Kegiatan ini diadakan di Mitra Sido Agung yang terletak di Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi selama satu bulan, mulai dari tanggal 5 Mei sampai 5 Juni 2023. Metode yang diterapkan adalah metode eksperimen dengan empat perlakuan dan lima kali pengulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari pakan komersial (P0), pakan komersial ditambah 0,5% probiotik (P1), pakan komersial ditambah 0,6% probiotik (P2), dan pakan komersial ditambah 0,7% probiotik (P3). Variabel yang diamti mencakup Pertambahan Bobot tubuh, konsumsi Pakan dan FCR (Feed Convertion Ratio). Hasil data bobot tubuh tercatat sebesar P0 48,94; P1 50,97; P2 49,92 dan P3 56,87 g/ekor/hari. Konsumsi pakan untuk masing-masing perlakuan adalah 461,67; 456,71; 465,3 dan 468,82 g/ekor/hari. Rasio konversi pakan / FCR tercatat 2,75; 2,59; 2,83 dan 2,57 g/ekor/hari. Analisis statistik mengungkapkan bahwa penambahan probiotik memberikan dampak yang sangat besar terhadap tingkat konsumsi pakan, tetapi tidak berpengaruh pada kenaikan berat badan dan efesiensi pakan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwapenambahan probiotik pada pakan tidak meningkatkan bobot tubuh dan konversi pakan, namun mampu meningkatkan konsumsi pakan.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK EM4 TERHADAP PERTUMBUHAN BERAT BADAN DAN FCR AYAM BROILER Moh.Ghoziuddin Silmi; Rico Anggriawan; Diyah Ayu Candra
Jurnal Agriovet Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/xn8wq275

Abstract

The livestock sector plays an important role in national development, particularly in ensuring the availability of animal protein sources for all Indonesian people. Among various livestock products, meat is the most popular commodity, with broiler chickens being a type of poultry with a high meat production capacity. In this study, a Completely Randomized Design (CRD) was applied, dividing the subjects into four different treatment groups, with three replications for each group. The research findings showed the average individual weight in the different probiotic treatment categories during the third and fifth weeks, along with the average weight gain and standard deviation. Compared to the group that did not receive probiotics, this study demonstrated that chickens given probiotics had higher body weight, and although body weight and feed conversion efficiency increased, the amount of feed consumed did not differ significantly between the group given probiotics and the control group. Thus, probiotics play a role in improving feed utilization efficiency without affecting the amount of feed consumed.
Evaluasi Status Reproduksi dan Kelayakan Usaha Sapi Betina Limousin Pasca PMK Berdasarkan Tingkat Keparahan Penyakit di Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri Ira Tri Astuti; Rico Anggriawan
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Cendekia
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i2.186

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit viral yang sangat menular pada hewan berkuku belah dan berdampak terhadap produktivitas serta performa reproduksi ternak. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi status reproduksi dan kelayakan usaha sapi betina Limousin pasca PMK berdasarkan tingkat keparahan penyakit di Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan, observasi, pemeriksaan status reproduksi, dan wawancara peternak. Parameter yang diamati meliputi Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), Calving Interval (CI), Days Open (DO), Body Condition Score (BCS), dan Profitability Index (PI). Hasil menunjukkan S/C sebesar 2,12±0,21 dan CR 36,67±15,27%. Nilai CI berkisar 14,8–15,2 bulan, DO 96–116 hari, dan BCS 3,08–3,25. Nilai PI pada gejala ringan, sedang, dan berat masing-masing 1,36±0,09; 1,42±0,13; dan 1,29±0,11. Seluruh nilai PI >1 menunjukkan usaha layak dilanjutkan.