Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Rancang Bangun Machine Vision Untuk Sistem Pencahayaan Mikro Presisi (Micro-Precission Lighting System) Menggunakan Metode Fuzzy Pada Tanaman Selada Rico Santoso; Yusuf Hendrawan; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.219 KB)

Abstract

Plant Factory (PF) merupakan sistem bioproduksi untuk membudidayakan tanaman dengan lingkungan yang terkontrol untuk mendapatkan kondisi  optimal pertumbuha. Pencahayan merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam PF. Light Emitting Diodes (LED) merupakan salah satu sumber cahaya buatan yang digunakan dalam PF. Umumnya, LED dalam PF harus dinyalakan seluas tempat budidaya tanaman. Metode seperti ini menyebabkan banyak energi yang terbuang. Penelitian ini merupakan on-going research yang bertujuan untuk mengembangkan machine vision (MV) berbasiskan LED lighting system (LLS) dalam PF. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan prototipe MV berbasiskan LLS untuk meningkatkan efisiensi konsumsi energi LED dan mengontrol intensitas LED se-presisi mungkin sesuai kebutuhan tanaman. MV dioperasikan dengan software buatan sendiri. Fungsi software yaitu untuk membuat data penyalaan LED berdasarkan intensitas RGB citra. Persyaratan operasional MV yaitu, pertama, holder kamera harus ditempatkan pada 7.3 cm X axis, 6 cm Y axis. Kedua, Semua holder lampu ditempatkan pada 0 cm X axis, 0 cm Y axis, 0o Z axis dan semua lampu dinyalakan. Ketiga, webcam Logitech C170 digunakan untuk mengambil citra. Pengujian prototipe MV menggunakan 3 jenis umur tanaman selada; 2, 3 dan 4 minggu. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata koefesien determinasi sebesar 0.957. Analisis total konsumsi energi ketika menggunakan MPLS  masing-masing adalah 6491.52, 21893.76, 33626.88 Wh dengan effisiensi penghematan energi sebesar 84.28 %, 64.65 %, 59.28%.Kata kunci: LED Lighting System, Plant factory, Machine vision, Selada
Rancang Bangun Mesin Pemarut Dan Pemeras Santan Kelapa Portable Model Kontinyu Dwi Lestari; Bambang Susilo; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.616 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun pemarut dan pemeras santan kelapa portable model continue bertenaga gerak motor listrik, mengetahui sistem kerja dengan uji coba dan identifikasi tingkat kegagalan perancangan serta menghitung tingkat efisiensi dengan perbandingan metode manual. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian rancang bangun mesin pemarut dan pemeras santan kelapa portable model continue ini adalah metode empirik, yaitu pengambilan data dari sumber studi pustaka lalu mengaplikasikanya dalam satu permodelan dimensi dengan perencanaan dan perhitungan yang diwujudkan dalam satu bentuk nyata berupa mesin pemarut dan pemeras santan kelapa portable model continue tersebut. Untuk mengetahui besar kapasitas mesin dibutuhkan pengulangan beberapa kali dengan pengambilan waktu 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit, 25 menit, 30 menit sampai 60 menit. Hasil penelitian dibedakan menjadi dua sesuai parameter penelitian, yaitu santan dan ampas. Rancangan mengalami beberapa kali perubahan design dan ukuran komponenya, hal ini untuk mendapatkan hasil yang mendekati sempurna. Hasil pengujian tertinggi terjadi pada waktu 10 menit yaitu, santan 110 gr, dan ampas 220 gr. sedangkan pada pengujian mulai 25 menit hingga 60 menit tidak menghasilkan santan. Hal ini dikarenakan mesin mengalami eror.
Rancang Bangun Alat Pengukur Kepadatan Mikroalga Chlorella sp. dengan Menggunakan Sensor Fotodioda dan Mikrokontroler ATMega 16 Andri Wardhani; Bambang Susilo; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.467 KB)

Abstract

Chlorella sp. merupakan salah satu jenis mikroalga yang banyak dimanfaatkan dan berpotensi dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah sebagai sumber energi alternatif dengan mengkonversi kandungan lipid ke dalam biomassa. Mikroalga Chlorella sp. dapat dianalisis kepadatannya dengan menggunakan hemositometer dan mikroskop. Perhitungan kepadatan mikroalga dilakukan secara manual agar terjaga ketelitiannya dan cukup sulit jika dilakukan berulang kali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang alat pengukur kepadatan mikroalga dan mengetahui tingkat pertumbuhan mikroalga Chlorella sp. secara kontinyu melalui fotobioreaktor tipe vertikal dengan penambahan alat pengukur kepadatan menggunakan sensor fotodioda dan mikrokontroler ATMega 16. Pengambilan data kepadatan mikroalga dilakukan dengan menggunakan Metode MK* Aliran Mengalir dan MK* Aliran Terhenti pada waktu yang telah ditentukan (jam 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB) dengan 10x pengulangan dalam pengambilan data. Hasil dari perbandingan Metode MK*(mikrokontroler + sensor fotodioda) Aliran Mengalir dengan MH*(mikroskop+hemositometer) menunjukkan tingkat keakuratan alat pengukur kepadatan mikroalga ini masih 72%, dimana masih terdapat trend error 28%. Sedangkan hasil perbandingan dari Metode MK* Aliran Terhenti menunjukkan nilai trend error 40% dan masih jauh dari tingkat keakuratan. Perbandingan hasil Metode MK* Aliran Mengalir dengan Metode MK* Aliran Terhenti menunjukkan nilai trend error hanya 4%. Kata Kunci : Mikroalga, Chlorella sp., Fotodioda, MK*
Studi Pemanfaatan Minyak Karet (Hevea brasiliensis) sebagai Bahan Bakar pada Kompor Rumah Tangga Ismi Lufina; Bambang Susilo; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.898 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan penambahan katalis terhadap kualitas minyak karet dan untuk mengetahui kondisi optimal yang digunakan pada pembuatan minyak karet. Penelitian dilakukan melalui pirolisis dengan suhu 200ºC,250ºC, dan 300ºC, dan penambahan katalis zeolit 20%,40%,dan 60% dari berat getah karet yaitu 0,25 kg. Proses yang terjadi pada penelitian ini yaitu proses pirolisis. Hasil dari semua variabel suhu dan penambahan katalis berpengaruh nyata terhadap visakositas, kadar CO2, dan kadar O2, untuk titik nyala dan nilai kalor hasilnya tidak signifikan. Kondisi yang paling optimal untuk pembuatan minyak karet yaitu pada suhu yang lebih tinggi yaitu 3000C dan untuk penambahan katalis sesuai dengan massa bahan yang digunakan. Pada pengujian pada kompor dari segi kecepatan mendidihkan air maka minyak tanah lebih cepat, sedangkan dari segi banyaknya bahan bakar yang digunakan untuk mendidihkan air, ternyata minyak karet lebih hemat dibandingkan dengan minyak tanah.   Kata Kunci: Pirolisis,gerah karet, minyak karet, zeolit
Pengaruh Aktivator dan Waktu Kontak Terhadap Kinerja Arang Aktif Berbahan Eceng Gondok (Eichornia crossipes) Pada Penurunan COD Limbah Cair Laundry Dalas Gumelar; Yusuf Hendrawan; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.966 KB)

Abstract

Eceng gondok adalah tanaman perairan yang mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dan berkembang biak secara cepat sehingga kebanyakan masarakat menganggapnya sebagai gulma perairan. Air limbah laundry mengandung bahan kimia dengan konsentrasi yang tinggi antara lain fosfat, surfaktan, ammonia dan nitrogen serta kadar padatan terlarut, kekeruhan, BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Deman) tinggi. Karbon aktif merupakan bahan kimia yang saat ini banyak digunakan dalam industri yang menggunakan proses adsorpsi dan purifikasi. Pada umumnya karbon aktif dibuat melalui proses aktivasi dengan menambahkan bahan-bahan kimia. Beberapa jenis senyawa kimia yang sering digunakan dalam industri pembuatan karbon aktif adalah ZnCl2, KOH, H2SO4, dan HCl. Masing-masing jenis aktivator akan memberikan efek/pengaruh yang berbeda-beda terhadap luas permukaan maupun volume pori-pori karbon aktif yang dihasilkan. Karbon aktif eceng gondok hasil perendaman HCl 5M memiliki luas permukaan yang paling baik sebesar 842.04 m2/gr diibandingkan dengan adsorben komersial yang hanya memiliki luas permukaan sebesar 26.038 m2/gr. Kadar COD rata-rata dari limbah laundry sebesar 785.39 mg/L. Waktu kontak yang baik untuk menurunkan kadar COD pada penelitian ini adalah pemberian adsorben 5M selama 120 menit pada limbah laundry. Kualitas adsorben eceng gondok hasil perendaman HCl 5M sama baiknya dengan adsorben komersial karena hasil uji T menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata.   Kata kunci: Adsorben, eceng gondok, limbah laundry, luas permukaan, penurunan COD
Peningkatan Efisiensi Ekstraksi Madu Klanceng Melalui Diseminasi Ekstraktor Khothibul Umam Al Awwal; Siti Asmaul Mustaniroh; Nimas Mayang Sabrina S; Ria Dewi Andriani; Zaqlul Iqbal; Aniesa Samira Bafadhal; Rini Yulianingsih; Vindhya Tri Widayanti; Shafira Arini Sundari
Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan (ITEPA) Vol 11 No 4 (2022): Jurnal ITEPA
Publisher : Department of Food Science and Technology Study Program, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/itepa.2022.v11.i04.p03

Abstract

Ngebel Village is a producer of Klanceng Honey and an ecotourism destination for Ngebel Adventure Park (NAP) in Ponorogo Regency. Klanceng honey produced by the endemic Klanceng bee (Trigona sp.) is the honey that has high selling value (IDR 60,000 per 100ml) and currently, there are 61 farmers with the total of 620 log beehives. So far, production capacity has only met 40% of consumer demand, so efforts to increase the capacity are needed. Efforts and support have been given by the village government to beekeepers through the increasing the number of wooden bee nests (setup) and improving the technology of the honey handling process. One of the critical processes to determine the optimization of the quantity and quality of klanceng honey is the extraction process as a process that determines the level of yield. So far, honey extraction has been done manually using a syringe or filtered with a sieve. The Trigona sp. bee, as a honey-producing bee, has a laver-shaped hive, where the shape of the hive influences its internal structure. The extraction of Klanceng honey can not be done using the existing honey extractors due to the inappropriate structure of the beehive. Dissemination of the centrifugal extractor was aimed to increase honey extraction efficiency and improve its hygiene. The Centrifugal Extractor consists of an extractor tube having a static tube and a rotating tube, a filter tube, a transmission unit and a 0.25 HP electric motor with rotary speed regulator.. The use of this machine results in an increase in yield (increasing of rendemen from 75% up to 83% Klanceng honey) and an increase in organoleptic of honey (aroma, appearance, taste and color) so that the product is competitive in the market.