Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Rancang Bangun Pulsed Electric Field Sistem Batch dengan Konfigurasi Elektroda Berjenis Co-Axial Setiawan, Dwi; Argo, Bambang Dwi; Sumarlan, Sumardi Hadi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.599 KB)

Abstract

Pengolahan pangan bertujuan untuk menjadikan bahan pangan siap dikonsumsi, meningkatkan kualitas dan umur simpan? dengan cara membunuh bakteri pantogen. Namun dalam pengolahan pangan perlu memperhatikan aspek gizinya. Zat gizi yang terkandung dalam bahan pangan akan rusak pada sebagaian besar proses pengolahan karena sensitif terhadap pH, oksigen, sinar dan panas atau kombinasi diantaranya. PEF merupakan salah satu teknologi pengolahan pangan tanpa melibatkan proses thermal. Rancang bangun PEF telah berhasil dibuat dan dapat berfungsi dengan baik. Hasil pengujian tegangan keluaran pada PEF mencapai 20.25 kV. Sedangkan bentuk gelombang dari PEF ini ialah gelombang kotak, dengan frekuensi kerja 3 kHz, dan mempunyai lebar pulsa 160 ?s.
Identifikasi Jenis Tepung dengan Machine Vision Menggunakan Metode Artificial Neural Network (ANN) Sumarlan, Sumardi Hadi; Ariyanti, Dian Anggi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.433 KB)

Abstract

Tepung merupakan salah satu produk pertanian yang digunakan sebagai bahan baku dalam pengolahan produk pangan. Jenis tepung yang sering digunakan dalam pengolahan produk pangan yaitu tepung terigu, tepung tapioka, tepung sagu, tepung beras, dan tepung roti. Kesamaan karakteristik tersebut tidak cukup hanya dibedakan secara manual menggunakan indera manusia, sehingga diperlukan cara untuk identifikasi jenis tepung secara lebih akurat yaitu dengan menggunakan nilai intensitas dari tekstur dan warna citra dari jenis tepung tersebut dengan machine vision menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara identifikasi jenis tepung dengan machine vision dan mengetahui kombinasi parameter ekstraksi ciri (feature extraction) terbaik untuk identifikasi jenis tepung dengan menggunakan metode ANN. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan antara lain akuisi citra menggunakan scaner printer canon mp 237 dengan resolusi 100 dpi sebanyak 480 gambar, praproses citra yaitu mengolah citra dengan resolusi yang sama yaitu sebesar 420 x 405 pixel dengan format bitmap (.bmp), ekstraksi ciri dilakukan menggunakan aplikasi visual basic untuk mendapatkan nilai intensitas dari co-occurrence matrix (CCM) citra tepung berupa nilai warna (red, green, blue, gray, hue, saturation (HSL), saturation (HSV), lightness(HSL), value (HSV)) dari tekstur energy, entrophy, contrast, homogenity, invers different moment, correlation, sum mean, variance, cluster dan max probability. Nilai CCM yang diperoleh dari feature extraction di kombinasikan untuk pelatihan dan pengujian dalam pemodelan artificial neural network backpropagation (BPNN) dengan menggunakan 2 jenis input layer yaitu 10 input dan 12 input dengan 1 hidden layer 20 node dan learning rate 0,1; 0,2; 0,4; 0,6 dan 0,9 dengan momentum 0,1 dan 0,4. Pelatihan dan pengujian pemodelan BPNN menghasilkan nilai MSE (Mean Square Error). Nilai MSE terkecil merupakan kombinasi terbaik yaitu kombinasi semua warna pada sum mean dengan menggunakan learning rate 0,4 dan momentum 0,4 diperoleh nilai MSE terbaik sebesar 1,04%.
PENGARUH FOTOPERIODE dan VARIASI KANDUNGAN NITROGEN (NaNo3) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN dan KANDUNGAN LIPID MIKROALGA BLT0404 Hendrawan, Yusuf; Sumarlan, Sumardi Hadi; Anggraini, Sabrina
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.813 KB)

Abstract

Mikroalga merupakan salah satu organisme yang dapat di nilai ideal dan potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku produksi biofuel Kandungan lipid dalam biomassa mikroalga kering spesies tertentu dapat mencapai di atas 50%. Fotoperiode memegang peranan penting dalam laju pertumbuhan mikroalga. Ketika mikroalga dikultur dalam kondisi nitrogen terbatas, efek yang paling menonjol adalah degredasi aktif dan spesifik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui laju pertumbuhan, kandungan lipid dan kandungan asam lemak yang dihasilkan dari berbagai perlakuan. penelitian ini metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu faktor I kandungan komposisi nitrogen (NaNO3) dengan 4 level yaitu 25% NaNO3, 50% NaNO3, 75% NaNO3, dan 100% NaNO3 dan faktor II dengan pebandingan fotoperiode 8 jam terang (8T) : 16 jam gelap (16G) dan 24 jam terang (24T) :0 jam gelap (0G). Hasil laju pertumbuhan maksimum (µmaks) mikroalga BLT0404 yang tertinggi dihasilkan dari perlakuan 100% nitrogen dengan fotoperiode 24T:0G yaitu sebesar 14.1134x106 dan kandungan lipid terbesar dihasilkan dari perlakuan 25% nitrogen dengan fotoperiode 24T:0G yaitu sebesar 61.9% dry weight.
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN KOMERSIAL DALAM PEMBUATAN HIDROLISAT PROTEIN DARI LIMBAH CAIR SURIMI Sumarlan, Sumardi Hadi; Wibisono, Yusuf; Hawa, La Choviya; Nurwindi, Linda Luvi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.903 KB)

Abstract

Limbah cair surimi mengandung 2220mg/L protein terlarut dalam air. Tingginya kandungan protein tersebut menjadikan limbah cair surimi berpotensi untuk dijadikan hidrolisat protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain pada proses hidrolisis protein dari limbah cair surimi terhadap kandungan protein dan amonia. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yakni konsentrasi penambahan enzim dan waktu pengamatan dengan tiga kali pengulangan. Konsentrasi enzim yang digunakan yakni 1, 2, 3, 4, dan 5% (b/v) dengan lama hidrolisis 48 jam dan diamati pada 0, 12, 24, 36, dan 48 jam. Parameter yang diamati adalah kandungan protein, amonia dan kadar air dari hidrolisat protein. Pada penelitian ini, didapat pemurnian enzim papain sebesar 5.85 kali dengan aktivitas spesifik sebesar 0.000212899 U/mg. Kandungan protein hidrolisat protein dari limbah cair surimi menurun dari jam ke-0 hingga jam ke-48. Penurunan kandungan protein terbanyak terjadi pada konsentrasi penambahan enzim sebesar 1% (b/v) dengan penurunan kandungan protein dari 2220mg/L menjadi 498mg/L. Kandungan ammonia hidrolisat meningkat dari jam ke-0 hingga jam ke-48 dengan perlakuan terbaik terjadi pada konsentrasi penambahan enzim 1%(b/v) dengan kenaikan kandungan amonia tertinggi yakni dari 5.62mg/L menjadi 170.64mg/L. Kadar air hidrolisat mengalami kenaikan seiiring dengan bertambahnya konsentrasi enzim yang ditambahkan dalam limbah cair surimi dengan kisaran nilai 78.993% - 95.016%.
Analisa Rasio Massa Rimpang Kunyit ( Curcuma longaL.) dan Daun Asam Sinom (Tamarindus indica L.) pada Proses Produksi Bubuk Sinom Legen di PT. Petrokimia Gresik Akbar, Dheniz Fajar; Sumarlan, Sumardi Hadi; Susilo, Bambang
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.203 KB)

Abstract

Minuman sinom adalah minuman yang diproduksi menggunakan bahan baku rimpang kunyit (Curcuma longa) dan daun asam (Tamarindus indica L.). Guna memproduksi minuman sinom yang memiliki kandungan antioksidan, total fenol, dan kadar vitamin C yang tinggi serta bertambahnya umur simpan maka perlu dilakukan penelitian mengenai analisis produksi minuman sinom bubuk dengan proses ekstraksi pada rimpang kunyit dan bagian pucuk daun asam atau sinom serta mempertimbangkan formulasi kombinasi rimpang kunyit dan daun sinom yang digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh formulasi rimpang kunyit dan daun sinom yang digunakan terhadap rendemen, kapasitas antioksidan, total fenol, kadar vitamin C, serta atribut sensoris pada ekstrak. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan Foam Mat Drying terhadap rendemen bubuk minuman sinom legen. Hasil uji seluruh sampel diamati menggunakan analisa sidik ragam ANOVA dan uji lanjut BNT dengan taraf kepercayaan 5%. Pada hasil pengujian organoleptik dilakukan analisa sidik ragam (ANOVA) dengan General Linear Model (GLM) dan analisa lanjut dengan Uji BNT. Dalam menentukan perlakuan terbaik yaitu formulasi rimpang kunyit dan daun sinom terbaik dalam produksi minuman sinom legen dilakukan analisa Multiple Attribute. Berdasarkan hasil penelitian, rendemen tertinggi diperoleh pada kode taraf KD3, kapasitas antioksidan tertinggi diperoleh pada KD4, serta total fenolik dan kadar vitamin C tertinggi diperoleh pada KD6. Berdasarkan hasil analisa Multiple Attribute diperoleh perlakuan terbaik yaitu pada formulasi dengan kode taraf KD4 yang menghasilkan rendemen sebesar 84,817%, kapasitas antioksidan 489,416 mg/ml, total fenol 12,98 mg/100 ml, serta vitamin C 1,329 mg/100 ml.Kata kunci: Daun Sinom, Formulasi, Produksi Bubuk Minuman Sinom Legen, Rimpang Kunyit
STUDI KONSENTRASI STARTER DAN MEDIUM PERENDAMAN ASAM ASETAT TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN PERMEABILITAS MEMBRAN SELULOSA NATA DE BANANA SKIN Islami, Madaniyyah Mustika; Hendrawan, Yusuf; Sumarlan, Sumardi Hadi
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.708 KB)

Abstract

Membran merupakan selaput tipis semi-permeabel yang bersifat selektif terhadap komponen tertentu dalam suatu campuran larutan. Terdapat 2 macam bahan pembuatan membran yaitu bahan organik dan anorganik, pada penelitian ini memanfaatkan bahan organik yaitu kulit pisang kepok. Untuk menghasilkan membran yang memiliki nilai sifat mekanis dan permeabilitas yang tinggi maka dalam pembuatan dibutuhkan kinerja dari Acetobacter xylinum dan menghasilkan membran selulosa yang lebih berkualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan starter dan perendaman asam asetat terhadap sifat mekanis dan permeabilitas membran serta untuk mengetahui hasil terbaik dari beberapa perlakuan. Penlitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor yaitu konsentrasi starter dan konsentrasi perendaman asam asetat. Faktor pertama yaitu konsentrasi penambahan starter terdiri dari 3 level yaitu 15, 20, dan 25%. Faktor kedua yaitu medium perendaman asam asetat terdiri dari 3 level yaitu 2, 4, dan 6% dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi uji sifat mekanis, permeabilitas membran, ketebalan, kadar air basis basah dan basis kering. Hasil pengamatan terbaik untuk nilai kuat tekan 3.94 kg/cm2, nilai kuat tarik 0.14 kg/cm2, ketebalan 0.11 mm, nilai permeabilitas 0.0016 mL/m2.detik, kadar air basis basah 74.66% dan basis kering 12.74%. Dari semua parameter dilakukan uji indeks efektivitas didapatkan membran selulosa terbaik pada perlakuan konsentrasi starter 25% dan konsentrasi perendaman asam asetat 4%.
RANCANG BANGUN DAN UJI EFISIENSI ENERGI EVAPORATOR DOUBLE EFFECT TERMODIFIKASI UNTUK EVAPORASI NIRA TEBU Sumarlan, Sumardi Hadi; As Syukri, Khoirul Anam; Lastriyanto, Anang; Ramadani,, Khoirotus Syadiyah; Maghfiroh, Lailatul
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.208 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2020.021.02.5

Abstract

ABSTRAK Evaporasi merupakan proses penghilangan sebagian besar air pada bahan dengan cara memberikan panas pada titik didihnya menggunakan evaporator. Proses evaporasi menghasilkan uap air yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkitan proses serupa. evaporator double effect termodifikasi merupakan alat evaporasi dengan proses penguapan berganda dan bekerja pada tekanan dibawah 1 atm. Energi uap yang dihasilkan dari penguapan bahan di ruang proses 1 (efek 1) akan digunakan untuk pemanasan  bahan  di  efek  2.  Tujuan  penelitian  adalah  melakukan pengujian pada aspek teknis terutama efisiensi energi dari mesin evaporator double  effect  termodifikasi pada bahan nira tebu. Pengukuran  dan  pengamatan  pada  proses evaporasi dilakukan  terhadap  data suhu  bahan  dan  uap,  tekanan  vakum,  volume bahan, konsumsi bahan bakar, rendemen giling sementara batang tebu, dan pengurangan volume bahan. Pencatatan suhu, tekanan, dan volume dilakukan setiap 10 menit. Hasil pengamatan suhu titik didih bahan didapatkan sebesar 63,4 oC pada tekanan rata-rata sebesar -60 CmHg. Pengamatan konsumsi bahan bakar menunjukkan bahwa pada 5 jam 20 menit proses rata-rata sebesar 21.312 kJ/jam. Pada efek 1 rata-rata presentase pengurangan kadar air sebesar 54% sedangkan pada efek 2 sebesar 20,7%. Didapatkan nilai efisiensi rata-rata sebesar 56,3%.Kata Kunci : Efisiensi; Evaporator Double Effect; Evaporasi; Nira Tebu   ABSTRACTEvaporation is a process removing most of the water in a material by giving heat till boiling point using an evaporator. The evaporation process produces water vapor that can be used for generating similar processes. Modified double effect evaporator is an evaporation tool with multiple evaporation processes and works under pressure 1 atm. The steam energy generated from the evaporation of material in process chamber 1 (effect 1) will be used to heat the material in effect 2. The purpose of this research is to test the technical aspects, especially the energy efficiency of the modified double effect evaporator on the sugar cane juice. Measurements and observations on the evaporation process are carried out on data of material temperature and vapor, vacuum pressure, material volume, fuel consumption, temporary milled yield of sugarcane, and reduction in material volume. Recording temperature, pressure, and volume is recorded every 10 minutes. Observation of material boiling point temperature was 63.4 oC and average pressure was -60 CmHg. The results of observations of fuel consumption showed that in about 5 hours 20 minutes the average process was 21,312 kJ / hour. In effect 1 the average reduction in water content was 54% while in effect 2 it was 20.7%. Obtained an average efficiency value of 56.3%.Keywords: Double Effect Evaporator; Efficiency; Evaporation; Sugarcane Juice
Plant acoustic frequency technology control system to increase vegetative growth in red-lettuce Yusuf Hendrawan; Adamsyah Harika Putra; Sumardi Hadi Sumarlan; Gunomo Djoyowasito
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 18, No 4: August 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v18i4.14158

Abstract

The application of plant acoustic frequency technology (PAFT) can spur plant growth, increase productivity, immune system, quality, and extend the shelf life of agricultural products after harvest. The application of sound waves in plants can stimulate the opening of the stomata to optimally absorb nutrients and water. This study aims to determine the effect of frequency and time of PAFT exposure by utilizing Javanese gamelan traditional music on the vegetative growth of red-lettuce (Lactuca sativa var.). Javanese gamelan music used was titled Puspawarna with variations in the frequency of 3-5, 7-9, and 11-13 kHz. The variation of exposure time of sound waves was 1, 2, and 3 hours. PAFT exposure was given routinely in the morning and evening. The results of this study indicated that the best treatment was at 3-5 kHz with an exposure time of 2 hours. This treatment gave a significantly better effect when compared to plants without PAFT. The best combination of frequency and time of PAFT exposure produced 10 leaves, plant height of 9.4 cm, wet weight of 4 g, dry weight of 0.22 g, leaf area of 27.19 cm2, leaf red mean of 63, and stomata opening width of 145.44~206.59 µm.
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERPHADAP KARAKTERISTIK KUPASAN KEMIRI (Aleurites moluccana.L Willd) Bambang Dwi Argo; Sumardi Hadi Sumarlan; Asdin .
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.892 KB)

Abstract

Buah kemiri (Aleurites moluccana Willd), mempunyai nilai ekonomis yang baik. Biji kemiri banyak digunakan masyarakat sebagai bumbu masak atau diambil minyaknya untuk keperluan industri, seperti bahan baku pembuat pernis, sabun, kosmetika, dan obat-obatan. Selama ini, proses pengolahan kemiri yang dilakukan petani masih sederhana, yaitu pengeringan di bawah sinar matahari dan pengupasan dengan rotan. Hal ini mengakibatkan hasil kupasan kemiri banyak yang pecah sehingga harga jual kemiri menjadi rendah. Penelitian ini merupakan  studi tentang perbandingan efektivitas pengeringan kemiri antara pengeringan dengan mesin pengering dan pengeringan sinar matahari dalam menghasilkan kupasan kemiri utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangeringan dengan mesin pengering memberikan hasil yang lebih baik daripada pengeringan dengan sinar matahari. Persentase kemiri utuh yang dikupas melalui pengeringan dengan mesin pengering sebesar 20,2% (7 kg) dari 34,5 kg kemiri yang dipecahkan, sedangan dengan sinar matahari 1,5% (0,5 kg) dari 33,25 kg kemiri. Kemiri pecah kulit sebesar 43,4% (15 kg) dengan mesin pengering dan 3% (1 kg) dengan sinar matahari. Kemiri terbelah dua sebesar 10,1% (3,5 kg) dengan mesin pengering 12,7% (4,25 kg) dengan sinar matahari. Kemiri tidak pecah sebesar 26% (9 kg) dengan mesin pengering dan 75,1% (25 kg) dengan sinar matahari.
Pengaruh Pretreatment dan Lama Waktu Ekstraksi terhadap Karakteristik Ekstrak Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C) Menggunakan Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) Bambang Susilo; Sumardi Hadi Sumarlan; Yusuf Wibisono; Novantia Pusputasari
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.913 KB)

Abstract

Kulit jeruk purut mengandung minyak atsiri yang dikenal sebagai minyak eteris (aetheric oil) yang banyak digunakan industri kimia parfum, menambah aroma jeruk pada minuman dan makanan, serta dibidang kesehatan digunakan sebagai antioksidan dan anti kanker. Minyak atsiri jeruk purut dapat diekstrak dengan menggunakan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis perlakuan pendahuluan bahan yaitu kulit jeruk segar (tanpa pengeringan) dan kulit jeruk kering (dengan pengeringan), faktor kedua adalah lama waktu ekstraksi dengan menggunakan gelombang ultrasonik yang terdiri 3 level yaitu 10 menit, 20 menit, dan 30 menit. Pemilihan perlakuan terbaik menggunakan metode Multiple Atribut Zeleny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pretreatment kulit jeruk purut sebelum ekstraksi dengan metode ultrasonik tidak berpengaruh nyata (sig>0.05) terhadap rendemen tetapi berpengaruh nyata (sig<0.05) terhadap pH, berat jenis, dan indeks bias. Sedangkan lama waktu ekstraksi berpengaruh nyata (sig<0.05) terhadap rendemen dan berat jenis tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pH dan indeks bias (sig>0.05). Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan kulit jeruk purut segar dan lama waktu ekstraksi 20 menit dimana nilai rendemen sebesar 11.73037%, pH 4.027, berat jenis 0.84231gr/ml, indeks bias 1.355, kadar sitronellal 18.09%, kadar limonene 22.09%.