Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Promosi Kesehatan sebagai Penguatan Hypnobreastfeeding untuk Peningkatan Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Dalam Upaya Pencegahan Stunting Ritonga, Paruhum Tiruon; Siburian, Urhuhe Dena; Siregar, Enda Harani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.20071

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia yaitu masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak pendek dari standar usianya yang disebut stunting. Memotivasi dan menguatkan kemauan ibu melaksanakan hypnobreastfeeding untuk meningkatkan keberhasilan IMD. Peserta kegiatan ini adalah ibu hamil yang berjumlah 28 orang. Kegiatan meliputi penyuluhan tentang stunting, IMD dan hypnobreastfeeding serta praktek hypnobreastfeeding. Peningkatan pengetahuan ibu diukur berdasarkan hasil pretest dan posttest. Kegiatan dilakukan di Wilayah Kecamatan Siborong-borong yang dilaksanakan pada bulan Oktober dan Nopember 2024. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang stunting, IMD, hypnobreastfeeding, dan ibu dapat melaksanakan hypnobreastfeeding. Ibu sudah mengerti tentang  stunting, IMD dan hypnobreastfeeding serta sudah dapat melaksanakan hypnobreastfeeding.  Diharapkan ibu dapat melaksanakan hypnobreastfeeding secara mandiri di rumah masing-masing, sehingga pada saat bersalin ibu dapat melaksanakan IMD sebagai upaya pencegahan terjadinya stunting pada anak. Kata Kunci: Hypnobreastfeeding, Inisiasi Menyusu Dini, Stunting  ABSTRACT Stunting is still a nutritional problem in Indonesia, namely a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time, resulting in growth disorders in children, namely the child's height is short from the standard for their age, which is called stunting. To increase the knowledge of pregnant women about hypnobreastfeeding to increase the success of Early Initiation of Breastfeeding. Participants in this activity were 28 pregnant women. Activities include counseling on stunting, Early Initiation of Breastfeeding and hypnobreastfeeding as well as hypnobreastfeeding practice. The increase in maternal knowledge was measured based on the results of the pretest and posttest. The activity was carried out in the Siborong-borong District Area which was carried out in October and November 2024. There was an increase in maternal knowledge about stunting, Early Initiation of Breastfeeding, hypnobreastfeeding, and mothers were able to carry out hypnobreastfeeding. Mothers already understand about stunting, Early Initiation of Breastfeeding and hypnobreastfeeding and can implement hypnobreastfeeding. It is hoped that mothers can carry out hypnobreastfeeding independently at home, so that when giving birth, mothers can carry out Early Initiation of Breastfeeding as an effort to prevent stunting in children.  Keywords: Early Initiation of Breastfeeding, Hypnobreastfeeding, Stunting
The Role of Posyandu Cadres in Improving the Nutritional Knowledge of Under-Five Mothers at Ambacang Padang Health Center Zaida Maulidiyah; Grace Carol Sipasulta; Urhuhe Dena Siburian
Miracle Journal Get Press Vol 2 No 4 (2025): November, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/mgj.v2i4.253

Abstract

To determine the effectiveness of nutrition education provided by Posyandu cadres in improving the nutritional knowledge of mothers of young children. Methods. The study was conducted in the working area of the Ambacang Community Health Centre, Padang City, West Sumatra, from March to May 2025. A structured questionnaire consisting of demographic data and 20 questions regarding basic knowledge of toddler nutrition (complementary feeding, balanced diet, and toddler feeding frequency) was used to collect data. The results of the paired t-test statistical test showed a significant difference in the average knowledge scores of mothers before and after education (p = 0.000). The univariate analysis in this study showed that most mothers under five had a low level of nutritional knowledge, which was 56%. Conclusions. This study confirms that nutrition education from Posyndu cadre plays a strategic role in improving nutritional literacy of mother of toddlers through a systematic and interactive educational approach. The practical implication of this study is that the results can be used as a basis for community health centres, health offices, and policy makers to strengthen cadre empowerment programmes as the spearhead of community nutrition education.
EDUKASI TENTANG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR Ritonga, Paruhum Tiruon; Siburian, Urhuhe Dena
Jurnal Mitra Prima Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL MITRA PRIMA
Publisher : Mitra prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords : Edukasi; Makanan Tambahan; Menyusui Article Information Periode awal kehidupan, terutama dua tahun pertama merupakan fase krusial dalam perkembangan anak, di mana tubuh dan otak anak mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dan sensitivitas terhadap zat gizi sangat tinggi. Pemberian ASI daTAHn makanan pendamping ASI sangat penting. Keberhasilan menyusui hingga usia dua tahun sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan praktik ibu mengenai teknik menyusui yang benar serta pemberian makanan tambahan (PMT) yang sesuai. Edukasi mengenai kedua hal tersebut berperan penting dalam meningkatkan status gizi dan kesehatan anak, mencegah stunting, serta mendukung tumbuh kembang optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian makanan tambahan dan teknik menyusui yang benar. Edukasi dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan dengan menggunakan media leaflet. Kegiatan dilaksanakan di Desa Onan Runggu 3 Kecamatan Sipahutar. Peningkatan pengetahuan diketahui dari hasil prestest dan postest. Setelah mendapat edukasi tentang pemberian makanan tambahan dan teknik menyusui, pengetahuan ibu meningkat. Diharapkan ibu dapat memberikan makanan tambahan anak balitanya dan dapat mneyusi dengan benar sehingga kebutuhan nutrisi anak terpenuhi untuk tumbuh kembang yang optimal dan terhindar dari stunting
PENGUATAN RESILIENSI IBU PENDERITA STUNTING, PENGUKURAN STATUS GIZI DAN PEMBUATAN MAKANAN TAMBAHAN BERBASIS PANGAN LOKAL Siburian, Urhuhe Dena; Ritonga, Paruhum Tiruon
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36077

Abstract

Abstrak: Stunting tidak hanya menyebabkan masalah pada anak, namun juga kepada orang tua berupa dinamika psikologis yang tidak stabil seperti stress, kecemasan terhadap anak dan merasa tidak percaya diri, sehingga jarang membawa anaknya ke posyandu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan resiliensi ibu, meningkatkan pengetahuan tentang stunting, meningkatkan pengetahuan ibu tentang status gizi balita dan meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara membuat makanan tambahan berbasis pangan lokal. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan, pengukuran status gizi dan demonstrasi. Peserta adalah ibu balita yang datang ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sipahutar yang berjumlah 60 orang. Peningkatan pengetahuan diukur dengan hasil pretest dan posttest dari 30 pertanyaan. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan ibu, dimana pengetahuan baik meningkat dari 18 menjadi 35 orang, ibu yang berpengetahuan cukup menurun dari 31 orang menjadi 15 orang dan tidak ditemukan ibu dengan pengetahuan kurang. Resiliensi ibu meningkat dan ibu jadi mengetahui cara membuat nugget dari ikan mujahir. Abstract: Stunting not only causes problems for the child but also for parents, causing unstable psychological dynamics such as stress, anxiety, and a lack of self-confidence, leading to fewer children taking their children to the integrated health post. This activity aims to increase maternal resilience, increase knowledge about stunting, improve mothers' knowledge of toddlers' nutritional status, and improve mothers' knowledge of how to prepare supplementary foods based on local foods. The methods used included counseling, nutritional status assessment, and demonstrations. Participants were 60 mothers of toddlers attending the integrated health post within the Sipahutar Community Health Center area. Knowledge gains were measured using pre- and post-test results of 30 questions. Based on the evaluation results, there was an increase in mothers' knowledge, with those with good knowledge increasing from 18 to 35, those with sufficient knowledge decreasing from 31 to 15, and no mothers with less knowledge were found. Mothers' resilience increased, and they learned how to make tilapia nuggets.